DAILY FEED

Pro Kontra Soal Membedong Anak, Apakah Bagus? Pro Kontra Soal Membedong Anak, Apakah Bagus?
21 Mar '19

Menu MPASI Mika: Ikan Dory Kuah Bening Menu MPASI Mika: Ikan Dory Kuah Bening
21 Mar '19

Review by Mom Fenni: Babygo Diaper Bag Organizer Review by Mom Fenni: Babygo Diaper Bag Organizer
21 Mar '19

Pertolongan Pertama sebelum Sakit Pertolongan Pertama sebelum Sakit
21 Mar '19

Mitos dan Fakta Tentang Pompa ASI Mitos dan Fakta Tentang Pompa ASI
18 Mar '19

Tips for Working Moms at Home Tips for Working Moms at Home
21 Mar '19

No Smartphone, but Yes to Smart Hafiz No Smartphone, but Yes to Smart Hafiz
21 Mar '19

ASI Terhambat? Hati-Hati Gejala Mastitis! ASI Terhambat? Hati-Hati Gejala Mastitis!
21 Mar '19

Cara Alami Menambah Tinggi Badan Si Kecil Cara Alami Menambah Tinggi Badan Si Kecil
02 Aug '18

Rice Balls (Nasi Kepal) (15 M+) Rice Balls (Nasi Kepal) (15 M+)
21 Mar '19

Pentingnya Tes Pendengaran sebelum Anak berusia 2 Tahun Pentingnya Tes Pendengaran sebelum Anak berusia 2 Tahun
21 Mar '19

Arem-Arem Isi Ayam Sayur Arem-Arem Isi Ayam Sayur
21 Mar '19

Benarkah Memompa ASI dapat Mengubah Bentuk Payudara? Benarkah Memompa ASI dapat Mengubah Bentuk Payudara?
18 Feb '19

Tanda-Tanda Kehamilan yang Saya Alami Tanda-Tanda Kehamilan yang Saya Alami
21 Mar '19

Review by Mom Kurniati: Cetaphil Baby Gentle Wash & Shampoo Review by Mom Kurniati: Cetaphil Baby Gentle Wash & Shampoo
21 Mar '19

Pilih Imunisasi dengan Dokter Anak atau Bidan? Pilih Imunisasi dengan Dokter Anak atau Bidan?
21 Mar '19

Manfaat Nursing Pillow untuk Ibu dan Bayi by Baby Loop Indonesia Manfaat Nursing Pillow untuk Ibu dan Bayi by Baby Loop Indonesia
01 Mar '19

Why Should You Choose NAÏF Nourishing Shampoo For Newborns? Why Should You Choose NAÏF Nourishing Shampoo For Newborns?
21 Mar '19

Melarang Anak Ada Aturannya Moms Melarang Anak Ada Aturannya Moms
21 Mar '19

Melatih Kemandirian Makan si Kecil dengan Grabease Melatih Kemandirian Makan si Kecil dengan Grabease
21 Mar '19

Hello Parents, from Chubby Hello Parents, from Chubby
19 Feb '19

Resep Bola-Bola Nasi MPASI Baby Haw (14 m+) Resep Bola-Bola Nasi MPASI Baby Haw (14 m+)
21 Mar '19

Dory Fish with Lemon Butter Sauce Dory Fish with Lemon Butter Sauce
21 Mar '19

Review Minyak Telon Baby Review Minyak Telon Baby
21 Mar '19

Benarkah Minum Susu dari Botol Sebabkan Infeksi Telinga? Benarkah Minum Susu dari Botol Sebabkan Infeksi Telinga?
04 Feb '19

Melepaskan Anak dari Ketergantungan Empeng Melepaskan Anak dari Ketergantungan Empeng
21 Mar '19

Oops: Tas Lucu dan Nyaman untuk Anak Sekolah Oops: Tas Lucu dan Nyaman untuk Anak Sekolah
21 Mar '19

Doodle: Telon dengan Aroma Green Tea Doodle: Telon dengan Aroma Green Tea
21 Mar '19

Cara Mencegah Si Kecil Muntah ketika Minum Susu! Cara Mencegah Si Kecil Muntah ketika Minum Susu!
04 Feb '19

Resep Sapo Tahu Ayam ala Mom Nazmi Resep Sapo Tahu Ayam ala Mom Nazmi
21 Mar '19

Janin Tidak Berkembang Berujung Kuretase Janin Tidak Berkembang Berujung Kuretase
21 Mar '19

Tetap Dekat dengan Anak walau Harus Bekerja Tetap Dekat dengan Anak walau Harus Bekerja
21 Mar '19

Mengapa Bayi Perlu Menggunakan Body Lotion? Mengapa Bayi Perlu Menggunakan Body Lotion?
27 Sep '18

Hamil setelah Keguguran dan Vonis Kista Ovarium Hamil setelah Keguguran dan Vonis Kista Ovarium
21 Mar '19

Why Is NAÏF Nourishing Shampoo Perfect for Your Little One? Why Is NAÏF Nourishing Shampoo Perfect for Your Little One?
21 Mar '19

Video Babyo Session 160319: Healthy and Happy Pregnancy Video Babyo Session 160319: Healthy and Happy Pregnancy
21 Mar '19

Babyo Review OmieBox Babyo Review OmieBox
10 Oct '18

Jenis-Jenis Respimer Baby dan Cara Menggunakannya Jenis-Jenis Respimer Baby dan Cara Menggunakannya
21 Mar '19

Hal-Hal yang Saya Alami di Awal Kehamilan Pertama Hal-Hal yang Saya Alami di Awal Kehamilan Pertama
21 Mar '19

READ MORE

Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Babyo Review Babymoov Lovenest & Lovenest +

BRANDS  |  REVIEWS  |  09 Nov '18

Pada tahun 1994, American Academy of Pediatrics melaksanakan Back to Sleep Campaign untuk mendorong para orang tua menidurkan anaknya dengan posisi telentang. Langkah ini kemudian berhasil mengurangi kasus SIDS (sudden infant death syndrome) lebih dari 50% dan menyelamatkan hidup ribuan bayi. Namun, masalah baru mulai muncul, para ahli menemukan adanya kenaikan kasus Plagiocephaly (flat head syndrome) sebanyak 5 kali lipat setelah kampanye tersebut dilaksanakan.

Michael L. Cunningham, MD, PhD, kepala divisi Pengobatan Kraniofasial di Seattle Children’s Hospital, menjelaskan bahwa tidur telentang membuat bayi lebih jarang bergerak dibanding posisi tidur tengkurap. Tidur telentang membuat bagian kepala bayi menjadi tertekan dalam jangka waktu yang lama sehingga mereka lebih berisiko terkena flat head syndrome.

Melihat kondisi tersebut, seorang dokter anak asal Perancis Dr. Maidenberg mencari sebuah solusi yang sederhana sekaligus efektif untuk melawan wabah ­flat head syndrome. Ia kemudian memutuskan untuk bekerja sama dengan seorang fashion designer, Gina Diwan. Kolaborasi mereka kemudian menghasilkan Lovenest, sebuah bantal dengan cekungan khusus yang sesuai dengan bentuk tengkorak bayi. Desain seperti ini bertujuan untuk mengurangi tekanan pada kepala bayi sehingga akan mencegah flat head syndrome.

Tengkorak kepala bayi yang masih lunak dan mudah dibentuk membuat ia rentan terkena flat head syndrome. Untuk itu, kepalanya perlu ditopang dengan bantuan khusus, seperti desain ergonomis yang dimiliki bantal Lovenest.

Apa saja kelebihan Lovenest?

  • Secara efektif dapat mencegah flat head syndrome pada bayi.
  • Lubang dan cekungan pada bantal Lovenest akan mengurangi tekanan pada kepala bayi.
  • Isi Lovenest yang terbuat dari busa yang lembut dan breathable akan melancarkan ventilasi udara sehingga bayi tetap merasa nyaman dan sejuk selama tidur.
  • Permukaan bantal yang menggunakan cotton spandex akan terasa lembut ketika bersentuhan dengan kulit bayi.
  • Dapat digunakan di mana saja, seperti ranjang bayi, baby bouncers, stroller, bahkan car seats.
  • Dapat digunakan sejak lahir/newborn.

Selain Lovenest, Dr. Maidenberg juga menciptakan Lovenest +. Apabila Lovenest diperuntukkan bagi bayi newborn (usia 0) hingga 6 bulan, Lovenest + dibuat untuk bayi yang berusia 6 - 12 bulan. Selain itu, Lovenest + juga memiliki foam dan tekstur yang lebih keras, sehingga cocok digunakan oleh bayi yang berusia 6 bulan ke atas.

Fitur apa yang membedakan Lovenest & Lovenest +?

  • Lovenest + yang terbuat dari Coolmax® antibacterial fabric akan mencegah bayi berkeringat serta akan membuatnya tetap merasa sejuk. 
  • Fitur thermo-regulating Lovenest + dapat menyesuaikan dengan suhu tubuh bayi.
  • Memiliki ukuran yang lebih besar (sesuai dengan anak usia 6-12 bulan) sehingga dapat digunakan dalam jangka waktu yang lebih lama.
  • Bagian belakang bantal yang bersifat non-slip membuat Lovenest + aman digunakan pada ragam permukaan miring.

Avni Trivedi, seorang Osteopati Paediatrik di U.K. yang berpengalaman dalam menangani bayi dengan flat head syndrome, sangat merekomendasikan para orang tua untuk menggunakan Lovenest + karena desainnya yang mampu mengurangi tekanan pada tengkorak kepala bayi.

Informasi seputar produk

  • Berbeda dengan bantal bayi pada umumnya, Lovenest dan Lovenest + tidak akan membatasi gerakan bayi selama tidur.
  • Lovenest tersedia dalam 4 warna: Smokey (abu-abu), biru, putih, dan pink.

  • Lovenest + tersedia dalam 2 warna: Smokey (abu-abu) dan Mozaic (biru).

Tindakan pencegahan lebih baik dibanding jalur pengobatan dalam mengatasi flat head syndrome. Hal ini dikarenakan tengkorak bayi akan menjadi kokoh dan sulit dibentuk seiring pertumbuhannya. Jika terlambat diatasi, maka bayi akan memerlukan perawatan khusus seperti cranial orthotic therapy. Selama periode terapi, bayi akan menggunakan helm atau ikat kepala khusus 23 jam per hari. Terapi ini umumnya berlangsung selama 2 hingga 6 bulan tergantung dari kondisi kepala bayi sendiri.

Selain dapat mempengaruhi bentuk kepala, flat head syndrome juga bisa berdampak pada kemampuan penglihatan, pendengaran, kognitif, bahkan keterlambatan morotik. Oleh karena itu, pencegahan flat head syndrome penting untuk dilakukan sejak dini.

 

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist Editor.

 

Referensi: Tribunnews, BabyCenter, The Bump, Babymoov.

787 Babymoov Indonesia Send Message to Writer

Related Stories