Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Batuk Pilek Ketika Hamil, Berbahayakah?

HEALTH TIPS  |  15 Jul '18


Banyak sekali ibu hamil yang mengeluhkan batuk pilek pada saat masa kehamilannya, jelas sekali karena pada saat hamil kondisi daya tahan tubuh ibu hamil menjadi lebih rendah dibandingkan perempuan seusianya yang sedang tidak dalam keadaan hamil. Bahkan ada penelitian yang mengatakan bahwa batuk pilek yang dialami selama masa kehamilan akan berlangsung lebih lama dibandingkan ketika sedang tidak hamil.

Batuk dan pilek yang dialami oleh ibu hamil tidak jauh berbeda gejalanya dengan batuk pilek orang yang sedang tidak hamil. Gejala  pada umumnya yaitu demam tinggi dan tenggorokan saki, rasa nyeri pada anggoota tubuh, diare, sakit kepala, muntah-muntah dan cepat merasa lelah. Mungkin seakan tidak berbahaya bagi kesehatan Mom dan bayi yang sedang dalam kandungan. Padahal, batuk dan pilek yang menyerang pada ibu hamil berbahaya karena akan menyebabkan komplikasi lebih tinggi.

Persalinan premature

Moms, jangan meremehkan batuk yang menyerang pada saat kehamilan, karena penelitian membuktikan suara batuk yang keras bisa menyebabkan kelahiran prematur. Suara batuk yang cukup keras umumnya bisa mendorong bayi keluar dari dalam Rahim tentunya hal ini sangat patut di waspadai oleh ibu hamil dengan kondisi servik yang sedang lunak dan kandungan lemah

Sinusitis

Sinusitis merupakan komplikasi pilek, dimana pada kondisi ini rongga udara pada tulang dahi dan tulang pipi terjadi infeksi. Biasanya akan timbul rasa nyeri pada mata, dahi dan hidung, kemudian hidung juga akan beringus dan tersumbat. Kondisi seperti ini tidak perlu dikhawatirkan karena biasanya akan hilang sendiri

Infeksi sistem pernapasan

Pada kondisi ini ibu hamil akan kesulitan bernafas yang disertai batuk yang berdahak kental. Jika timbul rasa nyeri pada dada dan demam tinggi sebaiknya segera menemui dokter karena harus ditangani secara benar dan serius. Anda harus berhati-hati karena infeksi memiliki dua jenis yaitu bronkhitis dan pneumonia

Janin terserang virus

Dalam keadaan janin yang lemah bisa saja bayi akan terserang virus yang sedang menyerang pada ibu, ini karena virus dapat dengan mudah masuk pada plasenta bayi. Oleh karena itu ibu yang menderita bronkhitis sebaiknya segera memeriksakannya ke dokter agar bisa ditangani dengan tepat. Selain itu virus juga bisa hidup dalam darah ibu hamil dimana akan mengalir pada darah bayi juga.

Rendahnya berat bada bayi

Batuk yang dialami dalam jangka waktu panjang yang terus menerus akan membuat bayi lahir dengan berat rendah. Ini disebabkan karena kurangnya nafsu makan saat Mom mengandung bayi karena batuk. Oleh karena itu, asupan makanan kedalam tubuh Mom menjadi berkurang sehingga janin yang sedang dalam kandunganpun kekurangan gizi.

 

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist Editor

 

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

718 Babyologist Indonesia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Obat Flu Alami yang Aman Untuk Ibu Hamil

Flu merupakan penyakit yang umum menyerang siapa saja, termasuk ibu hamil. Berikut merupakan cara alami yang aman untuk mengobatinya. Yuk, [...]

Penanganan dan Pencegahan Flu Pada Ibu Hamil Muda

Umumnya gejala flu yang dirasakan pada saat hamil muda dengan tidak hamil adalah sama saja. Namun ibu hamil harus lebih waspada dalam [...]

Tips Mengobati Batuk Ibu Hamil Secara Alami

Saat Moms sedang hamil, tidak dianjurkan untuk mengonsumsi sembarangan obat. Oleh karena itu, tidak ada salahnya Moms mencoba alternatif berikut.

Obat Demam Untuk Ibu Hamil

Pada masa kehamilan daya tahan tubuh ibu hamil akan lebih lemah dibandingkan dengan perempuan yang sedang tidak hamil. Lantas, bagaimana cara [...]