Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Banyak Busa, Mandi Makin Bersih?

BRANDS  |  HEALTH TIPS  |  22 Jan '19


Pernahkah Moms mendengar atau membaca tulisan sabun bayi tanpa SLS? Apa, sih, SLS itu? Biasanya ketika baru mulai mencoba, kita tidak terbiasa menggunakannya karena sabun tanpa SLS memiliki busa yang sedikit.

Selama ini kita sering beranggapan bahwa semakin banyak busa sebuah sabun atau shampoo, maka semakin bagus dalam membersihkan kotoran di badan atau kepala. Busa yang banyak pada sabun maupun shampoo biasanya meninggalkan rasa kesat yang mengesankan bahwa kulit maupun rambut menjadi bersih. Padahal, tahukah Moms kalau itu salah besar?

Busa dengan jumlah yang berlebihan sebenarnya tidak menunjukkan efektifitas dalam membersihkan kotoran melainkan hanya sebatas efek visual saja. Sebaliknya, busa yang berlebihan berpotensi membuat kulit kering dan iritasi.

Bahkan menurut penelitian, senyawa kimia pembuat busa juga dapat menumpuk di organ-organ tubuh seperti paru-paru, jantung, otak dan hati, lho!

Seram, kan? Lalu, dari mana asalnya busa ini? Seperti disinggung sebelumnya, busa berasal dari senyawa yang dinamakan SLS (Sodium Lauryl Sulfate). SLS banyak terkandung di produk sabun dan shampoo di pasaran. SLS banyak ditambahkan ke produk pembersih karena harganya yang murah dan kemampuannya menciptakan busa. Waduh, lalu bagaimana dengan produk sabun atau shampoo untuk bayi kita?

Paparan pada SLS dalam jumlah banyak dapat mengakibatkan iritasi kulit dan peradangan atau disebut juga dengan dermatitis. Gejala yang timbul bisa berupa kulit kering, kasar, atau muncul warna kemerahan di kulit. Semakin tinggi tingkat kandungan SLS dalam sebuah produk, maka makin besar pula risikonya terhadap kesehatan. Maka dari itu, sangat penting untuk memilih produk sabun bayi tanpa SLS yang jauh lebih aman untuk kesehatan kulit si Kecil tanpa mengurangi kemampuannya untuk membersihkan.

Hal ini juga berlaku untuk produk shampoo ya, Moms. Terkadang kita merasa keramas kurang bersih jika shampoo yang kita gunakan tidak menghasilkan busa yang melimpah. Padahal, sebetulnya itu hanya bersifat semu karena kita sudah terbiasa menggunakan produk sabun atau shampoo dengan busa melimpah.

Selain menyebabkan iritasi, SLS juga memiliki dampak negatif lainnya. Beberapa dampak negatifnya adalah sebagai berikut:

  1. SLS dapat memancarkan uap racun ketika terkena panas. Sodium oksida serta sulfur oksida yang beracun akan terlepas ketika SLS terkena panas. Jadi, hindari mandi memakai dengan menggunakan air panas atau hangat ketika menggunakan produk ber-SLS.
  2. Sodium Lauryl Sulfate mempunyai bagian yang bersifat korosif, termasuk korosi protein dan lemak yang terdapat pada kulit dan otot.
  3. Dalam jangka panjang, SLS dapat meresap ke jaringan tubuh, Moms. Pada kasus ini, SLS memiliki kemampuan untuk merembes ke mata, otak, dan hati.
  4. SLS menyebabkan iritasi mata dan dapat mengganggu pembentukan mata yang semestinya pada anak.
  5. SLS meningkatkan risiko kontaminasi nitrat dan pelarut lain. Pelarut yang beracun seperti nitrat karsinogenik digunakan saat pembuatan SLS. Nah, pelarut ini biasanya masih tersisa pada produk.
  6. Proses pembuatan SLS bisa dikatakan berbahaya. Sebab pada proses pembuatannya SLS akan menghasilkan polusi yang menghasilkan kumpulan organik. Polusi tersebut mudah menguap dan dapat menyebabkan kanker.
  7. SLS berpotensi untuk membantu bahan kimia lain masuk ke dalam tubuh. Ukurannya yang amat kecil, memungkinkan SLS memiliki molekul yang sangat kecil dan masuk ke membran sel tubuh. Akibatnya, sel dalam tubuh akan menjadi lebih rentan terhadap bahan kimia beracun yang ada pada SLS.

Jadi, apakah busa yang banyak  berarti mandi sudah bersih? Jawabannya tidak. Busa melimpah saat mandi ataupun keramas tidak menjamin kalau mandi sudah bersih. Sebaliknya, senyawa yang menghasilkan busa (SLS), dapat membahayakan keluarga, terutama si Kecil. Maka dari itu, agar terhindar dari dampak negatif SLS, yuk mulai memilih shampoo dan sabun tanpa SLS!

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist

Copyright by Babyologist

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

2089 Naif Care

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Moms, Yuk, Sayangi Bahumu!

Karena sering membawa beban berat yang tidak seimbang di bahu, seseorang dapat menderita kejang otot lokal di sekitar leher dan panas di bahu. [...]

Mau Tingkatkan Daya Tahan Tubuh? Jaga Makan, Olahraga, dan Jaga Kualitas Udara

Di masa new normal ini, bagaimana cara meningkatkan daya tahan tubuh? Yuk, simak berikut ini.

Cara Mudah Mencegah Dehidrasi yang Menyebabkan Virus Bertumbuh

Tahukah Moms bahwa tenggorokan yang kering dapat menyebabkan virus bertumbuh? Yuk, cegah dengan cara berikut ini!

Tips Buat Moms untuk Sambut New Normal Dengan Imunitas Prima

Moms sudah harus kembali beraktivitas di masa new normal ini? Pastikan imun kuat ya!

Apa Saja Keunggulan UV Air Purifier?

Apa kelebihan UV air purifier dengan air purifier lainnya? Mari simak bersama berikut ini.

Tetap Sehat Walau #DiRumahAja

Walaupun #dirumahaja, jangan lupa untuk memastikan Anda dan keluarga dalam keadaan sehat-sehat ya Moms and Dads.

Cara Yang Benar Dalam Menggunakan Minyak Telon Untuk Bayi

Penggunaan minyak telon tentu tidak asing lagi. Tapi tahukah Moms mengenai cara penggunaannya yang benar?

Manfaat Air Humidifier Pada Masa Pandemi COVID-19

Apa manfaat air humidifier untuk kesehatan? Mari pelajari bersama berikut ini.

Tips Mencegah DBD pada si Kecil

Selain Covid-19, Moms and Dads juga harus berwaspada terhadap bahaya demam berdarah. Simak tips berikut ini ya.

Tips Berjemur Dengan si Kecil

Berjemur adalah salah satu cara untuk mendapatkan vitamin D yang kita butuhkan. Simak tips berjemur yang aman berikut ini yuk.

Apa Itu Cradle Cap?

Apa sih cradle cap? Berbahayakah untuk si Kecil? Kita simak bersama berikut ini.

6 Tips Menjaga Kesehatan Si Kecil Selama Pandemi Virus Corona

Di tengah-tengah pandemi Covid-19, apa yang sebaiknya dilakukan agar kesehatan si Kecil tetap terjaga? Yuk simak berikut ini.

Purifier dan Humidifier, Apa Bedanya?

Moms pasti sering mendengar istilah Air Humidifier dan Air Purifier. Sebetulanya apa, sih, bedanya? Yuk simak berikut ini!

Tips Mengurangi Risiko Alergi pada Bayi dengan Humidifier

Unit cool mist humidifier menggunakan filter sumbu internal untuk menyerap air dari cadangannya.

Tips Mencegah Infeksi Virus dengan Purifier

Air purifier dapat menghilangkan mikroba-mikroba terkecil di udara.

4 Cara Menjaga Kebersihan Udara agar Terhindar dari Virus

Untuk memperlambat pertumbuhan mikroba jahat, pastikan kelembaban udara di rumah sekitar 30% hingga 50%.

Seberapa Pentingkah Humidifier Bagi Kesehatan Anak?

Humidifier dapat membantu menjaga kulit si Kecil tetap lembab saat dia menderita eksim.

Perbedaan Cod Liver Oil dan Minyak Ikan Biasa

Apa, sih, bedanya cod liver oil dengan minyak ikan biasa? Yuk cari tahu jawabannya di artikel ini!

Gerakan Yoga Untuk Anak

Mengajarkan yoga kepada anak-anak adalah hal terbaik yang bisa moms lakukan buat mereka.

Usir Stretch Marks? Begini Caranya!

Bagaimana, sih, cara mengusir stretch marks? Yuk simak caranya di sini!