Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Bahayakah Memompa ASI Terlalu Sering?

BRANDS  |  FEEDING  |  02 Jan '19

ASI merupakan makanan pertama yang sekaligus menjadi nutrisi penting bagi bayi yang baru lahir. Cairan ini memiliki banyak kandungan gizi yang mudah dicerna dan tepat untuk kebutuhan bayi. Agar tumbuh kembang bayi dapat optimal, pemberian ASI eksklusif dianjurkan sampai bayi berusia dua tahun.

Namun, bagi wanita karir yang sudah mulai aktif bekerja setelah melahirkan, memberikan ASI secara langsung bagi buah hati tentu sulit untuk dilakukan. Dalam hal ini, menjaga asupan ASI dengan cara menyetok ASI menjadi pilihan ibu.

Apabila Moms sering jauh dari si Kecil, memerah ASI setiap 3 jam sekali sangat dianjurkan untuk mempertahankan produksi ASI. Sebab, jika ASI tidak segera dikeluarkan, sel-sel payudara akan memberi isyarat bahwa Moms tidak begitu membutuhkannya. Akibatnya, produksi ASI Moms lama kelamaan akan semakin berkurang. Masalahnya, belakangan banyak rumor yang beredar bahwa memompa ASI dapat membuat payudara kendur dan membahayakan kesehatan organ payudara. Namun, benarkah hal itu?

Pada dasarnya frekuensi memerah ASI yang sering tidak akan membahayakan kondisi payudara, asalkan dilakukan dengan teknik yang sesuai dan tidak menyakitkan. Bahkan semakin sering seorang ibu memerah dengan teknik yang baik dan dalam kondisi kejiwaan yang nyaman, maka ASI akan semakin banyak dihasilkan. Asalkan bayi juga tetap menyusu secara langsung ke payudara, setiap ada kesempatan.

Hal yang harus dihindari ketika memerah:

  • Meremas dan menarik puting, karena dapat menyakitkan dan membuat lecet pada puting serta menyumbat saluran ASI.
  • Mengurut kulit payudara, karena dapat membuat kulit payudara menjadi seperti tergesek dan menyebabkan luka.

Menurut sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Aesthetic Surgery Journal pada tahun 2008, alasan utama yang menyebabkan payudara kendur sebenarnya bukanlah menyusui, tetapi kehamilan. Pada masa kehamilan, payudara wanita akan semakin membesar. Namun, ukuran payudara tersebut nantinya akan menyusut dengan sendirinya setelah berhenti menyusui.

Jadi, tidak benar apabila dikatakan memompa ASI dapat menyebabkan payudara mengendur atau bahkan menyebabkan masalah kesehatan serius seperti kanker payudara. Selama Moms melakukannya dengan teknik yang benar, payudara Anda akan terhindar dari luka akibat gesekan pompa ASI dan tidak sakit ketika diperah.

Moms juga tidak perlu khawatir jika produksi ASI sangat banyak dan harus memompa lebih sering dari pada ibu lainnya. Sebab, saat ini sudah banyak pilihan pompa ASI yang disesuaikan dengan kebutuhan ibu termasuk untuk ibu yang terbiasa memompa ASI lebih dari 10 kali dalam satu hari.

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist

Copyright by Babyologist

Referensi: DetikRepublika

1650 Malish Indonesia

Comments

Related Stories