Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Bayi Sering Gumoh? Berikut Cara Mengatasinya

BRANDS  |  FEEDING  |  02 Nov '18

Apakah si Kecil sering memuntahkan susu yang baru saia ia minum? Sebenarnya Mom tidak perlu mencemaskan hal ini, nyatanya IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) menyebutkan bahwa hampir 70% bayi yang berusia 4 bulan sering gumoh. Meskipun terlihat mengkhawatirkan, gumoh sebenarnya tidak berbahaya. Berbeda dengan muntah, gumoh tidak akan membuat perut bayi terasa sakit ataupun membuatnya merasa tidak nyaman. Bahkan, beberapa bayi seringkali tidak sadar bahwa dirinya baru saja gumoh.

Gumoh umumnya terjadi karena tubuh bayi sedang beradaptasi untuk menerima makanan. Sistem pencernaan bayi yang masih belum sempurna dan kapasitas perutnya yang kecil juga dapat dengan mudah menyebabkan bayi mengalami overfeeding sehingga mengakibatkan gumoh.

Menelan terlalu banyak udara juga bisa menjadi penyebab gumoh. Ketika bayi minum susu, secara tidak sengaja ia juga akan ikut mengisap udara dari luar. Udara yang terperangkap pada perutnya secara otomatis akan keluar, dan di saat bersamaan cairan susu yang baru saja ia minum ikut keluar dengan udara tersebut.

Meskipun gumoh tergolong wajar dan akan berhenti dengan sendirinya saat perut bayi sudah dapat menampung makanan dengan baik, nyatanya terdapat beberapa hal yang dapat Mom lakukan untuk mengurangi frekuensi gumoh bayi, beberapa di antaranya adalah:

Perhatikan posisi bayi saat menyusu

Saat sedang minum susu pastikan bayi tidak tidur dengan posisi datar, melainkan buatlah ia sedikit tegak atau bersandar miring (idealnya 15°). Posisi seperti ini akan membantu melancarkan aliran pernapasan bayi sehingga mencegah dirinya tersedak ataupun gumoh. Selain itu, gaya gravitasi juga akan membantu menahan makanan tetap berada di perut. Posisi serupa juga sebaiknya diterapkan paling tidak selama 30 menit setelah makan.

Anthony M. Loizides, direktur dari Pusat Aerodigestif, divisi gastroenterologi pediatrik dan nutrisi di Children's Hospital at Montefiore, New York City, menyebutkan adanya risiko tersedak saat berbaring datar. Ketika sedang berbaring tanpa penyangga/kemiringan, maka posisi perut akan menjadi lebih tinggi daripada esofagus, sehingga makanan/susu dari perut dapat dengan mudah mengalir naik ke mulut/hidung dan mengakibatkan gumoh. Hal inilah yang menjadi penyebab mengapa bayi lebih sering gumoh pada malam hari dibanding saat siang.

Sendawakan bayi secara rutin

Sendawakan bayi secara rutin di saat makan dan setelah makan. Sebenarnya bayi secara alami sering berhenti sebentar ketika sedang minum susu. Mom dapat menggunakan waktu ini untuk menyendawakannya sebelum memberikannya makan lagi. Dengan begitu perut si Kecil tidak akan terisi dengan terlalu banyak udara. Namun apabila si Kecil tak kunjung sendawa, itu artinya udara dalam tubuhnya tidak perlu dikeluarkan.

Perhatikan lubang pada botol susu

Apabila si Kecil minum susu menggunakan botol, maka pastikanlah lubang pada dot tidak terlalu kecil. Lubang yang kecil akan membuat bayi sulit menyedot susu dan malah membuat dirinya mengisap udara secara berlebih. Sedangkan dot dengan lubang yang terlalu besar akan meningkatkan risiko tersedak dan meneguk susu secara berlebih, hal ini dikarenakan aliran susu menjadi terlalu deras. Untuk itu Mom sebaiknya menyesuaikan dot susu dengan usia si Kecil.

Pastikan suasana sekitar tenang

Saat sedang menyusui, Mom harus memperhatikan kondisi ruang sekitar. Kurangi suara dan hindari bunyi bising sehingga si Kecil tidak menjadi panik atau gelisah saat minum susu. Bayi yang panik cenderung tidak mampu menyusu dengan baik dan malah menelan udara secara berlebih saat sedang minum susu.

Jangan memberi makan secara berlebih

Saat baru lahir, ukuran perut bayi seperti sebuah kelereng, 3 hari kemudian ukurannya akan semakin membesar dan menyerupai bola ping-pong. Saat usia 4 bulan, ukuran perutnya sama seperti sebuah alpukat. Karena ukurannya cenderung kecil, maka perut bayi tidak mampu menampung banyak makanan. Untuk itu, Mom dapat memberikannya susu dalam porsi yang lebih kecil namun dengan frekuensi yang lebih tinggi. Berikut adalah panduan yang dapat Mom perhatikan ketika akan memberi si Kecil makan:

Jaga pola makan Anda

Bukan hanya makanan si Kecil yang harus diperhatikan, Mom juga harus menjaga makanan yang Anda konsumsi selama periode menyusui. Nyatanya makanan yang dikonsumsi oleh ibu menyusui juga dapat menyebabkan bayi gumoh, contohnya seperti:

  1. Kafein: Mengendurkan otot sfingter esofagus bagian bawah sehingga bayi menjadi kesulitan menahan asam pada perutnya.
  2. Makanan pedas: Menyebabkan iritasi pada dinding usus dan perut serta menyebabkan refluks asam.
  3. Gorengan: Lemak yang tidak sehat pada gorengan akan mengganggu pencernaan si Kecil.
  4. Jus kemasan: Bahan pengawet, pemanis buatan dan bahan kimia lain yang terdapat pada jus kemasan dapat menyebabkan gangguan pencernaan pada bayi.

Meskipun gumoh tidak perlu dikhawatirkan, namun Mom perlu membawa si Kecil ke dokter jika ciri-ciri berikut sudah terlihat:

  • Volume muntah bertambah dan menjadi banyak
  • Gumoh menyebabkan bayi tersedak-sedak atau sesak napas
  • Beratnya tidak kunjung bertambah
  • Gumoh disertai dengan demam, diare, muntah darah, ataupun perut kembung
  • Gumohnya berwarna hijau atau kuning.

 

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist Editor.

 

Reference 1 Reference 2 Reference 3 Reference 4 Reference 5 Reference 6

2247 Babymoov Indonesia

Comments

Related Stories