Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Bahaya Fluoride dalam Pasta Gigi Si Kecil

BRANDS  |  HEALTH TIPS  |  28 Dec '20


Kebiasan menyikat gigi harus dimulai sejak dini agar gigi si Kecil tumbuh sehat dan kuat. Dokter Spesialis Gigi Anak, Eva Fauziah, mengimbau para orang tua untuk mengajarkan anak-anak mereka menyikat dan merawat gigi setelah gigi susu pertama muncul. Biasanya, pertumbuhan gigi anak dimulai pada usia 6-9 bulan.

Alasan mengapa si Kecil harus diajari merawat gigi sejak kecil:

1.    Mengurangi risiko gigi rusak

2.    Meningkatkan kemampuan menggigit dan mengunyah

3.    Mendorong kemampuan berbicara

4.    Mempersiapkan pertumbuhan gigi permanen

5.    Mengajarkan si Kecil hidup sehat

Ada beberapa cara untuk membersihkan gigi pada bayi; mengelap gusi dan gigi dengan menggunakan kain basah yang lembut, menggunakan sepotong kain kasa basah untuk mengelap gigi dan gusi, atau menyikat gigi si Kecil dengan menggunakan sikat gigi khusus bayi. Untuk kasus usia 12 bulan keatas, perlunya peranan Moms dalam mengajarkan si Kecil menyikat gigi menggunakan sikat dan pasta gigi. Maka dari itu, Moms dapat menggunakan pasta gigi khusus bayi yang tidak mengandung Fluoride. Hampir semua pasta gigi yang beredar mengandung Fluoride karena zat ini memang memiliki khasiat mengembalikan mineral di gigi yang hilang akibat asam dari bakteri, plak, dan gula. Meski begitu, kandungan Fluoride dalam pasta gigi ternyata berbahaya untuk si Kecil.

Karena si Kecil belum mahir untuk berkumur, bisa saja pasta gigi yang digunakan untuk menyikat giginya tertelan. Padahal, selain bahaya terpapar Fluoride, ada juga bahaya lain pada anak yang terlalu banyak mengonsumsi Fluoride.

Bahaya Fluoride pada pasta gigi anak:

1.    Meningkatkan risiko perubahan warna gigi dan gigi berlubang

 

Si Kecil yang terlalu banyak terpapar Fluoride dapat berisiko terkena fluorosis enamel yang menyebabkan perubahan warna pada enamel gigi dewasa anak. Sebagian besar kasus fluorosis email ringan terjadi akibat anak terlalu banyak menelan pasta gigi atau obat kumur. Risiko lainnya adalah gigi berlubang.

2.    Mengakibatkan mual dan diare

Terlalu banyak Fluoride dalam tubuh seorang anak juga dapat menyebabkan anak tersebut merasa tidak enak badan, dengan gejala seperti mual dan diare, yang dapat berlangsung hingga 24 jam.

3.    Penyebab kerusakan pada otak

Sebuah studi yang dipublikasikan di Lancet Journal pada tahun 2006 mengidentifikasi Fluoride sebagai “substansi neurotoksik baru” yang bertanggung jawab atau kerusakan otak serius. Penemuan ini diakui oleh The National Research Council (NRC) yang menyatakan bahwa Fluoride mampu secara langsung dan tidak langsung menggangu fungsi otak dan tubuh. Jurnal Environmental Health Perspective, kira-kira sebulan kemudian, menerbitkan temuan adanya hubungan langsung antara penyerapan Fluoride dan pengurangan kecerdasan. Hal tersebut menunjukkan bahwa Fluoride bisa menjadi penyebab potensial munculnya gangguan kognitif.

4.    Meningkatkan risiko kanker tulang

Berdasarkan studi selama 14 tahun, peneliti di Universitas Harvard menemukan hubungan antara Fluoride dengan kanker tulang. Orang yang mengonsumsi Fluoride dalam jumlah besar setiap hari menunjukkan tingkat gejala osteosarcoma (kanker tulang ganas) tertinggi.

5.    Mengganggu fungsi tiroid dan melemahkan sistem hormonal

The National Research Council menemukan bahwa Fluoride dapat mengganggu fungsi tiroid dan melemahkan sistem hormonal. Perlu Moms tahu, hingga tahun 1970-an, Fluoride masih digunakan sebagai obat antihipertensi karena membatasi aktivitas kelenjar tiroid.

6.    Menyebabkan kerusakan ginjal

Asupan Fluoride berlebihan baik itu karena menelan pasta gigi berFluoride maupun mengonsumsi air mineral dan makanan asin dapat menyebabkan kerusakan ginjal. Bahkan, sebuah penelitian di China menyimpulkan bahwa kelompok anak-anak dengan tingkat Fluoride yang sedikit lebih banyak daripada kelompok lainnya menunjukkan peningkatan nilai ginjal patogen.

Setelah mengetahui bahaya kandungan Fluoride dalam pasta gigi anak-anak, Moms tentu akan memilih pasta gigi terbaik yang tidak mengandung Fluoride. Dr. Brown’s Happy Teeth Fluoride-Free Toothpaste sangat cocok untuk menemani momen menyikat gigi si Kecil.

 

Apa saja keunggulan Dr. Brown’s Happy Teeth Fluoride-Free Toothpaste?

1.    Bebas fluoride sehingga aman jika tidak sengaja tertelan saat menyikat gigi

2.    Aman digunakan oleh bayi baru lahir hingga 3 tahun

3.    Memiliki 2 varian rasa yaitu stroberi dan pear & apel sehingga membuat si Kecil lebih rajin menyikat gigi

4.    Tidak mengandung pewarna atau pengawet yang berbahaya bagi kesehatan si Kecil

5.    Tidak berbusa sehingga si Kecil merasa lebih nyaman saat sikat gigi

Oleskan Dr. Brown’s Happy Teeth Fluoride-Free Toothpaste sebesar kacang polong ke atas sikat gigi. Kemudian, sikat gigi si Kecil secara menyeluruh dengan gerakan memutar. Untuk hasil terbaik, sikat gigi si Kecil 2 kali setiap hari yaitu pada pagi setelah bangun tidur dan malam sebelum tidur. Mari tanamkan kebiasaan menyikat gigi pada si Kecil sejak dini, Moms!

Referensi: Pop Mama, SCEE, Sprout PD&O

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

506 Dr. Brown's Indonesia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Moms, Yuk, Sayangi Bahumu!

Karena sering membawa beban berat yang tidak seimbang di bahu, seseorang dapat menderita kejang otot lokal di sekitar leher dan panas di bahu. [...]

Mau Tingkatkan Daya Tahan Tubuh? Jaga Makan, Olahraga, dan Jaga Kualitas Udara

Di masa new normal ini, bagaimana cara meningkatkan daya tahan tubuh? Yuk, simak berikut ini.

Cara Mudah Mencegah Dehidrasi yang Menyebabkan Virus Bertumbuh

Tahukah Moms bahwa tenggorokan yang kering dapat menyebabkan virus bertumbuh? Yuk, cegah dengan cara berikut ini!

Tips Buat Moms untuk Sambut New Normal Dengan Imunitas Prima

Moms sudah harus kembali beraktivitas di masa new normal ini? Pastikan imun kuat ya!

Apa Saja Keunggulan UV Air Purifier?

Apa kelebihan UV air purifier dengan air purifier lainnya? Mari simak bersama berikut ini.

Tetap Sehat Walau #DiRumahAja

Walaupun #dirumahaja, jangan lupa untuk memastikan Anda dan keluarga dalam keadaan sehat-sehat ya Moms and Dads.

Cara Yang Benar Dalam Menggunakan Minyak Telon Untuk Bayi

Penggunaan minyak telon tentu tidak asing lagi. Tapi tahukah Moms mengenai cara penggunaannya yang benar?

Manfaat Air Humidifier Pada Masa Pandemi COVID-19

Apa manfaat air humidifier untuk kesehatan? Mari pelajari bersama berikut ini.

Tips Mencegah DBD pada si Kecil

Selain Covid-19, Moms and Dads juga harus berwaspada terhadap bahaya demam berdarah. Simak tips berikut ini ya.

Tips Berjemur Dengan si Kecil

Berjemur adalah salah satu cara untuk mendapatkan vitamin D yang kita butuhkan. Simak tips berjemur yang aman berikut ini yuk.

Apa Itu Cradle Cap?

Apa sih cradle cap? Berbahayakah untuk si Kecil? Kita simak bersama berikut ini.

6 Tips Menjaga Kesehatan Si Kecil Selama Pandemi Virus Corona

Di tengah-tengah pandemi Covid-19, apa yang sebaiknya dilakukan agar kesehatan si Kecil tetap terjaga? Yuk simak berikut ini.

Purifier dan Humidifier, Apa Bedanya?

Moms pasti sering mendengar istilah Air Humidifier dan Air Purifier. Sebetulanya apa, sih, bedanya? Yuk simak berikut ini!

Tips Mengurangi Risiko Alergi pada Bayi dengan Humidifier

Unit cool mist humidifier menggunakan filter sumbu internal untuk menyerap air dari cadangannya.

Tips Mencegah Infeksi Virus dengan Purifier

Air purifier dapat menghilangkan mikroba-mikroba terkecil di udara.

4 Cara Menjaga Kebersihan Udara agar Terhindar dari Virus

Untuk memperlambat pertumbuhan mikroba jahat, pastikan kelembaban udara di rumah sekitar 30% hingga 50%.

Seberapa Pentingkah Humidifier Bagi Kesehatan Anak?

Humidifier dapat membantu menjaga kulit si Kecil tetap lembab saat dia menderita eksim.

Perbedaan Cod Liver Oil dan Minyak Ikan Biasa

Apa, sih, bedanya cod liver oil dengan minyak ikan biasa? Yuk cari tahu jawabannya di artikel ini!

Gerakan Yoga Untuk Anak

Mengajarkan yoga kepada anak-anak adalah hal terbaik yang bisa moms lakukan buat mereka.

Usir Stretch Marks? Begini Caranya!

Bagaimana, sih, cara mengusir stretch marks? Yuk simak caranya di sini!