Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Bagaimana Cara Mom Melissa Melakukan Sleep Training pada si Kecil?

GROWTH & DEVELOPMENT  |  MY STORY  |  PARENTING  |  25 Apr '19

Berbahagialah Moms yang anaknya tidak terbangun-bangun pas malam hari. Namun, banyak Moms yang pasti merasakan tidur malam tidak nyenyak karena anak sebentar-sebentar terbangun untuk meminta susu.

Kebetulan anakku tipe yang bangun-bangun saat malam hari, bisa berkali-kali sampai sekitar usia 9 bulan. Wah, kalau ditanya lelah atau gak sih pastinya lelah banget, bahkan aku sampai pernah terkena vertigo dan harus opname di rumah sakit karena kekurangan tidur. Tetapi banyak orang yang bilang hal wajar bayi terbangun-bangun untuk meminta susu di malam hari, kasih saja daripada kelaparan.

Akhirnya setelah aku baca banyak artikel, terutama artikel-artikel luar negeri, mereka mengajarkan untuk melakukan sleep training. Awalnya aku ragu untuk melakukan sleep training tersebut, karena anak aku tipe yang akan tidak berhenti menangis kalau malam-malam tidak disusui (kebetulan aku direct breastfeeding). Telat sebentar saja nangisnya menjadi-jadi, apalagi tidak diberi susu?

Aku sangat ragu dan takut tidak akan berhasil. Namun setelah diskusi dengan suami, suami pun setuju untuk melakukan sleep training ini. Jadi kalau anak menangis, aku akan kasih dia botol air putih saja sebagai pengganti susu.

Malam pertama pun dimulai, setelah anak tertidur, sekitar 3 jam kemudian dia mulai gelisah dan meminta susu. Namun aku berikan dia dot air putih, langsung lah tangisan dia meledak dan tidak berhenti-henti. Ada sekitar 15 menit dia menangis, namun 20 menit itu sungguhlah terasa seperti 2 jam bagi kami.

Terakhir anak aku mulai mau meminum air putih itu lalu tertidur, mungkin dia lelah sudah menangis-nangis jadi haus. Lalu tengah malam dia ada menangis-nangis lagi, tapi durasinya lebih sebentar, mungkin sekitar 15 menit. Lalu dia diam dan mulai mau minum air putih yang di botol, lalu tertidur lagi. Akhirnya terakhir dia menangis lagi jam 5 pagi, karena aku rasa sudah cukup pagi untuk diberi susu, maka aku tidak berikan air putih lagi, melainkan menyusui.

Sungguh sangat beruntung ternyata adaptasi anak aku sangatlah cepat, keesokan harinya dia sama sekali tidak terbangun lagi dan tertidur sampai pagi. Akupun terkejut dan berkata, "Wah kalau kaya gini harusnya dari dulu aja di sleep training". Namun, jika anak kalian masih terbangun-bangun di hari berikutnya jangan patah semangat, karena banyak setau aku sleep training memang tidak semuanya berhasil dalam 1 hari, ada yang 1 minggu, ada yang 2 minggu, ada juga yang lebih.

Kunci keberhasilan sleep training adalah pastikan anak kalian memang sudah siap untuk di sleep training. Aku sarankan anak yang sudah full MPASI 3 kali dalam 1 hari, jadi makan pagi, siang dan malam, lalu ditambah snack-snack lagi di sore ataupun siang hari. Lalu sebelum tidur, pastikan dia minum susu dengan takaran yang sudah cukup banyak, dengan demikian anak sebenarnya sudah kenyang.

Jika ia masih terbangun di tengah malam, besar kemungkinan adalah kebiasaan saja mencari comfort yaitu dengan mengenyot dot ataupun puting. Selain itu, kunci yang paling penting juga adalah konsisten dan tega. Jika belum siap konsisten dan belum siap tega, sebaiknya jangan coba-coba sleep training, karena sleep training akan full of drama. Anak pasti menangis meraung-raung sejadi-jadinya, kalau kita tidak tega, tidak memantapkan hati, kita pasti akan kasian dan akhirnya kembali memberi susu kepada anak.

Sekian sharing aku tentang sleep training, semoga membantu sleepless Moms di luar sana.

Semoga bermanfaat.

By: Melissa Kurniawan

Copyright by Babyologist

1102 Melissa Kurniawan

Comments

Related Stories