Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Bangkit dari Kehamilan Kosong, Hamil Tapi Tidak Ada Janin di Rahim

MY STORY  |  PREGNANCY  |  07 Dec '18


Pernahkah Moms mendengar tentang kehamilan kosong? Kalau saya sendiri baru tahu mengenai kehamilan kosong ini setelah mengalaminya pada kehamilan pertama saya. Ternyata kehamilan kosong ini cukup sering terjadi pada kehamilan pertama. Bahkan teman-teman terdekat saya pun ada beberapa orang yang mengalaminya.

Apa sebenarnya yang dimaksud dengan kehamilan kosong ini?

Kehamilan kosong atau yang dikenal juga dengan blighted ovum adalah suatu kondisi di mana wanita merasa atau dinyatakan hamil, namun tidak ada janin di dalamnya atau dengan kata lain gagal berkembang. Kehamilan kosong ini biasanya sudah dapat terdeteksi saat Trimester 1. Dalam kurun waktu trimester pertama, kehamilan akan gugur dengan sendirinya tanpa kita sadari.

Bagaimana tanda kehamilan kosong?

Saya sendiri awalnya tidak menduga akan mengalami hal ini, karena tanda kehamilan kosong ini tidak ada bedanya dengan hamil biasa. Saya terlambat haid dan saat saya melakukan testpack, hasilnya positif. Bahkan ketika saya ke dokter kandungan pun, dokter menyatakan saya hamil dan memberi selamat atas kehamilan pertama saya, karena kantung rahim sudah terbentuk, dan wajar apabila janin belum terlihat, karena usia kandungan masih sangat muda. 

Dua minggu kemudian saya mendatangi dokter kembali dan kantung rahim saya masih berkembang (lebih besar dari sebelumnya), tapi janinnya belum terlihat juga. Hingga akhirnya dokter meminta saya untuk datang dua minggu lagi untuk memastikan apakah janin berkembang, karena seharusnya janin sudah terlihat pada minggu itu. Setelah minggu ke-6, ternyata janin juga belum terlihat. Namun saya masih merasakan pusing dan gampang lelah layaknya orang hamil pada umumnya. Yang berbeda hanyalah saya tidak merasakan mual sama sekali. Pada beberapa kasus lain, mungkin ada yang mengalami mual, namun hal ini tidak terjadi pada saya.

Akhirnya setelah delapan minggu, saya mengalami flek ringan saat bangun tidur. Segera saya cek ke dokter dan pada saat itu saya diberikan obat penguat rahim, namun saat keluar dari rumah sakit, saya merasakan ada gumpalan darah yang jatuh seperti sedang menstruasi. Dan ini berlanjut saat saya sudah tiba di rumah, darah mengalir semakin banyak layaknya sedang haid. Saya akhirnya menghubungi dokter saya dan ia menyarankan untuk segera kembali ke rumah sakit untuk menghindari pendarahan yang lebih serius. Saat dicek, ternyata saya sudah mengalami abortus atau keguguran. Kantong rahim saya sudah tidak sempurna lagi bentuknya. Dan dokter menyarankan untuk segera melakukan kuretase agar tidak ada jaringan yang tertinggal.

Saat itu saya sedih kenapa hal ini tidak terdeteksi lebih awal. Saya tidak menyadari bahwa kehamilan saya bermasalah, sehingga saya masih sangat menantikan kehadiran buah hati saya. Hingga akhirnya saya dinyatakan blighted ovum setelah mengalami keguguran dengan sendirinya. Saya hanya bisa pasrah dan mengikhlaskan yang sudah terjadi, serta mengikuti anjuran dokter untuk segera dikuretase. Lalu saya dibius total dan tidak merasakan apapun saat proses kuretase berlangsung. Saya menginap di rumah sakit selama semalam. Pada kasus teman saya, ternyata mereka tidak menginap dan bahkan ada yang tidak dikuret, hanya dengan meminum obat yang diresepkan dokter.

Setelah dikuretase, saya dianjurkan untuk banyak mengonsumsi ikan gabus agar luka cepat mengering. Dan dokter meresepkan saya suplemen makanan dan asam folat untuk diminum selama dua bulan berturut-turut. Saya mengikuti anjuran dokter dan selalu meminum suplemen yang Ia resepkan dan mulai menjalani pola hidup sehat, dan rajin berolahraga. Sebisa mungkin saya menghindari stres yang berlebih walaupun banyak sekali pekerjaan di kantor, saya mencoba untuk tetap rileks dan tidak overthinkingTak disangka setelah empat bulan keguguran, saya hamil lagi. Awalnya saya sangat takut akan susah hamil lagi setelah keguguran, namun dokter kandungan saya meyakinkan bahwa blighted ovum ini biasa terjadi pada kehamilan pertama dan banyak dialami oleh sebagian wanita. Dan saya dapat hamil kembali setelah jaringan yang tersisa di rahim telah dibersihkan dengan prosedur kuretase.

Tentunya saya juga masih trauma saat diberi kesempatan untuk hamil kembali. Bukannya tidak senang, namun takut terjadi hal serupa, karena pada beberapa kasus lain, blighted ovum dapat terjadi berkali-kali. Namun saya berusaha untuk berpikir positif dan menjaga kehamilan kedua saya. Hingga akhirnya bayi saya tumbuh normal di dalam kandungan dan lahir dengan normal tanpa kekurangan suatu apapun. Saya sangat bersyukur dapat bangkit dari kehamilan pertama saya dan dapat diberi kesempatan untuk hamil lagi. Jadi jika Moms mengalami hal serupa, dan masih menanti momongan, jangan khawatir. Jika Moms menjalani pola hidup sehat dan selalu berpikir positif, tentu tidak mustahil Moms akan dapat hamil lagi.

Teman-teman saya yang mengalami kehamilan kosong lainnya juga saat ini sudah diberi kesempatan untuk hamil kembali. Sehingga saya yakin bahwa kehamilan kosong bukanlah akhir dari segalanya. Selalu ada hikmah di balik peristiwa. Kini saya selalu menjalankan pola hidup yang lebih sehat dari sebelumnya.

Jadi, tetap semangat ya Moms.

Semoga bermanfaat.

By: Lisa Febrianti

Copyright by Babyologist

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

919 Lisa Febrianti

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Preeklamsia Menghantar Saya pada Proses Kelahiran Sesar

Simak yuk Moms perjuangan Mom Agatha saat harus melahirkan dengan kondisi pre-eklamsia

Usia Anak Pertama Baru 6 Bulan, Sudah Hamil Lagi?

Yuk Moms simak cerita Mom Irna yang hamil lagi ketika anak pertamanya masih berusia 6 bulan.

Morning Sickness Sepanjang Kehamilan, Amankah?

Normalkah jika mengalami morning sicknness hingga menjelang persalinan?

Tak Takut Saat Persalinan Normal

Agar tidak takut menjalani persalinan normal, yuk coba ikuti tips dari Mom Belina ini, Moms!

Kekhawatiran Persalinan Dengan Riwayat Mata Minus

Mom-to-be dengan riwayat mata minus rentan untuk melahirkan secara normal. Sebetulnya hal apa yang dikhawatirkan oleh para medis? Mari simak [...]

Bolehkah Menggendong Anak Balita Saat Hamil?

Bolehkah menggendong anak yang masih balita ketika kita sedang hamil? Yuk simak cerita dan tips dari Mom Mariesta berikut ini.