Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Apakah Itu Plasenta Previa?

MY STORY  |  PREGNANCY  |  03 Nov '18


Bagi sebagian ibu hamil mungkin istilah Plasenta Previa masih banyak yang belum mengetahui, apalagi buat new Mom seperti saya. Semua bumil tentu menginginkan kehamilan yang sehat, janin yang tumbuh dan berkembang dengan baik, begitu pula dengan saya. Jadi, sewaktu kehamilan saya menginjak usia 20 minggu saya dan suami memutuskan untuk USG 4D Moms, tepatnya di klinik khusus USG yang berada di daerah Poris, Tangerang.

Namanya baru pertama kali hamil, saya belum sepenuhnya mengerti apa yang dokter katakan. Di situ dokter bilang bahwa plasentanya di posisi yang rendah. Moms, harus jadi aktif ya kalau tidak tahu, jangan seperti saya yang hanya terdiam ketika dokter dan suster bilang begitu. Untung selanjutnya dokter bilang tidak apa-apa masih ada waktu agar plasenta bisa naik. Sejujurnya pada saat itu saya masih belum mengerti akibat apa yang bisa ditimbulkan bila plasenta terletak di bawah. Kemudian saya langsung browsing mengenai plasenta letak rendah, dan saya menemukan istilah plasenta previa.

Plasenta Previa adalah kondisi di mana letak plasenta rendah sebagian atau seluruhnya menutupi mulut rahim. Ketika seorang wanita hamil, maka plasenta akan terbentuk dan menempel pada dinding rahim. Plasenta berperan penting loh untuk perkembangan janin, karena terhubung dengan tali pusar maka plasenta akan mengalirkan oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi, serta membuang zat-zat yang tersisa dari darah bayi.

Selama kehamilan rahim seorang wanita akan berkembang dan plasenta akan menjauh dari mulut rahim (serviks) bergerak ke atas. Tapi jika tetap di bawah dan menutupi serviks, kondisi ini yang disebut dengan plasenta previa. Jika seorang ibu hamil mengalami kondisi ini, maka bisa berbahaya bagi janin yang ada dalam kandungannya.

Gejalanya biasanya adalah pendarahan tanpa disertai rasa sakit. Namun memang tidak semua bumil yang mengalami kondisi ini mengalami pendarahan, contohnya seperti saya. Sebagian juga ada yang mengalami kontraksi atau nyeri di punggung atau perut bagian bawah. Bumil yang mengalami plasenta previa sangat mungkin terjadi pendarahan baik sebelum atau saat melahirkan, kelahiran prematur atau lepasnya plasenta. Dan saya bersyukur itu semua tidak terjadi pada diri saya.

Belum ada penyebab pasti mengenai plasenta previa, tapi mungkin beberapa hal di bawah ini bisa menjadi faktor terjadinya plasenta previa.

  • Pernah menjalani operasi pada rahim, misalnya kuret atau pengangkatan miom
  • Pernah mengalami plasenta previa
  • Pernah menjalani operasi caesar
  • Pernah mengalami keguguran
  • Merokok
  • Berusia 35 tahun atau lebih
  • Pernah melahirkan
  • Pernah menjalani operasi pada rahim
  • Menggunakan kokain

Plasenta Previa Dibagi Menjadi 2 Kategori Berdasarkan Letaknya

  1. Apabila plasenta berada di bawah tanpa menutupi jalan lahir mak disebut dengan Plasenta Previa Minor, bumil yang mengalami ini masih bisa menjalankan proses kelahiran normal.

  2. Akan tetapi jika plasenta menutupi jalan lahir disebut sebagai Plasenta Previa Mayor maka ibu hamil akan membutuhkan prosedur kelahiran caesar.

Cara menangani kondisi Plasenta Previa ini adalah dengan istirahat sebanyak mungkin, transfusi darah atau operasi caesar.

Faktor yang Menentukan Langkah Penanganan Plasenta Previa

  • Apakah terjadi perdarahan atau tidak
  • Tingkat keparahan perdarahan
  • Apakah perdarahan berhenti atau tidak
  • Kondisi kesehatan sang ibu dan bayi
  • Usia kandungan
  • Posisi plasenta dan bayi

Ibu hamil yang tidak mengalami pendarahan biasanya tidak perlu mendapatkan perawatan di rumah sakit, tapi harus tetap waspada. Beristirahatlah yang banyak di rumah, hindari berhubungan seks agar tidak memicu pendarahan.

Bersyukur sejak dikatakan dokter plasenta saya letak rendah hingga setelah lahiran saya tidak mengalami pendarahan. Nah Moms, ini bisa jadi salah satu hal yang harus Moms tanya pada saat USG ya. Jika memang mengalaminya dan tahu lebih awal akan lebih baik dan lebih cepat ditangani daripada terlambat.

Semoga bermanfaat.

By: Suriani slamet

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

650 Suriani slamet

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Begini Efeknya Kalau Menunda KB

Moms ada yang berencana KB tapi terus tertunda? Wajib simak cerita yang satu ini!

Jangan Sepelekan Pemeriksaan USG Saat Kehamilan, Ini Alasannya!

USG di masa kehamilan itu penting loh Moms! Yuk, simak ulasan berikut ini.

Ceritaku Hamil Kembar dan Mengalami Preeklampsia

Dibalik kelucuan memiliki bayi kembar, ternyata ada hal-hal yang perlu diwaspadai, salah satunya preeklampsia.

Cerita Kehamilan dan Melahirkan Mom Devita

Moms, yuk simak cerita kehamilan dan melahirkan Mom Devita berikut ini.

Cerita Promilku di Usia 35 Tahun

Moms sedang merencanakan program hamil? Simak yang satu ini yuk!

Aku Ngidam Belut, Amankah Di Konsumsi Saat Hamil?

Amankah ibu hamil mengonsumsi belut? Baca yang berikut ini.

Pengalaman Kuretase di Usia Kehamilan 11 Minggu

Salah satu resiko yang dapat terjadi pada Ibu hamil adalah keguguran. Setelah itu biasanya Mom akan dianjurkan untuk kuretase.

Pengalaman Program Hamil dengan Memiliki Myoma di Rahim

Di awal pernikahan aku dan suami sudah berencana ingin segera memiliki momongan. Karena kami sudah berpacaran 4 tahun, jadi rasanya sudah cukup [...]

7 Langkah Persiapan Persalinan Penuh Cinta

Ternyata perkara melahirkan bukan terjadi begitu saja. Tanpa persiapan, maka tak jarang kenangan buruk yang akan tersimpan dalam waktu yang [...]

Ceritaku Hampir Khilaf Saat Hamil

Siapa Moms yang pernah merasa galau ketika tahu hamil? You're not alone. Baca cerita ini yuk.

Proses Persalinan Anak Kedua Lebih Cepat, Benarkah?

Kata orang melahirkan anak kedua akan jauh lebih mudah dan lebih cepat dari anak pertama. Benarkah demikian?

Tips Jarak Kehamilan Antara Kakak dan Adik

Berapa jarak kehamilan yang ideal? Setiap orang pasti punya alasannya masing-masing ya. Berikut ini cerita dari Mom Ngel Zhuang.

7 Hal Penting yang Harus Dipersiapkan Sebelum Persalinan

Memasuki trimester ketiga, ibu hamil biasanya akan merasakan dag dig dug antara bahagia karena akan segera bertemu dengan sang buah hati dan [...]

Hindari Perkataan Negatif Terhadap Ibu Hamil

Yuk hindari mom-shaming dan bersama-sama memberikan dukungan terhadap para orang tua lainnya. Simak cerita berikut ini ya.

Tips Mengatasi Perut Gatal Saat Hamil

Ibu hamil sering mengalami gatal-gatal di kulit karena berbagai hal. Apa pun penyebabnya, berikut ini beberapat tips mengatasi perut gatal saat hamil.

Perbedaan USG 2D, 3D dan 4D

Bagi Moms yang tengah hamil tentunya USG sudah tidak asing lagi, ya. Seiring perkembangan zaman USG untuk memeriksa kondisi janin pun semakin [...]

5 Tanda Awal Kehamilan yang Dapat Dideteksi Tanpa Testpack

Apakah Moms mengalami telat haid? Atau merasa eneg mual ingin muntah setiap pagi dan bertanya-tanya jangan-jangan Moms sedang hamil? Jika memang [...]

Couvade Syndrome: Suami Ngidam saat Istri Hamil Ternyata Bukan Mitos

Salah satu hal yang sering dianggap tidak masuk akal adalah suami yang ikut ngidam saat Moms hamil. Di dunia medis, hal ini disebut sebagai [...]

3 Manfaat Jeruk Lemon bagi Kehamilan

Ibu hamil disarankan untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya termasuk vitamin C. Oleh karena itu, jeruk lemon juga baik untuk kesehatan ibu hamil.

Berhubungan Intim Terbukti Berhasil Memancing Kontraksi

Kata orang berhubungan intim di kala hamil tua dapat memicu kontraksi. Betulkah demikian?