Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Antisipasi Baby Blues Sejak Masa Kehamilan

MY STORY  |  OTHERS  |  03 Sep '19


Saat kelahiran anak pertama, aku mengalami baby blues. Aku bahagia anakku telah lahir, namun tidak lama setelah sampai rumah perasaan sedih, khawatir, nelangsa, terpuruk, kesepian, terbebani hingga perasaan tidak percaya diri dan tidak becus menjadi ibu juga muncul.

Banyak hal yang dapat memicu baby blues dan pemicu yang menyebabkan terjadinya baby blues saat kelahiran anak pertama ini menjadi bahan evaluasi yang harus dibenahi saat menyambut anak kedua agar Baby Blues tidak terulang kembali. Beberapa hal yang dapat diusahakan untuk mengantisipasi timbulnya Baby Blues sesuai pengalamanku antara lain:

Mempersiapkan diri untuk proses persalinan yang minim trauma (baik fisik maupun mental) dan minim intervensi medis.

Proses persalinan yang menguras energi dan menimbulkan banyak luka jahitan saat lahiran anak pertama menyebabkan fisik terasa hancur lebur dan sakit. Untuk mengurus diri sendiri saja sulit, apalagi mengurus bayi. Kondisi fisik yang terlampau lelah dan sakitnya luka jahitan membuat aku hampir selalu butuh bantuan untuk memenuhi kebutuhanku sendiri, terlebih lagi untuk bayiku. Lama-lama hal ini membuat aku frustrasi karena aku jadi merasa takut dan tidak berdaya saat tidak ada orang yang bisa aku minta tolongi. Aku pun merasa kesal dengan diri sendiri. Kondisi fisik yang down membuat mental aku juga jadi down. Hal ini menjadi evaluasi terbesar untuk menyambut anak keduaku.

Proses persalinan sangat berpengaruh, karena saat lahiran anak kedua dengan kondisi tubuh yang segera pulih setelah lahiran dan tidak adanya sobekan pada jalan lahir membuat aku sangat mumpuni mengurus diriku sendiri dan bayiku. Untuk mewujudkan proses persalinan yang minim trauma dan intervensi medis tentunya banyak hal perlu dipersiapkan.

> Mempersiapkan diri untuk Menyusui

Kurangnya edukasi ASI dan Menyusui saat anak pertama membuat proses menyusui menjadi sebuah masalah besar. Posisi dan pelekatan yang tidak tepat membuat puting lecet, berlanjut ke payudara bengkak dan menyusui menjadi sangat tidak nyaman. Setiap akan menyusui timbul stres karena puting yang lecet membuat proses menyusui sangat sakit, tidak jarang hingga menyebabkan tangis. Minimnya pengetahuan tentang menyusui dan ASI membuat stres juga setiap ada orang yang 'peduli' memberi masukan dengan memaksa atau hanya sekedar berkomentar padahal tidak berdasar, semacam "wah ASInya sedikit nih, jadi bayinya menangis terus," dll.

Di kehamilan kedua, aku sudah punya pengalaman menyusui anak pertama yang merupakan pelajaran yang sangat berharga, selain itu aku masih tetap belajar dari buku dan bertemu konselor menyusui. Pertemuan dengan konselor menyusui dilanjutkan hingga setelah bayi lahir. Jika ditemukan kendala teknis agar segera teratasi sehingga tidak menimbulkan frustrasi.

Walau tetap saja ada kendala saat menyusui anak kedua, namun tidak membuat aku stres dan merasakan perasaan-perasaan negatif seperti saat menyusui anak pertama yang penuh derai air mata karena sakit fisik dan batin.

> Belajar serba serbi bayi

Salah satu hal yang membuat baby blues saat anak pertama karena aku banyak cluelessnya menghadapi bayi. Terlebih jika ada intervensi dari luar selain membuat makin bingung, tak jarang membuat kesal juga dan berujung ke perasaan menjadi ibu yang gagal, ibu yang belum mampu.

Tidak bisa dipungkiri bahwa aku banyak terbantu oleh pengalamanku dengan anak pertamaku walau begitu aku tetap belajar lagi. Rekomendasi dariku, saat masa kehamilan sangat baik untuk membaca buku Baby-Led Parenting. Buku tersebut banyak membahas mengenai kebutuhan-kebutuhan bayi dan tips bagi orang tua untuk memenuhi sesuai kebutuhannya.

Dengan ilmu yang mumpuni membuat aku lebih siap mental dan solutif dalam membersamai bayi.

Kurang lebih tiga hal tersebutlah yang bisa diusahakan saat masa kehamilan dalam mengantisipasi terjadinya baby blues. Jangan ragu untuk libatkan suami dalam semua prosesnya ya.

Sekian sharing pengalamanku, semoga bermanfaat. Peluk buat kalian yang pernah mengalami Baby blues.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

232 Annisa Nur Ilham

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Manfaat Air Purifier untuk Pencegahan Virus

Partikel udara kotor ternyata dapat mempercepat penyebaran virus. Air purifier efektif untuk membantu menghilangkan partikel udara kotor.

Waspadai Banjir Bersama si Kecil Saat Musim Hujan

Salah satu masalah besar yang tidak bisa dihindari saat musim hujan adalah bencana banjir.

Tidak Hanya Melembabkan Udara, Berikut Manfaat Humidifier Lainnya

Humidifier tidak hanya berguna untuk melembapkan udara lho Moms, masih banyak manfaat yang bisa didapat dari humidifier

Pentingnya Mengatur Kelembapan Ruangan

Udara yang panas dan penggunaan AC yang sering menyebabkan kulit kering. Maka dari itu Moms perlu alat yang satu ini

Perlukah Air Humidifier untuk si Kecil?

Apa saja sih manfaat yang dapat dirasakan setelah menggunakan air humidifier bagi kesehatan si Kecil dan keluarga?

Ruangan Ber-AC Membuat Kulit Kering? Yuk Moms Pakai Humidifier!

Penggunaan AC setiap hari bisa membuat kulit kering, tapi tenang Moms ada solusinya untuk mengatasi kulit kering

Tidak Hanya Ibu, Ternyata Ayah Juga Rentan Mengalami Baby Blues

Baby blues yang biasa kita tau dapat menyerang seorang Ibu baru, tapi ternyata suami saya juga mengalaminya

Suami Jadi Tak Humoris? Jangan-Jangan Baby Blues

Baby blues selalu menjadi perbincangan hangat di dunia parenting dan ternyata suami juga berpotensi mengalaminya lho

Syndrome Baby Blues yang Dialami oleh Suamiku

Baby blues pada ayah berbeda dengan baby blues yang terjadi pada ibu akibat perubahan hormon pada wanita.

Baby Blues yang Terjadi pada Suamiku

Saat si Kecil lahir, tentu saya banyak sekali melihat perubahan yang terjadi dalam diri suami saya.

Ketika Suami Baby Blues, Ini Cara Saya Menanganinya

Aku ingin berbagi pengalaman tentang bagaimana awal suamiku terkena baby blues dan bagaimana aku menyikapinya.

Cerita Syndrom Baby Blues yang Menimpa Suamiku

Lain anak, lain cerita. Saat anak kedua kami lahir, justru suami sayalah yang mengalami sindrom baby blues.

Baby Blues yang Dialami Ayah saat Kelahiran Anak Keduaku

Halo moms, sedikit cerita, saya ibu dari dua orang anak dimana umur saya dan suami berbeda 4 tahun.

Mengalami Baby Blues secara Bersamaan, Aku dan Suamiku Menjadi Semakin Mesra

Setelah menikah, saya memilih meninggalkan comfort zone saya di rumah orangtua, untuk ikut dengan suami

Waspada Pre-Baby Blues pada Suami!

Sepuluh tahun saya berpacaran dan akhirnya sampai di jenjang pernikahan.

Tipsku agar Daddy Blues Tidak Berujung Depresi

Memiliki anak adalah life changing moment bagi para pasangan. Mereka memiliki title baru, sebagai "orang tua".

Aku Tidak Baik-baik Saja

Ada perasaan takut ketika aku hanya sendirian di rumah bersama bayiku. Bayiku berusia dua minggu saat itu.

Mari Kita Pahami Kondisi Psikis Ibu yang Baru saja Melahirkan

Menjadi seorang Ibu merupakan suatu hal yang menurut saya ajaib

Pengalaman Baby Blues Dan Beberapa Faktor Penyebabnya

Baby blues pernah dirasakan sebagian besar ibu. Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan baby blues

Cemburu Sama Anak Akibat Baby Blues

Sempurna: lahiran normal, pembukaan cepat, ASI lancar, keluarga besar siap membantu, tapi tetap alami baby blues?