Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Apakah Anak Autis Bisa Diajarkan Hidup Mandiri?

GROWTH & DEVELOPMENT  |  MY STORY  |  PARENTING  |  11 Nov '19


Perkenalkan, ini adalah anak kedua saya. Satria, berusia 9 tahun dengan diagnosa autis. Sehari-hari Satria asyik bermain dengan bricks ukuran besar atau uno stacko, diputar-putar. Alhamdullilah berkat rangkaian panjang terapi sejak dini, Satria kini mau mendengar instruksi dan mau menengok kala dipanggil. Walau tak bertahan lebih dari 5 menit. Alhamdullilah Satria bukan autis karena kecanduan gadget jadi memudahkan saya untuk mengajaknya belajar atau bicara.

Memiliki ABK dalam kasus saya adalah autis, membuat saya lebih realistis sebagai ibu. Sejak punya anak pertama, memang sudah terpatri dalam benak saya untuk tidak memaksakan kehendak, kelak anak mau jadi apa. Saya bebaskan mereka ingin berkembang seperti apa asalkan menuju kebaikan.

Dengan adanya Satria, membuat saya menjadi semakin sederhana dalam menyikapi segala sesuatunya. Nerimo dan legowo jika orang Jawa bilang. Hal penting yang kami terapkan ke Satria adalah akhlak, etika dan life skill.

Life skill akan menjadi konsentrasi penting, karena kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi nanti, untuk itu perlu kemandirian. Persiapkan anak autis untuk hidup sendiri di kemudian hari.

Apakah bisa anak autis hidup mandiri?

Bisa. Sangat bisa. Anak autis itu bukan anak dengan intelektual rendah. Mereka sangat menyukai hal yang teratur. Untuk itu kita bisa membiasakan mereka melakukan hal-hal kecil sederhana. Seperti makan, mandi sendiri. Memenuhi kebutuhannya sendiri. Mengajarkannya menyapu, membuang sampah, dsbnya.

Satria setahun terakhir ini saya ajak mengangkat jemuran bersama, memasak bersama, bersih-bersih bersama, menata kasur pun bersama. Awalnya pasti susah buatnya. Namun seiring waktu bisa.

Bagaimana caranya?

Kuncinya, ajarkan mereka dengan contoh. Sambil diajarkan sambil diberi contoh. Sekali, dua kali sampai beberapa kali. Lalu biarkan mereka mencoba sendiri sambil diawasi. Besoknya coba lagi. Seiring dengan rutinitas mereka bisa. Bisa karena biasa.

Selalu dalam pengawasan. Anak autis adalah anak yang mudah bosan dan sangat sulit konsentrasi. Maka itu setiap kita ajarkan tentang life skill, kita harus mencurahkan perhatian dan waktu untuk mengawasinya. Supaya lebih efisien baiknya sambil kerja bersama. Hitung-hitung dapat tenaga tambahan kan.

Sabar. Walau mereka bukan tergolong anak dengan IQ rendah, namun daya tangkap mereka tetap berbeda dengan anak pada umumnya. Hal ini karena bagi mereka sangat sulit untuk berkonsentrasi.

Biasakan. Lakukan hal-hal yang menjadi latihan kemandirian sebagai rutinitas. Agar terbentuk suatu kebiasaan yang positif.

Tentunya keberhasilan ini didukung dengan banyak faktor ya. Bagi parents dengan ABK yuk semangat, kita pasti bisa membentuk mereka jadi pribadi mandiri.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

1113 Dian Yulia Kartikasari

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Investasi Wajib Buat Para Orang Tua

Sebagai orang tua, apa investasi terbaik yang bisa kita berikan untuk buah hati kita? Yuk, simak berikut ini.

Berjanji pada Anak? Harus Ditepati ya Moms!

Sebagai manusia, kita kerap berjanji atau dijanjikan sesuatu. Kita berharap orang yang berjanji akan menepati janjinya.

Ketika Anakku Ditegur Orang Lain

Jika si Kecil sudah memasuki masa sekolah & mengikuti kegiatan, ada saja tingkahnya yang lolos dari pengawasan kita.

Moms Termasuk Tim Pro Kotor atau Tim Anti Kotor?

Dalam membesarkan buah hati, Moms termasuk yang Pro Kotor atau yang termasuk Anti Kotor?

Tips Supaya Hubungan Kakak dan Adik Selalu Akur

Tentu setiap orang tua pengen punya anak yang selalu akur. Tapi hal ini ga mungkin terjadi begitu saja dengan mulus.

Peran Keluarga dalam Perlindungan Anak Menuju Indonesia Layak Anak

Pada hakikatnya, tidak ada manusia yang bisa memilih untuk terlahir di mana dan dalam kondisi apa.

Anakku Dipanggil Kok Cuek Ya?

Pernah ga sih anak kita saat dipanggil tapi ga ngerespon alias cuek? Bagaimana mengatasinya?

Hargailah dan Nikmatilah Prosesnya!

Setiap anak mempunyai tumbuh kembang yang berbeda-beda Moms, jangan berkecil hati jika ia lebih lambat dari yang lain.

Jangan Paksa Anak Untuk Sharing

Jangan biasakan memaksa anak untuk bisa sharing ya Moms apalagi sampai memarahinya

4 Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Makan Bersama

Rutinitas makan bersama ternyata sangat berperan penting dalam perkembangan si Kecil, baik fisik maupun mental loh Moms!

Manfaat Mengenalkan Anak pada Alam

Selain melatih kesehatan fisik, alam juga mampu membuat anak agar terlatih berpikir positif.

Peran Ayah Dalam Perkembangan Anak

Peranan seorang ayah sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang si Kecil lho Moms

Ragam Manfaat Bonding Time Bersama Ayah

Waktu kebersamaan dengan si Kecil itu penting lho Moms. Berikut ini manfaat bonding dengan ayah untuk si Kecil

5 Kegiatan yang Mampu Mendekatkan Ayah dan Anak Perempuan

Kedekatan ayah dengan anak perempuan memegang peranan yang penting dalam tumbuh kembangnya.

Daily Chores, Mencuci Piring

Melatih si Kecil melakukan daily chores seperti mencuci piring ternyata banyak manfaatnya lho Moms!

Playdate: Bukan Sekadar Trend

Playdate bukan untuk mengikuti trend ataupun ajang sosialisasi para orang tua saja. Lalu, apa manfaatnya?

Bagaimana Cara Mom Melissa Melakukan Sleep Training pada si Kecil?

Seperti apa cara Mom Melissa melakukan sleep training pada si Kecil?

Toilet Training Kakak (Berbeda Cara dengan Adik)

Dalam melakukan toilet training untuk kedua anaknya, Mom Mesa punya cara yang berbeda. Seperti apa?

Mengajarkan Anak untuk Berjalan

Bagaimana sih cara yang benar dalam mengajarkan anak berjalan? Yuk Moms coba terapkan tips berikut ini.

Cara agar Bayi Tidak Selalu Digendong sebagai Pengantar Tidur

Untuk membuat si Kecil terlelap, tidak harus selalu ditimang dulu kok Moms. Coba cara dari Mom Syifa ini yuk!