Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Apa Bedanya Austisme dan Late Talkers?

MY STORY  |  PARENTING  |  02 Dec '17

Dua bulan ini saya disibukkan dengan bolak-balik ke rumah sakit dan dokter tumbuh kembang anak. Awal cerita, setelah 6 bulan anak saya di sekolah, suatu hari kami diundang untuk menghadiri parents meeting. Di sana, guru menyampaikan bahwa selama 6 bulan, anak saya masih sering menangis tidak jelas, tidak bisa berinteraksi, dan paling fatal adalah karena dia tidak mau melihat mata lawan bicara atau tidak ada kontak mata. Tentu saja, saya kaget sekali dan sempat down selama beberapa minggu. 

Besoknya saya langsung konsultasi dengan dokter tumbuh kembang. Saat berdiskusi, dokter bicara bahwa anak saya telat 1 tahun. Di umurnya yang menjelang 2 tahun, dia belum bisa menunjuk benda, belum bisa membedakan orang-orang seperti mama, papa, kakek, nenek, guru. Awalnya saya memang tidak terlalu mempermasalahkan bahwa dia belum bisa bicara karena kami dari keluarga multikultural dan memakai 2 bahasa. Tetapi bukan sekedar telat berbicara, dokter lebih memfokus permasalahannya adalah anak saya terlalu sering main sendiri sehingga dia tidak mengenal lingkungan sekitarnya. Ini juga diakibatkan karena terlalu sering menonton youtube di gadget

Suami saya mengajak ke dokter lain di rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lengkap dan tes autisme.  Saya tidak terlalu sreg untuk tes ini karena saya yakin anak saya tidak ada kelainan autisme. Ia bisa melakukan beberapa hal seperti makan dan minum sendiri, duduk tenang, mengucapkan beberapa kata walau tidak jelas, mengerti perintah dan dapat mengerti bye bye dan salam bungkuk. Jadi menurut saya, yang dialami anak saya adalah late talkers.

Autisme sendiri merupakan gangguan yang terjadi pada otak, yang menyebabkan beberapa area berbeda di otak tidak mampu bekerjasama. Sehingga penderita autisme sulit berkomunikasi dan berhubungan sosial dengan orang lain. Memang gejala late talkers dan autisme hampir-hampir mirip sehingga tidak ada salahnya jika konsultasi dengan dokter tumbuh kembang untuk memastikannya.  Bisa dibilang bahwa anak-anak dengan gejala autisme akan telat berbicara, namun telat berbicara belum tentu termasuk autisme

Penyebab autisme terdiri dari banyak faktor, beberapa karena dipicu penyakit tertentu. Namun umumnya karena faktor genetik dan lingkungan. Belum ada bukti yang menyatakan autisme dapat disebabkan vaksin yang diberikan ketika bayi. Yang penting untuk diperhatikan adalah penggunaan gadget pada anak haruslah seminim mungkin (bisa diberi jika benar-benar urgent dan maksimal 30 menit) dan juga jangan biarkan anak terlalu sering main sendiri.

Sampai saya menulis artikel ini, anak saya sudah berhenti gadget dan mengikuti 1 bulan terapi wicara, hasilnya benar-benar banyak kemajuan. Sekarang dia bisa memanggil semua orang di rumah, bernyanyi, dan marah kepada saya jika tidak mengajak dia bermain.

Semoga bermanfaat!

By: Farica Purnamasari

1932 Farica PURNAMASARI

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Puasa HP & TV untuk Mengurangi Kecanduan

Apakah si Kecil memiliki kecanduan terhadap gadget atau TV? Mungkin Moms bisa terapkan puasa gadget/TV.

Membiasakan Anak Makan di Kursi Makannya, Mengapa Tidak?

Moms, sangat penting untuk mengajari anak bahwa saat makan harus duduk, bukan sambil digendong atau berlarian.

Si Kecil Selalu Menempel dengan Mamanya, Bagaimana Perkembangan Sosialnya?

Pada usia berapa sebenarnya Moms sudah bisa mulai memantau perkembangan sosial si Kecil?

Menjadi Orang Tua Anti Panik saat Anak Sakit

Memang tergolong wajar jika orang tua panik saat anaknya sakit, namun respon panik ternyata bisa membahayakan!

Mengenal Karakter si Otak Kanan

Apakah anak yang tidak tenang termasuk anak yang bermasalah? Simak dulu sharing berikut Moms

Menangani si Kecil yang Suka Memukul

Apakah si Kecil sering memukul orang sekitarnya? Moms dapat mencoba cara berikut untuk mengatasinya.

Kapan Life Skills Perlu Diajarkan ke Anak?

Mengajarkan anak beragam life skills akan membantunya untuk menjadi mandiri di kemudian hari.

Si Kecil Tantrum di Mobil, Harus Bagaimana?

Tantrum anak bisa terjadi di mana saja, bahkan di dalam mobil ketika sedang bepergian.

Apakah Lingkungan Mempengaruhi Perilaku si Kecil?

Pergaulan si Kecil harus banget kita pantau lho Moms, bagaimana caranya?

Mitos Seputar Bayi Jatuh

Bayi yang jatuh sekali, akan jatuh lagi sampai sebanyak tujuh kali. Benarkah demikian?

Tips Membangun Komunikasi yang Baik pada Anak

Mom Devina membagikan beberpa tips membangun komunikasi yang baik pada anak. Yuk simak tipsnya Moms!

Membesarkan Anak Multilingual

Mom Sephyani membagikan cara untuk mengenalkan dua bahasa kepada anak. Yuk ikuti tipsnya Moms!

Bagaimana Cara Mengajarkan Suka Berbagi Kepada Anak?

Anak-anak identik dengan berebut sesuatu. Bagaimana kita menanamkan rasa mudah untuk berbagi?

Manajemen Emosi untuk Ibu Bekerja yang Mempunyai Balita

Memanajemen emosi disaat kita bekerja dan memiiki anak merupakan hal yang sulit. Berikut Mom Wahyu memiliki tips untuk memanajemen emosi, yuk disimak

Kapan Harus Berkata Jangan pada Anak?

Moms, sebenarnya bolehkah berkata jangan pada anak? Yuk simak cara Mom Wahyu dalam mendidik anaknya.

Pelit terhadap Anak, Wajar atau Lebay?

Apakah baik jika kita selalu membolehkan anak untuk membeli barang apa pun yang dia sukai setiap kali pergi ke mal?

Bagaimana Membuat Bayi Cepat Terlelap?

Apakah si Kecil susah sekali dibuat terlelap? Coba ikuti tips dari Mom Vivian berikut ini agar bayi bisa tidur nyenyak.

Saying NO to children?

Moms, benarkah orang tua tidak diperbolehkan menggunakan kata “JANGAN” atau “NO” kepada si Kecil?

Haruskah si Kecil Dipaksa Meminta Maaf?

Mengajari anak untuk meminta maaf harus dimulai di rumah dan di teladani oleh orang tua. Yuk, simak pengalaman Mom Sarah berikut ini.

Anak Suka Memegang Alat Kelaminnya Sendiri?

Pendidikan seks untuk si Kecil penting untuk dimulai sejak usia dini, Moms. Apalagi jika ia mulai gemar memegang alat vitalnya.