Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Apakah Anda Modern Mom atau Traditional Mom?

PARENTING  |  22 Dec '18


Zaman mulai berganti, jika para ibu dahulu belum mengenal yang namanya internet, kini ibu zaman sekarang merasakan kemudahan berinteraksi dengan internet, hingga akhirnya internet adalah penolong pertama saat ibu membutuhkan segala informasi. Mengenal sosok ibu sebenarnya sudah bisa kita rasakan saat menikah, mengapa demikian? Peran menjadi ibu sudah dimulai saat kita menjadi istri. Dengan segala kemampuan yang ada, kita sebagai istri harus mampu melakukan berbagai kegiatan dari mulai menjadi koki untuk keluarga, menjadi dokter untuk keluarga, menjadi menteri keuangan, menjadi penghibur untuk keluarga dan lainnya.

Dari berbagai macam peran yang dilakukan, menjadi istri secara otomatis juga menjadi ibu yang selalu ada dan dapat diandalkan di dalam keluarga. Ketika kita dipercaya untuk mendidik seorang anak, anak adalah yang paling utama untuk sang ibu. Hebatnya seorang ibu adalah mereka dapat melakukan segala aktivitas dengan segala perasaan yang dirasakan saat itu.

Seperti ibu zaman dahulu (traditional Moms), mereka lebih memilih patuh pada orang tuanya untuk selalu menuruti gaya didikan untuk anaknya, lebih mempercayai mitos yang terjadi di masyarakat, dan lebih memiliki kekuatan yang hebat untuk menghadapi segala permasalahan dalam mendidik anak. Namun berbeda dengan ibu zaman sekarang (modern Moms) yang lebih menggunakan segala logikanya dibanding menuruti didikan orang tuanya, lebih mempercayai informasi yang ada dalam internet, dan cenderung lebih manja untuk menghadapi segala masalah.

Saya termasuk modern Mom, meski begitu saya selalu menerapkan juga didikan traditional Moms karena pada hakikatnya semua didikan seorang ibu untuk anaknya adalah niat yang baik. Penerapan traditional Moms yang masih saya keep untuk didikan anak saya yaitu selalu memberikan kebebasan bermain untuknya. Jika mungkin beberapa modern Moms tidak memperbolehkan anaknya main di luar karena ketakutan terhadap virus penyakit dan tidak aman, bagi saya bermain di luar sangat baik untuk perkembangan anak, seperti dapat berinteraksi dengan teman-temannya, menjadi lebih pemberani (tidak pemalu), menjadi lebih kuat karena imun terbentuk dengan sendirinya, dan anak menjadi lebih kreatif.

Terlepas dari berbagai gaya didikan seorang modern Mom atau traditional Mom, semua ibu itu hebat dan selalu memberikan yang terbaik untuk anaknya, selalu kuat dan menjadi sekolah pertama bagi anak-anaknya. Jadi bahagialah menjadi seorang ibu karena menjadi ibu sangat mulia, ganjarannya adalah surga apabila kita selalu ikhlas menjalankannya. 

 

Semoga bermanfaat.

By: Mega Risti andarini

Copyright by Babyologist

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

1368 Mega Risti andarini

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Perlukah Mengikuti Seminar Parenting?

Moms mungkin sering menghadiri seminar parenting, tapi apakah seminar parenting memang perlu untuk diikuti?

Menabung Sejak Dini

Kapan ya waktu yang cocok untuk mengajarkan menabung ke anak karena anak belum mengerti uang?

Happy Mengurus Newborn Bersama Mertua

Mengurus si Kecil dengan orangtua atau mertua tidak melulu tidak enak loh Moms. Berikut manfaatnya

Cara Merangsang Perkembangan Emosional Balita

Bagaimana cara merangsang perkembangan emosional seorang balita?

Moms Harus Dinas di Luar Kota, Bagaimana dengan Pengasuhan si Kecil?

Jauh dari anak = tantangan working Moms. Lalu bagaimana caranya tetap tenang saat tinggalkan anak?

Anak yang Tidak Bisa Diam = Anak Nakal?

Si Kecil yang aktif dan tidak bisa diam belum tentu berarti nakal. Justru bisa jadi anak yang cerdas. Kok bisa?

Panutan dalam Membesarkan Anak-anak

Tidak hanya ibu kandung, tapi ibu mertua juga bisa menjadi panutan dalam membesarkan anak-anak Moms.

Hati-Hati Moms, Sering Membentak Anak Dapat Menyebabkan Hal Ini!

Meskipun tergolong umum, nyatanya membentak anak bisa mendatangkan dampak buruk baginya!

Guru Utama Anak Adalah Ibu

Guru pertama dan utama seorang anak ibunya. Lalu bagaimana kita menjadi seorang 'guru' untuknya?