Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Awas! Pacifier Bisa Bikin si Kecil Bingung Puting!

BABY  |  FEEDING  |  MY STORY  |  18 Sep '19


Pacifier alias empeng satu benda yang membuat saya trauma sampai saat ini. Pasalnya benda tersebut pernah memberikan saya pengalaman buruk dalam masa mengASIhi si Kecil.

Di usia nya yang memasuki 4 bulan, dimana si Kecil sedang gemar-gemar nya memasukkan jari-jari nya ke mulut, disaat itu kakek dan neneknya menyarankan saya untuk memberikan anak saya pacifier dibanding dia menggigit-gigit jarinya. Sebagai Orang Tua yang belum memiliki pengalaman dan minimnya pengetahuan, saya mengikuti saja saran mereka. Tanpa mengetahui efek samping dari pacifier serta bentuk apa yang sesuai untuk anak di usia 4 bulan. Saya asal memilih saja yang bentuk nya lucu, yang penting tertera usia penggunaannya dari 3-6 bulan sudah cukup buat saya. Ternyata ini menjadi awal mula penyesalan saya di mulai.

Awal mulanya anak saya tidak terbiasa, setiap saya berikan ke mulutnya dia selalu menolak dan menunjukan ekspresi seperti ingin memuntah.
Tidak berhenti disitu, saya terus mencoba memperkenalkan sedikit demi sedikit dan akhirnya dia pun mulai terbiasa memakainya.

Memang sangat lucu saat itu melihat si Kecil menggigit dan memainkannya bahkan yang saya punya adalah seri pacifier glow in the dark, bayangkan saja saat lampu gelap hanya pacifier nya saja yang menyala benar-benar menggemaskan sekali melihatnya yang sibuk dengan mainan barunya. Tidurnya pun lebih tenang, biasanya jika sehabis saya beri ASI pasti harus di gendong atau ditepuk-tepuk dulu baru terlelap. Tapi saat menggunakan pacifier dia bisa tenang sekali sampai terlelap dengan sendirinya.

Sampai saat malam tiba, rutinitas yang biasanya saya lakukan adalah memberinya ASI  sampai dia terlelap namun saat itu dia malah menolak dan menangis, semakin saya paksa semakin menangis. Sedangkan saya tahu pasti dia sedang dalam keadan haus saat itu. Dia pun menangis semakin kencang seolah memberi tahu bahwa dia haus tapi tidak mau menyusu di payudara saya Moms. Benar-benar kacau balau saya dibuat nya. Suami yang menenangkan saya menyuruh saya memompa ASI saja dan bergantian menenangkan si Kecil yang masih menangis. Saya pun menyetujui saran suami, saya mulai memompa ASI yang saat itu masih menggunakan pompa manual.

Setelah beberapa lama saya memompa tapi ASI yang keluar hanya sedikit sekali, sekiranya hanya mengotori pantat botol saja saya fikir. Ini membuat saya semakin frustasi, menangis pun tak bisa saya bendung lagi. Rupanya stress membuat ASI saya pun ikut seret. Saat itu sudah malam saya pun juga sedang kehabisan stock Asip sementara si kecil menangis karena haus dan mulai mengantuk. Neneknya pun menyuruh saya untuk membuatkan nya susu formula agar dia berhenti menangis, disitu saya semakin sedih. Tekad saya memberikan ASI Ekslusif harus gagal karena sebuah Pacifier. Saya bertanya bagaimana pendapat suami, tidak apakah saya memberi nya susu formula? Suami pun berfikiran yang sama, kebetulan ada satu kardus susu formula pemberian dari Rumah Sakit yang masih tersimpan di lemari. Dengan berat hati saya membuatkan nya susu formula tersebut dengan hati yang cemas takut-takut takarannya tidak sesuai, atau airnya terlalu banyak atau airnya terlalu panas.

Pokoknya saya merasa tidak sepraktis saat saya menyusui yang tinggal membuka kancing baju saja. Setelah saya berikan susu formula, dia pun mulai tertidur saat perutnya kenyang. Sementara saya? saya kembali mencoba memompa ASI yang ternyata hasilnya pun sama.

Keesokkan harinya saya memulai lagi relaktasi ini, mencoba kembali memperkenalkan cara menyusui kepada si Kecil, dia pun tetap menolak dan menangis histeris. Setelah saya berfikir, jelas dia menolak karena memang bentuk puting saya dan bentuk dot dari pacifier ini sangat berbeda jauh, seakan dibandingkan pacifier ini memiliki ukuran sebesar ibu jari dan puting saya sebesar jari kelingking dengan tekstur yang jelas pasti berbeda.

Tapi saya tidak mau terlalut dalam keadan untuk menghalalkan susu formula sebagai jawaban permasalahan ini. Selama pagi, siang dan sore saya memberikan ASI yang semampunya dapat saya pompa melalui botol susu sementara malam saya masih mengandalkan susu formula untuk mengantarnya tertidur. Jadi bisa dibayangkan betapa kacau balau nya saat itu disaat anak sedang growth spurt disaat itu pula dia tidak mau menyusu dan saat itu pula ASI saya pun turun drastis sampai hari ini.

Seperti sudah jatuh tertimpa tangga.  Keadaan ini terus berjalan seperti itu, saya mencoba relaktasi dan ditolaknya dengan menangis, seharian menyusu Asip melalui botol dan malam pengantar tidur saya beri susu formula. Sampai dihari ketiga saya beranikan diri saat malam dimana dia mulai mengantuk saya sodorkan payudara agar dia menyusu kembali dan betapa senangnya saya ternyata dia tidak menolak sama sekali. Jujur saya menangis saat itu, menangis terharu. Keesokkan hari nya bersyukur sekali si Kecil pun sudah kembali menyusu langsung di payudara saya tanpa hambatan.

Relaktasi saya terbilang sangat singkat, Ya hanya 3 hari tapi percayalah didalamnya penuh perjuangan untuk mencapainya. Sementara susu formula tidak lagi saya gunakan, cukup 3 hari saja saya kebobolan formula dan berharap ASI Ekslusif dapat berlanjut setelah insiden itu. Bersyukur sampai saat ini usia si Kecil 15 bulan masih mengonsumsi ASI.

Setelah insiden itu, pacifier sudah tidak pernah saya gunakan lagi dan saya menjadi trauma untuk memberikan nya kepada anak kedua nanti. Karena sesungguhnya patah hati terbesar seorang ibu adalah ketika si Kecil menolak untuk menyusu langsung. Semoga pengalaman saya dapat bermanfaat,  setidaknya dapat memberikan gambaran dampak negatif dari pemakaian pacifier kepada Moms yang sedang berfikir untuk membeli pacifier

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

231 Risya Nur Amalia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Cerita Cinta dan Fakta Ketika Menyusui

Yuk simak cerita menyusui yang penuh cinta berikut ini dari Mom Yohana.

Review Bebi Bon Edamame, Abon Enak untuk MPASI

Saat berselancar di dunia maya, saya melihat produk Bebi Bon Edamame di salah satu e-commerce dan memutuskan untuk membelinya. Alasan saya [...]

Awal Mpasi Menu Tunggal atau Langsung 4*?

Hai Moms, setelah kemarin aku bikin kaldu homemade saatnya aku bergelut di dunia MPASI. Untuk awal masa MPASI, bagusnya si Kecil diberi menu [...]

Ingin Coba Self-Feeding? Perhatikan 5 Hal Ini

Moms ingin mencoba metode self-feeding saat si Kecil memasuk masa MPASI? Perhatikan 5 hal berikut agar self-feeding sukses, ya, Moms!

MPASI 4* Bubur Tempe Tomat

Tempe adalah makanan sejuta umat. Sumber protein nabati ini ternyata populer juga sebagai bahan utama resep MPASI. Berikut ini resep masakan [...]

Hal yang Harus Diperhatikan ketika si Kecil Mengonsumsi Susu

Pasti semua moms ingin selalu memberikan yang terbaik untuk buah hatinya.

ASI Booster & Vitamin ASI Favoritku

ASI booster dan vitamin sangat penting untuk ibu menyusui baik secara kuantitas maupun kualitas

Suplemen untuk Ibu Menyusui

Beberapa suplemen makanan dapat melengkapi kebutuhan nutrisi moms loh. Apa saja suplemennya?

Kenapa Bayi Saat Menyusu Berkeringat?

Saat menyusui tiba-tiba si kecil mengeluarkan keringat terutama di area wajah? Normalkah?

Food Maker VS Food Processor

Apa bedanya membuat MPASI menggunakan food maker dengan food processor?

Caraku Dalam Melarang Anak Makan Sesuatu

Apakah si Kecil sering makan sesuatu sehingga tidak ingin makan lagi ketika sudah waktunya? Yuk, simak cara mom Leny!

Naik Tekstur MPASI Sebelum Waktunya

Apakah si Kecil mengalami GTM terus Moms? Mungkin ia ingin naik tekstur seperti baby Jess! Simak pengalaman mom Indah.

Es Krim Sebabkan Bayi Lahir Besar, Mitos atau Fakta?

Bayi lahir dengan berat diatas rata-rata sering dikaitkan dengan hobi ibu yang gemar menyantap es krim, mitos atau fakta?

Mengenal Breastfeeding Jaundice: Kuning pada Baby A

Walaupun tidak bisa memberikan ASI eksklusif untuk anak harus tetap semangat demi yang terbaik ya Moms!

Sedihnya Harus Menyapih Dini

Tentu Moms semua setuju bahwa masa menyusui adalah salah satu masa yang akan selalu dikenang bahkan dirindukan.

Tekad Kuat Untuk Menyusui

Perjalanan menyusui memang tidak selalu mulus ya. Apa tips mudah dari mom Alifia? Yuk, simak informasinya!

Pengalaman Menghadapi Bayi Kolik

Pengalaman kolik ini terjadi pada bayi saya Faiq mulai umur 2 minggu.

Indahnya Menyusui Dari Hari Ke Hari

Kegiatan menyusui menjadi salah satu momen yang membahagiakan seperti yang dialami Mom Mita berikut ini

Management ASI Perah ala Mom Elisa

Selama ini Baby El selalu minum asi fresh.. bahkan yang dari chiller diangetin aja anaknya ga mau..

MPASI Dengan Yogurt, Yay or Nay?

Amankah pemberian yogurt pada bayi? Jika aman kapan dan bagaimana cara pemberiannya?