Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Bahaya Paraben dalam Produk Tisu Basah Bayi

BABY  |  HEALTH TIPS  |  MY STORY  |  04 Dec '19


Moms pasti sering mendengar istilah paraben. Paraben adalah salah satu zat yang dinilai berbahaya bagi kulit si Kecil. Namun, apa, sih paraben itu? Paraben adalah bahan pengawet yang sering digunakan dalam produk kosmetik. Menurut ahli kimia kosmetik di dari New York, Arthur Rich Ph. D., ada sekitar 85% produk kosmetik yang beredar di pasaran mengandung paraben.

Tahukah Moms bahwa paraben tidak hanya hadir dalam produk kosmetik orang dewasa? Produk bayi seperti tisu basah pun terkadang masih mengandung paraben. Beberapa zat turunan paraben yang terdapat pada produk bayi, termasuk tisu basah diantaranya methylparaben, propylparaben, ethylparaben, isobutylparaben, butylparaben, isopropylparaben, dan lain-lain.

Mengapa Paraben Berbahaya?

Menurut dr. Andreas Wilson Setiawan, penggunaan paraben secara rutin dan dalam jangka panjang bisa membahayakan kesehatan, Moms. Tingkatan gangguan kesehatannya pun bisa bervariasi mulai dari ringan hingga berat. Tapi, apa saja sebetulnya bahaya paraben, khususnya untuk si Kecil?

alt=

Kanker Kulit

dr. Andreas Wilson mengatakan bahwa paraben dapat memicu terjadinya kanker kulit. Menurutnya, kandungan methylparaben dapat memicu kerusakan sel kulit. Jika penggunaan produk yang mengandung paraben dilakukan secara rutin, maka akan menyebabkan peningkatan konsentrasi methylparaben karena zat tersebut tidak dapat diolah oleh tubuh, Moms.

Gangguan Endokrin

Menurut Dokter Tania Savitri, sistem endokrin adalah jaringan kelenjar yang menghasilkan hormon yang merupakan sinyal kimia yang dikeluarkan melalui darah. Hormon tersebut membantu tubuh dalam mengatur berbagai proses mulai dari pertumbuhan, keseimbangan cairan hingga nafsu makan. dr. Andreas Wilson Setiawan mengatakan bahwa paraben dapat berpotensi mengganggu sistem endokrin yang artinya dapat mengganggu keseimbangan hormon, Moms.

Lebih lanjut, ternyata gangguan endokrin ini dapat juga memicu penyakit penyakit lainnya mulai dari penyakit malnutrisi, diabetes, gondok, hipertensi, hingga tumor ganas pada sistem pencernaan. 

Mengapa Masih Banyak Produk Mengandung Paraben di Indonesia?

Hingga saat ini penelitian tentang paraben masih tetap dilakukan, Moms. Namun uniknya, dua organisasi kesehatan dunia yaitu Komisi Regulasi Uni Eropa dan Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) memiliki pendapat yang berbeda tentang hal ini. 

Pada 2014, Komisi Regulasi Uni Eropa sudah melarang peredaran produk kosmetik yang memiliki kandungan Isobutylparaben, Benzylparaben, Pentyl paraben, Isopropylparaben, dan Phenyl paraben. Namun, di Amerika serikat, pemakaian bahan tersebut masih diperbolehkan asalkan menggunakan dengan takaran yang sudah ditentukan. Bagaimana dengan Indonesia?

Sama seperti di Amerika, YLKI atau Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia masih memperbolehkan penggunaan paraben pada produk kosmetik, termasuk pada produk bayi seperti tisu basah. Namun, jumlah kandungan paraben dan turunannya harus sesuai dengan ketetapan yang telah ditentukan. Hal inilah yang membuat produk ber-paraben masih dijual di Indonesia.

Tips Memilih Tisu Basah Bayi yang Aman

Meski masih diperbolehkan, namun sebagai orang tua, kita harus tetap selektif dan cermat dalam memilih tisu basah bayi. Hal ini penting mengingat banyak orang tua yang menggunakan tisu basah untuk keperluan sehari-hari si kecil seperti membersihkan area popok hingga membersihkan mainannya.

Berikut beberapa cara paling aman memilih tisu basah untuk si Kecil:

  • Selalu perhatikan komposisi bahan tisu basah tersebut. Pastikan tidak mengandung bahan berbahaya seperti paraben dan bahan kimia berbahaya lainnya.
  • Pilih tisu basah yang tidak menggunakan parfum maupun alkohol karena berpotensi membuat kulit si Kecil kering dan iritasi.
  • Pilih tisu basah dengan kandungan air yang bersih dan steril.
  • Pilihlah tisu basah yang terbuat dari bahan alami seperti serat tumbuhan, agar lembaran tisunya halus dan tidak mengiritasi kulit si Kecil.
  • Pilihlah tisu yang tebal sehingga tidak cepat kering saat digunakan. Dengan begitu, penggunaan tisu basah pun menjadi tidak boros.
  • Agar praktis, pilih tisu basah yang aman digunakan untuk membersihkan kulit, area popok, mainan, wajah, hingga puting ibu.

Itulah sekilas penjelasan mengenai paraben dan bahayanya, serta tips memilih tisu basah yang paling aman untuk si Kecil. Yuk, Moms, lebih bijak lagi memilih produk untuk si Kecil!

Referensi: Fimela, Hello Sehat, Kompas, FDA, YLKI

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

4102 Dr. Brown's Indonesia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Mengajak Anak Imunisasi Ketika Pandemi

Banyak orang tua yang merasa gelisah untuk mengajak si Kecil imunisasi di kala pandemi. Simak cerita berikut ini yuk.

Imunisasi Anak Sangatlah Penting Di Masa Pandemi COVID-19 Ini, Mengapa ?

Di masa pandemi ini, perlukah untuk tetap memenuhi imunisasi si Kecil? Simak berikut ini.

Ada Sinus Preaurikular Di Telinga Anak, Haruskah Khawatir?

Apa itu sinus preaurikular? Mari simak berikut ini.

Baby Sakit? Jangan Panik Dulu! Siapkan P3K!

Pertolongan pertama pada saat baby sakit bukan panik ya mom! Jadi gimana dong? Yuk simak berikut ini.

Lindungi si Kecil dari Gigitan Nyamuk yuk Moms

Saat musim penghujan seperti ini, perkembangan nyamuk pasti akan sangat meningkat.

Jurus Ampuh Mengatasi Sembelit pada Bayi

Bagi Mom yang mempunyai bayi, salah satu hal yang kerap dikhawatirkan adalah saat bayi terkena sembelit.

Vonis TBC di Usia si Kecil 1 Tahun

Moms kali ini saya akan sharing tentang pengalaman dengan TBC yang dialami oleh keponakan saya.

Kenali Gejala Penyakit Roseola Infantum atau 'Gabaken' pada Bayi

Penyebab penyakit yang disebabkan oleh virus ini sebenarnya tidak berbahaya, namun gejalanya mirip dengan campak.

Jaundice/Kuning pada Bayi Baru Lahir

Si Kecil terkena kuning? Yuk simak cara mengatasinya ala Mom Annisa

Sirkumsisi (Sunat) pada Bayi Perempuan

Pada bulan ke-6 kehamilan, Obgyn sudah menginfokan bahwa bayi yang ada di kandungan berjenis kelamin perempuan.

Kenali Bahaya Stunting dan Pencegahannya

Stunting (Stunted Growth and Development) adalah perawakan kecil pada anak-anak di usia 1000 hari awal kehidupannya.

Bayi Tertidur Terus? Waspadai Bayi Kuning!

Ternyata bayi tertidur terus bisa menjadi salah satu gejala bahwa bayi kuning loh Moms

Mengurangi Gumoh pada si Kecil

Si kecil sering gumoh setiap minum ASI? Yuk cari tahu cara mengatasinya

TTN, Gangguan Pernafasan yang Menyebabkan Bayiku Dirawat di PERINA

Setiap Ibu pasti mau melahirkan anak yang sehat, IMD, & rooming in. Aku pun menantikan saat menunggu kelahiran si Kecil.

Si Kecil Selalu Muntah Sehabis Minum? Coba Lakukan Ini Moms!

Memiliki bayi memang perlu penjagaan yang sangat baik, seperti saat kita memberikan asupan kepada si Kecil.

Perlukah Membersihkan Mulut Bayi Setiap Hari?

Moms disini, mulai usia berapa membersihkan lidah dan mulut si kecil?

Hal yang Perlu Dilakukan saat Bayi Jatuh dari Tempat Tidur

Semakin bertambahnya usia bayi makin aktif, sebagai orangtua kita harus extra hati-hati & waspada dalam menjaganya.

Babyku Jadi Korban Mitos 'Kopi Antisipasi Kejang'

Hai Moms! Pernah denger istilah jaman dulu "ANAK DIKASIH KOPI UNTUK ANTISIPASI KEJANG"?

Bedakan Kulit Anak Terkena Herpes atau Serangan Tomcat!

Tomcat dan herpes sekilas kedua hal ini tampak sama di kulit, namun jika diamati keduanya berbeda

Normalkah BAB Seminggu Sekali pada Bayi ASI Eksklusif? Bagaimana Mengatasinya?

Moms mungkin khawatir kalau ternyata bayinya BAB hanya seminggu sekali? Tenang Moms, ini masih normal kok.