Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Bahaya Ruam Popok pada Bayi!

BRANDS  |  HEALTH TIPS  |  13 Dec '18


Apakah ketika sedang mengganti popok si Kecil Mom melihat terdapat bercak merah pada area bokong, paha, atau alat kelaminnya? Bisa jadi ia sedang mengalami ruam popok lho Mom! Ruam popok merupakan salah satu masalah kesehatan kulit yang umum terjadi pada bayi akibat penggunaan popok. Umumnya, ruam popok akan membuat si Kecil menjadi rewel karena ia akan merasa tidak nyaman dan perih pada area bokong.

Namun, nyatanya hal tersebut sebenarnya wajar terjadi karena kulit bayi lebih tipis dan juga rentan dibandingkan kulit orang dewasa. “Ketebalan kulit bayi yang hanya dua pertiga dari kulit orang dewasa memiliki pelindung alami yang lebih sedikit. Hal ini menyebabkan kulitnya kehilangan kelembapan dua kali lebih cepat dan menjadi mudah kering,” sebut dr. Mirawati Setyorini SpKK FINSDV. 

Berdasarkan evaluasi klinis, 63% bayi memiliki kulit kering dan berisiko menjadi kulit sensitif.

Penyebab Ruam Popok

Untuk mencegah terjadinya ruam pada bayi, maka Mom sebaiknya mengetahui penyebabnya terlebih dahulu, beberapa di antaranya adalah:

1. Kelembapan

Meskipun popok berfungsi untuk menyerap kotoran si Kecil, seringkali area popok masih tetap saja lembap bahkan basah. Hal ini mengakibatkan urin dan tinja bayi dapat tercampur dengan mudah dan menghasilkan ammonia, sebuah komponen yang terasa kasar ketika menyentuh kulit. Inilah mengapa bayi yang sering buang air/sedang mengalami diare lebih rentan terserang ruam popok.

2. Iritasi kulit

Ruam popok juga bisa disebabkan karena kulit bayi sering bergesekan dengan permukaan popok, terutama apabila kulit si Kecil sensitif terhadap bahan kimia dan pengharum pada popok sekali pakai (disposable diaper) atau terhadap deterjen yang digunakan pada popok kain (cloth diaper).

3. Makanan

Ruam popok akan umum dijumpai ketika bayi mulai mengonsumsi makanan padat. Makanan baru yang dikonsumsi bayi akan mengubah komposisi kotorannya, terutama jika si Kecil mengonsumsi makanan yang mengandung asam (seperti stroberi dan jus buah). Makanan juga dapat meningkatkan frekuensi buang air, sehingga meningkatkan risiko ruam popok.

4. Infeksi bakteri/jamur

Area popok yang cenderung hangat dan lembap membuatnya ideal bagi bakteri dan jamur untuk berkembang biak serta menimbulkan ruam, terutama pada bagian celah maupun lipatan kulit.

5. Antibiotik

Bayi yang mengonsumsi antibiotik (atau jika ibu yang memberikannya ASI sedang menggunakan obat antibiotik) seringkali akan mengalami infeksi jamur. Hal ini dikarenakan antibiotik dapat membunuh bakteri baik, sehingga dapat menyebabkan penyakit seperti diare.

Walaupun ruam popok seringkali dianggap sebagai hal yang biasa dan sepele, nyatanya Mom tetap saja harus mengatasinya dengan segera. Jika didiamkan, ruam popok dapat menyebabkan infeksi. "Ruam popok pada anak memang tidak sampai mengancam jiwa, namun akan sangat mengganggu anak dan menyebabkan ia rewel. Nah, bila terjadi ruam dan tidak diatasi dengan baik, dapat terjadi infeksi sekunder, terutama oleh jamur. Bila tidak ditangani lebih awal, ruam yang terinfeksi dapat menyebabkan luka dan ketidaknyamanan pada anak saat buang air besar," kata dr. Rini Sekartini, SpA(K).

Cara Mengatasi Ruam Popok

Terdapat beberapa hal yang dapat Mom lakukan untuk mengatasi ruam popok, yakni:

1. Mengganti popok bayi secara rutin: Mom dapat mengganti popok si Kecil 2 jam sekali (selama ia bangun), dan sekali ketika ia sedang tidur di malam hari. Hal ini akan menjaga kulit si Kecil tetap kering dan bersih, sehingga dapat mempercepat penyembuhan ruam dan mencegahnya muncul lagi.

Mom juga sebaiknya membilas area bokong dan alat kelamin setiap mengganti popok. Hindari juga penggunaan tisu basah yang mengandung pengharum/fragrance maupun alkohol, karena bisa menimbulkan iritasi kulit. Setelah dibilas, Mom kemudian dapat menepuk halus kulit si Kecil untuk mengeringkannya. Perlu diingat untuk tidak mengeringkan kulit bayi dengan cara menyeka ya Mom.

2. Oleskan diaper cream atau obat salep: Diaper cream dan obat salep/ointment dapat melindungi kulit serta mencegah iritasi menjadi semakin parah. Namun, Mom tidak perlu mengoleskan obat salep setiap mengganti popok, melainkan penggunaannya dapat disesuaikan dengan kondisi kulit bayi.

Moms juga wajib memerhatikan kandungan yang dimiliki diaper cream, pastikan diaper cream yang digunakan memiliki kandungan seperti vitamin E, chamomile, dan zinc oxide, bahan-bahan seperti ini dapat mencegah dan menyembuhkan ruam popok secara efektif, serta memercepat pemulihannya. Diaper cream yang Moms gunakan juga harus terbebas dari parabens dan mineral oil, sehingga aman digunakan oleh kulit si Kecil.

3. Kenakan popok secara longgar/hentikan pemakaian popok untuk melancarkan sirkulasi udara dan membantu penyembuhan ruam.

Namun, dalam beberapa kasus Mom tidak dapat mengobati ruam popok sendiri di rumah, melainkan bisa jadi si Kecil memerlukan penanganan lanjut dari dokter, contohnya ketika:

  • Pengobatan di rumah tidak berhasil setelah dilakukan selama 2-3 hari dan gejala malah semakin parah.
  • Kulit bayi menjadi merah, lecet, pecah-pecah, dan mudah berdarah.
  • Pada ruam terlihat tonjolan/jerawat yang bisa mengeluarkan nanah.
  • Ruam terdapat pada sebagian besar area kulit bahkan menjalar ke bagian tubuh lain.
  • Ruam terasa sakit ketika disentuh dan bayi terlihat kesakitan bahkan susah tidur.
  • Ruam disertai dengan demam.
  • Ruam terjadi pada minggu pertama setelah bayi lahir.

Ketika gejala di atas mulai terlihat, maka Mom sebaiknya langsung menghubungi dokter atau tenaga ahli agar si Kecil dapat memperoleh penanganan yang tepat dan terhindar dari infeksi berbahaya.

 

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist Editor.

Copyright by Babyologist

 

Referensi: SINDOnewsBabyCenterHealthPartnersAssociates in Dermatology, Inc.detikHealthNaïf.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

1638 Naif Care

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Bahaya Fluoride dalam Pasta Gigi Si Kecil

Moms, yuk ajari si Kecil sikat gigi sejak dini!

Moms, Yuk, Sayangi Bahumu!

Karena sering membawa beban berat yang tidak seimbang di bahu, seseorang dapat menderita kejang otot lokal di sekitar leher dan panas di bahu. [...]

Mau Tingkatkan Daya Tahan Tubuh? Jaga Makan, Olahraga, dan Jaga Kualitas Udara

Di masa new normal ini, bagaimana cara meningkatkan daya tahan tubuh? Yuk, simak berikut ini.

Cara Mudah Mencegah Dehidrasi yang Menyebabkan Virus Bertumbuh

Tahukah Moms bahwa tenggorokan yang kering dapat menyebabkan virus bertumbuh? Yuk, cegah dengan cara berikut ini!

Tips Buat Moms untuk Sambut New Normal Dengan Imunitas Prima

Moms sudah harus kembali beraktivitas di masa new normal ini? Pastikan imun kuat ya!

Apa Saja Keunggulan UV Air Purifier?

Apa kelebihan UV air purifier dengan air purifier lainnya? Mari simak bersama berikut ini.

Tetap Sehat Walau #DiRumahAja

Walaupun #dirumahaja, jangan lupa untuk memastikan Anda dan keluarga dalam keadaan sehat-sehat ya Moms and Dads.

Cara Yang Benar Dalam Menggunakan Minyak Telon Untuk Bayi

Penggunaan minyak telon tentu tidak asing lagi. Tapi tahukah Moms mengenai cara penggunaannya yang benar?

Manfaat Air Humidifier Pada Masa Pandemi COVID-19

Apa manfaat air humidifier untuk kesehatan? Mari pelajari bersama berikut ini.

Tips Mencegah DBD pada si Kecil

Selain Covid-19, Moms and Dads juga harus berwaspada terhadap bahaya demam berdarah. Simak tips berikut ini ya.

Tips Berjemur Dengan si Kecil

Berjemur adalah salah satu cara untuk mendapatkan vitamin D yang kita butuhkan. Simak tips berjemur yang aman berikut ini yuk.

Apa Itu Cradle Cap?

Apa sih cradle cap? Berbahayakah untuk si Kecil? Kita simak bersama berikut ini.

6 Tips Menjaga Kesehatan Si Kecil Selama Pandemi Virus Corona

Di tengah-tengah pandemi Covid-19, apa yang sebaiknya dilakukan agar kesehatan si Kecil tetap terjaga? Yuk simak berikut ini.

Purifier dan Humidifier, Apa Bedanya?

Moms pasti sering mendengar istilah Air Humidifier dan Air Purifier. Sebetulanya apa, sih, bedanya? Yuk simak berikut ini!

Tips Mengurangi Risiko Alergi pada Bayi dengan Humidifier

Unit cool mist humidifier menggunakan filter sumbu internal untuk menyerap air dari cadangannya.

Tips Mencegah Infeksi Virus dengan Purifier

Air purifier dapat menghilangkan mikroba-mikroba terkecil di udara.

4 Cara Menjaga Kebersihan Udara agar Terhindar dari Virus

Untuk memperlambat pertumbuhan mikroba jahat, pastikan kelembaban udara di rumah sekitar 30% hingga 50%.

Seberapa Pentingkah Humidifier Bagi Kesehatan Anak?

Humidifier dapat membantu menjaga kulit si Kecil tetap lembab saat dia menderita eksim.

Perbedaan Cod Liver Oil dan Minyak Ikan Biasa

Apa, sih, bedanya cod liver oil dengan minyak ikan biasa? Yuk cari tahu jawabannya di artikel ini!

Gerakan Yoga Untuk Anak

Mengajarkan yoga kepada anak-anak adalah hal terbaik yang bisa moms lakukan buat mereka.