Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Baby Blues yang Terjadi pada Suamiku

MY STORY  |  OTHERS  |  24 Sep '19


Saat si Kecil lahir, tentu saya banyak sekali melihat perubahan dalam diri suami. Sedikit informasi, suami saya orang seberang. Tetapi sejak dari sekolah menengah atas dia sudah merantau ke Jakarta. Katanya anak rantau itu jauh lebih mandiri, lebih harus bertanggung jawab atas dirinya sendiri. Namun banyak yang bilang karena sudah terbiasa hidup sendiri, bisa menjadi pribadi yang lebih egois. Hmm tetapi bagi saya pernyataan itu salah, sejak awal mengenalnya 5 tahun lalu, dia justru jauh lebih sabar. Yap setelah menikah, tak lama Allah menitipkan buah hati kepada kami, rasanya bahagia sekali.

Sampai suatu ketika si Kecil lahir, rasa haru menyelimuti hari-hari keluarga kecil kami. Seperti yang saya sudah ceritakan di artikel sebelumnya, si Kecil terlahir dengan berat badan rendah dan harus berada di ruang NICU. Sudah pasti saya sebagai ibu rasanya sangat patah hati sekali. Tak sanggup membayangkan jarum infus menusuk badan si Kecil. Selama si Kecil di NICU, saya tidak berhenti menangis di pelukan suami. Ya, saat itu mungkin suami terlihat lebih tegar, lebih sabar. Tapi pernah di hari kedua anak saya di NICU, suami saya harus ke bagian keuangan RS untuk mengurus admin perawatan si Kecil. Saya yang pada saat itu juga masih dalam masa pemulihan, menunggu suami sangat lama sekali. Handphonenya pun tak ada jawaban. Mungkin ada setengah hari ia tak kunjung menemui saya.

Rasa khawatir menyelimuti hati saya saat itu. Akhirnya tepat setelah ashar suami pun menemui saya, terlihat matanya memerah agak sedikit sembab. Keringat penuh di keningnya. Saya bertanya "kamu dari mana?" Dia bilang habis mencari botol susu buat adek. Saya tanya lagi kenapa lama? Dia hanya diam dan langsung bilang ingin tidur sebentar. Karena suami terlihat sangat lelah, akhirnya saya pun membiarkan ia tidur. Ia pun tidur dengan lelap sekali, seperti ada beban yang berat yang ia pikul. Setelah bangun pun dia malah sibuk mengurusi saya, menyuapi saya, membantu saya mandi dll. Dan setelah malam tiba tepat di jam 23.00 saya melihat suami seperti sedang menangis selesai sholat. Saya tanya dia kenapa, tetapi suami tetap bungkam. Dia hanya memeluk saya seraya berkata "aku gpp, kamu jangan mikirin apa-apa ya, jangan stres biar ASInya banyak."

Karena masih ada yang mengganjal, saya pun akhirnya memaksa suami saya bilang kenapa dia nangis. Suami saat itu langsung memeluk saya, tangisnya pecah. Dia bilang "begini ya rasanya jadi orang tua, apa pun dilakukan demi anak." Refleks saya langsung bertanya, biaya perawatan mahal ya? Saat itu saya dan suami memang belum mengurus BPJS si Kecil, dan di RS itu BPJS memang masih dalam proses. Lagi-lagi suami langsung bilang "enggak mahal kok, udah soal finansial ini urusan aku. Kamu jangan mikirin apa-apa. Kamu fokus aja ke kesehatan kamu supaya ASI lancar."

Iya memang seperti rasa lelah, sakitnya pasca persalinan, Ibulah yang memang paling terlihat saat mengalami baby blues. Namun tanpa sadar ternyata suami pun mengalaminya, bahkan ternyata ia lebih dulu mengalaminya. ia takut gagal menjadi ayah, takut tidak bisa mencukupi dari segi finansial, takut anak istrinya kekurangan, takut mengecewakan orang tua serta mertuanya. Dari sini saya dan suami langsung belajar muhasabah diri. Mengontrol emosi dan harus bersikap tenang serta tetap berikhtiar tentunya. Oh iya Moms saat kejadian yang kami alami, kami memang tidak pernah menceritakan kesulitan kami kepada orang tua masing-masing. Dan Alhamdulillah, semua berjalan lancar, saya dan suami pun menjadi lebih mengerti betapa sulitnya menjadi orang tua.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

212 Lutfia Hayati Nufus

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Manfaat Air Purifier untuk Pencegahan Virus

Partikel udara kotor ternyata dapat mempercepat penyebaran virus. Air purifier efektif untuk membantu menghilangkan partikel udara kotor.

Waspadai Banjir Bersama si Kecil Saat Musim Hujan

Salah satu masalah besar yang tidak bisa dihindari saat musim hujan adalah bencana banjir.

Tidak Hanya Melembabkan Udara, Berikut Manfaat Humidifier Lainnya

Humidifier tidak hanya berguna untuk melembapkan udara lho Moms, masih banyak manfaat yang bisa didapat dari humidifier

Pentingnya Mengatur Kelembapan Ruangan

Udara yang panas dan penggunaan AC yang sering menyebabkan kulit kering. Maka dari itu Moms perlu alat yang satu ini

Perlukah Air Humidifier untuk si Kecil?

Apa saja sih manfaat yang dapat dirasakan setelah menggunakan air humidifier bagi kesehatan si Kecil dan keluarga?

Ruangan Ber-AC Membuat Kulit Kering? Yuk Moms Pakai Humidifier!

Penggunaan AC setiap hari bisa membuat kulit kering, tapi tenang Moms ada solusinya untuk mengatasi kulit kering

Tidak Hanya Ibu, Ternyata Ayah Juga Rentan Mengalami Baby Blues

Baby blues yang biasa kita tau dapat menyerang seorang Ibu baru, tapi ternyata suami saya juga mengalaminya

Suami Jadi Tak Humoris? Jangan-Jangan Baby Blues

Baby blues selalu menjadi perbincangan hangat di dunia parenting dan ternyata suami juga berpotensi mengalaminya lho

Syndrome Baby Blues yang Dialami oleh Suamiku

Baby blues pada ayah berbeda dengan baby blues yang terjadi pada ibu akibat perubahan hormon pada wanita.

Ketika Suami Baby Blues, Ini Cara Saya Menanganinya

Aku ingin berbagi pengalaman tentang bagaimana awal suamiku terkena baby blues dan bagaimana aku menyikapinya.

Cerita Syndrom Baby Blues yang Menimpa Suamiku

Lain anak, lain cerita. Saat anak kedua kami lahir, justru suami sayalah yang mengalami sindrom baby blues.

Baby Blues yang Dialami Ayah saat Kelahiran Anak Keduaku

Halo moms, sedikit cerita, saya ibu dari dua orang anak dimana umur saya dan suami berbeda 4 tahun.

Mengalami Baby Blues secara Bersamaan, Aku dan Suamiku Menjadi Semakin Mesra

Setelah menikah, saya memilih meninggalkan comfort zone saya di rumah orangtua, untuk ikut dengan suami

Waspada Pre-Baby Blues pada Suami!

Sepuluh tahun saya berpacaran dan akhirnya sampai di jenjang pernikahan.

Tipsku agar Daddy Blues Tidak Berujung Depresi

Memiliki anak adalah life changing moment bagi para pasangan. Mereka memiliki title baru, sebagai "orang tua".

Aku Tidak Baik-baik Saja

Ada perasaan takut ketika aku hanya sendirian di rumah bersama bayiku. Bayiku berusia dua minggu saat itu.

Mari Kita Pahami Kondisi Psikis Ibu yang Baru saja Melahirkan

Menjadi seorang Ibu merupakan suatu hal yang menurut saya ajaib

Pengalaman Baby Blues Dan Beberapa Faktor Penyebabnya

Baby blues pernah dirasakan sebagian besar ibu. Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan baby blues

Cemburu Sama Anak Akibat Baby Blues

Sempurna: lahiran normal, pembukaan cepat, ASI lancar, keluarga besar siap membantu, tapi tetap alami baby blues?

Takut Mencari Informasi Karena Baby Blues

Saya pun tersadar mencari informasi itu penting, membantu saya menemukan solusi dan tidak panik dalam mengurus newborn