THE DAILY

Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Bagaimana Jika si Kecil Temperamental?

PARENTING  |  16 Oct '18

Bayi yang baru lahir mungkin menangis karena marah jika dia terbangun, lapar dan tidak segera diberi makan. Semua orang tua baru yang sedang dalam masa-masa kelelahan mengurus bayi tahu bahwa bayi menangis karena perlu diberi makan, dipegang, diganti popoknya, atau karena mereka lelah, sakit, dan merasa kesakitan. Beberapa bayi juga hanya cenderung beraksi terhadap dunia dengan lebih negatif dan intens. Sebagai hasilnya, mereka sering rewel dan marah.

Temper tantrums sebenarnya biasanya tidak dimulai sampai bayi berusia 12 hingga 18 bulan, tetapi tangisan marah si Kecil mungkin tampak seperti versi tantrum dengan skala lebih kecil. Jika si Kecil rewel sepanjang hari tetapi sedang tidak perlu diberi makan atau diganti popoknya, dia mungkin hanya perlu melepaskan amarah. Beberapa bayi menangis untuk melepaskan ketegangan atau membakar kelebihan energi. Bayi lainnya hanya perlu menangis agar bisa tidur.

Bahkan bayi yang biasanya santai mungkin menjadi frustrasi dan marah ketika mereka mulai mengeksplorasi lingkungan mereka tetapi tidak cukup mampu melakukan apa yang mereka inginkan.

Jika si Kecil tidak dapat dihibur dan Moms curiga bahwa dia mungkin sakit, segera hubungi dokter. Tetapi jika dia tampak sehat, cukup mudah dihibur, dan tampak baik-baik saja di antara jeritan marahnya, maka bersikaplah sesederhana mungkin saat menanggapi luapan kemarahannya.

Jika si Kecil memiliki temperamen yang sulit diatur, penting untuk tetap tenang atau membiarkan orang lain membantu ketika Moms butuh istirahat. Bayi sering dapat mengetahui ketika seseorang menjadi tegang atau tidak sabar dan mungkin bereaksi dengan menahan tangisan mereka.

Si Kecil lebih mungkin untuk diam ketika orang dewasa di sekitarnya sedang rileks. Beberapa penelitian bahkan menunjukkan bahwa bayi yang sulit diatur lebih mungkin untuk menanggapi pola asuh yang tenang dan menenangkan daripada bayi yang memiliki temperamen yang lebih datar.

Jangan khawatir tentang "menyerah" terhadap tangisan atau temperamen si Kecil; ada baiknya Moms segera merespons kebutuhannya. Moms tidak dapat mengubah temperamen alami si Kecil. Jadi, Moms mungkin harus menemukan cara-cara kreatif untuk menenangkannya.

Tetapi jika si Kecil sering kesal atau menderita kolik, diskusikan kerewelannya dengan dokter anak sehingga dia bisa mengesampingkan kemungkinan masalah medis.

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist Editor

604 Babyologist Editor Send Message to Writer

Related Stories