Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Apakah Setiap Anak akan Mengalami Masa Terrible Two?

GROWTH & DEVELOPMENT  |  MY STORY  |  PARENTING  |  TODDLER  |  26 Jan '20


Awal mendengar kata terrible two, saya berusaha mencari dahulu apa sih sebenarnya terrible two itu. Terrible two merupakan fase di mana si Kecil mulai merasa dewasa dan melakukan beberapa hal yang membuat kita sebagai orang tua sedikit kewalahan dengan perilakunya seperti tantrum dan membantah misalnya. Tetapi masa terrible two ini tidak perlu dikhawatirkan karena memang ini normal dan biasanya terjadi ketika si Kecil menginjak usia 2 tahun.


Lalu, apakah setiap anak mengalami masa terrible two? Berdasarkan pengalaman pribadi dan sharing sesama Moms yang lain, dapat saya simpulkan bahwa memang setiap anak mengalami yang namanya fase terrible two tetapi dengan tingkatan yang berbeda. Kenapa saya katakan berbeda, karena ada yang perilakunya benar-benar perlu pengawasan ekstra tetapi ada beberapa perilaku yang masih bisa dikendalikan.

Bagaimana dengan kakak Dastan? Kakak Dastan pernah di tahap terrible two tetapi tidak terlalu mengkhawatirkan. Artinya, segala sikapnya masih bisa saya kendalikan. Seperti apa sih ciri-ciri dari si Kecil yang sedang berada di fase terrible two ini?

1. Si Kecil mulai berkata "aku aja, ma!"
Kata-kata ini yang selalu keluar dari mulut kakak Dastan. Setiap mandi, pakai baju, makan dan apa pun selalu berkata "aku aja, ma!" Bahkan terdengar seperti memaksa karena sudah merasa "bisa" ya meskipun yang dilakukannya belum sempurna.

2. Sudah tidak mau dibantu.
Dulu saat merapikan mainan selalu berkata "ayo ma, sama-sama beresin." Jika anak sudah tidak mau dibantu dan selalu marah jika kita membantunya, si Kecil sedang ada di fase terrible two ya Moms.

3. Memaksakan kehendak.
Si Kecil tidak mengenal kata "jangan / tidak boleh". Karena dia seperti mempunyai kamusnya sendiri. Yang boleh menurut dia akan dilakukan, justru semakin dilarang, semakin dilakukan.

4. Tantrum parah jika tidak diikuti keinginannya.
Tantrum parah ini Alhamdulillah tidak terjadi pada kakak Dastan. Misalnya melihat mainan ingin membelinya tetapi ketika tidak dibelikan, anak bisa mengamuk bahkan berguling-guling di lantai.

Itulah kenapa saya mengatakan bahwa terrible two memiliki tahapan atau tingkatan yang berbeda karena ada beberapa hal yang tidak terjadi pada anak kita seperti misalnya tantrum hingga mengamuk dan harus dituruti keinginannya saat ingin membeli barang. Tetapi, saya rasa hampir semua anak melewati fase terrible two dengan tingkatan yang berbeda.

Adakah cara untuk mengatasi fase terrible two si Kecil? Beberapa hal berikut dapat Moms coba ketika sedang menghadapi fase terrible two ini.

1. Turuti keinginannya kemudian jika salah, beritahu pelan-pelan.
Hal ini jika keinginan bukan dalam pengertian membeli barang ya. Misalnya saja ketika si Kecil ingin mandi sendiri, keramas sendiri. Nah kita ikuti dulu kemauannya kemudian kita berikan penjelasan misalnya "tuh, masih ada busanya loh kak, mama bantu bilas lagi ya."
Karena anak dalam fase ini jika kita memarahinya justru akan semakin memperparah keadaan, jadi kita bisa memberitahunya pelan-pelan.

2. Biarkan si Kecil menentukan pilihan dengan cara kita memberikan dua pilihan.
Ketika kita mengetahui si Kecil akan memberontak dengan pilihan baju atau tidak mau menggunakan baju setelah mandi. Kita bisa memberikan pilihan "kak, lihat nih bajunya mau yang mana kak?" Karena ketika memilih baju sesuai pilihannya, si Kecil akan merasa bahwa ya ini yang aku mau padahal tentu kita sudah memilihkan baju yang akan dipakai dan cara ini kita lakukan supaya si Kecil mau pakai baju sehabis mandi.

3. Alihkan perhatian si Kecil.
Nah, ini hal terakhir yang dapat kita lakukan jika si Kecil sedang tantrum di tempat umum, kita bisa mengalihkan perhatian si Kecil sehingga si Kecil lupa terhadap apa yang tadi dia mau dan tantrum dapat diatasi.

Itu tadi beberapa hal yang saya lakukan dalam menghadapi fase terrible two nya kakak Dastan. Kalau Moms gimana nih menghadapi fase terrible two si Kecil?

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

390 Dinar Indah Palupi

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Pentingnya Menanamkan Nilai Mendalam Sebuah Profesi

Saya baru menyadari bahwa betapa pentingnya mengajarkan nilai lebih mendalam bagi sebuah profesi.

Pentingnya Memantau Perkembangan Anak

Ternyata perkembangan anak yang tinggal di kampung jauh lebih bagus daripada perkembangan anak kota lho Moms.

Pentingnya Mempertahankan Hak si Kecil saat Bermain

Anak-anak sangat senang ketika bermain. Tidak jarang, rasanya mainan tetangga terlihat "lebih indah",

Bagaimana Menghadapi si Kecil yang Super Aktif?

Menurut Moms, bagaimana rasanya memiliki si Kecil yang super aktif? Apa saja suka dukanya?

Tips Menghilangkan Trauma Anak yang Terjatuh saat Belajar Berjalan 

Hai Moms, menjelang usia anak setahun biasanya sudah mulai ada tanda-tanda anak kita berani berdiri sendiri.

Bantu Bunda Menjemur Baju Yuk, Nak!

Kemarin Faruq mencoba membantu bunda untuk menjemur baju, aktivitas ini mungkin terdengar tak biasa.

Pentingnya Pengenalan Profesi pada si Kecil

Mengenalkan berbagai profesi pada si kecil tentu bermanfaat ya moms.

Buku Jiwaku dan Anakku

Sejak di dalam kandungan, aku suka membacakan Felicia buku di sela-sela kegiatanku setelah selesai mengajar.

Anakku Hiperaktif Banget...

Moms punya kendala yang sama gak? Jujur saya sebagai orang tua yang mengurus mereka sendirian kewalahan hadapinya.

Kenapa si Kecil Senang Mencorat-Coret Seisi Rumah?

Si Kecil suka corat coret tembok? Yuk terapkan tips berikut ini untuk mensiasatinya

Seberapa Penting Pendidikan Anak di Bawah Umur?

Di masa golden age, alangkah baiknya jika anak dibiarkan tumbuh dan berkembang bersama ibunya di rumah.

Respon Terhadap Anak Kidal

Hai Moms, pernah tidak memperhatikan tangan anak kita, mana yang lebih aktif? Kanan atau kiri?

Mengenalkan si Kecil dengan Dunia Hewan di Taman Safari

Mengenalkan si Kecil dengan dunia luar sedari kecil ternyata baik untuk membantu tumbuh kembangnya ya Moms.

Anak Kecanduan Nonton TV? Ini Solusinya!

Menurut artikel yang pernah aku baca, dalam sehari anak di atas 2 tahun boleh nonton TV tidak lebih dari 30 menit.

Jangan Tumpuk Bukunya, Tapi Cintai dan Maknai Isinya

Sejak kecil anak saya memang sudah dikenalkan pada buku, dari mulai usianya 3 bulan sampai sekarang 21 bulan.

Apa Itu Fase Terrible Two? Kenalan Yuk Moms

Menjelang usianya 2 tahun abram mendadak lebih suka berteriak, menangis, dan sering tantrum?

Screen Time: Yes or No?

Setelah Shanum masuk usia 2 tahun, saya bolehin nonton TV. Tapi tetep saya batasin dari segi waktu & tontonan.

Manfaat Playdate bagi Moms & si Kecil

Bagi saya pribadi, playdate bukan sekedar kumpul-kumpul, apalagi yang beneran cuma kumpul terus pada diem

Usia 18 Bulan, Anakku Sudah Bisa Berhitung 1-10 dalam 3 Bahasa! Apa Tipsnya?

Anak usia 18 bulan sudah harus belajar 1-2 patah kata, setidaknya sudah mengerti lebih dari 20 kosakata.

Anak Juga Butuh Sosialisasi

Bersosialisasi berarti berinteraksi dengan orang lain. Balita juga perlu bersosialisasi lho Moms.