THE DAILY

Bayi Menangis Histeris Tiba-tiba Saat Tidur, Mistiskah? Bayi Menangis Histeris Tiba-tiba Saat Tidur, Mistiskah?
19 Oct '18

Benarkah Alkohol Menyebabkan Kemandulan? Benarkah Alkohol Menyebabkan Kemandulan?
19 Oct '18

Bagaimana Cara Mengajarkan Suka Berbagi Kepada Anak? Bagaimana Cara Mengajarkan Suka Berbagi Kepada Anak?
19 Oct '18

Apakah Ada Tantangan Membesarkan Anak Bilingual? Apakah Ada Tantangan Membesarkan Anak Bilingual?
19 Oct '18

Apa Saja Perubahan Metabolisme Tubuh Saat Hamil? Apa Saja Perubahan Metabolisme Tubuh Saat Hamil?
19 Oct '18

Begini Prosedur Melakukan Sirkumsisi Begini Prosedur Melakukan Sirkumsisi
19 Oct '18

Tempat Ramai Bisa Jadi Penyebab Keterlambatan Bicara Anak? Tempat Ramai Bisa Jadi Penyebab Keterlambatan Bicara Anak?
19 Oct '18

Flu dan Pilek Itu Berbeda Loh Moms Flu dan Pilek Itu Berbeda Loh Moms
19 Oct '18

Masalah Bahasa dan Bicara yang Sering Muncul Pada Si Kecil Masalah Bahasa dan Bicara yang Sering Muncul Pada Si Kecil
19 Oct '18

Benarkah Es Krim Menyebabkan Batuk Pilek? Benarkah Es Krim Menyebabkan Batuk Pilek?
19 Oct '18

Mitos atau Fakta Ibu Menyusui Tidak Boleh Minum Es? Mitos atau Fakta Ibu Menyusui Tidak Boleh Minum Es?
19 Oct '18

Seperti Ini Caranya Agar Si Kecil Gemar Membaca Seperti Ini Caranya Agar Si Kecil Gemar Membaca
19 Oct '18

Benarkah Olahraga Berlebih Bisa Menyebabkan Kemandulan? Benarkah Olahraga Berlebih Bisa Menyebabkan Kemandulan?
19 Oct '18

Simple Rules for A New Mom Simple Rules for A New Mom
19 Oct '18

Pengalaman Breast Care Pasca Melahirkan Pengalaman Breast Care Pasca Melahirkan
18 Oct '18

15% Pria Tidak Subur Mengalami Azoospermia 15% Pria Tidak Subur Mengalami Azoospermia
18 Oct '18

Tips Hemat Belanja Keperluan Newborn Tips Hemat Belanja Keperluan Newborn
18 Oct '18

Mengapa MPASI Awal Harus Tinggi Zat Besi? Mengapa MPASI Awal Harus Tinggi Zat Besi?
18 Oct '18

Faktor Penyebab Kurang Gizi Pada Anak Faktor Penyebab Kurang Gizi Pada Anak
18 Oct '18

Bolehkah Bayi Minum Yakult? Bolehkah Bayi Minum Yakult?
18 Oct '18

Azoospermia dan Ketidaksuburan Azoospermia dan Ketidaksuburan
18 Oct '18

Tips Membantu Anak Bersosialisasi Tips Membantu Anak Bersosialisasi
18 Oct '18

Kapan Saat Tepat Mengenalkan Si Kecil pada Peraturan? Kapan Saat Tepat Mengenalkan Si Kecil pada Peraturan?
18 Oct '18

Resep Pho Vietnam Resep Pho Vietnam
18 Oct '18

Perbedaan Pasta Gigi Dewasa dan Pasta Gigi Anak Perbedaan Pasta Gigi Dewasa dan Pasta Gigi Anak
18 Oct '18

Daftar 10 Klinik Terapi Wicara Daftar 10 Klinik Terapi Wicara
18 Oct '18

Perlukah Induksi Alami di Akhir Kehamilan? Perlukah Induksi Alami di Akhir Kehamilan?
18 Oct '18

5 Mitos Membesarkan Bayi Bilingual 5 Mitos Membesarkan Bayi Bilingual
18 Oct '18

Bra Biasa vs Bra Menyusui Bra Biasa vs Bra Menyusui
18 Oct '18

READ MORE

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Bagaimana Proses Terjadinya Kehamilan?

PREGNANCY  |  20 Nov '17

Terjadinya kehamilan diakibatkan oleh hubungan seksual yang dilakukan oleh pasangan suami istri. Kebanyakan orang-orang mengetahui bahwa terjadinya kehamilan yaitu saat sel sperma yang dikeluarkan oleh laki-laki bertemu dengan sel telur yang dimiliki oleh wanita. Proses itu disebut pembuahan atau fertilisasi.

Secara sekilas mungkin sangat mudah bagi sel sperma untuk bisa bertemu dengan sel telur. Namun pada kenyataannya tidaklah begitu, diperlukan proses dan waktu yang lama untuk sel sperma bisa membuahi sel telur. Berjuta-juta sperma yang masuk kedalam rahim wanita tidak semuanya bisa membuahi sel telur, hanya akan ada satu sperma yang dapat membuahi sel telur. Dari pernyataan ini saja sudah bisa dibilang bahwa proses terjadinya kehamilan cukup rumit.

Hal pertama yang menyebabkan terjadinya kehamilan yaitu karena adanya hubungan intim atau hubungan seksual yang dilakukan. Dari pernyataan diatas, muncullah satu pertanyaan yaitu bagaimana proses terjadinya kehamilan berlangsung setelah hubungan seksual? 

Dalam mencapai proses terjadinya kehamilan, ada dua unsur penting yang harus ada, yaitu sel sperma dan sel telur. Jika kedua unsur penting ini tidak ada, maka tidak akan ada proses terjadinya kehamilan. Saat berhubungan intim, laki-laki akan mencapai orgasme dan ejakulasi. Ejakulasi yang terjadi akan mendorong cairan semen ke dalam vagina wanita melalui leher rahim. Dalam cairan semen tersebut terkandung sel sperma yang nantinya akan membuahi sel telur. Setelah sperma masuk ke dalam tubuh wanita, disinilah awal perjuangan sperma untuk mencapai terjadinya kehamilan.

Sperma yang sudah masuk ke dalam vagina harus berjuang dengan cara berenang melewati lendir serviks, kemudian masuk ke tuba fallopi untuk bisa mencapai sel telur. Jika sperma sudah sampai di sel telur, maka sperma harus bisa menembus dinding sel telur untuk bisa masuk ke inti telur dan membuahinya. Saat satu sperma berhasil menembus inti telur, maka ovum akan mempertahankan diri untuk mencegah sperma yang lain masuk.

Sampai disini ternyata masih lama untuk bisa mencapai terjadinya kehamilan pada seorang wanita. Saat sperma dan sel telur bertemu maka akan terjadi penggabungan materi genetik. Dari penggabungan materi genetik ini, jenis kelamin bakal calon bayi sudah ditentukan. Setelah penggabungan materi genetik, akan muncul sel-sel baru yang akhirnya membentuk bundelan dan sering disebut blastokista. Selanjutnya, blastokista ini akan bergerak menuju rahim dan menempel pada dinding rahim. Proses ini disebut implantasi. Blastokista yang sudah menempel akan berkembang menjadi embrio dan membentuk plasenta.

Embrio akan terus berkembang sampai pada akhir perkembangannya yaitu menjadi janin. Proses terjadinya kehamilan ini akan membutuhkan waktu yang lama sampai dilakukan test kehamilan yang menunjukkan hasil positif.

By: Babyologist Editor

BACA JUGA: Tips Memilih Dokter Kandungan

4171 Babyologist Editor Send Message to Writer

Related Stories