Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Bagaimana Cara Mengajarkan Suka Berbagi Kepada Anak?

MY STORY  |  PARENTING  |  19 Oct '18


Terkadang kita dapat melihat anak-anak balita bertengkar hanya karena berebut sesuatu. Tentu rasa ke’aku’an yang tinggi di anak usia balita ini sangat rentan terhadap perebutan apapun. Entah itu mainan, makanan atau lainnya.

Balita belum mengerti konsep meminjam, seringkali ketakutan bahwa barang yang diambil temannya tidak dapat ia pakai lagi. Kondisi seperti ini memang tidak dapat dihindari namun dapat kita minimalisir dengan mengenalkan anak kita dengan sifat berbagi seperti kegiatan kecil yang biasa saya lakukan bersama Zikri.

Cara Mengajarkan Berbagi Pada si Kecil

  • Tidak Menakuti Anak Bahwa Barangnya Akan Hilang
    Banyak orangtua masa kini sepakat bahwa menakut-nakuti anak dengan sesuatu itu tentu kurang baik. Terkadang menakuti-nakuti malah akan membuat anak takut suatu hal yang mungkin sebenarnya tidak perlu di takuti. Begitupun dengan barang yang ia miliki, meminjamkan kepada teman bukan berarti barang itu akan hilang selamanya.

  • Bermain Peran dengan Kegiatan Berbagi
    Dalam suatu waktu ketika Zikri sedang asyik bermain, maka inilah kesempatan yang dapat saya sisipkan nilai. Seperti, “Halo Nak, sedang masak apa? Boleh tidak Mama meminta masakannya?” Permainan ini dapat dilakukan bergiliran dengan anak.

  • Memberi Contoh Berbagi yang Sederhana
    Seperti ketika sedang mengunjungi nenek dan kakeknya di Bandung. Zikri sering sekali bermain di kebun bersama ayam atau ikan. Tidak jarang ini menjadi kesempatan saya memberi contoh berbagi dengan memberikan hewan-hewan tersebut makanan.

  • Menghargai Barang Orang Lain
    Mengajarkan berbagi kepada anak bukan hanya tentang apa yang dia bagi kepada orang lain.  Namun juga tentang menghargai kepemilikan orang lain. Seperti contoh di dalam mall ketika kita sedang main, tangan Zikri tidak lepas dari mengambil barang apa saja yang dilihatnya. Tak hentinya pula kami memberikan pengertian bahwa barang itu bukan miliknya, jika kita tidak membelinya maka kita tidak dapat mengambil dan membawanya pulang.

Perlu saya tekankan bahwa kegiatan berbagi ini bukan hanya asal menuruti apa yang dikatakan orangtua, tapi berharap bahwa anak memahami keikhlasan dalam berbagi itu sendiri.

Semoga bermanfaat.

By: Chriesty Anggraeni

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

1048 Chriesty Anggraeni

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Puasa HP & TV untuk Mengurangi Kecanduan

Apakah si Kecil memiliki kecanduan terhadap gadget atau TV? Mungkin Moms bisa terapkan puasa gadget/TV.

Membiasakan Anak Makan di Kursi Makannya, Mengapa Tidak?

Moms, sangat penting untuk mengajari anak bahwa saat makan harus duduk, bukan sambil digendong atau berlarian.

Si Kecil Selalu Menempel dengan Mamanya, Bagaimana Perkembangan Sosialnya?

Pada usia berapa sebenarnya Moms sudah bisa mulai memantau perkembangan sosial si Kecil?

Menjadi Orang Tua Anti Panik saat Anak Sakit

Memang tergolong wajar jika orang tua panik saat anaknya sakit, namun respon panik ternyata bisa membahayakan!

Mengenal Karakter si Otak Kanan

Apakah anak yang tidak tenang termasuk anak yang bermasalah? Simak dulu sharing berikut Moms

Menangani si Kecil yang Suka Memukul

Apakah si Kecil sering memukul orang sekitarnya? Moms dapat mencoba cara berikut untuk mengatasinya.

Kapan Life Skills Perlu Diajarkan ke Anak?

Mengajarkan anak beragam life skills akan membantunya untuk menjadi mandiri di kemudian hari.

Si Kecil Tantrum di Mobil, Harus Bagaimana?

Tantrum anak bisa terjadi di mana saja, bahkan di dalam mobil ketika sedang bepergian.

Apakah Lingkungan Mempengaruhi Perilaku si Kecil?

Pergaulan si Kecil harus banget kita pantau lho Moms, bagaimana caranya?

Mitos Seputar Bayi Jatuh

Bayi yang jatuh sekali, akan jatuh lagi sampai sebanyak tujuh kali. Benarkah demikian?

Tips Membangun Komunikasi yang Baik pada Anak

Mom Devina membagikan beberpa tips membangun komunikasi yang baik pada anak. Yuk simak tipsnya Moms!

Membesarkan Anak Multilingual

Mom Sephyani membagikan cara untuk mengenalkan dua bahasa kepada anak. Yuk ikuti tipsnya Moms!

Manajemen Emosi untuk Ibu Bekerja yang Mempunyai Balita

Memanajemen emosi disaat kita bekerja dan memiiki anak merupakan hal yang sulit. Berikut Mom Wahyu memiliki tips untuk memanajemen emosi, yuk disimak

Kapan Harus Berkata Jangan pada Anak?

Moms, sebenarnya bolehkah berkata jangan pada anak? Yuk simak cara Mom Wahyu dalam mendidik anaknya.

Pelit terhadap Anak, Wajar atau Lebay?

Apakah baik jika kita selalu membolehkan anak untuk membeli barang apa pun yang dia sukai setiap kali pergi ke mal?

Bagaimana Membuat Bayi Cepat Terlelap?

Apakah si Kecil susah sekali dibuat terlelap? Coba ikuti tips dari Mom Vivian berikut ini agar bayi bisa tidur nyenyak.

Saying NO to children?

Moms, benarkah orang tua tidak diperbolehkan menggunakan kata “JANGAN” atau “NO” kepada si Kecil?

Haruskah si Kecil Dipaksa Meminta Maaf?

Mengajari anak untuk meminta maaf harus dimulai di rumah dan di teladani oleh orang tua. Yuk, simak pengalaman Mom Sarah berikut ini.

Anak Suka Memegang Alat Kelaminnya Sendiri?

Pendidikan seks untuk si Kecil penting untuk dimulai sejak usia dini, Moms. Apalagi jika ia mulai gemar memegang alat vitalnya.

Cara Mengatasi Anak Yang Tantrum

Si Kecil sering mengalami tantrum dan tak jarang membuat Moms kewalahan. Tips dari Mom Ade ini bisa membantu mengatasinya.