Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Apa Itu 10 T Antenatal Care?

PREGNANCY  |  25 Jun '19


Antenatal care adalah istilah kesehatan yang mengacu pada program pelayanan kesehatan ibu hamil oleh tenaga profesional. Setiap program antenatal care telah disesuaikan dengan standar yang ditetapkan dalam buku pedoman petugas rumah sakit dan puskesmas setempat.

Dalam antenatal care di Indonesia, dikenal istilah rumus 10 T. Istilah tersebut muncul dalam rilis pers Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2009. Apa saja yang terangkum dalam 10T tersebut? Yuk Moms, mari kita simak penjelasannya berikut ini:

1. Timbang berat badan dan ukur tinggi badan

Menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan ibu hamil merupakan salah satu dari beberapa pemeriksaan yang dilakukan dalam temu antenatal, terutama pada pertemuan pertama. Tujuan pengukuran ini adalah untuk memantau perkembangan tubuh ibu hamil. Dokter akan mencatat setiap perubahan yang ada untuk menentukan apakah Moms memiliki risiko kehamilan, misalnya kehamilan dengan obesitas atau kehamilan kembar dua/lebih.

Secara umum, seorang ibu hamil berat badannya bertambah sekitar 0,5 kg setiap bulan pada trimester pertama kehamilan. Kemudian, pada trimester kedua dan ketiga, berat badan ibu hamil normalnya bertambah hingga 0,5 kg setiap minggu. Pada akhir kehamilan, pertambahan berat badan sekitar 20 hingga 90 kg dari berat badan sebelum hamil dianggap normal/ideal.

2. Periksa tekanan darah

Sama seperti pengukuran berat badan dan tinggi badan, pemeriksaan tekanan darah merupakan hal yang wajib dilakukan oleh dokter kandungan saat antenatal care. Bahkan, pengukuran tekanan darah rutin dilakukan setiap pemeriksaan antenatal. Hasil bacaan tekanan darah normal berada di angka 110/80 hingga 140/90 mmHg. Apabila bacaan tekanan darah Moms lebih tinggi daripada batas atas, Moms berisiko mengalami gangguan kehamilan seperti pre-eklampsia dan eklampsia. Kedua gangguan kehamilan ini bisa mengancam kehamilan Moms.

3. Periksa tinggi fundus uteri (puncak rahim)

Dokter akan memeriksa fundus uteri untuk menentukan usia kehamilan Moms. Tinggi puncak rahim dalam cm seharusnya berbanding lurus dengan usia kehamilan. Ukuran puncak rahim dianggap normal apabila sesuai dengan tabel ukuran fundus uteri dengan toleransi perbedaan ukuran 1-2 cm. Jika pengukuran puncak rahim menunjukkan perbedaan lebih kecil 2 cm dari usia kehamilan, risiko gangguan pertumbuhan janin meningkat.

4. Skrining status imunisasi tetanusdan pemberian imunisasi tetanus toksoid (TT)

Sebelum imunisasi tetanus toksoid, Moms harus terlebih dahulu menjalani skrining. Tujuan skrining tersebut adalah untuk mengetahui dosis dan status imunisasi tetanus toksoid yang telah diperoleh sebelumnya. Imunisasi tetanus toksoid cukup efektif jika dilakukan minimal dua kali dengan jarak antar imunisasi empat minggu.

5. Minum tablet zat besi

Dokter akan meresepkan zat besi untuk Moms konsumsi setiap hari selama kehamilan. Jangna mengonsumsi tablet zat besi ini bersama denagn kopi atau teh karena dapat mengganggu penyerapan zat besi ke dalam tubuh.

6. Tetapkan status gizi

Untuk mendeteksi kekurangan gizi saat hamil sejak dini, dokter akan melakukan pengukuran status gizi. Risiko si Kecil lahir dengan berat badan rendah meningkat apabila Moms kekurangan gizi saat hamil. Cara mengukur status gizi adalah dengan mengukur lingkar lengan atas serta jarak pangkal bahu ke ujung siku menggunakan pita ukur.

7. Tes laboratorium

Selama pemeriksaan antenatal, dokter akan mengambil sampel dari tubuh Moms untuk keperluan tes laboratorium baik tes rutin maupun khusus. Pemeriksaan laboratorium tersebut meliputi setidaknya pemeriksaan golongan darah dan rhesus, pemeriksaan kadar hemoglobin, tes HIV dan penyakit menular seksual lainnya, serta rapid test untuk malaria.

8. Tentukan presentasi janin dan denyut jantung janin

Pemeriksaan denyut jantung biasanya dilakukan saat usia kehamilan memasuki 16 minggu. Tujuan dari pemeriksaan janin dan denyut jantung janin adalah untuk memantau, mendeteksi, dan menghindari faktor risiko kematian prenatal yang disebabkan oleh infeksi, gangguan pertumbuhan, cacat bawaan, dan hipoksia.

9. Tatalaksana kasus

Ketika menjalani antenatal care, Moms berhak mendapatkan fasilitas kesehatan yang memadai. Apabila hasil tes menunjukkan bahwa kehamilan Moms berisiko tinggi, pihak rumah sakit akan menawarkan kepada Moms untuk segera mendapatkan tatalaksana kasus.

10. Temu wicara persiapan rujukan

Setiap kali kunjungan antenatal, Moms berhak untuk berkonsultasi kepada pihak dokter. Temu wicara ini dapat membantu Moms menentukan perencanaan kehamilan, pencegahan komplikasi kehamilan, dan persalinan. Layanan temu wicara juga diperlukan untuk menyepakati rencana-rencana kelahiran, rujukan bila perlu, bimbingan pengasuhan bayi, dan pemakaian KB pascamelahirkan.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

407 Babyologist Indonesia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Warna Puting Mempengaruhi Jenis Kelamin?

Betulkah warna puting yang menghitam menandakan jenis kelamin janin adalah laki-laki?

Perlukah USG 4 Dimensi?

USG 4 dimensi menyediakan informasi yang sangat mendetail seputar janin, namun apakah hal ini perlu dilakukan?

6 Tips Memulai Senam Hamil

Sebelum memulai senam hamil, mari kita simak beberapa tips-tips berikut ini yuk Moms!

Langkah Menuju Kehamilan yang Sehat

Berikut adalah hal-hal yang dapat Mom lakukan agar tetap sehat selama menjalani masa kehamilan.

Mengenal Manfaat Bubur Kacang Hijau Untuk Ibu Hamil

Kacang hijau dikenal memiliki beragam manfaat terutama bagi ibu hamil. Apa sajakah? Mari simak ulasan berikut ini.

Screening USG 4D saat Kehamilan

Apa itu screening USG 4D pada kehamilan ? Bagaimana cara dan apa kegunaannya bagi ibu hamil? Untuk info lebih lanjut, mari simak yang berikut.

Faktor Penyebab Ibu Hamil Sering Migrain

Saat Moms menyusui sakit kepala jangan terburu-buru minum obat. Kenali dulu akar penyebabnya dan lakukan hal berikut ini.

Tips Puasa Ibu Hamil Agar Janin Tetap Sehat

Moms sedang hamil, namun ingin mengikuti puasa? Berikut tips puasa untuk Ibu Hamil yang dapat diterapkan. Yuk, disimak!

Tips Memilih Baju Hamil Yang Nyaman Sesuai Usia Kehamilan

Moms, sedang bingung memilh baju yang nyaman sesuai dengan usia kehamilan ? Yuk, simak tips berikut ini.

Sakit Punggung Pada Masa Kehamilan

Apa penyebab sakit punggung pada masa kehamilan? Dan bagaimana cara untuk membantu mencegah sakit punggung?

Nyeri Pada Vagina Saat Hamil, Berbahayakah?

Pada masa kehamilan, kerap kali wanita hamil merasakan nyeri pada vagina. Lantas, berbahayakah jika mengalami nyeri pada vagina ini?

Khasiat Sari Kurma Selama Kehamilan

Tidak hanya memiliki manfaat sebagai obat demam berdarah, ternyata sari kurma sangat bermanfaat bagi Moms hamil. Benarkah?

Ibu Hamil Wajib Jauhi Gadget, Kenapa?

sadarkah bahwa penggunaan ponsel selama kehamilan berbahaya bagi bayi Anda? Kenapa? Mari simak yang berikut ini.

Perkembangan Janin Yang Harus Mom Ketahui Di Setiap Bulannya

Setiap bulan pada masa kehamilan ditandai dengan ciri-ciri yang berbeda.

Tips Menjaga Kehamilan Sampai Persalinan

Perhatikan tips berikut agar kehamilan tetap aman hingga mencapai proses persalinan.

Betulkah Mendongeng Dapat Meningkatkan IQ Janin?

Tahukah bahwa janin yang terbiasa mendengarkan dongeng, IQ nya dapat meningkat? Lantas kapan waktu yang cocok untuk memulainya?

Beda Usia Kandungan Beda Cara Stimulasi, Kenapa?

Tahukah anda bahwa stimulasi janin dalam kandungan baik dilakukan? Namun tetap ada beberapa hal yang perlu diperhatikan salah satunya usia [...]

Tips Tidur Nyenyak Saat Hamil

Apakah anda selama masa kehamilan sulit mengalami tidur? Mungkin beberapa hal berikut penyebabnya! Mari simak penyebab dan cara mengatasinya!

Resiko Mengandung Bayi Kembar

Tahukah anda mengandung anak kembar memiliki resiko dan menahan beban lebih berat dibandingkan ibu hamil anak satu? Untuk lebih lanjut, mari [...]

Mengatasi Diare Pada Ibu Hamil

Ibu hamil harus berhati-hati dalam menghadapi diare. Dr. Nadia Octavia dari Klik Dokter menjelaskan beberapa hal penting terkait berikut ini.