THE DAILY

Skoliosis Saat Hamil? Berbahayakah? Skoliosis Saat Hamil? Berbahayakah?
17 Oct '18

Berbagai Macam Terapi Wicara Berbagai Macam Terapi Wicara
17 Oct '18

Apa Itu Angioedema Syndrome? Apa Itu Angioedema Syndrome?
17 Oct '18

Babyo Story with Lydia Wahyudi: Mencukupi ASI Meski Sibuk Bekerja Babyo Story with Lydia Wahyudi: Mencukupi ASI Meski Sibuk Bekerja
17 Oct '18

Mengapa Lagu Anak-anak Membantu Keterampilan Berbahasa Si Kecil? Mengapa Lagu Anak-anak Membantu Keterampilan Berbahasa Si Kecil?
17 Oct '18

Tahap Perkembangan Bayi Sebelum Merangkak Tahap Perkembangan Bayi Sebelum Merangkak
17 Oct '18

Bagaimana Cara Bayi Belajar Berkomunikasi? Bagaimana Cara Bayi Belajar Berkomunikasi?
17 Oct '18

Tips Kembali Bekerja saat Anak Memasuki Usia Toddler Tips Kembali Bekerja saat Anak Memasuki Usia Toddler
17 Oct '18

Review: Mothercare - All We Know Baby Nappy Cream Review: Mothercare - All We Know Baby Nappy Cream
16 Oct '18

10 Tips Tenangkan Bayi Menangis Tanpa Sebab 10 Tips Tenangkan Bayi Menangis Tanpa Sebab
16 Oct '18

Penyebab Feses si Kecil Berwarna Hitam Penyebab Feses si Kecil Berwarna Hitam
16 Oct '18

Pengobatan Setelah Diare Pengobatan Setelah Diare
16 Oct '18

Sex Education untuk Balita Sex Education untuk Balita
16 Oct '18

Mengapa Rambut Bayi Saya Sedikit? Mengapa Rambut Bayi Saya Sedikit?
16 Oct '18

Waspadai Tanda Speech Development Delay si Kecil Waspadai Tanda Speech Development Delay si Kecil
16 Oct '18

Bahayakah Bayi Menangis Tanpa Suara? Bahayakah Bayi Menangis Tanpa Suara?
16 Oct '18

Bagaimana Jika si Kecil Temperamental? Bagaimana Jika si Kecil Temperamental?
16 Oct '18

Nasi Lembek Sop Ayam Kuah Keju Nasi Lembek Sop Ayam Kuah Keju
16 Oct '18

Pentingnya Menjaga Kebersihan Training Cups Pentingnya Menjaga Kebersihan Training Cups
16 Oct '18

Gerakan Senam Saat Hamil 7 Bulan Gerakan Senam Saat Hamil 7 Bulan
16 Oct '18

Kurang Minum Saat Hamil Sebabkan Infeksi Saluran Kencing Kurang Minum Saat Hamil Sebabkan Infeksi Saluran Kencing
16 Oct '18

Kapan si Kecil Mengenal Warna? Kapan si Kecil Mengenal Warna?
16 Oct '18

Pijat Gusi Bayi Pijat Gusi Bayi
16 Oct '18

Quality Time dengan Pasangan? Why Not? Quality Time dengan Pasangan? Why Not?
15 Oct '18

7 Pedoman Penggunaan Empeng Bayi yang Benar 7 Pedoman Penggunaan Empeng Bayi yang Benar
15 Oct '18

Bagaimana Membentuk Kebiasaan Tidur Si Kecil? Bagaimana Membentuk Kebiasaan Tidur Si Kecil?
15 Oct '18

Apakah Janin Bisa Mendengar Suara Musik? Apakah Janin Bisa Mendengar Suara Musik?
15 Oct '18

Si Kecil Sering Berkeringat ketika Tidur? Atasi dengan Ini! Si Kecil Sering Berkeringat ketika Tidur? Atasi dengan Ini!
15 Oct '18

Haruskah Memasukkan Si Kecil Di Kelas Bermain Bayi? Haruskah Memasukkan Si Kecil Di Kelas Bermain Bayi?
15 Oct '18

Mengapa Si Kecil Berbohong? Mengapa Si Kecil Berbohong?
15 Oct '18

READ MORE

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Bayi Kembar Siam, Dapat Dicegah atau Tidak Ya?

PREGNANCY  |  20 Jul '18

Apakah sekarang mommy sedang melangsungkan program bayi kembar? Di sini saya mau sedkit memberikan info, saran, dan tips agar menghindari bayi lahir dengan kondisi kembar siam.

Apa itu bayi kembar siam?

Bayi kembar siam adalah bayi kembar yang mengalami kedetakan fisik atau terhubung pada beberapa bagian fisik secara langsung. Hal ini ditimbulkan karena adanya kegagalan zigot bayi kembar identik yang gagal dalam pembelahan, sehingga pembelahan tidak sempurna. Dengan kata lain kondisi tubuh bayi saling menempel dan terhubung satu sama lain. Pada umumnya kembar siam mengalami dempet di bagian dada, panggul, perut atau kepala.

Ibu hamil tetap akan merasakan tanda-tanda kehamilan seperti wanita hamil umumnya. Namun kembar siam bisa dideteksi dengan USG. Pada beberapa kasus, bayi kembar siam meninggal saat masih berada di dalam rahim atau meninggal sesaat setelah dilahirkan. Namun, tidak sedikit juga yang bisa bertahan hidup setelah menjalani operasi pemisahan.

Ada beberapa hal penyebab kembar siam tidak bisa dicegah, di antaranya:

1. Kembar identik

Kasus kembar identik terjadi ketika satu buah sel telur dibuahi oleh dua sel sperma. Kemudian hasil dari embrio ini menjadi calon dua janin yang berbeda. Pada hari ke 12 setelah pembuahan maka lapisan embrio akan terbagi dan mulai membentuk monozigot yang kembar. Setiap embrio akan mengembangkan organ dan struktur tertentu. Kondisi ini tidak bisa dicegah namun sudah bisa diketahui oleh dokter sejak dalam kandungan.

2. Proses pemecahan embrio lambat

Bayi yang akan dilahirkan kembar dan berasal dari sel telur yang sama bisa mengalami perlambatan pemecahan embrio. Namun pemisahan embrionya belum selesai sempurna. Akibatnya kembar yang terjadi adalah kembar siam. Proses ini juga tidak akan bisa dicegah sehingga akan terlahir bayi kembar siam.

3. Dua embrio terpisah tidak sempurna

Bayi kembar siam juga bisa berasal dari dua embrio yang berbeda. Kondisi ini sebenarnya bisa menjadi jenis kembar yang tidak identik. Namun beberapa peneliti tidak mengetahui penyebabnya sehingga membuat dua embrio yang terpisah akhirnya bisa bersatu sejak awal perkembangan embrio. Awal mula kondisi ini sering tidak diketahui.

4. Pengaruh faktor genetik

Kembar siam banyak dipengaruhi oleh faktor genetik. Tidak hanya dengan genetik yang memang memiliki kembar siam tapi juga genetik kembar yang menurun dalam keluarga.

5. Sel telur terpisah lalu tergabung bersama

Beberapa kembar siam sebenarnya hampir saja tidak terjadi. Setelah 12 hari sejak pembuahan maka embrio sudah memisahkan diri dan siap menjadi kembar identilk. Namun setelah itu akhirnya embrio kembali bergabung sehingga menjadi kembar siam. Awal mula proses gabungan dua embrio yang sudah terpisah ini tidak bisa diketahui atau dideteksi secara medis.

Tapi mom jangan khawatir ada beberapa cara untuk mencegah bayi kembar siam, misalnya:

1.  Menjaga Kesehatan selama Kehamilan

Mommy yang merencanakan kehamilan kembar harus senantiasa menjaga kesehatan tubuh selama kehamilan, termasuk juga kesehatan janin. Anda dapat mengurangi risiko kembar siam dengan mengurangi konsumsi obat saat hamil atau dengan menggunakan obat yang disarankan oleh dokter saja. Hal lainnya adalah mengurangi zat kimia yang berbahaya yang masuk ke dalam tubuh.

2.  Memenuhi Kebutuhan Nutrisi selama Kehamilan

Hal terpenting yang harus Anda jaga adalah asupan nutrisi selama kehamilan, apalagi di usia kehamilan awal. Minggu kehamilan merupakan proses pembentukan organ yang penting. 

3.  Kenali Tanda Kehamilan Anda

Ibu hamil terkadang tidak menyadari kehamilan, sehingga mereka mengonsumsi beberapa makanan dan obat-obatan yang dapat membahayakan kehamilan, di antaranya adalah obat pusing dan maag yang tidak sesuai dengan resep dokter. Anda dapat waspada dengan perubahan-perubahan sebagai tanda awal kehamilan yang terjadi pada tubuh untuk mengurangi resiko kembar siam.

Tipe Kembar Siam

1. Thoracopagus

Thoracopagus adalah kembar siam yang menempel pada bagian dada.

2. Omphalopagus

Omphalopagus termasuk salah satu kasus kembar siam yang menyebabkan kedua bayi bergabung pada bagian dekat pusar.

3. Pygopagus

Pygopagus adalah jenis kembar siam yang bergabung dari bagian dasar tulang belakang hingga pantat.

4. Rachipagus

Rachipagus atau rachiopagus adalah kembar siam yang bergabung pada bagian sepanjang tulang belakang.

5. Ichiopagus

Ichiopagus adalah jenis kembar siam yang akan membuat bayi tergabung pada bagian panggul, baik dari bagian ujung hingga ke ujung panggul yang lain.

6. Parapagus

Parapagus adalah salah satu jenis kembar siam yang menyebabkan bayi  bergabung pada bagian antara sisi panggul, sebagian atau semua bagian dada hingga perut.

7. Craniopagus

Craniopagus adalah jenis kembar siam yang akan menyebabkan bayi bergabung pada bagian kepala termasuk pada bagian belakang kepala, atas kepala atau samping kepala.

8. Cephalopagus

Cephalopagus adalah kasus kembar siam yang bisa bergabung pad bagian wajah dan semua bagian tubuh bagian atas.

9. Kembar siam asimetris

Kembar siam seperti ini akan menyebabkan satu bayi berukuran sangat kecil sementara bayi yang lain memiliki bentuk tubuh yang tidak sempurna.

Selain menentukan prosedur operasi pemisahan, tim dokter bedah juga harus memikirkan tentang operasi rekonstruksi apa yang mungkin perlu dilakukan jika operasi pemisahan berhasil. Operasi rekonstruksi dilakukan untuk memperbaiki organ atau bagian tubuh lain yang terlihat setelah operasi.

 

Semoga bermanfaat.

By: Noorhidayah Putri Utami.

BACA JUGA: Ragam Manfaat Susu Kedelai Buat Ibu Hamil

230 Noorhidayah Putri Utami Send Message to Writer

Related Stories