Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Baby-O-Talk With Mom Adhitya Seputar Stimulasi Kandungan

MY STORY  |  03 Apr '18


Membahas mengenai stimulasi, kali ini Babyologist bertanya-tanya kepada Adhitya Putri, yang sedang mengandung anak pertamanya. Seperti apa stimulasi yang diberikan terhadap kandungannya? Berikut adalah hasil wawancara bersama Mom Adhitya:

  • Selama masa kehamilan, stimulasi apa saja yang sudah pernah Mom berikan kepada kandungan? 
    Salah satu stimulasi yang saya berikan ke anak adalah membacakan surat cinta. Saya suka bercerita bagaimana ia dicintai dan dinanti. Saya lebih banyak memperdengarkannya cerita religi dibandingkan dengan musik klasik. Interaksi yang saya lakukan juga meliputi berbicara dengannya. Ketika dia bergerak saya bertanya dia lagi ngapain dan kemudian saya mengajaknya ngobrol. Saya juga tak lupa minta maaf ketika sedang lelah atau telat makan. 
    Untuk sehari-hari intinya saya sangat menjaga mata dan telinga dari hal yang buruk. Karena apa yang saya dengar dan lihat tentu akan mempengaruhi emosi saya dan anak di dalam kandungan. Saya menjauhi film-film horror, lagu metal, dan tontonan berita TV yang meresahkan. Saya lebih suka mendengar lagu upbeat, menonton film kartun yang seru atau yang memiliki moral positif, juga lebih banyak membaca hal-hal yang menimbulkan semangat dan menambah ilmu.

  • Mengapa Mom memilih untuk memberikan stimulasi? Dan apakah ada respon atau perubahan yang terjadi ketika stimulasi itu dilakukan terhadap Si Kecil? 
    Sebenarnya proses kehamilan itu berarti proses ibu dan anak, dan bukan hanya sebatas pembentukan anak saja. Seorang ibu juga dituntut untuk bisa jadi lebih peka dalam mendengarkan, sabar, memahami kebutuhan anak, mengasah intuisi melindungi, dan tidak egois (memberikan waktu, perhatian, dan nutrisi yang cukup). Stimulasi membantu saya belajar semua hal tersebut dan saya selalu berusaha untuk melibatkan bayi dalam berbagai aktivitas kehamilan. 
    Menurut saya kerjasama dan kepercayaan antara ibu dan janin memang perlu dibangun. Karena stimulasi yang saya berikan, ia menjadi tidak rewel. Dia juga tidak sulit untuk diajak duduk dengan posisi yang sama dalam jangka waktu lama, padahal biasanya akan terjadi kontraksi kalau saya tidak setengah berbaring. Ketika saya ada pekerjaan dari jam 6 pagi hingga 12 malam (dimana saya hanya berisritahat sebentar di siang hari dan sedikit di malam hari), saya tidak merasa sakit ataupun kecapekan meski sedang hamil. Saya yakin hal itu terjadi berkat janin yang sudah bisa diajak kompromi, dan tentunya hal itu dimulai dari stimulasi yang diberikan.


  • Pada saat janin di usia keberapa Mom memberikannya stimulasi? Dan di tempat seperti apa Mom melaksanakan stimulasinya? 
    Sebetulnya sebelum memasuki usia 4 bulan saya menganggapnya sebagai sahabat dan teman curhat saya. Komunikasi yang terjalin awalnya hanya dalam suasana kebatinan saja. Namun, bicara verbal baru saya laksanakan ketika usia kandungan menginjak 4 bulan. Untuk tempat, sebetulnya bisa di mana saja, kapanpun dia bergerak saya pasti refleks merespon. Tetapi, ketika saya yang mulai mengajaknya bicara duluan, biasanya sih di tempat-tempat yang private dan sunyi. Saya mempelajari bahwa bayi saya cenderung aktif bergerak kalau sunyi dan ketika saya sedang tidak sibuk.

  • Jika kedepannya Mom akan mengandung lagi, apakah Mom akan memberikan stimulasi serupa? Mengapa? 
    Kalau dikasih kesempatan hamil lagi, pastinya tetap pengen memberikan stimulasi, tapi akan saya lakukan dengan lebih baik. Ada masa di mana saya suka merasa terlalu sibuk dan seolah lupa mengajak Si Kecil ngobrol. Maka, jika ada kesempatan kedua, saya pengennya lebih bisa mengontrol emosi dan menjaga mood yang baik di waktu hamil.

  • Apakah Mom akan tetap melakukan stimulasi ini jika Si Kecil sudah lahir? Mengapa begitu? Dan apakah Mom menyarankan kegiatan ini untuk dilakukan oleh Moms lainnya? Menapa? 
    Iya, saya akan tambahkan pelekatan dengan anak melalui tatapan, bisikan, serta secara intens memotivasinya setiap saat sampai ia besar. Saya berharap Mom lainnya juga bisa menyadari golden era ini agar tidak ketinggalan terlibat aktif dalam masa tumbuh kembang anak. Perlu diingat bahwa masa tersebut akan menajdi fondasi untuk dirinya di kemudian hari nanti.

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist Editor.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

2492 Babyologist Indonesia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Lahiran Normal vs Sesar

Apa perbedaan melahirkan dengan normal dan sesar? Yuk simak pengalaman Mom Jenny

Ibu Menyusui Sering Haus, Mengapa Begitu?

Saat menyusui Moms sering mengalami haus yang berlebihan. Wajarkah hal ini terjadi? Mari temukan jawabannya berikut ini.

Mastitis-Abses Sembuh Tanpa Obat Kimia

Apakah Moms adalah penderita mastisis? Moms, yuk simak pengalaman Mom Riri berikut dalam mengatasi mastitis yang Ia alami.

Babyo Talk with Mom Jovanzka Mengenai Kehamilan dan Baby Blues

Yuk simak cerita dari Mom Jovanzka seputar kehamilan dan baby blues serta bagaimana ia mengatasinya.

Manfaat Bertelanjang Kaki Pada Bayi

Tahukah Moms, Si Kecil dibiasakan bertelanjang kaki jauh lebih baik daripada beralas kaki, Kenapa?

Baby-O-Talk With Doctor and Mom, Nurul Hidayati

Apa rahasia Mom sekaligus Dokter Nurul menjalani kehidupannya sebagai ibu dan juga dokter umum? Bagaimana cara beliau membagi waktu? Yuk, simak [...]

Baby-O-Talk With Working Mom, Michelle Gouw

Menjadi seorang ibu adalah tanggung jawab yang besar apalagi di iringi dengan bekerja. Yuk, simak cerita dari Mom Michelle Gouw berikut ini.

Baby-O-Talk With Mom Tita Seputar Pengalaman Menjadi Seorang Ibu

Mom adalah pekerjaan yang tidak mudah, mari kita simak pengalaman Mom Tita menjadi seorang ibu.

Babyo Talk With Mom Jessica Forrester Seputar Stimulasi Kandungan

Stimulasi ternyata juga penting bagi ibu yang sedang hamil. Yuk Moms, mari kita simak pendapat Mom Jessica Forrester mengenai Stimulasi berikut ini.

Tips Menghadapi Gender Disappointment

Pernahkah Anda mengalami kekecewaan karena jenis kelamin janin tidak sesuai dengan yang diharapkan? Yuk, simak pengalaman Mom Sylvia berikut ini.

Baby-O-Talk with Mom Gisel Seputar Vaksin

Vaksinasi ternyata juga penting bagi ibu yang akan hamil. Yuk Moms, mari kita simak pendapat Mom Gisel mengenai vaksin!

Baby-O-Talk with Mom Silvia Seputar Vaksin

Vaksinasi ternyata juga penting bagi ibu yang akan hamil. Yuk Moms, mari kita simak pendapat Mom Silvia mengenai vaksin! Yuk, disimak.

Baby-O-Talk with Mom Lina Seputar Menyusui

Pembahasan mengenai menyusui tidak ada habisnya. Kali ini, Babyologist bertanya-tanya kepada Mom Lina seputar menyusui.

Mama Takut Menyusui Anak?

Bayi tidak bisa menyusu? Emang ada? Ini yang dialami oleh Mom Marlisa dan Baby Eegan. Mari simak ceritanya berikut ini.

Jaga Sendiri or Pakai Suster?

Mom Michelle Gouw berbagi cerita dan suka duka selama masa kehamilan dan merawat bayi dengan bantuan suster. Yuk simak bersama.

Kenapa Anak Mimisan?

Kenapa anak bisa mimisan? Apa yang sebaiknya dilakukan ketika anak mimisan? Berikut pengalaman dari Mom Sherlly.

Strawberry Hemangioma Awareness

Strawberry Hemangioma? Apa itu? Apa yang harus dilakukan untuk mengatasi hemangioma? Mari simak cerita dari Mom Tita.

Baking Bersama Kathleen

Baking bersama di dapur bisa menjadi kegiatan yang educative dan fun loh Moms! Yuk simak cerita Mom Sarah berikut ini.

Steps to Recovery After Miscarriage

Bagi pasangan yang mengharapkan seorang anak, keguguran merupakan kesedihan yang sangat mendalam. Berikut cerita dari Mom Ricka.

Hamil 9 Bulan Cuma Naik 10kg Normalkah?

Apakah ibu hamil harus identik dengan gemuk? Bagaimana dengan ibu hamil yang hanya mengalami sedikit kenaikan berat badan?