Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Anemia Pada Bayi, Mungkinkah?

HEALTH TIPS  |  20 Apr '18


Berbicara mengenai anemia, biasanya yang kita ketahui adalah kekurangan darah pada orang dewasa yang tidak membahayakan. Namun, ternyata anak berusia 9-24 bulan juga beresiko mengalami anemia. 

Gejala anak mengalami anemia :

  • Kulit pucat
  • Lemas atau tidak aktif
  • Radang atau bengkak pada lidah
  • Tidak nafsu makan
  • Namun seringkali tidak ditemukan gejala pada anak anemia

Anemia disebabkan oleh sel darah merah yang tidak mampu membawa cukup oksigen dalam jaringan tubuh. Hal ini bisa disebabkan oleh genetik atau kekurangan zat besi. Kekurangan zat besi merupakan penyebab yang paling sering ditemukan, terutama pada bayi dan anak. Tubuh manusia membutuhkan zat besi untuk membuat hemoglobin. Ketika bayi tidak mendapatkan zat besi yang cukup, maka mereka akan memiliki sedikit hemoglobin yang akan membawa oksigen kedalam jaringan tubuh mereka. Dengan kata lain, tubuh mereka hanya menerima sedikit oksigen. 

Dimasa pertumbuhan anak, dimana mereka sangat membutuhkan zat besi, disinilah seringkali anak beresiko terkena anemia. Namun tentu ini tidak terjadi dalam waktu singkat, adanya kekurangan zat besi secara terus menerus yang kemudian mengarah ke anemia. Anemia pada anak dapat menjadi berbahaya, menghambat pertumbuhan mental dan fisik anak atau beresiko menyebabkan infeksi. Kekurangan zat besi ini bisa berasal dari kurangnya zat besi dalam asupan makan, susu atau rendahnya daya serap akan zat besi.

Beberapa anak yang berpotensi tinggi mengalami anemia adalah :

  • Bayi prematur dan bayi yang memiliki berat badan dibawah standard
  • Bayi susu formula dibawah 12 bulan. Susu formula hanya memiliki kandungan zat besi yang sedikit dan menghambat tubuh dalam menyerap zat besi. Bayi yang sensitif terhadap susu formula juga dapat mengalami masalah dalam pencernaannya yang akhirnya menyebabkan pendarahan dan anemia.
  • Bayi ASI yang kekurangan asupan zat besi dalam makanan mpasi mereka. Atau ibu menyusui yang kekurangan zat besi secara terus menerus juga beresiko memberikan ASI yang kurang akan zat besi.

Dalam mengatasinya, moms bisa konsultasikan ke dokter anak untuk mendapatkan suplemen tambahan zat besi. Kelebihan zat besi dapat menyebabkan keracunan pada anak, untuk itu konsultasikan dosis pemberiannya dengan pihak medis. Zat besi sudah bisa diberikan pada anak usia 4+. Moms juga bisa berikan makanan tinggi zat besi seperti daging sapi, ikan, sayuran hijau dan kuning telur. Lalu buah yang tinggi vitamin C, karena vitamin C membuat tubuh kita mudah menyerap zat besi seperti kiwi, alpukat, dan melon. 

Semoga bermanfaat.

By: Marlisa Tenggara

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

487 Marlisa tenggara

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Kenali Gejala Dan Penanganan Anemia Pada Si Kecil

Apa gejala anemia pada si Kecil? Apa yang harus dilakukan jika si Kecil terkena anemia?

Hal-Hal Sederhana Untuk Mencegah Penyebaran Virus Corona Ala Mom Risny

Yuk simak cara Mom Risny menjaga keluarganya dari virus Corona.

What is Eczema?

What is Eczema?

Perhatikan Hal Berikut untuk Mencegah Virus Corona

Maraknya virus corona banyak membuat orang tua panik. Simak tips berikut agar si Kecil terhindar dari virus ini yuk Moms and Dads!

Penting untuk Diperhatikan Pasca Persalinan

Momen setelah bersalin tentu membahagiakan ya Moms and Dads. Tapi ada hal-hal penting yang perlu diperhatikan loh! Yuk, simak berikut ini.

Tips Mengenakan Masker untuk Si Kecil Demi Mencegah Coronavirus

Mengenakan masker merupakan salah satu cara pencegahan si Kecil tertular virus Corona. Tapi bagaimana jika si Kecil menolak masker?

Mengatasi Sinusitis Pada Balita

Pernah mendengar balita terkena sinusitis? Apa tandanya? Bagaimana cara mengatasinya? Yuk simak berikut ini!

Pengalamanku Alami Wasir Stadium 3 Pasca Melahirkan

Wasir setelah melahirkan? Pasti ga nyaman ya Moms. Yuk simak cerita berikut ini.

Mengenal Kulit Bayi dan Cara Menjaganya

Atopic dermatitis adalah kelainan kulit kronis yang menyerang 15-20% anak-anak serta 3% orang dewasa.

Cara Membuat Mosquito Spray Repellent dengan Variasi Essential Oil

Salah satu fungsi minyak esensial adalah dapat digunakan sebagai anti nyamuk. Bagaimana cara membuatnya?

Apakah Suntik TT Aman? Bagaimana Jika Tidak Suntik TT Sebelum Menikah?

Vaksin TT akan membantu dalam pencegahan tetanus dan sangat diperlukan bagi calon pengantin.

Sindrom Marfan: Kelainan Genetik pada Jaringan Ikat Manusia

Kelainan genetik pada jaringan ikat ini paling umum memengaruhi mata, pembuluh darah, tulang & jantung.

Mengenal Gejala Sindrom Bipolar, Gangguan Kepribadian Ganda Serius

Sindrom bipolar adalah gangguan mental yang ditandai dengan perubahan suasana hati ekstrem dan fluktuasi tinggi.

Mengenal Sindrom Behcet, Kelainan Langka yang Menyerang Pembuluh Darah

Sindrom Behcet merupakan kelainan langka yang menyebabkan pembuluh darah di seluruh tubuh mengalami peradangan.

Sindrom Asherman, Sindrom Langka yang Pengaruhi Menstruasi

Apa itu sindrom asherman yang mempengaruhi menstruasi pada wanita? Yuk kenali lebih dekat sindrom langka ini

Campak Jerman Pada Busui Apakah Berbahaya?

Campak jerman atau yang dikenal dengan campak 3 hari, sebenarnya berbeda dengan campak pada umumnya loh Moms.

Sindrom Klinefelter dan Dampaknya Terhadap Kesuburan Pria

Sindrom Klinefelter adalah kondisi genetik yang cukup umum ditemukan hanya pada pria. Bagimana dampaknya pada kesuburan?

9 Gejala Diabetes Tipe 2 yang Harus Diwaspadai

Mengenali tanda-tanda dan gejala awal dari kondisi kronis ini sangat perlu agar penderita dapat segera dirawat.

Pengertian, Penyebab dan Gejala Penyakit Kista

Benjolan berbentuk kantung yang dapat muncul di mana saja di tubuh ini dapat dialami oleh semua kalangan usia.

Ini 4 Gejala Penyakit Kanker Payudara yang Dapat Langsung Moms Kenali

Kanker payudara adalah sebuah penyakit yang disebabkan oleh ketidaknormalan pertumbuhan sel-sel di payudara.