Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Baby Blues Syndrome VS Postpartum Depression

OTHERS  |  24 Dec '18


Memiliki seorang buah hati menghadirkan beragam emosi yang ada, mulai dari bahagia, terharu, perasaan bersyukur, bahkan ada pula perasaan takut dan bersalah. Hal ini umum terjadi, apalagi bila Moms merupakan seorang new Mom yang belum memiliki pengalaman dalam mengurus baby.

Perasaan takut dan bersalah ini selanjutnya dapat berkembang menjadi suatu keadaan depresi dan tidak jarang ada juga yang langsung merasakan depresi sesaat setelah bayi baru lahir. Keadaan inilah yang selanjutnya disebut sebagai baby blues syndrome atau postpartum depression.

Tahukah Moms bahwa ternyata baby blues syndrome berbeda dengan postpartum depression?

Baby blues ini biasanya bertahan selama beberapa hari dan menetap hingga 1 atau 2 minggu saja. Gejala yang ditimbulkan juga tidak se-ekstrim pada post partum depression. Adapun gejalanya hanya sebatas mood swing, mudah marah, mudah menangis, kurangnya konsentrasi, hingga menurunnya nafsu makan dan sulit tidur.

Berbeda halnya dengan baby blues, postpartum depression memiliki gejala yang lebih intens dan bertahan lebih lama. Selain itu, postpartum depression ini juga menyebabkan seorang ibu menjadi kesulitan dalam mengurus babynya juga bahkan dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Perubahan mood yang terjadi juga cenderung lebih ekstrim dan memiliki kecenderungan untuk bersedih dan mendalami perasaan sedih tersebut lebih dalam.

Pada postpartum depression, biasanya seorang ibu mengalami kesulitan untuk bonding dengan sang anak yang di kemudian hari bisa membuatnya menjadi lebih depresi. Dan tidak hanya dengan bayinya saja, ibu yang mengalami hal ini juga cenderung untuk menjauh dari lingkungannya dan bahkan keluarganya sendiri.

Gejala hilangnya nafsu makan pun lebih berat sehingga sang ibu cenderung mengalami penurunan berat badan yang cukup drastis hingga gejala insomnia berat. Last but not least, ibu yang memiliki postpartum depression bisa juga memiliki pemikiran untuk menyakiti dirinya ataupun anaknya.

Apabila berlangsung lebih lama serta tidak terobati ataupun perasaannya tidak terfasilitasi bisa menyebabkan adanya pemikiran untuk suicide. Apabila sudah memiliki pemikiran seperti ini maka depresi ini tergolong menjadi depresi berat.

Dear family, please support your Mom. And to you Moms, don't lose yourself if you get post partum depression. Remember your family are waiting for you.

Semoga bermanfaat.

By: Editha Aldillasari

Copyright by Babyologist

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

612 Editha Aldillasari

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Yuk Main Permainan Tradisional!

Daripada liburan si Kecil hanya bermain gadget, lebih baik ajarkan permainan berikut ini Moms

Langkah Cegah Kecelakaan Saat si Kecil Mandi

Yuk jadikan kamar mandi tempat yang aman untuk si Kecil dengan beberapa tips berikut ini

Tips Playdate Tanpa Ribet

Ingin playdate dengan si Kecil tapi tidak mau ribet? Yuk simak tips berikut ini

When I Grow Old

Semakin bertambah tua, setiap manusia akan kembali mengulangi kebiasaan yang dilakukan saat masih anak-anak.

Tips Memulai Toilet Training

Berikut adalah beberapa hal yang perlu Moms perhatikan ketika hendak memulai toilet training pada si Kecil.

Tips Mencegah Bunga Es pada Kulkas/Freezer

Jengkel ya Moms di kulkas kita muncul bunga es? Yuk simak tips mencegahnya berikut ini

Aturan Menjenguk Bayi Baru Lahir

Ternyata menjenguk bayi baru lahir itu ada aturannya loh Moms. Apa saja aturan tersebut?