Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Apa Bedanya Anak Aktif dan Hiperaktif?

MY STORY  |  PARENTING  |  05 Jan '19


Moms, jangan buru-buru tarik kesimpulan dulu ya. Setelah usia 1 tahun, memang biasanya anak makin tidak bisa diam, tapi jangan buru-buru menyimpulkan si Kecil nakal banget, atau kelewat aktif.

Saya masih mau melanjutkan sharing dari acara Morinaga beberapa waktu yang lalu. Dokter yang memberikan presentasi sempat menyinggung soal anak aktif dan hiperaktif.

Hal ini sangat di-highlight, jadi bedanya yang paling signifikan itu adalah:

  1. Aktif: Anak aktif memang aktif bergerak, tapi tidak melakukan hal-hal yang berbahaya.
  2. Hiperaktif: Anak yang ada kecenderungan hiperaktif biasanya mereka bergerak terus, dan juga cenderung suka membahayakan dirinya sendiri. Misalnya, mau menjatuhkan badan dari ketinggian, sangat berbahaya ya Moms.

Si Kecil yang menginjak usia 1 tahun itu memang sedang di masa aktif-aktifnya. Bisa dibilang tidak bisa diam. Duduk sebentar bosan, main sebentar bosan, kadang bisa naik turun meja, dan lain-lain. Saya juga kadang sampai pusing menjaganya.

Perbedaannya itu lebih kepada fokus, anak aktif jika diajak bicara masih bisa fokus dengan lawan bicaranya, sedangkan anak hiperaktif cenderung sulit untuk fokus. Anak aktif itu mudah bosan, tapi kalau sudah menemukan suatu kegiatan yang ia sukai, dia biasanya mau duduk diam, asyik dengan hal yang dia kerjakan, sedangkan kalau anak hiperaktif memang cenderung sulit diam.

Kapan Keaktifannya Mulai Bisa Terlihat?

Sebagai orang tua, saya yakin Moms punya feeling yang paling baik dibandingkan orang lain. Biasanya sih dari 1 tahun ke atas itu semakin jelas, karena anak memang sedang aktif-aktifnya.

Kadang kita juga suka menemui balita yang suka memukul kepala atau membenturkan kepalanya, jangan buru-buru kita labeli hiperaktif ya Moms. Kita bisa lihat dulu, apakah ia melakukan hal-hal tersebut hanya karena cari perhatian saja, atau ya memang karena dia suka membahayakan dirinya sendiri.

Selalu ingatkan anak setiap kali melakukan berbahaya. Apabila Moms merasa masih kurang yakin, coba konsultasikan ke psikolog.

 

Semoga bermanfaat.

By: Feimi Wijaya

Copyright by Babyologist

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

2083 Feimi Wijaya

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Uang Sekolah Makin Mahal, Gimana Cara Mempersiapkannya?

Memberikan pendidikan terbaik bagi si Kecil merupakan salah satu kewajiban utama Moms & Dads.

It’s Okay to Not Be Okay

Dalam mengasuh anak, tentu Moms mengharapkan si Kecil tumbuh menjadi pribadi dengan kondisi fisik

Tips Praktis Memompa ASI di Kantor

Hai Moms, Meskipun pandemi virus corona belum berakhir, tapi banyak dari kita yang sudah

Tips Menghindari Toxic Parenting

Hai Moms, Siapa disini yang minggu lalu nonton Babyo Channel Ngobrol Bareng Babyo dengan topik

Ketika Dads Sibuk dengan Hobinya

Setiap hari Jumat, sekarang Babyo Connect memiliki "Apa Kata Moms?" yang akan membahas topik yang terasa tabu Moms bahas, atau uneg-uneg yang [...]

Anak Umur 2 Tahun Belum Bisa Ngomong, Wajarkah?

“Anaknya 2 tahun? Sudah bisa ngomong belum? Oh, speech delay? Sama donk seperti anak saya. Gpp nanti usia 3 tahun juga bisa sendiri.”

5 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebagai Working Mom

Menjadi seorang working Mom tentunya memiliki tantangan tersendiri. Yuk simak tips dari Mom Inayah berikut ini.

Hal yg Bisa Dilakukan untuk Mengisi Kegiatan si Kecil di Rumah Selama Pandemi

Moms, yuk simak aktvitas yang bisa dilakukan di rumah bersama si Kecil berikut ini.

Fiersa is Turning One

Merayakan ulang tahun pertama pastinya adalah moment yang tidak bisa dilewatkan. Yuk, simak cerita berikut ini.

Caraku Mempertahankan Keutuhan Rumah Tangga di Tengah Pandemi

Rumah tangga yang harmonis pasti sudah menjadi dambaan pasutri. Simak tips berikut ini yuk Moms and Dads!

Caraku Mengatur Keuangan Keluarga di Kondisi Pandemi

Di tengah-tengah pandemi ini tidak bisa dipungkiri bahwa banyak keluarga yang terdampak secara ekonomi. Simak tips berhemat berikut ini yuk!

Punya Anak Perempuan Lebih Boros?

Hayo siapa yang punya anak perempuan dan merasa boros karena beli barang-barang lucu atau baju untuk Si Kecil? Sebenarnya boros tidaknya [...]

Cerita Sibling Goals di Usia Berdekatan

Bagaimana ya caranya agar kakak adik rukun? Yuk, simak cerita berikut ini.

Mengajarkan Kemandirian Sejak Dini Penting Gak Sih Moms?

Mengajarkan si Kecil untuk mandiri sedari dini memiliki banyak manfaat loh Moms. Yuk, simak berikut ini.

Ide Kreatif Bermain Saat Mati Lampu

Mati lampu memang menjadi kondisi yang kurang nyaman. Namun, Moms bisa memanfaatkan kondisi ini untuk barmain dengan si Kecil.

Suamiku Ayah ASI! Yuk Tanamkan Positif Mind!

Hai para istri, yuk belajar cara merayu suami agar mau untuk menjadi ayah ASI berikut ini!

Pengalaman Lebaran Pertama Tanpa Keluarga

Meskipun jauh dari sanak saudara, Lebaran sudah seharusnya menjadi momen yang dirayakan. Yuk, simak cerita berikut ini.

Setahun Bersama Babyologist

Moms, yuk simak pengalaman Mom Dinar setahun bersama Babyo berikut ini.

Menjadi Istri dan Teman Bagi Suami di Masa Pandemi

Pandemi Covid-19 ini sangat berdampak pada ekonomi keluarga. Yuk belajar jadi Istri yang baik dan teman bagi suami kita.

Semakin Harmonis Di Masa Pandemi

Moms and Dads, yuk simak tips untuk semakin harmonis selama masa pandemi ini.