Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Apakah Si Kecil Autis?

GROWTH & DEVELOPMENT  |  12 Oct '18

Banyak orangtua yang anaknya menunjukkan tanda-tanda keterlambatan bicara khawatir tentang kemungkinan anaknya terkena penyakit autis. Dalam intervensi awal, dokter spesialis tidak dapat mendiagnosis seorang anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD). Seorang dokter hanya dapat memberi tahu orangtua jika anak mereka menunjukkan keterlambatan perkembangan dan jika dokter melihat beberapa gejala penting tertentu yang mungkin menunjukkan bahwa si Kecil perlu evaluasi lebih lanjut.

Jadi, apa saja tanda-tanda penting gejala autis yang sering kali terlewatkan dari pengamatan orangtua? Beberapa gejala berikut adalah karakteristik dari seorang anak autis. Perlu diingat bahwa tidak semua anak autis memperlihatkan semua gejala berikut.

Gejala Anak Autis

Keterampilan Komunikasi Verbal

  1. Si Kecil tidak mengucapkan sepatah kata pun dan hanya mengoceh atau membuat suara-suara aneh
  2. Si Kecil mungkin mengucapkan beberapa patah kata. Akan tetapi, dia mengulang-ulang kata-kata atau frasa-frasa tersebut (echolalia) dan tidak menirukan kata-kata baru atau tidak menggunakan kata-kata yang dia kuasai secara spontan untuk meminta apa yang dia inginkan atau perlukan.
  3. Si Kecil mungkin mengatakan sebuah kata baru dan tidak pernah mengatakannya lagi. Atau, mungkin saja si Kecil menggunakan beberapa patah kata sesaat dan kehilangan kosakata itu atau tidak pernah menggunakannya lagi saat berbicara.
  4. Si Kecil mungkin menggunakan nada bicara yang tidak umum, seperti suara nyanyian, suara seperti robot, atau suara menggeram.

Keterampilan Bahasa Reseptif

  1. Si Kecil mungkin tidak melaksanakan perintah sederhana atau petunjuk arah seperti “ambilkan bola itu” atau “ambil sepatumu di sana”.
  2. Si Kecil mungkin tidak merespon saat dipanggil namanya atau sepertinya tidak mendengar atau tidak menghiraukan orang di sekitarnya.

Keterampilan Bahasa Nonverbal

  1. Si Kecil tidak menunjuk objek-objek, gambar-gambar, atau orang-orang di sekitarnya.
  2. Si Kecil tidak menggunakan bahasa tubuh atau pandangan mata untuk mendapatkan yang dia butuhkan atau inginkan.
  3. Si Kecil mungkin menggunakan Moms sebagai sarana untuk mendapatkan apa yang dia inginkan seperti menarik Moms ke depan objek yang dia inginkan.
  4. Si Kecil kemungkinan tidak dapat mengenali ekspresi wajah atau menirukan gerakan tubuh atau ekspresi wajah.
  5. Si Kecil mungkin tidak menginginkan apa yang dia alami untuk juga dialami orang lain. Misalnya saja, ketika dia melihat pesawat terbang, tanpa mengucapkan sepatah kata pun dia melihat ke langit, kemudian, dia melihat Moms lalu melihat kembali ke pesawat seolah-olah mengatakan “Hei, apakah Moms juga melihatnya?”.
  6. Si Kecil mungkin tidak memahami bahasa tubuh, gerak tubuh, atau ekspresi wajah.

Kontak Mata

  1. Si Kecil mungkin tidak menggunakan kontak mata atau memiliki kontak mata sangat terbatas.
  2. Si Kecil mungkin selalu melihat apa yang dia lakukan, bukan Moms, ketika Moms berbicara dengannya.

Keterampilan Bermain

  1. Si Kecil mungkin memiliki minat yang terfokus sempit atau minat obsesif.
  2. Si Kecil mungkin bermain dengan mainannya dengan cara yang aneh (misalnya, menumpuk-numpuk mobil-mobilan alih-alih mendorong mobil-mobilan; berulangkali menjatuhkan atau melempar mainan).
  3. Si Kecil dapat melakukan gerakan berulang seperti berjalan berjingkat, mengepakkan atau melambaikan tangan, bergoyang-goyang, berputar-putar.
  4. Si Kecil tidak mau turut serta dalam permainan bersahut-sahutan dengan Moms.
  5. Si Kecil mungkin memiliki keterikatan yang tidak biasa dengan benda-benda tertentu (misalnya, perlu membawa mainan di setiap tangan setiap saat, keasyikan dengan satu benda tertentu seperti jepit rambut atau karet gelang).
  6. Si Kecil mungkin sangat kaku dalam bermain dan rutinitas (memiliki kebutuhan “kesamaan”; kesal jika mainannya dipindahkan keluar dari barisan atau jika jadwal harian atau rutinitas berubah).
  7. Si Kecil mungkin lebih suka bermain sendiri untuk waktu yang lama untuk ukuran usianya (misalnya, anak berusia 18 bulan bermain sendirian selama satu jam tanpa melibatkan orang dewasa dalam permainannya).
  8. Si Kecil mungkin tidak ikut terlibat dalam permainan “berpura-pura” (misalnya, pura-pura memberi makan boneka bayi atau berkelahi dengan mainan robot-robotan).
  9. Si Kecil mungkin hanya tertarik pada bagian-bagian mainan daripada mainan utuh (misalnya, tertarik hanya pada roda mobil-mobilan, katup tempat masuknya udara ke dalam bola, atau bagian bawah kotak pop-up).
  10. Si Kecil lebih memilih menyusun mainan daripada bermain dengan mainan-mainan tersebut.

Keterampilan Sensorik

  1. Si Kecil mungkin kurang sensitif atau sangat sensitif terhadap sentuhan, cahaya, suara, gerakan, bau, dll.
  2. Si Kecil mungkin kewalahan atau merasa hancur saat berada di lingkungan yang bising dan/atau ramai.
  3. Si Kecil mungkin menutup telinganya sebagai respon terhadap beberapa suara.

Keterampilan Saat Makan

  1. Si Kecil dapat dideskripsikan sebagai pemakan “pilih-pilih”.
  2. Si Kecil memiliki diet yang sangat terbatas hanya terdiri dari beberapa makanan tertentu.
  3. Si Kecil tidak mau mencoba makanan baru.
  4. Si Kecil mengalami kesulitan dengan tekstur makanan.
  5. Si Kecil membutuhkan makanan yang disajikan dengan cara yang sama (misalnya, pada piring berwarna sama atau kotak yang sama seperti saat dia pertama kali memakan makanan tersebut).

Keterampilan Sosial

  1. Si Kecil mungkin tidak sadar/terlupa saat orang baru mengunjungi rumahnya.
  2. Si Kecil mungkin kesulitan mengatur emosinya dan tertawa, menangis, atau berteriak pada saat-saat yang tidak pantas.
  3. Si Kecil mungkin tidak menyadari bahaya umum di dalam dan di luar rumah.
  4. Si Kecil tidak berpartisipasi atau tampaknya tidak menunjukkan pemahaman tentang beberapa permainan sosial seperti Cilukba.
  5. Si Kecil mungkin tidak tahu cara melibatkan Moms atau anak lain dalam permainannya dan lebih suka bermain sendiri.
  6. Si Kecil mungkin kelihatannya menghindari interaksi sosial dan tidak menarik perhatian pada dirinya sendiri atau apa pun yang dia lakukan (seperti menunjukkan kepada Moms menara balok yang dia bangun atau gambar yang dia warnai).
  7. Si Kecil mungkin sulit untuk dihibur ketika dia marah atau terlihat kesal tanpa alasan.
  8. Si Kecil mungkin mengalami kesulitan menafsirkan ekspresi wajah, perasaan, dan bahasa tubuh Moms.

Keterampilan Motorik

  1. Si Kecil mungkin terlihat canggung atau tampak tidak terkoordinasi.
  2. Si Kecil mungkin berjalan berjingkat.
  3. Si Kecil mungkin memiliki pola berjalan aneh.

Lebih lanjut, jika Moms mencurigai bahwa si Kecil mengalami autisme, Moms dapat menghubungi dokter spesialis anak. Beberapa dokter anak akan melakukan screening dengan M-CHAT (Modified Checklist for Autism in Toddlers). Akan tetapi, ingatlah bahwa pemeriksaan dengan M-CHAT hanyalah sarana untuk screening dan tidak menunjukkan diagnosis sebenarnya. Pemeriksaan ini akan memberitahu Moms apakah si Kecil butuh pemeriksaan lanjutan atau tidak.

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist Editor

142 Babyologist Editor Send Message to Writer

Related Stories