Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Baby-O-Talk with Mom Freny Seputar Menyusui

MY STORY  |  01 Mar '18


Masih membahas seputar topik menyusui, kali ini Babyologist berkesempatan untuk berbincang bersama dengan Mom dari satu orang anak, yakni Freny Sugianto. Berikut adalah ringkasan dari wawancara Bersama Mom Freny mengenai masalah dan solusi menyusui berdasarkan pengalamannya:

  • Apakah Anda pernah mengalami keluhan seputar menyusui? 

    Ya, pada awal melahirkan, saya mencoba untuk memberikan ASI kepada Anak saya. Tetapi setelah mencoba untuk merangsang produksi ASI dengan mulut bayi saya, 2 hari kemudian saya menemukan adanya lecet di area payudara saya.

  • Bagaimana cara Mom mengatasi hal ini? 

    Saya mencoba untuk mengoleskan ASI pada daerah lecet dan menggunakan nipple cream. Nipple cream saya gunakan sebelum memberikan ASI dan formulanya aman dikonsumsi bayi. Kedua solusi ini memang terbukti dapat mengobati lecet namun luka lecet akan datang kembali saat saya melakukan direct breastfeeding. Luka lecet ini membuat saya merasa sakit dan malas untuk memberikan ASI kepada bayi saya. Maka untuk terhindar dari lecet, saya menggunakan metode pumping. Setelah mengenal metode ini saya sudah tidak pernah memberikan ASI lagi secara langsung. Saya dapat menyimpan ASI di botol dan terhindar dari lecet. Namun, orang tua harus jeli melihat alat pumping yang akan dibeli. Alat sebaiknya memiliki pengaturan suction (tenaga mengisap) agar kekuatan mesin dapat diatur sesuka kita.


  • Selain terhindar dari lecet, apa kelebihan dari alat pumping? 

    Saya merasa alat ini membantu saya menjadi lebih teratur. Saya dapat mengetahui berapa banyak anak saya minum dan saya dapat mendeteksi apakah ASI yang diminumnya sudah cukup atau masih kurang. Pumping saya lakukan setiap 2 – 3 jam sekali. Prosedur ini saya laksanakan secara teratur juga agar payudara tidak bengkak. Pumping juga membantu saya memproduksi jumlah ASI yang lebih banyak. Hasil pumping juga dapat disimpan di kulkas dan saya dapat memberikannya pada Bayi saya ketika berpergian. ASI yang dari kulkas akan saya hangatkan menggunakan bottle warmer sebelum saya berikan ke Anak saya. Metode ini juga membantu saya untuk tidak terus-menerus berada disamping bayi ketika ia menginginkan ASI.


  • Apakah Mom Freny masih harus mengatasi kendala lain dalam perihal menyusui? 

    Ya, bayi saya terkadang latch-on sangat lama (± 30 menit) ketika direct breastfeeding berlangsung. Sedangkan ketika saya menggunakan botol, ia hanya membutuhkan 5 menit. Lamanya proses direct breastfeeding berlangsung disebabkan karena aliran ASI yang masih harus terus dirangsang oleh bayi, apalagi karena bayi saya masih newborn di saat itu. Ketika bayi sudah besar, ia akan lebih mengerti cara mengisap ASI yang benar. Oleh sebab itu, edukasi yang disediakan rumah sakit juga menjadi faktor penting yang dapat membantu bayi belajar cara mengisap yang benar. Selain itu, metode direct breastfeeding membuat saya kesulitan untuk mengetahui apakah anak saya sudah merasa cukup atau tidak. Hal ini disebabkan karena saya tidak mengetahui seberapa banyak yang ia minum. Terkadang saya juga harus mengelus-elus dagunya agar dia lanjut meminum ASI.


  • Jadi bagaimana cara Mom mengatasi malasah kelamaan latch-on ini? 

    Saya menggunakan breast pumping. Selain ASI dapat disimpan dalam jangka waktu lama, saya dapat mempercepat Si Kecil ketika meminum ASI.


  • Apakah masih ada kendala lain yang Mom harus hadapi ketika menyusui? Dan bagaimana mengatasinya? 

    Saya mengalami kesulitan untuk memberikan ASI secara langsung di tempat umum. Masalah utamanya adalah tidak adanya tempat khusus untuk breastfeeding. Oleh karena itu, saya menggunakan nursing pad atau cover yang dapat menutupi saya di depan publik ketika sedang menyusui. Selanjutnya, saya juga harus menggunakan baju berkancing yang comfortable, dan mencari tempat yang jauh dari keramaian. Alternatif lain adalah saya membawa ASI hasil pumping yang sudah saya simpan di kulkas sebelumnya.

  • Masih adakah masalah lain yang Mom harus hadapi selama menyusui? Dan apa yang mesti Mom lakukan untuk mengatasinya? 

    Masalah utama saya sebenarnya direct breastfeeding. Hal ini menyebabkan kurang tidur, harus duduk dengan lama, dan membuat lelah. Ditambah lagi, Anak harus melalui proses burping dan saya kesulitan menerka kapan Si Kecil akan meminta ASI lagi.  Solusi utama yang sangat membantu ialah breast pumping, saya terhindar dari lecet, proses menyusui menjadi cepat dan gampang, dan saya tidak perlu repot-repot menstimulasi menggunakan bibir bayi. Saya hanya mencoba terus melakukan pemberian ASI langsung selama sebulan pertama, seterusnya saya menggunakan metode pumping. Tetapi, tanpa stimulasi dari bayi, produksi ASI menjadi turun.

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist Editor. 

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

1230 Babyologist Indonesia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Tips Pernikahan Selama Pandemi Covid19

Di masa pandemi ini, yuk Moms kita bangun hubungan yang semakin erat dengan suami dan si Kecil.

Pengalamanku Mengenal Babyo Hingga Redeem Point Pertama

Yuk Moms simak cerita dan pengamalan berikut ini.

Aku dan Babyologist

Apa sih Babyologist? Apa manfaatnya bergabung dengan Babyo? Yuk, simak pengalaman dari Mom Sasika berikut ini.

Beef Steak with Mashed Potato

Moms, ingin masakan bintang lima tetapi low budget? Coba masak sendiri Beef Steak with Mashed Potato dengan resep dari Mom Julia berikut ini.

Quality Time, Kunci Menjaga Hubungan

Siapa yang disini setuju kalau quality time adalah salah satu kunci kebahagiaan rumah tangga? Yuk simak yang berikut ini.

Redeem Point Pertamaku Di Babyologist: B.Box Insulated Food Jar

Setelah bergabung sejak bulan Juli 2019, akhirnya ngerasain juga redeem point pertama di Babyologist

Menikah dan Jadi Mama di Usia Muda, Bagamana?

Menikah muda dan menjadi ibu dalam usia yang masih muda? Yuk simak cerita Mom Risny berikut ini

Ketika Suamiku Cemburu dengan si Kecil

Mengurus newborn memang tidak ada habisnya ya Moms, seperti main tamagotchi, tapi tidak bisa di-pause.

Dilema Ketika Anak First Molar

Apakah si Kecil sedang mengalami first molar juga Moms? Yuk, simak beberapa cara mom Ulan mengatasinya!

Rahim Turun Setelah Melahirkan? Kok Bisa?

Rahim turun atau disebut prolapsus uteri adalah kondisi dimana rahim tidak pada tempatnya. Bagaimana cara mengatasinya?

Kolak Pisang Ubi (18 M+)

Kebetulan hari ini hujan, pengen ngemil yang hangat-hangat. Langsung saja bikin kolak pisang dan ubi Moms!

Nasi Goreng Tomat (18M+)

Rata-rata anak kecil pasti suka nasi goreng. Yuk, variasikan masakan nasi goreng Moms! Salah satunya nasi goreng tomat.

Sudah Waktunya Me Time Lho Moms

Kapan terakhir kali mommy punya waktu untuk me time? Berikut ini ada beberapa tips me time yang bisa moms lakukan

Tips ME TIME ala Working Mom

Saya ibu pekerja yang memiliki anak hiperaktif. Kadang membuat saya lelah, mood berubah & selalu ingin marah.

Redeem Point Babyologist Pertamaku

Saya tahu Babyologist sudah lama, waktu itu memang hanya melihat-lihat informasi di Instagramnya saja.

Pengalamanku Pertama Kali Mengikuti Babyo Session

Bagaimana pengalaman Mom Ngel Zhuang ketika mengikuti acara babyo session untuk yang pertama kalinya?

New Mom

Sebagai new Mom, jangan lupa untuk mencari informasi tentang berbagai hal mengenai kehamilan dan menyusui ya!

Me Timeku Dengan Babyologist

Semenjak berkenalan dengan babyologist, saya sudah dibuat jatuh cinta

Pengalamanku Mengajak Deana Toilet Training

Awal saya mencoba toilet training pada Deana itu saat usianya 20 bulan.

Kegalauan Launching Debay

Yang di galauin bukan takut dioperasi atau sakitnya, tapi ASInya keluar gak nanti abis lahiran? Sama gak Moms?