Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Baby Blues Bisa Diminimalisir dengan Support Keluarga

MY STORY  |  OTHERS  |  06 Sep '19


Menjadi ibu baru bukanlah hal yang mudah, dengan rutinitas baru mengalami drama menyusui, lelah, begadang, perlu waktu untuk dapat adaptasi dengan keadaan.

Awal kelahiran anakku, selama 3 hari saya dan suami sama sekali tidak tidur. Karena jujur pada awalnya sulit melakukan pelekatan menyusui. Sakit, perih, ngilu, bercampur rasanya saat mulut bayi menempel pada payudara. Dan ritme menyusui yang cenderung sering dan lama. Membuat saya tidak bisa beristirahat. Apalagi proses penyembuhan pasca operasi SC yang sakitnya tidak langsung hilang seketika.

Rasanya ketika teman dan kerabat menjenguk, dalam hati ingin berkata "capek, ingin tiduuuuuuur". 

Apalagi ketika mulai muncul ocehan mitos yang tidak masuk akal, atau sekedar basa basi yang tidak tepat untuk dikatakan kepada ibu baru.

Padahal kenal saja tidak, tapi kadang tetangga atau saudara jauh membahas hal yang tidak seharusnya.

Beruntung, saya memiliki suami yang sangat pengertian. Saat itu, mertua yang tak punya satu pun kekurangan di mata saya pun bisa membuat saya menangis. Saya sensitif, tersinggung ketika mama mertua berkata: ASInya kok sedikit ya.

Hancur rasanya ketika dibalik itu saya berjuang untuk bisa menyusui dan mencoba terus pumping. Kok mama tega ngomong gitu, saya bisa menyusui anak saya. Hanya saja butuh proses untuk memperbanyak produksi ASI.

Suami terus support dengan membiarkan saya istirahat, hanya boleh makan, tidur dan menyusui. Urusan mandi anak, ganti popok, berjemur, semua suami yang mengerjakan. Beruntung, suami diizinkan cuti 2 minggu oleh atasannya.

Mertua selalu menyiapkan makanan lengkap dan bergizi untuk saya, membiarkan saya bangun siang, tidak pernah menuntut, 1 bulan berlalu saya tinggal di rumah mertua. Dengan 1 kalimat yang mertua saya ucapkan, seakan menutup semua kebaikan yang mertua saya lakukan.

Saya pun sadar, saya dikelilingi keluarga besar yang sangat menyayangi dan memanjakan saya. Mungkin saat itu mertua saya tidak bermaksud menyinggung, mungkin saya yang terlalu sensitif.

Maaf ya ma, kalo saat itu aku gak sopan, suudzon, sensitif. Mama baik banget, baik baik baik. 

Untuk segala ucapan jahat dari orang lain yang bahkan bukan keluarga. Akhirnya saya buang jauh-jauh. Siapa kamu, beraninya membuat saya sedih. Saya tidak mau terpengaruh.

Sebulan saya berdamai dengan keadaan, saya bahagia dengan proses ini. Bahagia bersama anak, suami dan keluarga tersayang.

Lelah, stress, clue-less, bingung, sensitif, hilang seutuhnya.

Menjadi ibu baru tidak mudah, makan yang banyak, gunakan waktu untuk beristirahat selagi ada kesempatan, minta bantuan jika merasa tidak mampu, minta support dan siapa pun, jangan menghakimi ibu baru ya :)

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

133 Annisa Afiani

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Manfaat Air Purifier untuk Pencegahan Virus

Partikel udara kotor ternyata dapat mempercepat penyebaran virus. Air purifier efektif untuk membantu menghilangkan partikel udara kotor.

Waspadai Banjir Bersama si Kecil Saat Musim Hujan

Salah satu masalah besar yang tidak bisa dihindari saat musim hujan adalah bencana banjir.

Tidak Hanya Melembabkan Udara, Berikut Manfaat Humidifier Lainnya

Humidifier tidak hanya berguna untuk melembapkan udara lho Moms, masih banyak manfaat yang bisa didapat dari humidifier

Pentingnya Mengatur Kelembapan Ruangan

Udara yang panas dan penggunaan AC yang sering menyebabkan kulit kering. Maka dari itu Moms perlu alat yang satu ini

Perlukah Air Humidifier untuk si Kecil?

Apa saja sih manfaat yang dapat dirasakan setelah menggunakan air humidifier bagi kesehatan si Kecil dan keluarga?

Ruangan Ber-AC Membuat Kulit Kering? Yuk Moms Pakai Humidifier!

Penggunaan AC setiap hari bisa membuat kulit kering, tapi tenang Moms ada solusinya untuk mengatasi kulit kering

Tidak Hanya Ibu, Ternyata Ayah Juga Rentan Mengalami Baby Blues

Baby blues yang biasa kita tau dapat menyerang seorang Ibu baru, tapi ternyata suami saya juga mengalaminya

Suami Jadi Tak Humoris? Jangan-Jangan Baby Blues

Baby blues selalu menjadi perbincangan hangat di dunia parenting dan ternyata suami juga berpotensi mengalaminya lho

Syndrome Baby Blues yang Dialami oleh Suamiku

Baby blues pada ayah berbeda dengan baby blues yang terjadi pada ibu akibat perubahan hormon pada wanita.

Baby Blues yang Terjadi pada Suamiku

Saat si Kecil lahir, tentu saya banyak sekali melihat perubahan yang terjadi dalam diri suami saya.

Ketika Suami Baby Blues, Ini Cara Saya Menanganinya

Aku ingin berbagi pengalaman tentang bagaimana awal suamiku terkena baby blues dan bagaimana aku menyikapinya.

Cerita Syndrom Baby Blues yang Menimpa Suamiku

Lain anak, lain cerita. Saat anak kedua kami lahir, justru suami sayalah yang mengalami sindrom baby blues.

Baby Blues yang Dialami Ayah saat Kelahiran Anak Keduaku

Halo moms, sedikit cerita, saya ibu dari dua orang anak dimana umur saya dan suami berbeda 4 tahun.

Mengalami Baby Blues secara Bersamaan, Aku dan Suamiku Menjadi Semakin Mesra

Setelah menikah, saya memilih meninggalkan comfort zone saya di rumah orangtua, untuk ikut dengan suami

Waspada Pre-Baby Blues pada Suami!

Sepuluh tahun saya berpacaran dan akhirnya sampai di jenjang pernikahan.

Tipsku agar Daddy Blues Tidak Berujung Depresi

Memiliki anak adalah life changing moment bagi para pasangan. Mereka memiliki title baru, sebagai "orang tua".

Aku Tidak Baik-baik Saja

Ada perasaan takut ketika aku hanya sendirian di rumah bersama bayiku. Bayiku berusia dua minggu saat itu.

Mari Kita Pahami Kondisi Psikis Ibu yang Baru saja Melahirkan

Menjadi seorang Ibu merupakan suatu hal yang menurut saya ajaib

Pengalaman Baby Blues Dan Beberapa Faktor Penyebabnya

Baby blues pernah dirasakan sebagian besar ibu. Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan baby blues

Cemburu Sama Anak Akibat Baby Blues

Sempurna: lahiran normal, pembukaan cepat, ASI lancar, keluarga besar siap membantu, tapi tetap alami baby blues?