Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Apakah Ada Perbedaan Antara Vaksin Dan Imunisasi?

HEALTH TIPS  |  13 May '18


Bagi sebagian besar orangtua mungkin sudah tak asing lagi dengan kata vaksin dan imunisasi, dan mungkin dari sebagian mereka beranggapan bahwa vaksin dan imunisasi itu sama. Memang kedua-duanya secara garis besar memiliki fungsi yang sama yaitu sama-sama untuk menjaga kesehatan tubuh dari bahaya penyakit. Padahal vaksin dan imunisasi itu merupakan kedua hal yang berbeda.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, pengertian vaksinasi adalah penanaman bibit penyakit (misalnya campak, cacar, dan lain sebagainya) yang sudah dilemahkan ke dalam tubuh atau binatang (dengan cara menyuntikkan atau menggoreskan) agar orang atau binatang itu menjadi kebal terhadap penyakit tertentu. Sedangkan pengertian imunisasi yaitu pengimunan atau pengebalan secara alami terhadap bakteri atau penyakit, maksudnya yaitu ketika seseorang melakukan imunisasi maka sistem imun menjadi lebih kuat.

Selain itu, vaksin merupakan pengenalan dari luar ke dalam tubuh, sedangkan Imunisasi adalah proses yang terjadi di dalam tubuh setelah pemberian vaksin atau yang lainnya yang diperkenalkan ke dalam tubuh, saat itu tubuh akan mulai membangun kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit, tergantung dari vaksin yang disuntikkan.

Misalnya ketika dokter atau tim medis melakukan vaksin polio, maka tubuh akan mengimunisasi untuk membangun kekebalan terhadap penyakit polio.

Pada umumnya, vaksin yang disuntikkan ke dalam tubuh seseorang yaitu berasal dari bakteri yang tidak aktif atau yang sudah dilemahkan. Sehingga pada saat tubuh sudah menerima vaksin, maka seseorang akan mendapatkan perlindungan.

Jadi sebenarnya vaksin dan imunisasi itu saling berkaitan, vaksin merupakan bagian dari imunisasi sedangkan imunisasi yaitu proses yang terjadi setelah vaksinasi.

Jenis-Jenis Imunisasi

Imunisasi terbagi menadi 2 macam, pertama imunisasi aktif dan kedua imunisasi pasif. Contoh imunisasi aktif yaitu vaksin. Vaksin disebut imunisasi aktif sebab ketika seseorang disuntikkan vaksin maka tubuh akan langsung membentuk antibodi terhadap penyakit tertentu. Sehingga ada upaya dari tubuh untuk membentuk antibodi.

Sedangkan untuk imunisasi pasif yaitu pemberin Air Susu Ibu atau ASI. Sebab ASI dapat membentuk antibodi secara alami dan bayi secara otomatis akan mendapatkan serum antibodi dari ASI. Sehingga ketika ASI memberikan serum antibodi ke dalam tubuh bayi, tubuh tidak berupaya untuk membentuk antibodi, pasalnya serum yang diberikan sudah berupa antibodi terhadap penyakit tertentu.

Imunisasi pasif berbeda dengan vaksinasi, ketika tubuh mendapatkan serum (contohnya saat memberikan ASI) maka tubuh tidak berupaya atau belajar untuk membentuk antibodi. Karena itu tubuh tidak memiliki kemampuan untuk memproduksi antibodi, sehingga imunisasi ASI hanya kebal terhadap penyakit dalam waktu terbatas.

Jadi, meskipun sebenarnya vaksin dan imunisasi itu berbeda, tetapi vaksin dan imunisasi masih saling berkaitan dan memiliki tujuan yang sama yaitu untuk mencegah datangnya penyakit.

 

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist Editor.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

883 Babyologist Indonesia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

[REVIEW MOMWID] BRAND'S Saripati Ayam, Essence of chicken

Ada yang pernah mendengar tentang sari pati ayam atau essence of chicken? Ternyata Saripati Ayam ini sangat bermanfaat untuk Ibu Menyusui [...]

Kenali Gejala Dan Penanganan Anemia Pada Si Kecil

Apa gejala anemia pada si Kecil? Apa yang harus dilakukan jika si Kecil terkena anemia?

Hal-Hal Sederhana Untuk Mencegah Penyebaran Virus Corona Ala Mom Risny

Yuk simak cara Mom Risny menjaga keluarganya dari virus Corona.

What is Eczema?

What is Eczema?

Perhatikan Hal Berikut untuk Mencegah Virus Corona

Maraknya virus corona banyak membuat orang tua panik. Simak tips berikut agar si Kecil terhindar dari virus ini yuk Moms and Dads!

Penting untuk Diperhatikan Pasca Persalinan

Momen setelah bersalin tentu membahagiakan ya Moms and Dads. Tapi ada hal-hal penting yang perlu diperhatikan loh! Yuk, simak berikut ini.

Tips Mengenakan Masker untuk Si Kecil Demi Mencegah Coronavirus

Mengenakan masker merupakan salah satu cara pencegahan si Kecil tertular virus Corona. Tapi bagaimana jika si Kecil menolak masker?

Mengatasi Sinusitis Pada Balita

Pernah mendengar balita terkena sinusitis? Apa tandanya? Bagaimana cara mengatasinya? Yuk simak berikut ini!

Pengalamanku Alami Wasir Stadium 3 Pasca Melahirkan

Wasir setelah melahirkan? Pasti ga nyaman ya Moms. Yuk simak cerita berikut ini.

Mengenal Kulit Bayi dan Cara Menjaganya

Atopic dermatitis adalah kelainan kulit kronis yang menyerang 15-20% anak-anak serta 3% orang dewasa.

Cara Membuat Mosquito Spray Repellent dengan Variasi Essential Oil

Salah satu fungsi minyak esensial adalah dapat digunakan sebagai anti nyamuk. Bagaimana cara membuatnya?

Apakah Suntik TT Aman? Bagaimana Jika Tidak Suntik TT Sebelum Menikah?

Vaksin TT akan membantu dalam pencegahan tetanus dan sangat diperlukan bagi calon pengantin.

Sindrom Marfan: Kelainan Genetik pada Jaringan Ikat Manusia

Kelainan genetik pada jaringan ikat ini paling umum memengaruhi mata, pembuluh darah, tulang & jantung.

Mengenal Gejala Sindrom Bipolar, Gangguan Kepribadian Ganda Serius

Sindrom bipolar adalah gangguan mental yang ditandai dengan perubahan suasana hati ekstrem dan fluktuasi tinggi.

Mengenal Sindrom Behcet, Kelainan Langka yang Menyerang Pembuluh Darah

Sindrom Behcet merupakan kelainan langka yang menyebabkan pembuluh darah di seluruh tubuh mengalami peradangan.

Sindrom Asherman, Sindrom Langka yang Pengaruhi Menstruasi

Apa itu sindrom asherman yang mempengaruhi menstruasi pada wanita? Yuk kenali lebih dekat sindrom langka ini

Campak Jerman Pada Busui Apakah Berbahaya?

Campak jerman atau yang dikenal dengan campak 3 hari, sebenarnya berbeda dengan campak pada umumnya loh Moms.

Sindrom Klinefelter dan Dampaknya Terhadap Kesuburan Pria

Sindrom Klinefelter adalah kondisi genetik yang cukup umum ditemukan hanya pada pria. Bagimana dampaknya pada kesuburan?

9 Gejala Diabetes Tipe 2 yang Harus Diwaspadai

Mengenali tanda-tanda dan gejala awal dari kondisi kronis ini sangat perlu agar penderita dapat segera dirawat.

Pengertian, Penyebab dan Gejala Penyakit Kista

Benjolan berbentuk kantung yang dapat muncul di mana saja di tubuh ini dapat dialami oleh semua kalangan usia.