Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Apa Bedanya Stres, Gangguan Kecemasan, dan Depresi? Bagaimana Cara Mengatasinya?

BRANDS  |  HEALTH TIPS  |  MOM STYLE  |  MY STORY  |  30 Oct '20


Jauh sebelum pandemi COVID-19, tantangan dalam kehidupan seperti beban pekerjaan, konflik hubungan dengan pasangan, masalah keluarga, kesulitan ekonomi, dan lain sebagainya bisa membuat kondisi fisik dan psikis seseorang memburuk. Sebagai manusia biasa, wajar apabila Moms merasa takut, cemas, dan was-was. Kondisi ini dapat menjadi pemicu stres hingga gangguan mental seperti gangguan kecemasan (anxiety disorder) dan depresi.

Stres, gangguan kecemasan, dan depresi memiliki gejala yang mirip-mirip. Ketiganya seringkali saling berkaitan satu sama lain. Bahkan, seseorang bisa mengalami tiga gangguan kesehatan psikis ini sekaligus. Agar bisa mengenali dan mendapatkan penanganan yang tepat sebelum terlambat, Moms perlu mengetahui apa bedanya stres, gangguan kecemasan, dan depresi berikut ini:

 

Pengertian stres dan gejalanya

Ketika Moms berada dalam kondisi penuh tekanan, misalnya kesulitan merampungkan pekerjaan kantor padahal sudah mepet deadline, tubuh Moms bisa bereaksi secara defensif dengan cara stres. Insting primitif manusia ini melindungi manusia tetap aman dan hidup. Ini terlihat dari beberapa efek positif dari stres yaitu mendorong Moms untuk melakukan tugas-tugasnya dengan lebih berenergi dan meningkatkan konsentrasi sehingga Moms bisa merespon pemicu stres dengan efektif.

Meskipun demikian, kondisi stres lebih sering ditinjau sebagai sesuatu yang negatif. Seringkali, orang yang stres sulit berpikir dengan jernih dan merasa gelisah. Inilah beberapa gejala stres yang sering muncul:

·         Sakit kepala

·         Tekanan darah tinggi

·         Nyeri dada

·         Palpitasi jantung

·         Ruam kulit

·         Kurang tidur

·         Sembelit

·         Diare

·         Menggertakkan gigi

·         Kekebalan tubuh melemah sehingga mudah sakit

Cara mengatasi stres

Stres pada umumnya akan hilang sendiri jika pemicunya hilang. Namun, stres kronis bisa meningkat menjadi kecemasan atau depresi. Maka dari itu, apa pun gejala stres yang muncul harus segera diatasi.

Carolyn M. Mazure, PhD yang berprofesi sebagai psikologi di Yale Medicine dan pemimpin Women’s Health Research di Yale memberikan beberapa tips mengatasi dan mengurangi stres berikut ini:

1.    Memprioritaskan olahraga dan diet seimbang

Rutin lari pagi, bersepeda, aerobik, atau yoga dapat menambah energi dan ketahanan tubuh yang efektif mengurangi stres. Makanlah makanan bernutrisi lengkap dan seimbang seperti sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian. Menerapkan kebiasaan hidup sehat memang tidak mudah, tetapi dapat mengurangi stres dan memperbaiki suasana hati Moms.

2.    Menetapkan rutinitas sehari-hari yang bermanfaat

Rutinitas yang dapat diprediksi dapat membantu melawan perasaan tidak menentu yang disebabkan oleh stres. Apalagi, di kala pandemi COVID-19 seperti ini, kehidupan tidak menentu. Moms perlu membangun struktur atau rutinitas pribadi yang bermanfaat serta dapat memberikan Moms “sense of control”.

3.    Melakukan hal-hal yang memiliki arti pribadi bagi Moms

Ketika Moms memiliki tujuan dalam hidup, Moms akan merasa lebih kuat dalam menghadapi tantangan. Untuk memastikan hal ini, ingatkan diri Mosm tentang hal-hal yang penting bagi pribadi Moms, termasuk menghargai hubungan Moms dengan orang lain.

 

Pengertian gangguan kecemasan dan gejalanya

Apabila stres adalah respon tubuh terhadap ancaman dan situasi yang dapat membahayakan hidup, kecemasan adalah reaksi terhadap stres. Gejala stres seperti perut mulas, sakit kepala, jantung berdebar-debar, dan keringat dingin akan hilang setelah sumber tekanan penyebab stres sudah lenyap. Namun, apabila Moms masih terus-terusan merasa takut hingga tidak masuk akal, bisa jadi Moms sedang mengalami gangguan kecemasan. Orang yang mengalami anxiety disorder tetap merasa stres bahkan setelah pemicunya sudah hilang atau tidak ada bahaya nyata. Gejala gangguan kecemasan di antaranya:

·         Takut, panik, dan cemas dalam situasi yang tidak mengkhawatirkan atau membahayakan hidup

·         Kekhawatiran atau kecemasan yang terus-menerus mengganggu

·         Serangan panik atau kecemasan yang tiba-tiba tanpa pemicu yang jelas

·         Mengalami fobia sosial

Cara mengatasi gangguan kecemasan

Jika tidak diobati, gangguan kecemasan dapat membatasi kemampuan Moms dalam bekerja, memelihara hubungan, bahkan mencegah Moms keluar rumah. Michelle Alejandra Silva, PsyD, asisten profesor psikiatri di Yale School of Medicine dan pemimpin Connecticut Latino Behavioral Health System menyarankan tips berikut untuk membantu mengobati gangguan kecemasan:

1.    Terlibat dalam aktivitas yang membutuhkan perhatian penuh seperti menulis jurnal, mewarnai, atau meditasi agar pikiran tidak terpaku dengan apa yang terjadi di masa lalu

2.    Berlatih menyayangi diri sendiri, menerima perasaan tidak nyaman, dan mencegah menilai diri sendiri atas apa pun yang sudah dialami

3.    Mencari bantuan profesional dan menjalankannya seperti terapi individu atau kelompok dan pengobatan

 

Pengertian depresi dan gejalanya

Ketika seseorang merasa depresi, hal tersebut memengaruhi hampir semua hal dalam hidupnya; cara berpikir, suasana hati, selera makan, pola tidur, ketahanan tubuh, hingga tingkat konsentrasinya. Penderita depresi bisa kehilangan kemampuan untuk menjalani hidup. World Health Organization bahkan menempatkan depresi sebagai penyebab utama disabilitas di seluruh dunia. Penyakit mental ini bisa mematikan ketika penderitanya memikirkan dan merencanakan untuk bunuh diri. Depresi memiliki gejala-gejala yang berhubungan dengan kondisi mental dan tampak secara fisik, seperti:

·         Penurunan atau penambahan berat badan

·         Kurang tidur

·         Nyeri fisik

·         Kemarahan

·         Berbicara atau bergerak lebih lambat daripada biasanya

·         Merasa cemas

·         Sering merenung dan merasa bersalah

·         Keputusasaan

·         Kelumpuhan mental

·         Daya konsentrasi menurun

·         Sulit mengingat sesuatu/mudah lupa

·         Kurangnya motivasi atau minat dalam hidup

·         Merasa kewalahan dengan tugas sehari-hari dan interaksi dengan orang lain

Cara mengatasi depresi

Silva mengatakan bahwa bantuan profesional merupakan langkah esensial dalam menyembuhkan depresi. Untuk meredakan gejala depresi, dia menyarankan penderita untuk melakukan 2 hal berikut:

1.    Berolahraga

Efek positif dari olahraga teratur sangat kuat terhadap kesehatan mental seseorang. Depresi menyebabkan seseorang menjadi suka merenung, dan hal ini terhentikan sementara ketika orang tersebut berolahraga.

2.    Terhubung dengan orang lain

Kontak fisik di kala pandemi memang sulit dan bahkan tidak dianjurkan. Akan tetapi, kemajuan teknologi memungkinkan kita dapat terhubung dengan sahabat dan keluarga melalui telepon atau video call. Manfaatkan Zoom atau WhatsApp untuk menjalin hubungan dan mendapatkan dukungan dari orang-orang terdekat.

 

Perbedaan stress, gangguan kecemasan, dan depresi

Gejala stres, gangguan kecemasan, dan depresi hampir sama. Ketiganya memang berhubungan dengan kondisi mental seseorang. Meski begitu, sumber pemicu ketiganya sangat berbeda.

Stres dipicu oleh frustrasi dan kewalahan saat menghadapi tekanan. Orang yang stres tahu pasti apa yang sedang dihadapi seperti masalah ekonomi, hubungan dengan sahabat, atau rumah tangga. Meski ada beberapa kasus seseorang bisa stres karena sedang tidak berpikir jernih. Ketika dilanda stres, Moms harus membuat prioritas dan menangani masalah satu per satu. Perasaan pun menjadi lega ketika masalah sudah berlalu.

Selain itu, “sense of control” orang yang menderita stres, gangguan kecemasan, dan depresi juga berbeda. Jika saat stres orang tersebut masih memiliki kendali akan dirinya, tidak demikian halnya pada para penderita gangguan kecemasan atau depresi. Mereka merasa tidak berdaya dan tidak mengetahui apa penyebab kekhawatiran mereka.

Di sisi lain, depresi dan kecemasan merupakan 2 hal yang bertolak belakang secara emosional. Depresi menyebabkan orang merasa tidak berdaya dan kesedihan mendalam. Perasaan ini berlangsung lama bahkan bertahun-tahun hingga kehilangan semangat untuk hidup. Sementara itu, kecemasan membuat penderitanya ketakutan dan merasa diteror dengan hal-hal tidak jelas yang dianggap penderita tersebut membahayakan hidupnya.

 

Redakan stres, gangguan kecemasan, dan depresi dengan #BernafasLebihBaik

Beberapa gejala stres, gangguan kecemasan, dan depresi seperti sakit kepala, jantung berdebar, insomnia, hingga serangan panik membuat seseorang membutuhkan udara segar agar dapat #BernafasLebihBaik. Dalam penelitian yang dilakukan oleh George Kannaiah Sellakumar kepada 100 murid SMA swasta di Coimbatore, Tamilnadu, India, latihan pernapasan dalam sangat membantu menurunkan kecemasan dan meningkatkan pencapaian akademis. Teknik pernapasan dalam juga dapat mengelola stres, kemarahan, dan penyakit psikosomatis lainnya.

 

Air purifier dapat membantu Moms #BernafasLebihBaik dengan cara menyaring udara kotor dan mengedarkan udara bersih. DREW Pure 1 merupakan air purifier yang memiliki sejumlah fitur unggulan yang mampu menghadirkan udara bersih di ruangan sehingga bebas dari mikroba dan polusi.

Fitur unggulan DREW Pure 1

1.    Filter HEPA 13 yang dapat membantu membersihkan udara sebanyak 99,97% dan menangkap polutan-polutan berukuran kecil (0,3 mikron).

2.    Sinar UV-C untuk mensterilkan udara dari kuman penyakit, virus, bakteri, dan alergen.

3.    Clean Air Delivery Rate (CADR) 60 yang efektif membersihkan udara kotor di dalam ruangan hingga seluas 15 meter persegi.

4.    Kecepatan kipas yang dapat disesuaikan sehingga menambah kenyamanan bagi Moms dan keluarga.

5.    Timer dan sleep mode sehingga lebih praktis dioperasikan sepanjang hari.

6.    Ambient night light yang membantu mengurangi stres, menciptakan suasana lebih relaks sehingga tidur pun lebih nyenyak.

7.    Beroperasi dengan menggunakan daya listrik rendah (45 Watt) sehingga hemat energi dan biaya.

 

Kenali gejala stres, gangguan kecemasan, dan depresi sejak dini pada diri Moms agar segera mendapatkan penanganan yang tepat. Hubungi bantuan profesional dan minta dukungan orang terdekat untuk membantu Moms melalui permasalahan yang sedang Moms hadapi.

 

Referensi: DREW, Hello Sehat, Marian Journals, Pijar Psikologi, Premier Health, Yale Medicine

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

253 Drew Indonesia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Perbaiki Kualitas Udara untuk Cegah Panic Attack Selama Pandemi

Virus Corona yang pertama kali ditemukan di Wuhan, China, telah menggegerkan dunia. Saking banyaknya