Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Bayi Terlilit Ari-ari? Bisakah Melahirkan Secara Normal?

BABY  |  MY STORY  |  PREGNANCY  |  01 Sep '19


Halo Moms! Di sini saya mau berbagi pengalaman tentang bagaimana saya pertama melahirkan.

Di trimester pertama saya hamil, kondisi bayi terpantau sehat. Karena ini adalah kehamilan pertama, maka saya sangat menjaga segala pola, baik pola makan, pola tidur dan banyak lagi. Bahkan saya suka minum vitamin padahal saya paling gak bisa masuk obat. Tapi demi anak, saya sangat semangat minum obat dan susu buat bumil. Tidak pernah terlewat sehari pun. Di trimester pertama saya tidak mengalami muntah2 di pagi hari, tidak mengalami mual, saya hanya sulit makan karena lidah terasa pahit kayak orang sakit. Jadi untuk mengatasi susah makan saya cuma bisa minum jus dan es krim. Dulu saya sukanya minum jus alpukat. Alpukat bagus loh Moms buat ibu hamil, karena banyak mengandung asam folatnya mana rasanya enak pula. Es krim pun gak dilarang kok, sah-sah aja apalagi kalo masih hamil muda, gak masalah dengan BB bayi. Pernah kan denger omongan kalo lagi hamil jangan makan es krim, nanti bayinya gemuk susah buat ngelahirinnya. Gapapa Moms, makan aja. Es krim enak loh gak masalah banget buat Moms yang masih hamil muda. Kalo udah hamil tua itu sih coba konsul lagi aja sama dokternya.

Nah di trimester kedua alhamdulillah bayi pun terpantau sehat dan jelas saya sudah mulai rakus makan sampai2 saya sudah naik BB 8 kg dari yang sebelumnya. Senang-senang aja nih karena bayi selalu terpantau sehat.

Sampailah usia kandungan 7 bulan, di usia ini kepala bayi sudah dalam posisi baik. Kepala bayi sudah ada di bawah tapi dengan 1 lilitan ari-ari di lehernya, di sini saya mulai khawatir tapi dokter bilang lilitannya tidak kuat, jadi masih aman. Baiklah saya pun tidak terlalu memikirkan, saya banyak berdoa dan percaya bayi saya akan baik2 saja. Saat usia 8 bulan saya kembali periksa dan ternyata lilitannya jadi 3 lilitan saya syok berat, saya takut sangat takut dengan keadaan bayi saya tapi dokter kembali menenangkan saya dan bilang tidak apa2. Sampai akhirnya tanggal 28 September 2017 saya merasakan sakit di perut saya kira karena saya bandel kemarin sempat makan pedes tapi ko sakitnya dari jam ke jam akhirnya karena sampai sore gak ilang sakitnya saya cepat ke bidan yang dekat rumah dan ternyata saya mulai pembukaan 1.

Senang sekali rasanya ternyata bayi saya sudah mau launching. Tapi saya gak bisa tidur karena terus ngerasain sakit tiap tidur kebangun terus sampe pagi hari di tanggal 29 September masih kerasa sakit dan saya terus jalan2 pagi ikutin saran bu bidan. Singkatnya, malem saya kembali periksa karena sakitnya makin sering. Tapi sedih banget karena pembukaan belum maju2 masih pembukaan 1. Kembali pulang dan setibanya di rumah saya gak bisa tidur sama seperti malam sebelumnya. akhirnya saya menyerah tepat jam 3 dini hari saya pergi ke bidan ternyata baru pembukaan 3. Sampai pagi hari tepat jam 7 pagi pembukaan tidak maju2 juga akhirnya bidan menyarankan agar saya diinduksi. Saya pun dengan cepat mengiyakan. akhirnya jam 11 siang saya mulai mengeden dan proses persalinan pun dimulai.

Di setiap saya mengeden, saya langsung pejamkan mata bukan karena sakit tapi saya ngantuk berat. lemas banget badan saya. Sehingga setiap selesai ngeden, suami saya bantu basuh muka saya pakai handuk biar seger katanya biar gak ngantuk. Beberapa kali proses mengeden bayi hanya keluar sedkit dan masuk lagi, begitu terus dan terus sampai saya menangis dan terucap di bibir saya "saya menyerah saya tidak bisa! Terlalu sulit, saya lelah!" mendengar saya berkata seperti itu, ibu mertua yang ada di ruangan bersama saya lari keluar meminta bantuan ayah saya agar saya pindah ke rumah sakit tapi ibu kandung saya berkata "Tidak, kamu salah! Jangan bicara seperti itu, yakinlah bahwa kamu bisa! Ini hanya sebentar lagi, ayoo kasian anakmu!” dan melihat semua kegaduhan, kepanikan karena menyerahnya saya. Saya pun kembali berdoa dalam hati dan meyakinkan bahwa saya bisa! Bidan pun bertindak lebih tegas dibawa gunting ditangannya dan ***crekkk*** diguntinglah dan saya mengeden lebih kuat, alhamdulillah keluarlah bayi mungil yang badannya agak membiru tanpa menangis! Dengan badan yang dililit ari-ari! Betapa gesitnya bidan saat memutar ari-ari yang melilit di leher juga badannya dan cepat membantu bayi saya untuk menangis. Pikiran saya pasrah bayi saya biru dan tidak menangis! Tapi alhamdulillah tangisan kencang tak lama terdengar bayi saya pun menangis dan bergerak alhamdulillah dia lahir selamat. Saya sangat bahagia dan bersyukur bayinya bisa lahir dengan selamat walau dengan proses yang panjang dan dramatis. Saya sangat berterima kasih kepada Allah swt yang senantiasa melindungi kami dan kepada ibu bidan yang sigap dan tetap tenang juga fokus membantu saya dalam persalinan.

Ternyata anak saya susah keluar karena ari-ari tidak hanya melilit di leher tapi juga melilit badannya. memang saat hamil besar saya tidak sempat kembali ke dokter untuk melihat kelanjutan lilitan ari-ari yang melilit bayi saya. Ini point penting yang saya ambil untuk dijadikan pelajaran. Tetap mengontrol keadaan janin. dan tetap tenang karena jika kita panik dan stres, justru akan berpengaruh buruk pada janin. Dan selalu percaya akan perlindungan sang pencipta. Juga jangan ada kata menyerah, percayalah & yakinlah Moms bisa, maka bayi pun akan terdorong dan yakin dia pun bisa keluar dari rahim kita, lahir dan melihat indahnya dunia.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

518 Siti Fathonah

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Pengalamanku Mempunyai Anak Kembar Di Usia 19 tahun

Moms, yuk simak cerita menarik berikut ini!

2 Anak atau Lebih, Ya?

Moms, sebel gak kalau baru nikah terus ditanya "Udah hamil belum? Kapan mau hamil? Kapan mau nambah?"

My Baby is My Miracle

Awal menikah saya & suami sepakat tidak mau memiliki momongan dulu, karena saya baru berhenti mengonsumsi obat

Pengalamanku Melahirkan Bayi Sungsang

Awal hamil hingga usia kandungan 36 weeks, semua berjalan dengan baik dan sehat.