Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Baby Blues Bukan Candaan, Tapi Nightmare bagi Seorang Ibu

MY STORY  |  OTHERS  |  02 Sep '19


Pekerjaan yang paling berat, namun tidak ada sekolah formal untuk hal tersebut, adalah menjadi seorang Ibu. Ya, seseorang yang mulai menjaga, melindungi bahkan mendidik anak sejak dalam kandungan. Hingga akhirnya anak siap dilahirkan, dalam sosok bayi mungil hingga ia dewasa pun, peran ibulah yang terbesar dalam kehidupan mereka.

Ketidaktahuan akan kondisi baru yang dihadapi, membuat perasaan ibu yang baru melahirkan sangat sensitif. Maka apabila dihadapi dengan kritik yang tajam, atau ucapan-ucapan tak mengenakkan lainnya sering kali ibu yang baru melahirkan akan mengalami baby blues.

Apa sebenarnya baby blues?

Saya sendiri awalnya tidak pernah mencari tahu tentang baby blues padahal sudah beberapa kali mendengar istilah ini. Pasca kelahiran anak pertama (Zayan), istilah ini pernah muncul beberapa kali namun tak pernah saya cari tahu lebih dalam dan terlewat begitu saja. Justru keadaan yang berbeda melanda saat saya melahirkan anak kedua (Dara). Memang ada perasaan khawatir saat awal akan melahirkan anak kedua, kekahawatiran saya ini bermula ketika memikirkan apakah nanti Zayan dapat kooperatif ketika saya harus membagi waktu untuk mengurus adiknya kelak.

Saya yang selama ini mengurus semua keperluan suami dan Zayan seorang diri, memaksakan mati-matian bahwa saya bisa mengurus semuanya sendiri meskipun adiknya telah lahir. Saya tanpa sadar mem-push diri saya yang sudah ngos-ngosan untuk bertempur setiap hari nonstop ditengah pergelutan kakak adik yang minta diperhatikan lebih dan seperti tak ada jedanya. Ketika ritme hidup yang tiba-tiba berubah, kemudian menerima input-input dari luar yang harus begini, harus begitu, lalu secara tak sadar ingin begini ingin begitu yang diluar kemampuan, membuat saya menjalani hari-hari bagai petarungan tak berujung.

Hingga tanpa saya sadari, saya tak lagi berbicara dengan suami, saya juga tidak pernah meminta bantuan kepadanya, saya bagaikan robot yang melakukan semua rutinitas dalam keadaan hati hampa. Terasa ada lobang besar di hati saya saat itu. Kemudian sesuatu semakin buruk ketika Zayan mulai tantrum dan dara tak henti menangis. Dalam kondisi itu, saya seperti mencapai limit dan tak merespon apa-apa dari tangisan keduanya. Saya hanya diam memandangi mereka bergantian. Dan entah bagaimana hari-hari berlanjut, dan setiap suami kerja saya akan menangis bersama tangisan Dara ataupun rengekan Zayan.

Yang saya rasakan saat itu adalah saya tidak berdaya. Saya kecewa kenapa saya tidak bisa cukup untuk keduanya. Saya mengutuk keadaan kenapa mereka harus merengek disaat yang bersamaan. Dan saya kecewa kenapa Zayan , yang padahal saat itu usianya baru 2,5 tahun tidak mengerti bahwa Bundanya tengah menenangkan adiknya. Zayan sedih kenapa saya tidak bisa seperti orang-orang diluar sana, yang bisa mengasuh anak dengan jarak umur yang dekat, dan semua tampak indah. Sementara bagi saya semua kacau, kompleks, berantakan, sulit  dan saya hanya ada satu, tidak ada cadangan. 

Lambat laun saya menyadari, ada yang salah dengan diri saya. Saya harus mencari pertolongan. Ketika akhirnya hal yang bisa saya ajak bicara saat itu adalah ponsel, sayapun mencari jawaban disana. Hingga akhirnya saya menemukan kontak admin salah satu grup pendukung ibu menyusui di kota saya tinggal. Bagai titik cahaya ditengah kegelapan, curhatan saya mengalir begitu saja kepada beliau. Dan akhirnya saya menyadari, oh ini baby blues. Ya saat ini saya mengalami hal yang pernah saya baca dulu sekali. Perasaan mellow campur aduk, perasaan tak nyaman dan tak mengenakkan yang membuat saya sedikit tak memperhatikan bayi, diri sendiri dan lingkungan.

Perlahan akhirnya saya mulai membuka diri. Saya berbicara dengan suami saya, dan berakhir menangis dipelukannya. Saya mengutarakan rasa, kebutuhan, dan ketakberdayaan saya kepada suami, sesuatu yang selama ini saya tahan, sesuatu yang saya anggap saya bisa sendiri. Keadaan berangsur membaik, kami menjadi lebih kompak dalam mengurus keduanya, dan semuanya terasa mudah. Psikis saya menjadi lebih tenang, dan ketika menghadapi omongan ataupun kritikan yang tak mengenakkan, saya dan suami sudah memiliki pandangan yang kami sepakati bersama, dan itu sangat membantu saya untuk tidak terbawa perasaan alias baper.

Tak ada yang salah dengan opini orang lain soal cara kita mengurus anak. Tak pula kita salah jika cara kita berbeda dengan orang lain. Karena kondisi dan kemampuan setiap orang tua berbeda, selagi tidak membahayakan dan merugikan anak, berdamai dan berkompromi adalah salah satu cara agar tidak ada pihak yang terluka dalam membesarkan anak yang kita harapkan akan selalu bahagia.

Karena baby blues bukan lelucon, bukan candaan, bukan sesuatu yanh dibuat-buat. Kita sebagai sesama ibu, sudah menjadi tugas kita pula untuk menjaga perasaan ibu yang baru melahirkan. Kita tidak pernah tau apa yang mereka alami. Kita tidak tau kesulitan apa yang mereka hadapi. Daripada hanya mendikte dan menjudge cara orang lain, menjadi seseorang yang memberi support atau menjadi pendengar yang baik, sangat berarti bagi para ibu yang baru melahirkan. 
 

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

322 Oci Rosiana

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Manfaat Air Purifier untuk Pencegahan Virus

Partikel udara kotor ternyata dapat mempercepat penyebaran virus. Air purifier efektif untuk membantu menghilangkan partikel udara kotor.

Waspadai Banjir Bersama si Kecil Saat Musim Hujan

Salah satu masalah besar yang tidak bisa dihindari saat musim hujan adalah bencana banjir.

Tidak Hanya Melembabkan Udara, Berikut Manfaat Humidifier Lainnya

Humidifier tidak hanya berguna untuk melembapkan udara lho Moms, masih banyak manfaat yang bisa didapat dari humidifier

Pentingnya Mengatur Kelembapan Ruangan

Udara yang panas dan penggunaan AC yang sering menyebabkan kulit kering. Maka dari itu Moms perlu alat yang satu ini

Perlukah Air Humidifier untuk si Kecil?

Apa saja sih manfaat yang dapat dirasakan setelah menggunakan air humidifier bagi kesehatan si Kecil dan keluarga?

Ruangan Ber-AC Membuat Kulit Kering? Yuk Moms Pakai Humidifier!

Penggunaan AC setiap hari bisa membuat kulit kering, tapi tenang Moms ada solusinya untuk mengatasi kulit kering

Tidak Hanya Ibu, Ternyata Ayah Juga Rentan Mengalami Baby Blues

Baby blues yang biasa kita tau dapat menyerang seorang Ibu baru, tapi ternyata suami saya juga mengalaminya

Suami Jadi Tak Humoris? Jangan-Jangan Baby Blues

Baby blues selalu menjadi perbincangan hangat di dunia parenting dan ternyata suami juga berpotensi mengalaminya lho

Syndrome Baby Blues yang Dialami oleh Suamiku

Baby blues pada ayah berbeda dengan baby blues yang terjadi pada ibu akibat perubahan hormon pada wanita.

Baby Blues yang Terjadi pada Suamiku

Saat si Kecil lahir, tentu saya banyak sekali melihat perubahan yang terjadi dalam diri suami saya.

Ketika Suami Baby Blues, Ini Cara Saya Menanganinya

Aku ingin berbagi pengalaman tentang bagaimana awal suamiku terkena baby blues dan bagaimana aku menyikapinya.

Cerita Syndrom Baby Blues yang Menimpa Suamiku

Lain anak, lain cerita. Saat anak kedua kami lahir, justru suami sayalah yang mengalami sindrom baby blues.

Baby Blues yang Dialami Ayah saat Kelahiran Anak Keduaku

Halo moms, sedikit cerita, saya ibu dari dua orang anak dimana umur saya dan suami berbeda 4 tahun.

Mengalami Baby Blues secara Bersamaan, Aku dan Suamiku Menjadi Semakin Mesra

Setelah menikah, saya memilih meninggalkan comfort zone saya di rumah orangtua, untuk ikut dengan suami

Waspada Pre-Baby Blues pada Suami!

Sepuluh tahun saya berpacaran dan akhirnya sampai di jenjang pernikahan.

Tipsku agar Daddy Blues Tidak Berujung Depresi

Memiliki anak adalah life changing moment bagi para pasangan. Mereka memiliki title baru, sebagai "orang tua".

Aku Tidak Baik-baik Saja

Ada perasaan takut ketika aku hanya sendirian di rumah bersama bayiku. Bayiku berusia dua minggu saat itu.

Mari Kita Pahami Kondisi Psikis Ibu yang Baru saja Melahirkan

Menjadi seorang Ibu merupakan suatu hal yang menurut saya ajaib

Pengalaman Baby Blues Dan Beberapa Faktor Penyebabnya

Baby blues pernah dirasakan sebagian besar ibu. Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan baby blues

Cemburu Sama Anak Akibat Baby Blues

Sempurna: lahiran normal, pembukaan cepat, ASI lancar, keluarga besar siap membantu, tapi tetap alami baby blues?