Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Bantal Tinggi Membuat Tidur Nyenyak? Mitos atau Fakta?

BRANDS  |  GROWTH & DEVELOPMENT  |  12 Dec '18


Apakah Mom memberikan bantal pada si Kecil untuk menemani tidurnya? Bantal memang dapat membuatnya merasa nyaman serta menopang kepalanya saat sedang beristirahat. Tak jarang pula, beberapa orang tua bahkan menyusun 2 bantal sekaligus karena beranggapan bahwa hal tersebut akan membuat sang anak merasa lebih nyaman. Namun, Mom harus mewaspadai kebiasaan tersebut, karena bantal yang terlalu tinggi nyatanya dapat berpengaruh buruk pada posisi tulang leher dan pertumbuhan tulang belakang.

Posisi bantal sendiri sebenarnya dapat berpengaruh besar terhadap kualitas tidur. Dokter Jalalin Sp.KFR (Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi) di Graha Spesialis Rumah Sakit Mohammad Husein Palembang, menyebutkan bahwa posisi bantal yang salah dapat turut membuat posisi tidur menjadi salah, sehingga akan mengakibatkan nyeri dan kaku pada leher. Ia juga menyarankan untuk tidur dengan keadaan kepala dan leher sejajar dengan semua bagian tubuh. “Posisi yang baik itu, bagian kepala dan kaki itu sejajar, sehingga leher tidak dibuat kaku dan tidak menimbulkan nyeri nantinya,” jelasnya.

Posisi bantal sendiri sebenarnya dapat berpengaruh besar terhadap kualitas tidur.

Faktanya, Postur tubuh saat tidur dapat dipengaruhi oleh bantal yang digunakan. Mom sendiri tidak dianjurkan untuk menggunakan ataupun memberikan si Kecil bantal yang terlalu tinggi maupun yang terlalu rendah. Hal ini dikarenakan bantal yang terlalu tinggi akan mengakibatkan posisi leher menjadi condong ke depan, sehingga membuat otot pada bagian leher belakang dan bahu mengalami tegang otot.

Perlu Mom ingat bahwa posisi tidur akan berlangsung dalam jangka waktu yang lama, yakni sekitar 8-14 jam. Sehingga, bila si Kecil menggunakan bantal yang terlalu tinggi, maka lehernya akan tertekuk sepanjang malam dan mengakibatkan nyeri pada leher keesokan harinya. Fenomena ini juga dikenal dengan istilah salah bantal atau muscle strain, di mana otot teriritasi atau robek. Salah bantal/muscle strain juga akan menimbulkan rasa sakit dan membatasi pergerakan otot pada bagian yang terserang.

Posisi bantal yang terlalu tinggi juga dapat menyempitkan saluran pernapasan sehingga akan menghalangi aliran udara dan mengakibatkan kesulitan bernapas. Terhalangnya saluran pernapasan dapat pula menyebabkan ngorok dan membuat kualitas tidur menjadi menurun. 

Namun bukan karena bantal yang terlalu tinggi tidak diperbolehkan, maka Mom mulai beralih ke bantal yang rendah. Nyatanya bantal yang terlalu rendah juga tidak baik karena ketidakmampuannya dalam menopang tulang leher. Bantal yang terlalu rendah juga akan memicu si Kecil untuk berbaring dengan posisi mendongak sehingga otot leher yang tertarik akan menyebabkan nyeri leher.

Untuk mencegah terjadinya masalah leher dan agar si Kecil dapat beristirahat dengan baik sepanjang malam, maka Mom harus memastikan bantal yang ia gunakan dapat menjaga leher tetap sejajar dengan dada dan punggung bawahnya. Untuk itu, Mom harus memberikannya bantal dengan ketinggian standar serta dengan ukuran yang sesuai usianya. Ukuran standar untuk bantal balita ialah 30,48 x 40,64 inci serta memiliki ketebalan 7,62 inci. Ukuran bantal yang kecil seperti itu akan mengurangi kemungkinan sang anak mengalami sesak napas saat tidur.

Selain itu, struktur bantal juga wajib Mom perhatikan karena hal tersebut juga turut berpengaruh terhadap kualitas tidur si Kecil. Bantal yang terlalu tebal atau kokoh dapat menimbulkan stres/tekanan berlebih pada tulang leher si Kecil, sehingga dapat mengganggu pertumbuhan tulang belakangnya. Nantinya, hal ini dapat menyebabkan bentuk tulang belakang menjadi tegak lurus sehingga menimbulkan nyeri pada otot dan leher di masa yang akan datang.

Struktur bantal juga wajib diperhatikan karena akan berpengaruh terhadap kualitas tidur si Kecil.

Bantal yang terlalu empuk/fluffy juga tidak dianjurkan karena mempunyai sifat yang lunak, sehingga tidak dapat menopang leher si Kecil dengan baik. Selain itu, bantal yang terlalu fluffy juga bisa membuat wajah anak tenggelam ke dalam bantal dan membuatnya kesulitan bernapas. Untuk mencegah hal tersebut, Mom sebaiknya menggunakan bantal yang dapat mempertahankan bentuk semulanya, sehingga tetap fleksibel dan nyaman ketika digunakan.

Sebelum membeli bantal, sebaiknya Mom mengetes struktur bantal terlebih dahulu. Mula-mula, Mom dapat mencoba menekan bantal, kemudian perhatikanlah berapa lama waktu yang diperlukan bantal tersebut untuk kembali ke bentuk awalnya. Jika bantal memerlukan beberapa menit untuk kembali ke bentuk semula/cukup lama, itu berarti bantal tersebut tidak aman bagi si Kecil karena strukturnya yang terlalu lunak.

 

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist Editor

Copyright by Babyologist

 

Referensi: Tribun NewshellosehatUniversity of Rochester Medical CenterHarvard Health PublishingNew Kids-CenterKompas.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

1947 Babybee Indonesia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Moms, Ini Tanda-tanda si Kecil Tumbuh Bahagia

Keinginan orang tua yang paling mendasar adalah melihat anak-anak mereka grow happy. Mungkin, sudah banyak hal yang Moms & Dads berikan, namun [...]

7 Kegiatan Stimulasi di Rumah untuk si Kecil

Selama di rumah aja, apakah Moms dan si Kecil merasa bosan? Coba aktivitas ini di situs Morinaga Multiple Intelligence Play Plan yuk!

Tips Menyikat Gigi yang Menyenangkan untuk si Kecil

Ternyata memilih sikat gigi untuk si Kecil tidak boleh sembarangan. Berikut tips memilihnya!

Tips Memilih Stroller yang Tepat untuk si Kecil

Mencari stroller yang ringan tapi kuat memang sedikit menantang, tapi bukan berarti tidak bisa dilakukan.

Nutrisi Penting untuk Perkembangan Otak si Kecil

Selain untuk menambah berat badan si Kecil, lemak juga bermanfaat untuk perkembangan otaknya.

Dr. Brown's Milestone Straw Cup

Ketika memasuki usia 12 bulan, si Kecil mulai dilatih untuk minum menggunakan cups.

Tips Cerdas Pilih Bantal untuk Bayi

Meski tidak asing digunakan, banyak pro dan kontra tentang penggunaan bantal oleh bayi.

Susu Bisa Bikin Anak Lebih Cerdas? Mitos Atau Fakta?

Benarkah susu bisa bikin si Kecil jadi lebih pintar? Yuk temukan jawabannya di sini!

Dr. Brown' Pacifier Range

Ketika lahir, bayi terbiasa mengisap jari. Kebiasaan ini dilakukan untuk menenangkan bayi.

Manfaat Penggunaan Teether untuk si Kecil

Selain media gigit-gigit bayi, teether juga memiliki peranan lain dalam tumbuh kembang si Kecil.

Baby Swing or Baby Bouncer?

Baby Swing atau Baby Bouncer, yang manakah terbaik untuk buah hati Anda?

Tips Menjaga Kualitas Tidur si Kecil

Lapar dapat membuat si kecil terbangun dari tidur sehingga kualitas tidurnya menjadi kurang maksimal.

Meredakan Nyeri Tumbuh Gigi dengan Dr. Brown's Learning Loop Teether

Dr. Brown’s menghadirkan Learning Loop teether yang terdiri dari 4 tekstur, bentuk, dan warna yang berbeda.

Manfaat Penggunaan Teether

Pada masa pertumbuhan gigi, gusi bayi akan terasa gatal dan nyeri karena desakan gigi yang akan muncul.

Kenali Bentuk Bulb Pacifier yang Disukai si Kecil

Ada 2 bentuk bulb yang sering kita temui pada pacifier, yaitu pacifier yang memiliki dot bulat dan pipih.

Tips Memilih Botol Minum untuk si Kecil

Masa MPASI biasanya merupakan masa dimana orang tua mengenalkan minuman selain susu kepada anak.

Pacifier Apa yang si Kecil Sukai?

Dr. Brown’s memiliki beberapa varian Pacifier yang dapat Moms pilih sesuai dengan kebutuhan si Kecil.

Dr. Brown's Advantage Pacifier

Dr. Brown’s terus berinovasi untuk memberikan kenyamanan pada bayi dengan menghadirkan Advantage Pacifier.

Apa itu Flat Head? Bagaimana Cara Mengatasinya?

Flat head syndrome atau kepala peyang adalah kondisi dimana kepala bayi tidak simetris.

Dr. Brown’s Flexees Friends Teether Octopus

Dr. Brown’s kembali menghadirkan salah satu varian terbaru Teether series: Flexees Friends Teether Octopus.