Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Apakah Ibu Hamil Boleh Menerima Imunisasi Difteri?

OTHERS  |  22 Jun '18

Ketika penyakit difteri tengah mewabah, umumnya anak-anak dan juga orang dewasa dianjurkan untuk memperoleh vaksin atau imunisasi guna melawan virus mematikan yang satu ini, yaitu imunisasi difteri. Lantas, bagaimana dengan seorang ibu hamil, apakah boleh memperoleh vaksin jenis tersebut? 

Penting untuk di ketahui, bahwa penyakit difteri bisa menyerang siapa saja, baik anak-anak, bayi, bahkan orang dewasa termasuk ibu hamil. Dan imunisasi difteri ini bisa Anda manfaatkan guna melindungi diri dari serangan virus berbahaya serta janin dalam kandungan ibu hamil.

Anda tidak perlu merasa khawatir, karena pada umumnya potensi risiko vaksin yang mungkin saja akan terjadi sangatlah kecil jika di bandingkan dengan manfaat yang dimilikinya.  Bahkan, sampai saat ini belum ada bukti terjadinya risiko berbahaya yang dialami oleh ibu hamil beserta janin dalam kandungan yang di akibatkan oleh pemberian imunisasi difetri. Dan diantara jenis vaksin-vaksin yang aman yang bisa di berikan kepada ibu hamil, diantaranya terdapat vaksin atau imunisasi difetri. Mengapa? Karena di dalam vaksin tersebut tidak terkandung bakteri yang hidup.

Vaksin DTP untuk Ibu Hamil

Vaksin difteri tetanus pertusisi atau DTP ini bukan hanya mampu memberikan perlindungan tubuh terhadap serangan difteri saja, melainkan bisa memberikan perlindungan juga terhadap serangan penyakit lain seperti tetanus dan juga pertussis, termausk pada janin dalam kandungan Anda. Dan untuk vaksin DTP jenis ini umumnya di rekomendasikan di berikan kepada ibu hamil ketika usia kehamilan menginjak usia 27-36 minggu, atau di berikan kepada bayi sesegara mungkin setelah ia lahir.

Selain jenis imunisasi difetri atau DTP, ada beberapa jenis vaksin yang memang di rekomendasikan kepada ibu hamil, diantaranya seperti jenis imunisasi atau vaksin influenza serta imunisasi atau vaksin hepatitis B.

Vaksin yang Harus Dihindari Selama Hamil

Selain vaksin atau imunisasi yang dianjurkan untuk di berikan kepada ibu hamil, ada juga beberapa jenis vaksin atau imunisasi yang tidak dianjurkan di berikan kepada ibu hamil, karena berisiko bisa membahayakan janin dalam kandungan. Vaksin atau imunisasi yang tidak di anjurkan untuk di berikan kepada ibu hamil diantaranya adalah sebagia berikut:

  • MMR (Measles, Mumps, Rubella)
     Vaksin jenis MMR ini biasanya di berikan untuk mencegah penyakit campak, gondong serta rubella, dan paling lambat di berikan 1 bulan sebelum Anda hamil.
  • Varicella
    Dikarenakan efek samping pada janin dari vaksin ini belum bisa di pastikan , maka demi keamanan bayi dan ibu, sebaiknya vaksin jenis ini tidak di berikan untuk ibu hamil. Dan jika di berikan, paling lambat pemberiannya 1 bulan sebelum Anda hamil.
  • Polio
    Umumnya jenis vaksin ini memang sangat tidak dianjurkan di terima oleh ibu hamil. Terkecuali untuk beberapa kondisi khusus, seperti ketika wabah polio tengah meluas, maka ibu hamil juga harus memperoleh imunisasi jenis ini, namun tetap dengan pertimbangan dokter kandungan Anda.
  • Pneumococcal
     Keamanan dari jenis vaksin ini hingga saat ini masih belum di ketahui bagi ibu hamil, jadi jika Anda ingin memperoleh vaksin ini Anda harus mengkonsultasikannya terlebih dahulu dengan dokter, agar Anda bisa mengetahui manfaat serta risikonya.
  • Hepatitis A
    Sama halnya dengan jenis vaksin pneumococcal bagi ibu hamil, dimana jenis vaksin hepatitis A ini juga belum bisa di ketahui keamanannya untuk ibu hamil. Sehingga jenis vaksin ini masih belum di rekomendasikan untuk di terima oleh ibu hamil. Walaupun jika di lihat secara teori resiko adanya gangguan pada janin masih sangat rendah, namun untuk keamanan Anda dan juga janin dalam kandungan, sebaiknya jenis vaksin ini tidak di terima selama Anda hamil.

 

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist Editor

 

BACA JUGA: Cara Membersihkan Kotoran pada Telinga Bayi dan Anak

72 Babyologist Editor Send Message to Writer

Related Stories