DAILY FEED

Review Jack n Jill Toothpaste Banana Flavour by Mom Deborah Review Jack n Jill Toothpaste Banana Flavour by Mom Deborah
19 Apr '19

Tips Mengatasi LDR yang Tak Terduga Tips Mengatasi LDR yang Tak Terduga
16 Apr '19

Ajak si Kecil Ke Pantai Yuk Moms Ajak si Kecil Ke Pantai Yuk Moms
19 Apr '19

Tips Manajemen ASIP untuk Ibu Pekerja ala Mom Anggraini Tips Manajemen ASIP untuk Ibu Pekerja ala Mom Anggraini
19 Apr '19

Apa yang Dirasakan Saat Hamil Memasuki Trimester 3? Apa yang Dirasakan Saat Hamil Memasuki Trimester 3?
19 Apr '19

Bekal Praktis dengan OmieBox Bekal Praktis dengan OmieBox
13 Apr '19

Perlukah Mencuci Stroller dan Car Seat? Perlukah Mencuci Stroller dan Car Seat?
19 Apr '19

Perjalananku Bertemu si Kecil Perjalananku Bertemu si Kecil
19 Apr '19

Hemat Uang Belanja Dengan Redeem Point Di Babyologist Hemat Uang Belanja Dengan Redeem Point Di Babyologist
19 Apr '19

Menyusui si Kecil saat Traveling dengan Nursing Apron Baby Loop Menyusui si Kecil saat Traveling dengan Nursing Apron Baby Loop
12 Apr '19

Pentingnya Mengajak Bayi Ngobrol Sejak Dalam Kandungan Pentingnya Mengajak Bayi Ngobrol Sejak Dalam Kandungan
19 Apr '19

Jenis Mainan yang Aman untuk Bayi Jenis Mainan yang Aman untuk Bayi
19 Apr '19

Sembuh Saat Keputihan dengan Air Rebusan Daun Sirih Sembuh Saat Keputihan dengan Air Rebusan Daun Sirih
19 Apr '19

Jangan Salah Memilih Selimut! Jangan Salah Memilih Selimut!
11 Apr '19

Bagaimana Cara Merawat dan Menyimpan Tali Pusar Bayi? Bagaimana Cara Merawat dan Menyimpan Tali Pusar Bayi?
19 Apr '19

Siap Bersihkan Gigi Bayi Kapan Saja, Dimana Saja Siap Bersihkan Gigi Bayi Kapan Saja, Dimana Saja
19 Apr '19

Pentingnya Anak Merasa Kecewa Pentingnya Anak Merasa Kecewa
19 Apr '19

Cara Menghilangkan Stretch Mark dengan Serum Cara Menghilangkan Stretch Mark dengan Serum
09 Apr '19

Mengembalikan Percaya Diri Anak yang Trauma Jatuh Saat Baru Belajar Berjalan Mengembalikan Percaya Diri Anak yang Trauma Jatuh Saat Baru Belajar Berjalan
19 Apr '19

Ayam Suwir Kecap (16M+) Ayam Suwir Kecap (16M+)
19 Apr '19

Misua Kukus (10M+) Mudah dan Praktis Misua Kukus (10M+) Mudah dan Praktis
19 Apr '19

Review Nuby Nana Nubs Massager Review by Mom Meylis Review Nuby Nana Nubs Massager Review by Mom Meylis
19 Apr '19

Review Doogle Wedge Pillow by Mom Catherine Review Doogle Wedge Pillow by Mom Catherine
18 Apr '19

Chloasma, Kondisi Kulit yang Umum Dijumpai pada Bumil dan Busui Chloasma, Kondisi Kulit yang Umum Dijumpai pada Bumil dan Busui
18 Apr '19

Beruntungnya Aku Join Babyologist! Beruntungnya Aku Join Babyologist!
18 Apr '19

Anak Pertama, Persalinan Normal Hanya 2 Jam! Anak Pertama, Persalinan Normal Hanya 2 Jam!
18 Apr '19

Review Woodwards Gripe Water Review Woodwards Gripe Water
18 Apr '19

Resep Pizza Mie Kale Resep Pizza Mie Kale
18 Apr '19

Toilet Training Kakak (Berbeda Cara dengan Adik) Toilet Training Kakak (Berbeda Cara dengan Adik)
18 Apr '19

Hidung Bayi Mampet? Berikut 4 Cara Melegakannya Hidung Bayi Mampet? Berikut 4 Cara Melegakannya
18 Apr '19

Bola-bola Ubi Madu Bola-bola Ubi Madu
18 Apr '19

Pudding Coklat Regal (10 M+) Pudding Coklat Regal (10 M+)
18 Apr '19

Review Nuby Garden Fresh Nibbler Review Nuby Garden Fresh Nibbler
18 Apr '19

Sudah Terlanjur Botox Sebelum Mengetahui Kehamilan, Lalu Bagaimana? Sudah Terlanjur Botox Sebelum Mengetahui Kehamilan, Lalu Bagaimana?
18 Apr '19

READ MORE

Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

10 Hal Penting Yang Wajib Diperhatikan Saat Hamil 6 Bulan

PREGNANCY  |  10 Apr '18

Hari ini Mom akan mempelajari 10 hal penting yang wajib diperhatikan saat hamil 6 Bulan (24 minggu). Jika saat ini usia kehamilan Mom sudah memasuki usia kandungan 24 minggu, tentunya perut akan tampak semakin besar. Di samping berat badan bertambah, rahim juga bisa naik sekitar 1 inci dan mendorong perut, sehingga pusar akan lebih menonjol. Pada masa kehamilan 6 bulan, Mom perlu mengetahui apa saja keluhan-keluhan yang akan muncul, olahraga yang baik untuk janin, jenis makanan yang dapat dikonsumsi, apa saja yang harus dilakukan untuk menjaga Si Kecil dan lain sebagainya.

Pada umur kehamilan ini, janin sudah bisa diajak berinteraksi lewat sentuhan dan juga suara atau musik yang didekatkan di perut. Janin akan bergerak aktif dan merespon apa yang Mom ucapkan atau lakukan. Mom juga harus mengetahui bagaimana perkembangan janin dari waktu ke waktu. Mulai dari berat, bentuk, gerakan, posisi kepala dalam kandungan, perubahan yang normal terjadi pada tubuh dan posisi tidur. Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah janin normal seperti seharusnya. Mari kita pelajari satu per satu.

Berat Janin 6 Bulan

Berat Janin 6 Bulan

Berapakah berat janin saat memasuki 6 bulan dalam kandungan? Pada masa ini janin sudah mendekati dan membentuk manusia sempurna. Karena perkembangan panca indranya juga sudah cukup matang. Pada usia ini semua panca indra sudah terbentuk dan semakin berkembang secara sempurna.

Dimasa awal kehamilan 6 bulan, bayi yang ada di dalam kandungan memiliki bobot sekitar 0,6 kg dan panjangnya sekitar 34,6 cm. Mom bisa merasakannya bergerak aktif bahkan ketika ia cegukan. Ketika masuk usia 25 minggu, beratnya akan bertambah menjadi 760 gram dengan panjang sekitar 36 cm. Selanjutnya pada minggu ke 26 berat janin 875 gram dan panjangnya sudah lebih dari 36 cm. Sementara pada minggu terakhir usia 6 bulan ini yaitu minggu ke-27, bayi akan berbobot lebih dari 1 kg dan panjangnya sekitar 38 cm.

Bentuk Janin 6 Bulan

Mom mungkin juga akan merasa penasaran, sebenarnya seperti apa bentuk janin saat usia hamil 24 minggu ini. Bentuk janin di usia ini sudah tidak tampak kurus tetapi sudah menjadi bayi dengan lemak yang ada di bawah kulitnya. Kulitnya yang semula terlihat keriput mulai halus. Ketika di USG maka sudah dapat menampilkan rambut yang telah tumbuh. Meski belum sempurna, otak, sistem pencernaan dan juga jantung sudah terbentuk. Pada minggu terakhir di bulan keenam ini, bayi juga sudah memiliki bulu mata. Lapisan lemak dan juga tulang akan semakin berkembang. Meski demikian, tulangnya baru benar-benar mengeras setelah bayi lahir. Sementara itu jaringan di dalam otak bayi terus berkembang dengan pesat.

Perkembangan janin terbilang sangat kecil, tetapi perkembangannya berlangsung sangat baik. Pada usia 24 minggu, beberapa bagian kulit tangan sudah terlihat garisan, bahkan kuku yang sangat mungil tampak di ujung jarinya. Meskipun memang masih belum terlalu kuat. Janin juga mulai memiliki sistem pendengaran, jadi ia dapat mendengar setiap suara dan bisa memberikan respon yang baik.

Sistem organ tubuh Si Kecil belum bisa bekerja dengan baik, namun perkembangannya sangatlah luar biasa. Dan jika Mom sedang merasa bahagia, stress, cemas, atau bahkan kesal, maka Si Kecil yang berada di dalam kandungan juga bisa merasakan hal yang serupa.

Mengapa demikian? Hal ini di karenakan adanya hormon adrenalin, yang mana hormon ini diproduksi oleh sang ibu yang memang mampu menembus ke bagian plasenta, sehingga kondisi ini juga bisa mempengaruhi kondisi emosi janin. Ketika hal ini terjadi, biasanya Mom akan sedikit merasakan beberapa bagian tubuh Si Kecil ketika menempel ke bagian dinding perut Anda. Bahkan ketika hal ini terjadi, bagian otot rahim Anda akan mengalami peregangan yang bisa menyebabkan Anda mengalami rasa sakit atau ngilu di bagian perut.

Gerakan Janin 6 Bulan

Di usia ini, Si Kecil yang berada di dalam kandungan sudah melakukan berbagai macam gerakan. Sesekali dia akan cegukan dan Mom bisa merasakannya. Bayi juga secara teratur akan membuang urin ke kantung ketuban. Kelopak mata bisa membuka dan sebentar lagi Si Kecil bisa berkedip. Ia juga sudah bisa bernafas sedikit demi sedikit sebagai persiapan saat lahir ke dunia. Saraf penglihatannya sudah bekerja dan merespon cahaya. Bila Mom menyorot sinar senter ke perut, maka bayi akan berusaha memalingkan wajahnya.

Posisi Kepala Janin Usia 6 Bulan Dalam Kandungan

Lalu, seperti apa bentuk kepala sang buah hati? Mom bisa tahu bahwa pada usia ini kepala janin sudah mulai terbentuk normal menyerupai bayi yang sudah siap dilahirkan ke dunia. Selain itu, jam tidur juga akan sedikit demi sedikit berkurang. Sehingga bisa merasakan gerakan Si Kecil ketika pagi atau sore hari. Dan saat malam hari tiba, gerakan akan lebih aktif jika dibandingkan dengan waktu pagi atau sore.

Apa Saja Perubahan yang Normal Terjadi pada Tubuh Mom?

Ketika usia kehamilan memasuki usia 6 bulan, mungkin rahim Anda memiliki ukuran menyerupai bola kaki. Dan usia kehamilan ini merupakan usia kehamilan yang memasuki trimester ketiga yang mana membuat banyak ibu hamil mengalami keram di bagian kaki, mengalami susah tidur, serta bisa juga mengalami konstipasi. Bukan hanya itu, dikarenakan posisi rahim yang tepat berada di bagian bawah tulang rusuk, maka umumnya Anda akan mengalami kesulitan bernapas, dan hal ini merupakan hal yang sangat wajar yang mana akan kembali memulih ketika usia kehamilan memasuki usia 7 bulan.

Apa Saja yang Perlu Diperhatikan?

Hal-hal yang harus Anda perhatikan di usia kehamilan 6 bulan diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Dikarenakan perkembangan janin semakin pesat, maka di sini ia membutuhkan nutrisi yang bisa membantu tumbuh kembangnya. Maka Mom sangat dianjurkan untuk bisa memenuhi asupan nutrisi yang memang dibutuhkan oleh tubuh Anda sekaligus dibutuhkan Si Kecil.

  • Umumnya perubahan tubuh yang dialami oleh para ibu hamil kerap kali membuat ibu hamil merasa tidak percaya diri, dan disini peranan pasangan Anda sangat dibutuhkan agar para ibu hamil bisa tetap merasa nyaman dengan kondisinya.

  • Ketika usia kehamilan Anda mencapai 6 bulan, biasanya Mom akan merasakan keram di bagian kaki, dan pastinya kondisi ini tidak akan berkurang sampai Anda melahirkan.

Posisi Tidur Ibu Hamil 6 Bulan

Dalam usia kandungan 6 bulan ini, Mom juga harus tahu seperti apa posisi tidur yang dianjurkan, agar nyaman dan juga tidak beresiko untuk janin yang ada di dalam kandungan. Posisi terbaik saat tidur yaitu miring ke salah satu sisi tubuh. Dengan posisi ini, maka rahim tidak akan menekan pembuluh darah, tidak menegangkan otot punggung dan tidak menghalangi gerak paru-paru dan organ-organ tubuh. Sehingga beberapa masalah seperti pegal, nyeri punggung, pusing dan kaki bengkak ketika bangun tidur bisa diminimalisir. Mom juga bisa mendapatkan tidur berkualitas dengan posisi tidur miring seperti ini.

Keluhan Hamil 6 Bulan

Setelah mengetahui berbagai macam perkembangan janin saat hamil 6 bulan, maka ada banyak sekali perubahan tubuh yang Mom rasakan. Mungkin Mom juga akan merasakan berbagai keluhan yang dialami tubuh, apa saja kah itu? Berikut ini adalah 14 keluhan yang perlu diwaspadai selama masa kehamilan Mom :

1. Sesak Nafas

Sesak Nafas Saat Hamil 6 Bulan

Sesak nafas bisa dikatakan hal yang umum bagi ibu hamil. Karena peningkatan hormon progesteron bisa berpengaruh pada paru-paru. Kebutuhan oksigen saat hamil akan semakin bertambah dan ukuran rahim akan semakin membesar. Hal ini menyebabkan otot diafragma yang membantu pernapasan tertekan sehingga Mom akan merasa sesak. Mom bisa mengatasinya dengan cara duduk dengan posisi punggung yang tegak atau pada saat tidur bisa memakai tambahan bantal. Hal ini bisa mengurangi rasa sesak.

2. Keputihan

Masalah lain yang mungkin akan timbul ketika hamil adalah keputihan. Sebenarnya ini adalah hal yang normal dan umum dialami ibu hamil. Hal ini disebabkan beberapa perubahan tubuh wanita ketika hamil. Saat hamil, leher rahim dan juga dinding vagina lebih lembut dan menghasilkan lendir lebih banyak karena hormon estrogen yang dihasilkan juga lebih banyak. Meskipun keputihan saat hamil normal, tapi Mom harus tetap memantaunya. Hal-hal di bawah ini adalah hal yang biasa terjadi saat mengalami keputihan :

a. Keluar Cairan Kuning

Keputihan yang tidak normal biasanya disebabkan oleh infeksi. Keputihan yang tidak normal adalah keputihan dengan lendir, berwarna coklat yang mengandung darah, disertai rasa nyeri atau pendarahan, berwarna hijau, berbuih dan kuning. Cara paling tepat agar masalah ini teratasi sebaiknya Mom segera memeriksakannya ke dokter. Sehingga Mom akan mendapatkan penanganan yang tepat.

b. Keluar Cairan Putih

Seperti yang sudah dijelaskan tadi, jika keputihan atau keluar cairan putih yang tidak berbau dan tidak berbuih serta tidak menimbulkan gatal, itu tandanya masih dalam kondisi normal. Tetapi bila cairan putih yang keluar itu berbau tak sedap, gatal dan berbuih, Mom harus segera konsultasikan ke dokter.

Cara Mengatasi Keputihan

Saat mengalami keputihan terlalu banyak, Mom harus mengganti celana dalam lebih sering supaya kelembabannya terjaga. Jaga selalu daerah kemaluan supaya selalu bersih dan kering. Bersihkan vagina dengan rutin memakai air hangat atau bisa memakai produk pembersih vagina. Jangan pakai tisu yang mengandung pewangi, deodoran vagina,  atau sabun wangi, jangan juga memakai douching untuk membersihkan vagina, sebab bisa mengiritasi kulit dan keseimbangan bakteri alami bisa terganggu.

3. Perut Sakit

Nyeri perut khususnya di bagian bawah menjadi salah satu keluhan yang sering dialami ibu hamil 24 minggu. Bisa jadi kondisi ini disebabkan oleh kontraksi palsu, nyeri dari otot perut, dari saluran cerna atau kontraksi persalinan karena prematur. Untuk meminimalisir rasa sakit dan nyeri karena kontraksi palsu bisa dilakukan dengan mengubah posisi tubuh agar bisa mengembalikan kenyamanan. Beristirahatlah yang cukup bila Mom terlalu letih. Sedikit berjalan ringan, minum segelas air atau memakan makanan yang bisa meminimalisir rasa tidak nyaman. Mengambil nafas dalam agar bisa merilekskan tubuh.

4. Perut Kencang

Saat usia janin 24 minggu, maka pertumbuhan yang semakin besar mengakibatkan tekanan pada perut sehingga mengakibatkan perut kencang. Selain itu hal lain yang dapat mengakibatkan perut menjadi kencang adalah gerakan janin, makan berlebih atau adanya kontraksi palsu. Untuk mengatasi hal ini maka Mom bisa memperbanyak konsumsi cairan seperti air putih dan juga jus buah segar, sehingga tubuh Mom tetap terhidrasi.

5. Perut Gatal

Sebenarnya gatal di perut yang Mom alami adalah sebuah hal normal. Perut membesar ketika hamil menyebabkan rasa gatal di perut karena kulit ikut melebar. Untuk mengatasinya Mom bisa mengoleskan pelembab di kulit. Jangan digaruk karena kulit bisa iritasi, oleskan krim anti gatal dan hindari mandi dengan air hangat. Berikan kompres dingin di area yang gatal, hindari keluar rumah ketika cuaca panas, berpakaian longgar, kering dan bersih.

6. Perut Kecil

Keluhan ibu hamil yang satu ini memang bisa terjadi karena berbagai macam penyebab seperti tinggi badan ibu hamil. Kalau ibu hamil mempunyai tinggi badan yang ideal atau sangat tinggi, rahim nya akan tumbuh ke atas sehingga ruang rahim semakin besar. Hal ini menyebabkan perut ibu tetap kecil walaupun sudah memasuki usia 6 bulan kehamilan.

Kehamilan pertama juga bisa membuat bentuk perut lebih kecil karena otot perut dan rahim masih ketat.

7. Sering Buang Air Kecil

Sering buang air kecil adalah efek samping kehamilan yang umum terjadi. Apalagi saat Mom sudah memasuki usia kehamilan 6 bulan. Ini terjadi karena perubahan hormon selama hamil. Pertumbuhan janin juga bisa menekan kandung kemih jadi ini membuat mom ingin lebih sering ke toilet.

Ada beberapa cara yang bisa meminimalisir kondisi ini seperti tidak minum sebelum tidur dan hindari konsumsi minuman berkafein. Ketika di toilet pastikan sudah mengosongkan kandung kemih sepenuhnya. Mom juga bisa melakukan senam kegel agar otot-otot yang mengatur keluarnya urine bisa lebih kencang.

8. Kaki Bengkak

Kondisi kaki yang bengkak saat hamil adalah hal normal. Sebab pembuluh darah besar yang ada di pangkal paha menerima tekanan dari bayi yang tubuhnya semakin membesar. Agar pembengkakan pada kaki bisa berkurang bisa mengkonsumsi apel dan bawang putih. Juga bisa minta bantuan suami agar memberikan pijatan yang lembut. Tidur dengan posisi berbaring miring ke kiri agar terhindar dari tekanan vena besar.

9. Sakit Pinggang

Sakit Pinggang Saat Hamil 6 Bulan

Keluhan ini juga sering dialami ketika Mom hamil 24 minggu. Di usia kehamilan ini, sakit pinggang sering dialami. Hal ini disebabkan karena beberapa hal, salah satunya perut yang semakin membesar. Selain itu, berubahnya hormon di dalam tubuh juga menjadi faktor penyebab sakit pinggang.

Cara mengatasinya bisa dilakukan dengan peregangan otot piriformis dengan duduk diatas kursi dan 2 kaki menjejak sempurna ke lantai. Tegakkan punggung dan renggangkan tubuh ke depan. Selain itu Mom bisa melakukan senam hamil.

10. Flek Coklat

Keluhan ibu hamil yang selanjutnya adalah munculnya flek ketika hamil 6 bulan. Sebenarnya munculnya flek ini tidak selamanya berbahaya tetapi ada yang harus diketahui saat flek masuk dalam kategori berbahaya. Seperti waktu lamanya flek itu muncul dan jumlah darah yang keluar. Untuk mengatasi hal ini sebaiknya Mom rutin periksa ke dokter, hindari beraktivitas fisik yang melelahkan, jangan terlalu sering berhubungan suami istri, jaga kebersihan organ genital dan yang lebih penting adalah Mom jangan langsung panik.

11. Pendarahan

Pendarahan yang terjadi pada ibu hamil juga tidak selamanya berbahaya. Hal ini masih dianggap normal bila darah yang keluar hanya sedikit atau berupa bercak saja. Namun pendarahan bisa menjadi berbahaya dan harus segera diperiksakan ke dokter bila Mom mengalami pendarahan subkronik di sekitar plasenta. Karena hal tersebut dapat menyebabkan Chemical pregnancy, keguguran, kehamilan ektopik, kehamilan molar, plasenta previa, plasenta abruptio dan juga persalinan prematur.

12. Selangkangan (tulang kemaluan) Sakit

Keluhan yang dirasakan ibu hamil yang satu ini memang agak sulit didiagnosis penyebabnya. Tetapi biasanya hal ini disebabkan janin dan rahim yang berkembang memenuhi rongga bagian perut dan juga panggul.

Untuk mengatasinya, Mom bisa melakukan pelatihan berupa senam kegel. Mom bisa bersantai di bak mandi yang diisi air hangat supaya rileks.

13. Perut Kembung

Untuk mengatasi keluhan yang satu ini, Mom harus menghindari makanan yang mengandung fruktosa terlalu banyak. Mom juga disarankan untuk rutin berolahraga dan berhenti merokok serta minum alkohol.

14. Gusi Bengkak

Keluhan yang sering terasa pada ibu hamil adalah gusi bengkak ini. Perubahan hormon membuat aliran darah ke jaringan gusi lebih rentan pada infeksi bakteri. Untuk mencegahnya sebaiknya mom rajin menyikat gigi dua kali sehari setelah makan. Pakailah dental floss, kurangi konsumsi makanan manis, cukupi asupan nutrisi dengan konsumsi buah dan sayur, hindari berkumur memakai obat kumur yang di dalamnya mengandung alkohol, berhenti merokok dan kunjungi dokter gigi secara rutin minimal setahun dua kali.

Senam Hamil 6 Bulan

Senam Hamil 6 Bulan

Untuk menjaga kesehatan selama masa kehamilan, ada banyak hal lain yang bisa Mom lakukan, salah satunya adalah dengan berolahraga. Olahraga yang dilakukan tentu saja olahraga yang ringan seperti senam hamil, berikut ini kita akan membahas bagaimana posisi senam hamil yang baik untuk Mom.

  • Duduk Bersila

Latihan pemanasan sebelum memulai gerakan senam hamil dengan mengatur pernapasan bisa membuat pembakaran metabolisme lebih cepat. Caranya Mom harus duduk di sebuah alas yang nyaman dan empuk dengan posisi punggung tegak dan duduk bersila. Dua tangan diletakkan di samping kiri dan kanan dengan menekan ke lantai, ambil nafas dalam lalu lepaskan perlahan, ulangu beberapa kali.

  • Berbaring

Ambil posisi berbaring, angkat kaki keatas selama posisi berbaring dan menurunkannya lagi. Ulangi beberapa kali pengulangan untuk membantu mengatasi masalah sulit tidur. Selain itu, gerakan ini juga bermanfaat agar membuat tidur lebih nyenyak serta berkualitas.

  • Merangkak

Posisikan tubuh merangkak dan membentuk siku sekaligus punggung lurus. Kemudian tekuk kepala ke bawah sambil mengatur pernafasan yang baik. Lihat ke arah perut dan ulangi beberapa kali pengulangan.

  • Hands and Back Up Train

Angkat lengan lurus di atas kepala dan posisikan telapak tangan sampai saling berhadapan. Lakukan dan tahan posisi sekitar 20 detik. Mom juga perlu melakukan gerakan peregangan dengan melebarkan 2 lengan dan diulangi 5 hingga 10 kali supaya mencapai hasil yang maksimal.

  • Senam Lantai

Lakukan posisi jongkok 90°, sanggah tubuh dengan mengarahkan kedua tangan secara lurus ke depan. Angkat dan luruskan kaki sejajar punggung lakukan bergantian.

Makanan Ibu Hamil 6 Bulan

Selain melakukan senam hamil, Mom juga harus menjaga asupan dan nutrisi makanan yang masuk ke dalam tubuh. Supaya kondisi Mom dan juga janin yang ada di dalam kandungan selalu sehat, ada banyak makanan yang diperbolehkan dan dilarang saat hamil, Mom harus tahu itu.

Makanan Sehat

Konsumsi makanan sehat pada saat usia kehamilan 6 bulan sangatlah penting. Selain menu 4 sehat 5 sempurna, Mom juga harus mengkonsumsi makanan yang mengandung kalsium dan vitamin seperti vitamin A. Contoh dari makanan yang baik untuk kesehatan Mom adalah daging tanpa lemak, sayuran hijau dan makanan yang mengandung serat.

Durian

Jika Mom adalah salah seorang penggemar berat buah durian, maka Mom harus berhati-hati dengan buah ini di masa kehamilan. Meskipun ibu hamil tidak dilarang konsumsi durian, namun takarannya harus wajar. Ibu hamil boleh mengkonsumsi tidak lebih dari 3 biji saja. Tetapi saran yang terbaik adalah tidak konsumsi durian selama masa kehamilan karena durian memiliki sifat panas dan bisa merusak organ tubuh. Sebab dalam buah durian mengandung soda, gas, glukosa, alkohol dan kolesterol. Mom bisa memilih berbagai macam buah lain yang lebih aman dan tidak menimbulkan masalah kesehatan janin.

Buah yang Baik Untuk Kesehatan Janin

Sebagai pengganti durian, ada banyak sekali buah yang baik untuk ibu hamil 6 bulan. Mom bisa memilih buah-buahan seperti kurma, pisang, alpukat, manggis, apel dan buah lain memiliki kandungan serat, vitamin dan kalsium yang baik untuk kesehatan ibu hamil dan janin dalam kandungan.

Minum Air Kelapa Saat Hamil 6 Bulan

Banyak sekali yang mempertanyakan minuman favorit yang satu ini, apakah ibu hamil minum air kelapa diperbolehkan atau tidak? Faktanya memang air kelapa dapat memperkuat sistem imun ibu, mengurangi lelah, mencegah infeksi saluran kencing dan bisa melancarkan sirkulasi darah. Namun sebaiknya jangan berlebihan dalam mengkonsumsinya dan akan lebih baik jika minum air kelapa langsung dari buahnya. Setelah mengkonsumsi air kelapa, pastikan Mom juga minum air putih yang cukup. Hentikan konsumsi air kelapa jika membuat tubuh Mom terasa tidak nyaman.

Berhubungan Intim (sex)

Berhubungan Intim (sex) Saat Hamil 6 Bulan

Dalam usia kehamilan 6 bulan ini, apakah Mom masih ingin dan mempunyai hasrat untuk melakukan hubungan intim? Banyak yang bertanya apakah saat ibu hamil 6 bulan diperbolehkan untuk berhubungan intim atau tidak. Sebenarnya berhubungan intim ketika hamil bukan menjadi sebuah hal yang dilarang selama kondisi kehamilan tidak mengalami gangguan. Karena umumnya hasrat seksual wanita saat masa kehamilan bisa mengalami penurunan dikarenakan faktor hormonal.

Perlu Mom ketahui bahwa janin yang ada di dalam kandungan itu dilindungi selaput dan cairan ketuban. Jadi tidak akan berhubungan langsung dengan sesuatu yang berasal dari wilayah luar. Penis pun tidak akan masuk lebih dalam melewati vagina. Jadi ini tidak membahayakan janin, karena otot rahim dan juga lapisan lendir yang kuat bisa melindungi kandungan.

Namun beberapa kondisi memang tidak dianjurkan berhubungan seksual seperti memiliki penyakit kontraksi rahim, selaput ketuban pecah, kehamilan dengan ancaman keguguran, pendarahan pada vagina dan kehamilan dengan kemungkinan lahir prematur.

Posisi Bercinta Saat Hamil 6 Bulan

Agar berhubungan intim tetap nyaman dan kehamilan tetap terjaga, maka ada beberapa tips posisi berhubungan intim saat hamil yang bisa Mom coba. Diantaranya adalah:

  • Side by Side

Posisi ini sering disebut dengan posisi bersebelahan dan menjaga badan suami supaya tidak menindih perut istri. Suami istri bersebelahan berbaring dan tubuh istri membentuk huruf V. Bantal dapat membantu menopang punggung dengan kedua kaki diatas pinggul suami.

  • On The Chair

Kursi dapat menjadi media yang nyaman dalam berhubungan intim agar hubungan seks semakin intens. Biarkan suami duduk di kursi lalu istri bisa duduk di pangkuan suami. Dalam posisi ini istri bisa merangkul suami dengan erat. Pastikan kursi diposisikan dekat tembok supaya bisa digunakan untuk bangun dan beranjak dari pangkuan.

  • Woman on Top

Posisi seperti ini bisa jadi alternatif berhubungan intim saat hamil. Suami berbaring dan posisi istri di atasnya. Ini bisa dicoba saat masa kehamilan bahkan sampai usia kandungan menginjak 9 bulan. Berhubungan intim dengan posisi woman on top bisa jadi sangat nyaman bagi wanita hamil, sebab bisa mengontrol penetrasi tanpa harus membebani perut yang membuncit.

Konklusi

Kesimpulan yang bisa diambil adalah dengan mengetahui apa saja yang dialami saat hamil 6 bulan, maka Mom harus mempersiapkan dan memperhatikan hal-hal yang penting. Mulai dari pertumbuhan janin dan asupan nutrisi yang bisa membantu tumbuh kembang janin. Dan terkadang di usia kehamilan ini Mom harus meningkatkan rasa percaya diri karena perubahan tubuh seringkali menjadikan ibu hamil menjadi tidak percaya diri. Oleh karena itu pasangan memiliki peranan yang sangat penting supaya ibu hamil tetap merasa nyaman. Selain itu Mom juga harus mulai menyiapkan diri untuk menyusui Si Kecil. Tidak ada salahnya bila mau mencari tahu sejumlah informasi tentang menyusui yang baik dan benar.

Nikmati masa hamil 6 bulan yang Mom alami, buat masa ini menjadi  salah satu proses perjalanan hidup yang menyenangkan dimana Mom nantinya akan melahirkan buah hati tercinta yang menjadi dambaan setiap pasangan. Jadi, hal mana yang Mom alami saat ini dan yang sudah dijalani? Atau adakah keluhan lain yang Mom alami? Yuk sharing pengalaman bersama kami dan langsung kirim via email ke [email protected].

 

 

10586 Babyologist Indonesia Send Message to Writer

Related Stories