Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Apa Hal yang Paling Dibutuhkan Batita?

PARENTING  |  03 Oct '18


Punya anak usia batita, pasti ada tantangan tersendiri. Di usia kira-kira 1 tahun, anak mulai berjalan sendiri. Dan begitu dia mulai bisa berjalan sendiri, rasanya dia seperti menemukan kebebasan yang sudah dinanti-nantikan. Segera dia tidak lagi mau digandeng, dan berkeliaran ke sana ke sini mengacak-acak apapun yang dilihatnya.

Banyak orangtua mulai pening melihat anaknya berusia 18 bulan, dan tidak bisa diam. Memasuki usia 2 tahun, anak semakin mahir meniru apapun yang dilakukan orang dewasa. Kemudian tentunya mulai ingin mencoba melakukan apapun sendiri dan tidak mau dibantu. Marah kalau keinginannya tidak dituruti dan ngambek saat dilarang memegang atau melakukan ini dan itu.

Mengapa sih anak batita seperti itu?

Ternyata, setiap anak di seluruh dunia mempunyai satu agenda atau tujuan yang sama, yaitu kemandirian. Keinginan untuk mandiri ini begitu besar dan alamiah sehingga mereka tidak bisa menahan dan mengendalikannya. Sebenarnya kita sudah bisa meramalkannya, karena dari sejak bayi lahir semua milestone (tahap pertumbuhan) pertumbuhannya menuju ke sana.

Mengangkat kepala untuk punya jarak pandang lebih baik. Membalikkan badan dan merayap supaya bisa meraih sesuatu. Duduk supaya bisa melihat dan mengamati lebih jelas. Berdiri supaya bisa meraih lebih tinggi. Merangkak dan berjalan supaya bisa berpindah tempat tanpa bergantung pada orang lain.

Namun sayangnya, sering kita tidak menyadari hal ini dan terus memperlakukan anak seperti makhluk tidak berdaya yang harus selalu dilayani, ditolong, dilindungi. Padahal anak sudah bekerja begitu keras untuk bisa mencapai tingkat pertumbuhan yang luar biasa, dari bayi yang tidak bisa apa-apa, sampai menjadi anak yang bisa sangat banyak hal di usia 18-24 bulan. Itu sebabnya, seringkali anak berontak, marah, karena ada panggilan dari dalam dirinya yang tidak terpenuhi yaitu kemandirian.

Karena hal inilah, yang dibutuhkan oleh anak batita dan yang perlu kita berikan hanya 2 hal

  1. Waktu
    Waktu untuk mencoba memakai sepatu sendiri. Waktu untuk mencoba mencuci tangan sendiri. Waktu untuk berlatih makan sendiri. Waktu untuk memencet botol sabun sendiri. Waktu untuk melepas sepatu sendiri. Waktu untuk berlatih menuang susunya sendiri.
    Namanya proses belajar, tidak ada yang instan. Orang dewasapun butuh waktu untuk belajar, misalnya belajar sebuah bahasa baru atau belajar menyetir mobil. Anak juga perlu waktu untuk trial and error, sehingga pada akhirnya dia bisa.
    Memang tidak nyaman bagi orangtua, dan seringkali lebih mudah dan cepat kalau kita yang memakaikan baju atau sepatu, kita yang memencet botol sabun, kita yang menuang susu. Masalahnya, dengan melakukan hal-hal ini kita seolah-olah mencacatkan anak yang tidak cacat. Yang mereka butuhkan hanya waktu (dan kesabaran kita).

  2. Ruang
    Ruang untuk membuat kesalahan. Ruang untuk menumpahkan sesuatu. Ruang untuk berantakan saat makan. Ruang untuk mengeksplorasi barang-barang yang ada di sekitarnya. Karena dari kesalahan anak belajar. Dari kesakitan dia belajar hati-hati. Dari kelaparan ia belajar menikmati makanan.
    Alih-alih langsung bereaksi dan membentak saat anak berbuat salah atau menumpahkan sesuatu, cobalah mulai memahami bahwa anak butuh ruang untuk mencoba sendiri dan berlatih, berkali-kali. Sampai dia bisa. Anak yang mandiri, biasanya lebih percaya diri dan berani.

Hal praktis apa yang bisa kita lakukan?

  • Latih untuk melepaskan anak. Seperti ambil waktu lebih banyak untuk bersiap-siap pergi keluar. Biarkan anak berkutat sendiri dengan sepatunya selama beberapa waktu atau sampai dia minta tolong.
  • Berikan mainan yang bisa membantu dia mengasah motorik halusnya, agar dia semakin mahir dengan keterampilan hidupnya.
  • Tidak menjerit atau bereaksi berlebihan saat anak membuat kesalahan.
  • Berikan anak ruang dan waktu untuk belajar sesuai keunikannya.

Semoga bermanfaat.

By: Anastasia Nursentana

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

1376 Anastasia Nursentana

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Bagaimana Tangani si Kecil yang Bertengkar dengan Temannya?

Jika si Kecil bertengkar dengan temannya apa yang harus Moms lakukan? Berikut tipsnya

It's Time for Potty Training!

Kapan idealnya si Kecil melakukan potty training? Lalu apa saja tipsnya ala Mom Meiik? Yuk disimak

Ajari Kemandirian pada si Kecil

Mendidik anak bukan suatu hal yang mudah, salah satunya tentang kemandirian. Lalu mengapa perlu?

Cara Mengatasi Cemburu pada Pengasuh

Meninggalkan si Kecil bersama pengasuh karena pekerjaan, tak jarang membuat anak lebih dekat pada pengasuh.

Hal Yang Harus Dihindari Saat Memulai Toilet Training

Saat memulai masa toilet training, ada beberapa hal yang perlu Moms hindari. Apa saja hal-hal tersebut?

Campur Tangan dalam Mendidik Anak

Apa yang harus dilakukan jika pihak keluarga besar mendidik si Kecil dengan cara yang kurang Anda setujui?

Toilet Training pada Bayi

Yuk ikuti tips toilet training dari Mom Melissa berikut ini untuk melatih si Kecil ke toilet sejak dini.

Mengatasi Ketakutan Anak Saat Pertama Kali Sekolah

Moms, apakah si Kecil sudah saatnya sekolah? Untuk mengurangi kecemasannya saat pertama kali sekolah, ikuti tips berikut ini.

Tips Sukses Toilet Training

Toilet training adalah fase pengenalan tentang BAK dan BAB kepada anak agar tidak tergantung lagi pada popoknya. Fase ini adalah fase paling [...]

Manfaat Playdough bagi Perkembangan Motorik Halus Anak

Salah satu sensori toys yang menjadi favorit anak-anak adalah Playdough. Tahukah Moms bahwa sebenarnya Playdough memiliki banyak manfaat?

Makan Dengan Tangan Kanan Atau Kiri?

Moms, apakah salah jika si Kecil makan menggunakan tangan kiri? Mengajarkan anak untuk sopan mulai dari hal terkecil seperti makan itu penting [...]

Mengapa Si Kecil Berperilaku Lebih Buruk Ketika Bersama Ibunya?

Moms, apakah si Kecil suka bertingkah lebih buruk ketika bersama Moms? Ternyata hal ini adalah sesuatu yang baik. Mengapa? Yuk cari tahu [...]

Banyaknya Manfaat Menggendong Bayi

Moms, dengan menggendong bayi ternyata banyak memiliki manfaat lho. Apa sajakaj itu? Mari simak yang satu ini.

Efek Negatif Sering Membandingkan Anak

Membandingkan anak memang sering dilakukan, namun apakah Anda tahu bahwa hal ini memiliki dampak negatif?

Tips Ciptakan Lingkungan Aman dan Nyaman untuk Si Kecil

Setiap orang tua pasti menginginkan agar Si Kecil tetap merasa aman. Berikut ini adalah beberapa hal yang harus diperhatikan agar kondisi aman [...]

Tips Atasi Si Kecil Rewel Di Mall

Seberapa sering Si Kecil merengek atau alami tantrum saat di mall? Mari simak pengalaman Mom Valent Cindy dalam mengatasinya.

Tips Agar Anak Tidak Manja

Moms, pernahkah berada di posisi disaat Si Kecil sedang menginginkan sesuatu dan dia merengek secara berlebihan? Mungkin cara berikut dapat [...]

Memasuki Usia 2 Tahun Si Kecil Susah Diatur

Moms, Si Kecil sedang menginjak fase terrible two? Yuk simak ulasan berikut ini untuk membantu Moms mengatasinya.

Tips Parents Menemani Anak Belajar Dirumah

Mengajari Si Kecil belajar sejak dini juga dapat dilakukan dirumah lho Moms. Yuk simak tips parent belajar bersama Si Kecil berikut.

Bonding Dengan Ayah Jadikan Anak Lebih Percaya Diri

Tahukah bahwa terbiasa melakukan bonding dengan Ayah, IQ nya dapat meningkat? Lantas bagaimana cara menjalin bonding bersama ayah?