THE DAILY

Menjemur Newborn di Pagi Hari Dapatkah Menurunkan Bilirubin? Menjemur Newborn di Pagi Hari Dapatkah Menurunkan Bilirubin?
15 Nov '18

Kiat-Kiat Mengajarkan Anak Berbicara Menjelang Tidur Kiat-Kiat Mengajarkan Anak Berbicara Menjelang Tidur
15 Nov '18

Cara Selamat Menjadi Ibu Baru di Bulan Pertama Cara Selamat Menjadi Ibu Baru di Bulan Pertama
15 Nov '18

3 Imunisasi yang Wajib Diulang pada Anak 3 Imunisasi yang Wajib Diulang pada Anak
15 Nov '18

Tips Mengatasi Mood Makan si Kecil ala Mom Ruly Tips Mengatasi Mood Makan si Kecil ala Mom Ruly
14 Nov '18

Diet Hamil Itu Merubah Pola Makan Bukan Mengurangi Makan? Diet Hamil Itu Merubah Pola Makan Bukan Mengurangi Makan?
14 Nov '18

Cap Cay Kuah Tofu 12M+ Cap Cay Kuah Tofu 12M+
14 Nov '18

Review MOOIMOM Hands Free Pumping Bra Review MOOIMOM Hands Free Pumping Bra
14 Nov '18

Makanan Peningkat Imunitas Tubuh si Kecil Makanan Peningkat Imunitas Tubuh si Kecil
14 Nov '18

Perlukah Suplemen Omega-3 Disertai Omega-6 dan 9? Perlukah Suplemen Omega-3 Disertai Omega-6 dan 9?
14 Nov '18

Pola Makan Sehat Bumil Saat Diet Hamil Pola Makan Sehat Bumil Saat Diet Hamil
14 Nov '18

Review Mom Nancy: Parklon PE Roll Mat Review Mom Nancy: Parklon PE Roll Mat
14 Nov '18

Apa Manfaat Asam Folat untuk Janin? Apa Manfaat Asam Folat untuk Janin?
14 Nov '18

Babyo Review Panci, Spatula, dan Talenan by Mother's Corn Babyo Review Panci, Spatula, dan Talenan by Mother's Corn
14 Nov '18

Berbahayakah W Sitting Position Pada Anak? Berbahayakah W Sitting Position Pada Anak?
14 Nov '18

Cara Mom Sarah Mengajarkan Makna Hari Pahlawan pada si Kecil Cara Mom Sarah Mengajarkan Makna Hari Pahlawan pada si Kecil
14 Nov '18

Review: Mustela Diaper Rash Cream 1 2 3 Review: Mustela Diaper Rash Cream 1 2 3
14 Nov '18

Cara Tepat Memijat Bayi Cara Tepat Memijat Bayi
14 Nov '18

Tips Tepat Memberikan Permen pada Balita Tips Tepat Memberikan Permen pada Balita
14 Nov '18

Keperluan Penting Menjelang Persalinan Normal Keperluan Penting Menjelang Persalinan Normal
14 Nov '18

Pengalaman Memakai IUD Pengalaman Memakai IUD
13 Nov '18

Cara Mengolah Sayuran untuk Diet Ibu Hamil Cara Mengolah Sayuran untuk Diet Ibu Hamil
13 Nov '18

Bingung Memilih Pompa ASI? Kenali Dulu Tipenya! Bingung Memilih Pompa ASI? Kenali Dulu Tipenya!
13 Nov '18

Melahirkan Secara Gratis dengan BPJS Melahirkan Secara Gratis dengan BPJS
13 Nov '18

Tanda Bayi Mendapatkan Jumlah Sufor yang Tepat Tanda Bayi Mendapatkan Jumlah Sufor yang Tepat
13 Nov '18

Share, Earn & Enjoy with Mom Pocut Nurhadana Share, Earn & Enjoy with Mom Pocut Nurhadana
13 Nov '18

Senam Hamil Terbaik untuk Pemula Senam Hamil Terbaik untuk Pemula
13 Nov '18

Review: Lumba Playmat by Mom Yanni Review: Lumba Playmat by Mom Yanni
13 Nov '18

Bahaya Diet Ketat Ibu Hamil Bahaya Diet Ketat Ibu Hamil
13 Nov '18

Tampil Cantik dan Stylish Kala Menyusui Tampil Cantik dan Stylish Kala Menyusui
13 Nov '18

READ MORE

Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Babyo Review Babymoov Lovenest & Lovenest +

REVIEWS  |  09 Nov '18

Pada tahun 1994, American Academy of Pediatrics melaksanakan Back to Sleep Campaign untuk mendorong para orang tua menidurkan anaknya dengan posisi telentang. Langkah ini kemudian berhasil mengurangi kasus SIDS (sudden infant death syndrome) lebih dari 50% dan menyelamatkan hidup ribuan bayi. Namun, masalah baru mulai muncul, para ahli menemukan adanya kenaikan kasus Plagiocephaly (flat head syndrome) sebanyak 5 kali lipat setelah kampanye tersebut dilaksanakan.

Michael L. Cunningham, MD, PhD, kepala divisi Pengobatan Kraniofasial di Seattle Children’s Hospital, menjelaskan bahwa tidur telentang membuat bayi lebih jarang bergerak dibanding posisi tidur tengkurap. Tidur telentang membuat bagian kepala bayi menjadi tertekan dalam jangka waktu yang lama sehingga mereka lebih berisiko terkena flat head syndrome.

Melihat kondisi tersebut, seorang dokter anak asal Perancis Dr. Maidenberg mencari sebuah solusi yang sederhana sekaligus efektif untuk melawan wabah ­flat head syndrome. Ia kemudian memutuskan untuk bekerja sama dengan seorang fashion designer, Gina Diwan. Kolaborasi mereka kemudian menghasilkan Lovenest, sebuah bantal dengan cekungan khusus yang sesuai dengan bentuk tengkorak bayi. Desain seperti ini bertujuan untuk mengurangi tekanan pada kepala bayi sehingga akan mencegah flat head syndrome.

Tengkorak kepala bayi yang masih lunak dan mudah dibentuk membuat ia rentan terkena flat head syndrome. Untuk itu, kepalanya perlu ditopang dengan bantuan khusus, seperti desain ergonomis yang dimiliki bantal Lovenest.

Apa saja kelebihan Lovenest?

  • Secara efektif dapat mencegah flat head syndrome pada bayi.
  • Lubang dan cekungan pada bantal Lovenest akan mengurangi tekanan pada kepala bayi.
  • Isi Lovenest yang terbuat dari busa yang lembut dan breathable akan melancarkan ventilasi udara sehingga bayi tetap merasa nyaman dan sejuk selama tidur.
  • Permukaan bantal yang menggunakan cotton spandex akan terasa lembut ketika bersentuhan dengan kulit bayi.
  • Dapat digunakan di mana saja, seperti ranjang bayi, baby bouncers, stroller, bahkan car seats.
  • Dapat digunakan sejak lahir/newborn.

Selain Lovenest, Dr. Maidenberg juga menciptakan Lovenest +. Apabila Lovenest diperuntukkan bagi bayi newborn (usia 0) hingga 6 bulan, Lovenest + dibuat untuk bayi yang berusia 6 - 12 bulan. Selain itu, Lovenest + juga memiliki foam dan tekstur yang lebih keras, sehingga cocok digunakan oleh bayi yang berusia 6 bulan ke atas.

Fitur apa yang membedakan Lovenest & Lovenest +?

  • Lovenest + yang terbuat dari Coolmax® antibacterial fabric akan mencegah bayi berkeringat serta akan membuatnya tetap merasa sejuk. 
  • Fitur thermo-regulating Lovenest + dapat menyesuaikan dengan suhu tubuh bayi.
  • Memiliki ukuran yang lebih besar (sesuai dengan anak usia 6-12 bulan) sehingga dapat digunakan dalam jangka waktu yang lebih lama.
  • Bagian belakang bantal yang bersifat non-slip membuat Lovenest + aman digunakan pada ragam permukaan miring.

Avni Trivedi, seorang Osteopati Paediatrik di U.K. yang berpengalaman dalam menangani bayi dengan flat head syndrome, sangat merekomendasikan para orang tua untuk menggunakan Lovenest + karena desainnya yang mampu mengurangi tekanan pada tengkorak kepala bayi.

Informasi seputar produk

  • Berbeda dengan bantal bayi pada umumnya, Lovenest dan Lovenest + tidak akan membatasi gerakan bayi selama tidur.
  • Lovenest tersedia dalam 4 warna: Smokey (abu-abu), biru, putih, dan pink.

  • Lovenest + tersedia dalam 2 warna: Smokey (abu-abu) dan Mozaic (biru).

Tindakan pencegahan lebih baik dibanding jalur pengobatan dalam mengatasi flat head syndrome. Hal ini dikarenakan tengkorak bayi akan menjadi kokoh dan sulit dibentuk seiring pertumbuhannya. Jika terlambat diatasi, maka bayi akan memerlukan perawatan khusus seperti cranial orthotic therapy. Selama periode terapi, bayi akan menggunakan helm atau ikat kepala khusus 23 jam per hari. Terapi ini umumnya berlangsung selama 2 hingga 6 bulan tergantung dari kondisi kepala bayi sendiri.

Selain dapat mempengaruhi bentuk kepala, flat head syndrome juga bisa berdampak pada kemampuan penglihatan, pendengaran, kognitif, bahkan keterlambatan morotik. Oleh karena itu, pencegahan flat head syndrome penting untuk dilakukan sejak dini.

 

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist Editor.

 

Referensi: Tribunnews, BabyCenter, The Bump, Babymoov.

246 Babyologist x Babymoov Send Message to Writer

Related Stories