Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Bagaimana Proses Terjadinya Kehamilan?

PREGNANCY  |  20 Nov '17


Terjadinya kehamilan diakibatkan oleh hubungan seksual yang dilakukan oleh pasangan suami istri. Kebanyakan orang-orang mengetahui bahwa terjadinya kehamilan yaitu saat sel sperma yang dikeluarkan oleh laki-laki bertemu dengan sel telur yang dimiliki oleh wanita. Proses itu disebut pembuahan atau fertilisasi.

Secara sekilas mungkin sangat mudah bagi sel sperma untuk bisa bertemu dengan sel telur. Namun pada kenyataannya tidaklah begitu, diperlukan proses dan waktu yang lama untuk sel sperma bisa membuahi sel telur. Berjuta-juta sperma yang masuk kedalam rahim wanita tidak semuanya bisa membuahi sel telur, hanya akan ada satu sperma yang dapat membuahi sel telur. Dari pernyataan ini saja sudah bisa dibilang bahwa proses terjadinya kehamilan cukup rumit.

Hal pertama yang menyebabkan terjadinya kehamilan yaitu karena adanya hubungan intim atau hubungan seksual yang dilakukan. Dari pernyataan diatas, muncullah satu pertanyaan yaitu bagaimana proses terjadinya kehamilan berlangsung setelah hubungan seksual? 

Dalam mencapai proses terjadinya kehamilan, ada dua unsur penting yang harus ada, yaitu sel sperma dan sel telur. Jika kedua unsur penting ini tidak ada, maka tidak akan ada proses terjadinya kehamilan. Saat berhubungan intim, laki-laki akan mencapai orgasme dan ejakulasi. Ejakulasi yang terjadi akan mendorong cairan semen ke dalam vagina wanita melalui leher rahim. Dalam cairan semen tersebut terkandung sel sperma yang nantinya akan membuahi sel telur. Setelah sperma masuk ke dalam tubuh wanita, disinilah awal perjuangan sperma untuk mencapai terjadinya kehamilan.

Sperma yang sudah masuk ke dalam vagina harus berjuang dengan cara berenang melewati lendir serviks, kemudian masuk ke tuba fallopi untuk bisa mencapai sel telur. Jika sperma sudah sampai di sel telur, maka sperma harus bisa menembus dinding sel telur untuk bisa masuk ke inti telur dan membuahinya. Saat satu sperma berhasil menembus inti telur, maka ovum akan mempertahankan diri untuk mencegah sperma yang lain masuk.

Sampai disini ternyata masih lama untuk bisa mencapai terjadinya kehamilan pada seorang wanita. Saat sperma dan sel telur bertemu maka akan terjadi penggabungan materi genetik. Dari penggabungan materi genetik ini, jenis kelamin bakal calon bayi sudah ditentukan. Setelah penggabungan materi genetik, akan muncul sel-sel baru yang akhirnya membentuk bundelan dan sering disebut blastokista. Selanjutnya, blastokista ini akan bergerak menuju rahim dan menempel pada dinding rahim. Proses ini disebut implantasi. Blastokista yang sudah menempel akan berkembang menjadi embrio dan membentuk plasenta.

Embrio akan terus berkembang sampai pada akhir perkembangannya yaitu menjadi janin. Proses terjadinya kehamilan ini akan membutuhkan waktu yang lama sampai dilakukan test kehamilan yang menunjukkan hasil positif.

By: Babyologist Editor

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

5454 Babyologist Indonesia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Tips Meminimalisir Kehamilan Resiko Tinggi

Bagi yang merencanakan kehamilan, simak yang satu ini yuk.

Pengalamanku Berpuasa Saat Hamil Muda

Yuk simak tips berpuasa bagi ibu hamil muda berikut ini.

Tidur Siang Saat Hamil Bisa Sebabkan Bayi Lahir dengan Craddle Cap?

Betulkah tidur siang di saat hamil dapat menyebabkan si Kecil terlahir dengan cradle cap?

Tips Menjalani Kehamilan dengan Nyaman

Siapa ibu hamil disini yang sering khawatir? Rasa stres dan khawatir bisa membuat kehamilan jadi ga nyaman loh.

Tips Meminimalisir Stretch Mark Selama Kehamilan

Bagaimana caranya menimalisir stretchmark selama kehamilan? Yuk, simak tips berikut ini.

Macam-macam Test Lab Selama Kehamilan

Tes laboratorium sangat penting dalam menunjang kesehatan kehamilan. Simak macam-macam tes lab selama kehamilan berikut ini, Moms!

Manfaat Birth Ball untuk Persalinan

Bermanfaatkah birth ball di masa kehamilan dan juga saat bersalin? Yuk, simak bersama berikut ini.

Sisi Positif dan Negatif Es Krim untuk Ibu Hamil

Siapa disini yang suka es krim? Bagaimana dengan mengonsumsi es krim selama masa hamil, boleh tidak? Yuk, simak berikut ini.

Manfaat Prenatal Gentle Yoga

Apa saja manfaat dari prenatal yoga? Yuk, kita simak cerita yang satu ini!

Bumil Pelihara Kucing? Aman Nggak Sih?

Amankah untuk ibu hamil memelihara kucing? Bagaimana dengan risiko toksoplasma? Yuk simak yang berikut ini.

Mitos dan Fakta Seputar Kehamilan

Mitos tentang masa kehamilan masih banyak terdengar. Yuk simak mitos-mitos berikut ini sehingga kita menjadi lebih bijak.

Tips Babymoon Aman dan Nyaman

Moms and Dads sedang merencanakan babymoon? Simak tips berikut ini agar liburannya berjalan dengan baik ya!

Sakit Pinggang: Tanda Kehamilan, atau Hanya Menstruasi?

Bingung apakah Moms sedang mengalami tanda menstruasi atau hamil? Mari simak beberapa perbedaan berikut.

5 Mitos Tentang Seks di Kolam Renang dan Bak Air Panas

Banyak pernyataan seputar berhubungan seks di dalam air yang bermunculan, tapi apakah itu fakta atau mitos?

5 Mitos Tentang Kesuburan Wanita Berbadan Subur

Moms pernah mendengar mitos mengenai kesuburan wanita? Berikut ini akan kita ulas apa saja mitos tersebut?

Merasa Hamil tetapi Tes Kehamilan Negatif? Mungkin Ini Sebabnya.

Gejala awal kehamilan dan mentruasi sangatlah mirip, bisa jadi Moms keliru. Yuk simak informasi lengkapnya!

Pengidap Lupus Wajib Perhatikan Hal Ini sebelum Hamil

Lupus tidak akan mencegah Moms untuk hamil dan melahirkan, namun kondisi tubuh harus tetap fit sebelum hamil.

Ingin Hamil? Perhatikan Hal Berikut Jika Moms Punya Sindrom Iritasi Usus Besar

Jika Moms sedang menjalani pengobatan untuk sindrom iritasi usus besar, maka kehamilan sebaiknya ditunda dahulu.

Belum Telat Haid tetapi Hasil Test Pack Positif?

Terlambat menstruasi menjadi salah satu tanda awal kehamilan, bagaimana jika Moms belum telat haid tetapi sudah positif?

Mengenal Subfertilitas

Pernah mendengar istilah subfertilitas? Yuk disimak penjelasannya berikut ini