Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Apakah Vaksin Varisela Penting Diberikan Kepada Bayi?

HEALTH TIPS  |  17 Apr '18

Varicella/Varisela atau chickenpox merupakan sebuah sebutan untuk penyakit cacar air. Dimana penyakit ini umumnya ditandai dengan suhu tubuh yang terus meningkat, setelah itu akan muncul beberapa ruam yang memang menyerupai bintil yang melepuh dan berisikan cairan. Bintil ini akan pecah ketika waktunya tiba. Umumnya jenis penyakit ini akan menyerang di usia anak-anak dan hanya terjadi atau hanya di alami satu kali dalam seumur hidup. Namun, penyakit ini juga bisa menyerang orang dewasa. Agar bisa terhindar dari cacar air, maka Anda dan Si Kecil disarankan untuk menerima vaksin varisela/varicella.

Jika Si Kecil menerima vaksin ini di usia dini, maka resiko mengalami penyakit cacar air akan sangat kecil. Kalaupun terkena cacar air, biasanya gejala yang dialaminya akan sangat ringan. penting untuk Moms ketahui, jenis penyakit ini memang termasuk ke dalam golongan penyakit yang ringan, namun bisa juga berkembang sangat serius jika tidak segera diatasi dengan cara yang baik.

Cacar air disebabkan oleh adanya infeksi virus varicella zoster yang menyerang kekebalan tubuh. Ketika Anda atau anak menerima vaksin varicella ini, maka tubuh akan dimasuki oleh sejumlah virus hidup atau aktif namun yang sudah dilemahkan dengan baik, sehingga virus tersebut tidak akan menyerang dan menjadi penyakit.

Setelah itu, sistem dari kekebalan tubuh akan memberikan respon, jika suatu saat ada virus yang sama menyerang sistem kekebalan tubuh, maka tubuh sudah bisa mengenali dan menangkal dengan cara yang baik.

Penting juga untuk moms ketahui, jenis vaksin ini akan sangat efektif jika diberikan kepada anak saat masih bayi. Karena sebuah penelitian membuktikan, sekitar 90% anak yang memang sudah menerima jenis vaksin ini memiliki kekebalan tubuh terhadap serangan berbagai jenis penyakit yang sangat baik.

Berdasarkan rekomendasi dari IDAI, vaksin jenis ini bisa diberikan kepada anak-anak di usia 1 tahun ke atas, dan pemberiannya hanya boleh di lakukan sebanyak 1 kali saja. Jika vaksin jenis ini diberikan kepada Si Kecil ketika berusia di atas 13 tahun atau bahkan diberikan kepada orang dewasa, maka proses pemberian vaksin ini sebaiknya dilakukan atau diberikan sebanyak 2 kali dengan jarak pemberian sekitar 4 sampai 8 minggu.

Tingkat efektifitas vaksin ini bisa mencapai 85%. Jika Anda atau Si Kecil sudah memperoleh jenis vaksin ini, namun masih mengalami cacar air, maka besar kemungkinan penyakit ini tidak akan parah.

Mungkin moms sebagai orang tua akan merasa sangat khawatir untuk memberikan jenis vaksin ini kepada buah hati. Karena terdapat kemungkinan besar mereka akan merasa lelah, demam atau bahkan mengalami penyakit ringan seperti cacar air. Ketika Si Kecil mengalami hal ini, maka Moms bisa memberikannya paracetamol yang bertujuan untuk mengurangi demam dan juga rasa nyeri yang dialaminya.

Bukan hanya itu, bekas dari suntikan vaksin juga bisa menyebabkan ruam yang disertai dengan bintik merah yang berlangsung sekitar beberapa hari. Namun jika Si Kecil tengah mengalami sakit yang berlebihan, maka sebaiknya Anda menunda untuk memberikan imunisasi ini.

Mom juga sangat dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum memutuskan untuk memberikan jenis vaksin ini kepada anak, terutama kepada mereka yang memang memiliki alergi atau bahkan yang pernah menunjukkan reaksi alergi parah ketika sudah menerima vaksin atau bahkan setelah menerima transfusi darah.

 

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist Editor.

1127 Babyologist Indonesia

Comments

Related Stories