Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Bayiku Didiagnosa Memiliki Tongue Tie saat Usianya Masih 2 Hari

BABY  |  FEEDING  |  HEALTH TIPS  |  MY STORY  |  09 Dec '19


Mungkin moms masih asing dengan istilah tongue tie. Tongue-tie adalah gangguan atau kelainan pada frenulum (jaringan tipis di bagian tengah bawah dan atas lidah) yang terlalu ketat sehingga membuat lidah tidak leluasa bergerak. Penyebab tongue-tie sebagian besar karena faktor genetik. Tongue tie biasanya terjadi pada bayi laki laki tapi tidak menutup kemungkinan untuk bayi perempuan. Satu satunya pengobatan yang bisa dilakukan hanyalah tindakan frenetomy. Frenetomy adalah proses pemotongan frenulum yang dilakukan oleh dokter ahli.

2 anak kakak saya juga di diagnosa memiliki tongue-tie. Arjuna juga di diagnosa memiliki tongue-tie pada saat usianya masih 2 hari. Hal ini yang membuat dia kesusahan saat menyusu. Saat itu juga obgyn dan bidan langsung memberikan rujukan sore itu juga ke salah satu RS di Semarang untuk dilakukan frenotomy secepatnya. Karena selain mempengaruhi aktivitas menyusui, jika tidak segera ditangani tongue-tie juga bisa mempengaruhi aktivitas makan anak dan kesulitan dalam bicara saat besar nanti. Frenotomy adalah tindakan memotong bagian frenulum lidah agar bisa bergerak bebas.

Sesampainya di RS yang dituju, setelah menyelesaikan masalah administrasi kami menemui dr. Yetty Movieta Nency, Sp.AK, IBCLC (Konsultan Hematologi dan Onkologi Anak, Konsultan Laktasi Internasional). Setelah diperiksa, Arjuna memiliki tongue-tie tipe B (sedang) dan tetap harus dilakukan tindakan frenotomy.

Tindakan ini bisa langsung dilakukan tanpa menggunakan obat bius. Dengan cekatan dr. Yetty membuka mulut arjuna dan memotong bagian frenulum nya. Saya melihat darah mengalir di mulut Arjuna, lalu Dr. yetty memberikan Arjuna kepada saya untuk segera disusui. Karena ASI adalah obat agar tidak terjadi infeksi. Bekas lukanya nantinya akan berbentuk seperti sariawan dan akan hilang dengan sendirinya.

Beliau juga mengajarkan cara pelekatan yang baik dan benar. Setelah dilakukan frenotomy, sangat terasa perbedaan cara menyusu Arjuna, menjadi lebih soft dan tidak kasar. Setelah itu saya di ajarkan cara merawat luka bekas frenotomy tersebut. Setiap hari 2x pagi dan sore, harus dilakukan penggosokan pada bagian bekas luka selama 1 minggu. Agar frenulum yang sudah dipotong tidak menyatu kembali. Dan selanjutnya saya diberi resep obat dan sarung tangan silicone untuk menggosok luka tersebut.

Setelah 1 minggu kami kembali untuk checkup dan bekas lukanya sudah membaik. Berat badannya pun naik sangat signifikan sampai 300 gram.

Buat moms yang ada kendala menyusui mungkin saja bayi moms memilki tongue tie. Segera check bayi moms ke DSA terdekat ya moms, agar segera ditangani dan si kecil bisa menyusu dengan baik.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

1284 Dini Iscahyani

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Si Kecil Sering Kembung? Jangan Panik! Ini Solusinya

Aku mau sharing mengenai penanganan apa saja yang sudah kulakukan untuk mengurangi gejala kembung

Botol Pigeon Wide Neck Favorit Vonn

Pemberian botol susu pada bayi harus yang tepat ya Moms agar kolik tidak menyerang si Kecil

Pengalaman Mom Sheren Menghadapi Dermatitis Atopik

Udah 5 hari ini pada kulit pipi Sheren muncul ruam merah, pipi menjadi kasar dan Sheren menjadi sangat rewel.

Perhatikan Air untuk Membuat Susu Formula pada Bayi

Air putih yang diberikan pada bayi sebelum usia 6 bulan sangat membahayakan buah hati kita.

Insisi Tongue-tie, Bagaimana Prosesnya?

Bayi saya mengalami tongue-tie & harus menjalani bedah insisi karena sulit menyusu sehingga kekurangan asupan.