Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Apa itu Flat Head? Bagaimana Cara Mengatasinya?

BRANDS  |  GROWTH & DEVELOPMENT  |  06 Sep '19


Pernahkah Moms mendengar istilah flat head syndrome atau sindrom kepala peyang? Flat head syndrome adalah kondisi dimana kepala bayi tidak simetris atau berbentuk peyang. Di dunia medis, kondisi ini dibagi menjadi dua jenis diantaranya plagiocephaly dan brachycephaly.

Plagiocephaly adalah kondisi dimana satu sisi kepala bayi peyang atau tidak simetris. Kondisi ini biasanya dialami oleh bayi yang baru lahir karena bagian ubun-ubun bayi masih lunak. Sementara itu, brachycephaly merupakan kondisi bagian belakang kepala menjadi rata. Sindrom ini biasanya terjadi ketika bayi masih di dalam rahim. Selain itu, brachycephaly juga sering terjadi pada saat bayi terlahir prematur.

Lalu, apa saja penyebab flat head syndrome

Menurut dr. Nadia Octavia, Editor Medis di Klik Dokter, tulang tengkorak bayi terbuat dari beberapa tulang yang dipisahkan oleh sendi sutura atau rongga di antara tulang. Ia melanjutkan bahwa tulang tengkorak bayi juga masih lunak dan memiliki karakteristik yang berbeda-beda satu sama lainnya. Ketika bayi dilahirkan, bentuk kepalanya bisa berubah karena menyesuaikan jalan lahir. Hal inilah yang menyebabkan bentuk kepala mereka terkadang berbeda-beda saat lahir dan berubah lagi seiring dengan perkembangannya.

Ia melanjutkan bahwa flat head syndrome biasanya dialami oleh bayi baru lahir. Pada masa tersebut bayi banyak menghabiskan waktu dengan posisi terlentang. Tekanan yang terjadi secara terus-menerus tersebut bisa membuat kepala bayi yang masih lunak berubah bentuk menjadi tidak simetris.

Selain itu, flat head syndrome bisa juga disebabkan kondisi torticollis yaitu gangguan pada otot leher yang mengakibatkan bayi tidur dengan posisi kepala miring. Kondisi torticollis terjadi ketika bayi tidak mampu menengok sehingga posisi kepala cenderung berada di satu posisi yang sama dalam waktu yang lama.

Berbahayakah flat head syndrome pada bayi?

Pada umumnya flat head syndrome pada bayi tidaklah berbahaya. Sindrom ini juga tidak mengganggu tumbuh kembang otak si Kecil. Menurut Organisasi New Parent Support, flat head syndrome terjadi pada 1 di antara 5 bayi yang lahir. Seiring dengan berjalannya waktu, kepala bayi akan kembali bulat meski tidak diberi perawatan khusus.

Meski demikian, orang tua harus selalu waspada dan mengecek apakah kondisi tersebut terjadi akibat kelainan tulang pada tengkorak bayi maupun torticollis. Flat head syndrome yang tidak ditangani bisa menyebabkan craniosynostosis yakni kondisi ketika ubun-ubun menutup lebih cepat. Akibatnya otak bayi tidak bisa berkembang dengan maksimal karena terhambat oleh tengkorak yang menyatu terlalu dini.

Mencegah dan Mengatasi Flat Head Syndrome

  • Ada beberapa cara untuk mencegah dan mengatasi flat head syndrome, diantaranya sebagai berikut:
  • Sesekali mengubah posisi bayi dengan posisi tummy time saat bermain.
  • Mengubah posisi bayi saat tidur. Misalnya sesekali posisikan menjadi tengkurap, miring kanan, atau miring kiri. Biasakan bayi tidak tertidur dalam posisi yang sama dalam jangka waktu yang lama.
  • Menggendong bayi dengan sisi lengan yang berbeda-beda saat menyusui.

Selain itu Moms juga bisa menggunakan bantal khusus anti kepala peyang. Biasanya bantal ini memiliki desain cekungan untuk mengurangi tekanan pada kepala bayi. Jika Moms ingin memberi si Kecil bantal anti peyang, pilihlah bantal yang breathable dengan bahan cotton spandex agar si Kecil bisa tetap merasa nyaman saat tidur. Selain itu, jangan lupa untuk memilih ukuran bantal yang pas untuk si Kecil ya, Moms.

Jika kondisi kepala peyang si Kecil terlihat parah, jangan ragu untuk membawanya ke dokter. Hal ini dilakukan untuk memastikan apakah si Kecil butuh penanganan khusus seperti fisioterapi maupun cranial orthotic therapy (penggunaan helm atau ikat kepala) untuk memperbaiki bentuk kepala bayi. Dengan melakukan pemeriksaan lebih dini, penanganan kepala peyang pun bisa lebih cepat.

Itulah sekilas mengenai flat head, penyebab, bahaya, serta bagaimana mencegah dan mengatasinya. Yuk, share pengalaman Moms di kolom komentar!

Referensi: New Parent Support Organization, Kids Health, Klik Dokter

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

7123 Babymoov Indonesia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Moms, Ini Tanda-tanda si Kecil Tumbuh Bahagia

Keinginan orang tua yang paling mendasar adalah melihat anak-anak mereka grow happy. Mungkin, sudah banyak hal yang Moms & Dads berikan, namun [...]

7 Kegiatan Stimulasi di Rumah untuk si Kecil

Selama di rumah aja, apakah Moms dan si Kecil merasa bosan? Coba aktivitas ini di situs Morinaga Multiple Intelligence Play Plan yuk!

Tips Menyikat Gigi yang Menyenangkan untuk si Kecil

Ternyata memilih sikat gigi untuk si Kecil tidak boleh sembarangan. Berikut tips memilihnya!

Tips Memilih Stroller yang Tepat untuk si Kecil

Mencari stroller yang ringan tapi kuat memang sedikit menantang, tapi bukan berarti tidak bisa dilakukan.

Nutrisi Penting untuk Perkembangan Otak si Kecil

Selain untuk menambah berat badan si Kecil, lemak juga bermanfaat untuk perkembangan otaknya.

Dr. Brown's Milestone Straw Cup

Ketika memasuki usia 12 bulan, si Kecil mulai dilatih untuk minum menggunakan cups.

Tips Cerdas Pilih Bantal untuk Bayi

Meski tidak asing digunakan, banyak pro dan kontra tentang penggunaan bantal oleh bayi.

Susu Bisa Bikin Anak Lebih Cerdas? Mitos Atau Fakta?

Benarkah susu bisa bikin si Kecil jadi lebih pintar? Yuk temukan jawabannya di sini!

Dr. Brown' Pacifier Range

Ketika lahir, bayi terbiasa mengisap jari. Kebiasaan ini dilakukan untuk menenangkan bayi.

Manfaat Penggunaan Teether untuk si Kecil

Selain media gigit-gigit bayi, teether juga memiliki peranan lain dalam tumbuh kembang si Kecil.

Baby Swing or Baby Bouncer?

Baby Swing atau Baby Bouncer, yang manakah terbaik untuk buah hati Anda?

Tips Menjaga Kualitas Tidur si Kecil

Lapar dapat membuat si kecil terbangun dari tidur sehingga kualitas tidurnya menjadi kurang maksimal.

Meredakan Nyeri Tumbuh Gigi dengan Dr. Brown's Learning Loop Teether

Dr. Brown’s menghadirkan Learning Loop teether yang terdiri dari 4 tekstur, bentuk, dan warna yang berbeda.

Manfaat Penggunaan Teether

Pada masa pertumbuhan gigi, gusi bayi akan terasa gatal dan nyeri karena desakan gigi yang akan muncul.

Kenali Bentuk Bulb Pacifier yang Disukai si Kecil

Ada 2 bentuk bulb yang sering kita temui pada pacifier, yaitu pacifier yang memiliki dot bulat dan pipih.

Tips Memilih Botol Minum untuk si Kecil

Masa MPASI biasanya merupakan masa dimana orang tua mengenalkan minuman selain susu kepada anak.

Pacifier Apa yang si Kecil Sukai?

Dr. Brown’s memiliki beberapa varian Pacifier yang dapat Moms pilih sesuai dengan kebutuhan si Kecil.

Dr. Brown's Advantage Pacifier

Dr. Brown’s terus berinovasi untuk memberikan kenyamanan pada bayi dengan menghadirkan Advantage Pacifier.

Dr. Brown’s Flexees Friends Teether Octopus

Dr. Brown’s kembali menghadirkan salah satu varian terbaru Teether series: Flexees Friends Teether Octopus.

Pengaruh Polusi Udara Terhadap Tingkat Kecerdasan dan Kesehatan Mental

Tingginya tingkat polusi udara dapat menyebabkan penurunan kemampuan berhitung dan berkomunikasi.