Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Batuk Pada Bayi Umur 1 Bulan

HEALTH TIPS  |  15 Jul '18


Batuk pada bayi pastinya selalu membuat orang tua khawatir, selain itu kondisi ini juga sering kali membuat bayi rewel, hal ini menandakan bahwa sedang terjadi infeksi virus atau bakteri , tapi tergantung jenis batuk yang dideritanya. Batuk pada bayi yang normal biasanya akan mereda dalam waktu dua minggu, namun Moms tidak bisa menganggap remeh. Oleh karena itu Moms harus mengetahui lebih lanjut mengenai jenis-jenis batuk pada bayi dan gejalanya ketika sudah terjadi.

Mengenali jenis batuk

Batuk ini mempunyai beberapa jenis, diantaranya batuk kering dan batuk berdahak. Selain orang dewasa, batuk kering dan batuk berdahak juga bisa menyerang bayi. Batuk kering ini biasanya terjadi Batuk kering yang menyerang adalah upaya untuk menghilangkan gangguan yang terjadi karena gatal atau iritasi pada tenggorokan dan saluran pernafasan. Yang mana diakibatkan oleh virus atau karena alergi.

Seperti yang kita ketahui, bahwa bayi sangat rentan terhadap serangan batuk pilek, bahkan bisa mencapai 8 kali dalam satu tahun. Namun frekuensi ini bisa jadi berkurang seiring dengan kekebalan tubuh si kecil yang semakin kuat. Sedangkan batuk berdahak biasanya akan terasa di daerah dada. Hal ini dikarenakan kondisi batuk berdahak adalah salah satu cara alami untuk mengeluarkan dahak dari paru-paru. Batuk berdahak ini
bisa disebabkan oleh bakteri.

Cara untuk meringankan batuk pada bayi umur 1 bulan

Meskipun kini sudah banyak sekali obat batuk yang dijual dipasara, namun Moms tidak bisa sembarangan memberikan obat kepada bayi, karena akan berbahaya dengan daya tahan tubuhnya yang masih dalam masa perkembangan dan belum kuat sempurna. Atau sebaiknya Moms  berkonsultasi dulu dengan dokter jika hendak memberikan obat kepada bayi.

Beberapa langkah sederhana yang bisa bunda lakukan untuk meringankan batuk pada bayi  Moms:

  • Berilah  ASI lebih  sering  dari biasaya
  • Perbanyak waktu istirahat bayi
  • Gunakan uap panas, moms bisa memasukan air hangat kedalam baskom kemudian letakkan disamping bayi atau gunakan humidifier.

Mengenali Tanda-tanda bahaya

Selain sebagai dari reaksi tubuh, ada beberapa batuk yang diakibatkan oleh hal lain yang harus di waspadai. Berikut merupakan beberapa gejala batuk yang harus diwaspadai, jika bayi Moms terserang batuk dengan ciri-ciri berikut sebaiknya segera dibawa ke dokter. Gejalanya diantaranya:

  • Bayi akan menolak untuk disusui, sehingga kondisi ini akan menyebabkan mereka mengalami dehidrasi, Moms dapat mengetahui anak dalam keadaan dehidrasi dengan mengecek popoknya. Dalam kondisi normal bayi akan buang air kecil setiap enam jam sekali.
  • Batuk hingga menyebabkan muntah
  • Mengalami demam tinggi. Waspadai bayi ketika mengalami demam hingga 39 derajat celcius, dan demam tidak kunjung turun hingga waktu 3 hari
  • Perhatikan juga nafas bayi, jika menimbulkan suara tertentu atau terihat sesak nafas sebaiknya di waspadai

Batuk yang menyerang  bayi usia 1 bulan, merupakan upaya tubuh dalam mengeluarkan benda asing dan lendir dari saluran pernapasan. Meskipun begitu orang tua harus tetap sigap ketika bayi mengalami batuk.

 

Apa yang menyebabkan dahak pada bayi umur 1 bulan?

Lendir sebenarnya berfungsi untuk melapisi bagian tubuh tertentu agar tidak mengering dan membantu pertahanan melawan bakteri, virus, dan benda asing lain yang masuk ke tubuh. Lendir ini lengket sehingga dapat menjebak, debu, alergi, virus, dan bakteri. Maka, orang sehat pun memproduksi lendir. Lendir pada orang sehat tipis dan kurang terlihat. Pada orang sakit, lendir ini bisa jadi tebal dan terlihat karena menjebak terlalu banyak zat asing.

Suatu mekanisme yang disebut bersihan mukosilier akan membawa keluar lendir ke tenggorokan. Jika lendir berjumlah normal seperti pada orang sehat, bayi akan dapat menelannya secara tidak sadar. Namun, jika lendir ini lebih banyak daripada biasanya, lendir tersebut akan tersangkut di tenggorokan. Inilah yang menyebabkan batuk karena tubuh refleks ingin mendorong gumpalan lendir tersebut keluar tubuh.

Apa saja jenis batuk pada bayi 1 bulan?

Karena si Kecil masih belum bisa bicara, dia belum bisa mengungkapkan apa yang dirasakannya selama batuk. Ini membuat Moms dan para orang tua lainnya sulit mengetahui apakah batuk yang dialaminya termasuk gejala kondisi kesehatan yang serius atau hanya batuk pilek biasa.

Howard Balbi, M. D., direktur penyakit menular anak di Nassau County Medical Center, New York, Amerika Serikat, sebagaimana dikutip Orami mengatakan bahwa batuk merupakan bagian dari perlindungan tubuh. Seseorang yang sedang batuk sebenarnya sedang melindungi dirinya sendiri melalui mekanisme tubuh alami. Orang yang batuk ingin mengeluarkan dahak, tetesan postnasal (lendir hidung yang menetes ke bagian belakang tenggorokan), atau potongan makanan yang tidak sengaja masuk ke tenggorokan. Intinya, batuk merupakan cara tubuh membersihkan diri agar saluran udara bersih dari benda-benda asing tersebut.

Dilihat dari ada tidaknya dahak pada batuk, batuk dapat dibagi menjadi 2 jenis yaitu batuk kering dan batuk basah. Batuk kering biasanya dipicu karena alergi atau demam. Ini merupakan cara tubuh membersihkan tetesan postnasal atau akibat iritasi yang menyebabkan sakit tenggorokan.

Sementara itu, batuk basah dipicu oleh penyakit pernapasan yang menyertai infeksi bakteri. Ketika seseorang batuk basah, batuknya disertai dahak atau lendir yang terbentuk di saluran udara. Lendir yang terbentuk karena batuk ini mengandung sel darah putih yang berguna membantu tubuh melawan kuman.

Menurut Catherine Dundon, M. D., profesor pediatri klinis di Vanderbilt University Medical School, Tennessee, Amerika Serikat, seorang bayi berusia di bawah 4 bulan seharusnya tidak batuk-batuk terlalu sering. Jadi, jika dia sering batuk tidak diketahui sebabnya, bisa jadi si Kecil sedang memiliki masalah kesehatan serius.

Apa saja gangguan kesehatan yang ditandai dengan batuk?

Flu

Seorang anak yang terkena flu mungkin ditandai dengan sering batuk kering. Namun, jika dia juga mengalami pilek, batuknya mungkin disertai lendir. Gejala batuk karena flu umumnya juga disertai gejala lain seperti saluran napas berlendir, hidung tersumbat, sakit tenggorokan, dan demam di malam hari.

Croup

Croup merupakan penyakit saluran pernapasan yang dialami oleh anak-anak berusia 6 bulan hingga 3 tahun. Penyebab utamanya adalah infeksi virus. Jika disertai virus, croup dapat membuat lapisan trakea membengkak lalu menutupi saluran pernapasan. Akibatnya, si Kecil bisa menjadi susah bernapas. Gejala croup dapat diawali dengan demam di pagi hari. Suara batuknya pun terdengar seperti menggonggong dan membuat si Kecil sering terbangun di malam hari karena sulit bernapas.

Asma atau bronchiolitis

Kedua kondisi kesehatan ini, asma dan bronchiolitis, muncul setelah batuk dan pilek. Kedua penyakit ini dapat mengakibatkan mengi dan penyempitan saluran udara. Batuk atau mengi karena asma atau bronchiolitis mirip jadi susah dibedakan. Namun, biasanya, batuk karena asma menunjukkan gejala pilek, mata gatal, mata berair, dan retraksi (susah bernapas). Sedangkan batuk karena bronchitis umumnya disertai gejala demam dan kehilangan selera makan. Menurut Ruffin Franklin, M. D., dari Capitol Pediatrics and Adolescent Center di Raleigh, North Carolina, Amerika Serikat, faktor penyebab mengi atau sesak napas dan penyempitan saluran udara ini ada banyak, beberapa di antaranya melibatkan faktor lingkungan seperti debu.

Pneumonia

Pneumonia adalah penyakit infeksi bakteri atau virus yang menyerang paru-paru. Penyebabnya ada bermacam-macam, salah satunya flu. Orang yang terkena pneumonia menunjukkan gejala demam, batuk kering, batuk berdahak (dahak berwarna hijau, kuning, atau disertai darah), sakit di dada saat menarik napas atau batuk, berkeringat, menggigil, napas terengah-engah dan pendek, diare, kelelahan, mual, dan muntah.

Batuk rejan (pertussis)

Batuk rejan diakibatkan oleh infeksi bakteri dan menjadi salah satu penyebab utama kematian bayi. Penyakit ini diatasi oleh vaksin DPT yang diciptakan pada tahun 1960-an. Meski sebelumnya telah musnah, penyakit batuk rejan kembali mewabah di berbagai negara selama beberapa tahun terakhir. Gejala batuk rejan biasanya tidak disertai demam atau flu namun ditandai dengan perubahan warna wajah, lidah mencuat, dan mata menggembung.

Mengapa napas bayi bunyi grok-grok?

Pada dasarnya, napas seseorang yang berbunyi menandakan adanya hambatan di saluran pernapasan. Beberapa faktor di antaranya yaitu dahak atau lendir. Pada anak, kondisi ini membuat tidurnya tidak nyenyak dan kesulitan bernapas.

Namun, napas bayi yang berbunyi juga bisa disebabkan karena saluran pernapasan yang belum berkembang sempurna dan ukurannya masih kecil. Kondisi ini akan membaik seiring dengan perkembangan tubuhnya.

Meski demikian, Moms tetap perlu mencari tahu penyebab utama napas bayi grok-grok. Produksi lendir yang berlebihan terjadi karena infeksi virus atau masuknya benda-benda asing di saluran pernapasan. Kondisi lain yang memicu peningkatan lendir dalam saluran pernapasan adalah alergi ASI, retensi dari ASI pada saluran pernapasan, infeksi di saluran pernapasan, dan alergi debu/bulu hewan/dsb.

Kondisi napas grok-grok pada bayi bisa dikatakan berbahaya apabila disertai demam dan muntah-muntah. Jika ya, segera bawa si Kecil ke dokter untuk penanganan khusus.

Bagaimana cara mengatasi napas bayi grok grok?

Bersihkan area luar hidung dengan menggunakan kapas atau tisu

Lendir yang tidak dibersihkan dapat mengeras dan membuat bayi sulit bernapas. Bersihkan secara rutin dengan cara membasahi kapas atau tisu dengan menggunakan air hangat, lalu usap-usapkan ke daerah hidung.

Gunakan air humidifier untuk mengontrol kelembaban ruangan

Perangkat air humidifier dapat mengontrol suhu udara di ruangan agar menjadi lebih hangat serta mengontrol kelembabannya. Ini akan membuat lendir di dalam hidung tidak mengeras.

Jemur si Kecil di bawah sinar matahari

Pada pagi hari sekitar pukul 07.00 sampai dengan 09.00 pagi, jemur si Kecil di bawah sinar matahari selama 15-30 menit. Asupan vitamin D yang cukup akan membantu si Kecil terbebas dari napas grok-grok. Ingat, ya, Moms, jangan jemur langsung di bawah sinar matahari tetapi cukup di bawah bayangannya saja.

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist Editor

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

20460 Babyologist Indonesia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

[REVIEW MOMWID] BRAND'S Saripati Ayam, Essence of chicken

Ada yang pernah mendengar tentang sari pati ayam atau essence of chicken? Ternyata Saripati Ayam ini sangat bermanfaat untuk Ibu Menyusui [...]

Kenali Gejala Dan Penanganan Anemia Pada Si Kecil

Apa gejala anemia pada si Kecil? Apa yang harus dilakukan jika si Kecil terkena anemia?

Hal-Hal Sederhana Untuk Mencegah Penyebaran Virus Corona Ala Mom Risny

Yuk simak cara Mom Risny menjaga keluarganya dari virus Corona.

What is Eczema?

What is Eczema?

Perhatikan Hal Berikut untuk Mencegah Virus Corona

Maraknya virus corona banyak membuat orang tua panik. Simak tips berikut agar si Kecil terhindar dari virus ini yuk Moms and Dads!

Penting untuk Diperhatikan Pasca Persalinan

Momen setelah bersalin tentu membahagiakan ya Moms and Dads. Tapi ada hal-hal penting yang perlu diperhatikan loh! Yuk, simak berikut ini.

Tips Mengenakan Masker untuk Si Kecil Demi Mencegah Coronavirus

Mengenakan masker merupakan salah satu cara pencegahan si Kecil tertular virus Corona. Tapi bagaimana jika si Kecil menolak masker?

Mengatasi Sinusitis Pada Balita

Pernah mendengar balita terkena sinusitis? Apa tandanya? Bagaimana cara mengatasinya? Yuk simak berikut ini!

Pengalamanku Alami Wasir Stadium 3 Pasca Melahirkan

Wasir setelah melahirkan? Pasti ga nyaman ya Moms. Yuk simak cerita berikut ini.

Mengenal Kulit Bayi dan Cara Menjaganya

Atopic dermatitis adalah kelainan kulit kronis yang menyerang 15-20% anak-anak serta 3% orang dewasa.

Cara Membuat Mosquito Spray Repellent dengan Variasi Essential Oil

Salah satu fungsi minyak esensial adalah dapat digunakan sebagai anti nyamuk. Bagaimana cara membuatnya?

Apakah Suntik TT Aman? Bagaimana Jika Tidak Suntik TT Sebelum Menikah?

Vaksin TT akan membantu dalam pencegahan tetanus dan sangat diperlukan bagi calon pengantin.

Sindrom Marfan: Kelainan Genetik pada Jaringan Ikat Manusia

Kelainan genetik pada jaringan ikat ini paling umum memengaruhi mata, pembuluh darah, tulang & jantung.

Mengenal Gejala Sindrom Bipolar, Gangguan Kepribadian Ganda Serius

Sindrom bipolar adalah gangguan mental yang ditandai dengan perubahan suasana hati ekstrem dan fluktuasi tinggi.

Mengenal Sindrom Behcet, Kelainan Langka yang Menyerang Pembuluh Darah

Sindrom Behcet merupakan kelainan langka yang menyebabkan pembuluh darah di seluruh tubuh mengalami peradangan.

Sindrom Asherman, Sindrom Langka yang Pengaruhi Menstruasi

Apa itu sindrom asherman yang mempengaruhi menstruasi pada wanita? Yuk kenali lebih dekat sindrom langka ini

Campak Jerman Pada Busui Apakah Berbahaya?

Campak jerman atau yang dikenal dengan campak 3 hari, sebenarnya berbeda dengan campak pada umumnya loh Moms.

Sindrom Klinefelter dan Dampaknya Terhadap Kesuburan Pria

Sindrom Klinefelter adalah kondisi genetik yang cukup umum ditemukan hanya pada pria. Bagimana dampaknya pada kesuburan?

9 Gejala Diabetes Tipe 2 yang Harus Diwaspadai

Mengenali tanda-tanda dan gejala awal dari kondisi kronis ini sangat perlu agar penderita dapat segera dirawat.

Pengertian, Penyebab dan Gejala Penyakit Kista

Benjolan berbentuk kantung yang dapat muncul di mana saja di tubuh ini dapat dialami oleh semua kalangan usia.