Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Apa Bedanya Corona, Flu, dan Alergi?

BRANDS  |  MY STORY  |  01 Sep '20


Menurut Worldometers.info per tanggal 1 September 2020, pandemi virus Corona telah menyebar ke lebih dari 213 negara dan teritori dan menginfeksi lebih dari 25 juta orang di seluruh dunia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengimbau masyarakat melalukan physical distancing alias menjaga jarak agar tidak menulari atau tertular. Beberapa negara menerapkan lockdown atau pembatasan kegiatan. Event kumpul massal dibubarkan, bandara sepi, para siswa belajar di rumah, dan karyawan-karyawan diminta bekerja dari rumah sebagai langkah preventif memutus rantai penyebaran COVID-19 itu. 

Dengan adanya wabah Corona, wajar jika orang-orang menjadi takut bahkan paranoid ketika merasakan gejala sakit seperti gatal di tenggorokan, batuk-batuk, atau demam. Mereka takut apabila gejala-gejala tersebut mengarah pada diagnosis terkena COVID-19 dan harus diisolasi. Padahal, tidak semua gejala tersebut adalah gejala Novel Coronavirus. Bisa jadi, apa yang dirasakan itu adalah gejala flu atau alergi. Meskipun kita tetap harus waspada, jaga jarak, dan jaga kebersihan, tentu lebih baik apabila kita mengenali dengan baik bedanya Corona, flu, dan alergi, sehingga kita bisa mengambil tindakan lebih lanjut dengan tepat.

 

Kapan gejala Coronavirus muncul

Menurut WHO, gejala-gejala Coronavirus biasanya muncul setelah 2 hingga 14 hari seseorang terpapar virus tersebut. Perlu diketahui pula, beberapa orang terinfeksi virus tersebut tetapi tidak menunjukkan gejala dan tidak merasa sakit. Meski dia sendiri tidak merasa sakit, dia tetap dapat menularkan virus itu ke orang-orang di sekitarnya alias menjadi carrier.

 

Tabel perbedaan gejala Coronavirus, pilek, flu, dan alergi

Departemen Kesehatan dan Lingkungan Kansas telah membuat sebuah tabel perbedaan gejala Coronavirus, pilek, flu, dan alergi yang sangat membantu kita mengenali secara umum bedanya gejala yang dirasakan tubuh dalam merespon virus-virus yang berbeda tersebut.

Sumber: KDHEKS.GOV

 

Gejala sakit umum yang mungkin disalahartikan sebagai gejala Coronavirus

Bersin-bersin, meski bisa muncul pada penderita COVID-19, bukanlah gejala tipikal dari penyakit mewabah ini. Sering bersin biasanya dialami orang yang sedang alergi atau pilek biasa.

Di sisi lain, alergi memiliki gejala yang kronis. Orang dengan alergi dapat menunjukkan gejala yang sama, muncul dan hilang, selama berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Gejala alergi juga dapat diperparah apabila penderitanya terpapar alergen seperti debu, serbuk sari, atau bulu hewan. Sedangkan pilek gejalanya konsisten tidak terpengaruh waktu, cuaca, atau lingkungan.

 

Gejala unik dari Coronavirus yang berbeda dengan gejala sakit umum

Selain melihat tabel gejala di atas, kita perlu pula memperhatikan pendapat para dokter dan ahli kesehatan mengenai gejala Coronavirus. Ramzi Yacoub, PharmD, sebagaimana dikutip Health Line, mengatakan bahwa pilek, flu, dan COVID sama-sama disebabkan oleh virus. Namun, ketiganya muncul karena infeksi virus yang berbeda. Meski demikian, kata petugas farmasi SingleCare ini, gejala unik dari Coronavirus adalah sesak napas. Penderita COVID-19 akan menunjukkan tanda umum berupa napas pendek yang terjadi sebelum virus tersebut dapat menyebabkan pneumonia. Pada umumnya, flu atau pilek tidak akan menyebabkan sesak napas pada penderitanya. Namun, sesak napas itu bisa muncul apabila flu dan pileknya sudah parah dan berkembang menjadi pneumonia.

 “(Gejala) influenza memang sangat mirip COVID-19, namun sesak napas (yang dirasakan orang yang sakit flu) biasanya tidak separah penderita dengan COVID-19,” kata Dr. Subinoy Das, Kepala Petugas Medis di Tivic Health. Ditambahkannya lagi, sesak napas sering muncul pada hari ke-5 hingga 10 sejak gejala demam muncul.

Nah, jika setelah mengetahui perbedaan gejala-gejala penyakit di atas, Moms merasa tertular virus Corona, Moms perlu menanyakan beberapa pertanyaan berikut pada diri Moms sendiri. Sejatinya, kasus virus Corona biasanya memiliki konteks yang dapat ditelusuri asal-muasal terpaparnya. Oleh sebab itu, beberapa pertanyaan berikut dapat membantu Moms mengetahui kapan Moms kemungkinan terpapar virus atau apakah gejala yang Moms rasakan benar-benar gejala Corona atau tidak.

  • Apakah Moms tinggal di wilayah zona merah Corona?
  • Apakah Moms pernah bepergian dalam waktu dekat, jika ya, ke mana dan kapan saja? Moda transportasi apa yang Moms gunakan (transportasi pribadi, transportasi umum, pesawat, kapal pesiar, dsb.)?
  • Apakah Moms pernah menerima tamu di rumah atau mempunyai teman kantor, anggota keluarga, dll. yang baru saja bepergian ke suatu tempat belakangan ini?
  • Apakah Moms pernah menerima tamu, atau ada anggota keluarga dan tetangga yang pernah mengunjungi daerah yang masuk zona merah belakangan ini?

Virus Corona ini memang sedang berkembang sehingga penelitian mengenai gejala dan efek yang ditimbulkan pun masih harus terus diperbarui. Mengambil tindakan pencegahan virus Corona memang penting. Akan tetapi, Moms mungkin perlu berkawan dengan ketidakpastian hingga pandemi ini berakhir atau hingga para ahli kesehatan menemukan vaksinnya. Hubungi dokter dan rumah sakit rujukan apabila Moms atau anggota keluarga menunjukkan gejala-gejala serius.

 

Imun kuat sebagai benteng pencegah tertularnya virus penyakit

Seseorang bisa mudah terserang penyakit ketika kondisi tubuhnya kurang atau tidak fit. Oleh karena itu, Moms dan keluarga perlu menjaga kondisi tubuh tetap fit. Sistem imun yang kuat dapat menghalau berbagai macam penyakit termasuk yang disebabkan karena virus. Selain berolahraga, Moms dan keluarga perlu mengonsumsi makanan bernutrisi seimbang. Lengkapi pula konsumsi sayur-mayur, buah-buahan, protein, dan karbohidrat dengan susu.

Si Kecil yang sedang bertumbuh kembang perlu meminum susu agar pertumbuhannya optimal. Susu sapi memang mengandung banyak sekali nutrisi berguna. Masalahnya, tidak semua anak dapat meminum susu sapi. Jika si Kecil memiliki alergi susu, Moms bisa memberikan susu soya sebagai penggantinya.

Susu soya adalah susu berbasis kedelai yang memiliki kandungan protein hampir sama jumlahnya dengan susu sapi. Bedanya, susu soya tidak mengandung laktosa. Kandungan fosfor pada susu soya juga lebih rendah. Akan tetapi, kandungan alkali fosfatase dan osteopenianya lebih tinggi daripada susu sapi.

Susu Morinaga Soya MoriCare Triple Bifidus merupakan satu-satunya formula pertumbuhan soya sebagai solusi alergi susu sapi yangmengandung 100% isolat protein kedelai yang relatif lebih baik untuk memenuhi kebutuhan gizi pertumbuhan anak. Dilengkapi dengan Probiotik Triple Bifidus dan Prebiotik FOS yang dapat membantu perkembangan sistem imunitas tubuh dan kesehatan saluran cerna.

Triple Bifidus yaitu probiotik Bifidobacterium Breve M-16 V, Bifidobacterium Longum BB-536 dan Bifidobacterium M-63 yang terbukti secara klinis dapat menurunkan gejala alergi pada anak yaitu kemerahan, gatal pada kulit, dermathitis dan eksim; alergi pada saluran pernafasan seperti rhinitis, batuk, hidung gatal dan asma .

Referensi: CNN, Healthline, Kalbestore, Kansas Department of Health and Environment

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

1255 Morinaga Platinum

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Pemerintah Sarankan Air Purifier untuk Ruangan Tertutup

Sejak akhir tahun 2019, dunia menghadapi tantangan yang mengharuskan semua orang menerapkan Adaptasi Kebiasaan Baru sebagai respon atas situasi [...]

Sabun Bikin Si Kecil Alergi? Ini Tips Memilih Sabun Mandi yang Aman untuk Bayi

Salah Sabun Mandi Bikin Si Kecil Alergi? Ini Dia Tips Memilih Sabun Mandi yang Aman

Dukung Pertumbuhan Kini dan Nanti, untuk Si Kecil dan Bumi

Pentingnya menggunakan produk susu dengan kemasan ramah lingkunganSebagai upaya mendukung

Hindari Ruam Kulit, Pilih Skin Care Bayi Baru Lahir yang Aman Berikut Ini!

Hindari Ruam Kulit, Pilih Skin Care Bayi Baru Lahir yang Aman Berikut Ini! Kulit

Bantu Cegah Sensitivitas, Dukung Daya Tahan Tubuh Si Kecil

Alergi makanan merupakan reaksi tubuh secara berlebihan terhadap jenis protein tertentu.

Mengapa Botol Susu Berbahan Kaca Lebih Baik untuk si Kecil?

Kepopuleran botol susu dari bahan kaca sempat menurun drastis ketika botol susu berbahan

Babyo Review Dr. Browns Transition Bottle #SolusiBelajarMinum dari Gelas

Mengajarkan si Kecil untuk minum dari Cup adalah salah satu tantangan Moms saat menyapihnya

Keluarga Kuat, Rahasia si Kecil Tumbuh Bahagia

Menghabiskan waktu bersama keluarga merupakan sebuah anugerah tersendiri, ya, Moms. Ikatan keluarga

EQ Kuat, Kunci Mencegah Depresi Sejak Dini

Setiap orang tua tentu menginginkan anaknya tumbuh menjadi pribadi yang sehat, cerdas, dan bahagia.

Moms Harus Tahu: Ini Dia Perbedaan antara Teether dan Pacifier

Teething merupakan proses natural yang akan dialami oleh si Kecil. Proses tumbuh gigi ini biasanya

Moms, Ini Pentingnya Menggunakan Stroller Saat Mengajak Si Kecil Jalan-jalan di luar Rumah

Berada di luar ruangan merupakan pengalaman sensorik yang mengasyikkan bagi bayi dan balita. Si

Babyo Review: Dr. Brown’s Advantage + Prevent Pacifier

Semua bayi di dunia ini lahir dengan keinginan kuat untuk menyusu. Bahkan, di dalam kandungan pun,

Bagaimana Cara Bernapas dan Kualitas Udara dapat Membantu Diet Moms

Berat badan ideal merupakan impian bagi banyak orang. Selain karena tubuh proporsional membuat

Si Kecil MPASI? Jangan Lupa Siapkan Peralatan Makan Khusus Berikut ini, Moms!

Air Susu Ibu (ASI) menyediakan nutrisi ideal selama 6 bulan pertama kehidupan seorang bayi. Ketika

Latihan Pernapasan Mendalam untuk #BernapasLebihBaik

Pengarang novel Harry Potter, J. K. Rowling, pada tanggal 6 April 2020 yang lalu, membagikan sebuah

Si Kecil Mulai Bersin-Bersin? Cegah Bapil dengan Cara Berikut Ini!

Batuk pilek (bapil) adalah penyakit yang biasa menyerang anak-anak terutama yang masih bayi. Menurut

Cara Membersihkan dan Sterilisasi Botol Susu dengan Baik dan Benar

Menjaga anak tetap sehat merupakan prioritas utama setiap orang tua. Sistem imun bayi yang belum

Tips Agar Si Kecil Tidur dengan Aman dan Nyaman

Seorang bayi menghabiskan waktu tidur 12-15 jam setiap harinya. Untuk itu, Moms perlu memperhatikan posisi tidurnya agar terhindar dari risiko [...]

Si Kecil Diare? Begini Cara Atasinya

Seperti halnya orang dewasa, anak-anak juga bisa terkena diare. Yuk ketahui cara mengatasinya.

Khasiat Saripati Ayam untuk Bumil & Busui, Apa Bedanya dengan Sup Ayam Biasa?

Moms pasti sudah pernah mendengar tentang saripati ayam. Tapi tahukah Moms perbedaan saripati ayam dengan sup ayam biasa?