Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Bahaya Kekurangan Zat Besi pada Anak

BABY  |  HEALTH TIPS  |  MY STORY  |  TODDLER  |  31 Oct '19


Pernah gak moms, merasakan tiba-tiba anak kita kehilangan nafsu makan, lemas, tidak ceria? Bisa jadi buah hati kita sedang mengalami kekurangan zat besi atau sering disebut Iron Deficiency.

Zat besi adalah nutrisi yang penting untuk pertumbuhan anak dalam masa 0-18 tahun. Kekurangan zat besi sering terjadi juga pada orang dewasa. Fungsi zat besi itu sendiri dalam tubuh kita yaitu membantu metabolisme protein, memproduksi hemoglobin dan pembentukan sel darah merah. Manfaat zat besi lainnya yaitu meningkatkan daya tahan tubuh untuk melawan infeksi/virus.

Anak-anak yang mengalami kekurangan zat besi secara terus-menerus, tanpa penanggulangan lebih lanjut akan berdampak pada tumbuh kembang mereka. Mulai dari tingkat konsentrasi di sekolah menurun, perkembangan tubuh tidak optimal, hingga perkembangan kognitif akan terganggu.

Berikut tanda-tanda serta gejala kekurangan zat besi pada anak:

- Kulit pucat
- Nafsu makan berkurang
- Grafik perkembangan berat dan tinggi badan tidak naik
- Demam/sakit yang sering muncul
- Pernafasan cepat dan tidak normal
- Terlihat tidak bersemangat
- Diare

Dalam kondisi tersebut, asupan makanan yang bernutrisi sangat dibutuhkan, untuk mencegah kekurangan zat besi pada balita dan anak.

Sertakan daging merah tanpa lemak tiga hingga empat kali seminggu. Alternatif lain selain daging, zat besi dapat ditemukan pada; kacang kering, lentil, buncis, tempe, unggas, ikan, telur, madu murni. Makanan tersebut adalah sumber zat besi penting dalam diet harian anak. 

Jangan lupa moms sertakan vitamin C juga ya, karena vitamin C membantu tubuh menyerap lebih banyak zat besi. Pastikan buah hati mengkonsumsi banyak makanan yang kaya vitamin C juga seperti jeruk, lemon, pisang, berry, buah kiwi, tomat, kol, capsicum, dan brokoli. Rutin secara berkala mengkonsumsi obat cacing untuk para balita diatas 2 tahun dan anak-anak.

Satu lagi nih moms, bahwa diare kronis dapat menghabiskan simpanan zat besi anak. Sementara parasit usus seperti cacing dapat menyebabkan kekurangan zat besi. Anak-anak yang “Picky Eater” bisa berisiko terkena kekurangan zat besi lebih tinggi. Karena asupan yang buruk atau kurangnya variasi makanan yang mereka makan. Jika perlu dapatkan saran dari ahli diet, dokter setempat atau perawat kesehatan anak tentang cara mengelola makanan pada anak yang mengalami “picky eater” agar terhindar dari kekurangan zat besi. Semoga buah hati kita sehat selalu ya moms.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

174 K Fitriyani

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Efek Domino Cacar Air Di Keluarga Kecilku (Part 2)

Kedua anak saya tertular cacar air yang saya alami, berikut cara mengobatinya

Cara Memilih Tisu Basah yang Aman untuk si Kecil

Gerak-gerik si-kecil yang makin lincah tentu membuatnya rentan terkena kotoran.

Pentingnya Penggunaan Sunblock pada Kulit Anak

Saya ingin sharing beberapa hal mengenai pentingnya penggunaan sunblock atau tabir surya pada anak.

Tips saat Anak Demam

Bagaimana cara Mom Rahayu mengatasi demam pada si Kecil?

Masuk Musim Hujan? Siapkan Beberapa Hal Ini Moms!

Moms di rumah khawatir nggak? Biasanya ketika musim hujan, berbagai penyakit bisa saja menghampiri si Kecil.

Tips agar si Kecil Tak Mudah Bapil

Udah mulai pergantian musim nih Moms, setelah kemaren panas ekstrim di berbagai daerah, hujan deras mulai turun.

Pentingnya Menjaga Kesehatan Gigi Anak

Merawat dan menjaga kesehatan gigi anak itu sangat penting yah moms.

Perawatan Rambut Secara Alami untuk si Kecil dengan Seledri

Salah satu cara untuk perawatan rambut si Kecil secara alami adalah menggunakan seledri

Alasan Saya Memilih Posyandu Sebagai Tempat Imunisasi

Sejak bayi dilahirkan, imunisasi adalah hal wajib untuk diberikan kepada bayi ya Moms.

Asma Karena Alergi

Benarkah asma dapat dipicu karena alergi? Yuk simak penjelasan dokter Lucy di sini!

Sariawan Di Tenggorokan Bagian Belakang

Si Kecil demam tinggi? Bisa jadi ia mengalami sariawan Moms. Berikut ini cara mengatasinya

Si Kecil Diare? Atasi dengan Cara Ini Moms

Jika anak Moms sedang mengalami diare seperti anak saya, simak tips di bawah ini untuk mengatasinya

4 Tips Konsultasi dengan Dokter Anak

Awal2 ketika Owen masih newborn, aku beberapa kali ke dokter anak dengan alasan yang simpel.

Bulu Mata Terlalu Panjang: Bisa Jadi Penyebab Anak Sakit Mata (Belekan)

Aku mau sharing pengalaman babyku soal sakit mata (belekan), mungkin sebagian orang mengatakan ini hal yang wajar.

Cara Ampuh Mengatasi Sembelit pada Anak

Hampir 80% anak pernah mengalami sembelit bahkan dimulai sejak masih bayi

Kejang karena Dehidrasi

Suhu tubuh Uwais tidak terlalu panas. Namun kenapa bisa kejang? Bukankah kejang itu karena suhu tubuh di atas 38 °C?

Anti Panik Saat si Kecil Demam dan Kejang Demam

Bagaimana sih cara kita agar tetap tenang saat si kecil demam? Yuk simak tipsnya berikut ini

Pengalamanku Menghadapi Alergi pada Anak

Masa awal MPASI, saya mulai memperkenalkan beberapa jenis makanan. Alergi? Ya. Namun saya punya solusinya

Alternatif Alami Saat Anak Demam dan Batuk

Aku dari anak pertama sampai kedua selalu menerapkan yang namanya tidak buru-buru ke dokter apalagi obat ketika demam

Antisipasi Demam: Selalu Sedia Bye Bye Fever di Rumah

Siapa yang setuju kalau kita semua pernah mengalami yang namanya demam? Tidak terkecuali si Kecil ya Moms.