Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Anakku Terlambat Berjalan? Bagaimana Ini?

GROWTH & DEVELOPMENT  |  MY STORY  |  TODDLER  |  18 Aug '19


Melihat anak berkembang baik dari segi fisik, kognitif, dan sosial selalu menjadi hal yang menarik bagi semua orangtua. Tidak dapat dipungkiri bahwa sebagian orangtua cenderung menjadi "auto-comparing" perkembangan anaknya dengan anak lain. Potensi terjadinya auto-comparing ini semakin meningkat di era sosial media. Begitu banyak wadah bagi orangtua untuk menampilkan rasa bangganya akan keberhasilan anaknya dalam menuaikan tugas perkembangan. Dampaknya, bagi sebagian orangtua "auto-comparing" yang tingkat kecemasannya tinggi, mereka jadi semakin panik dan cenderung tidak sejahtera karena khawatir anaknya mengalami keterlambatan.

Auto-comparing bukan hal yang selalu sifatnya buruk kok moms. Justru tetap dibutuhkan agar kita tetap "on-track" dan "aware" dengan perkembangan anak kita. Namun, akan lebih baik apabila moms kembali memberdayakan diri untuk mengetahui standar kapan range waktu pencapaian tugas perkembangan pada anak. Sebut saja salah satu kemampuan motorik kasar yaitu berjalan. "Anak temanku sudah usia 11 bulan dan dia sudah bisa berjalan, kenapa anakku usia 13 bulan masih belum bisa berjalan? Ada apa dengan anak ini? Apa iya dia tergolong slow learner?"

Wah.

Tunggu dulu moms. 

Coba kita buka primbon perkembangan anak yang diakui dan banyak dipakai para expertise terlebih dulu.

Salah satu yang saya gunakan dalam menilai kemampuan perkembangan anak adalah Denver Development Screening Test (DDST). Di tes tersebut tertera kapan range waktu anak berhasil menaklukkan tugas perkembangan. Mengacu pada DDST, anak mampu berjalan di range usia 11-15 bulan. Namun DDST mendorong kita untuk lebih concern apabila kemampuan berjalan ini belum muncul di usia 14 bulan.

Apa yang harus kita lakukan apabila memang anak kita tampak terlambat berjalan?

1. Konsultasi dengan dokter tumbuh kembang anak! 

Ini adalah langkah utama yang sebaiknya dilakukan orangtua agar dokter dapat menyelami kondisi anak dan memberikan solusi yang tepat. Mengapa harus ke dokter? Karena semua diagnosa dan solusinya dilandasi oleh ilmu pengetahuan yang research based, bukan hanya pengalaman pribadi semata. 

2. Stimulasi anak dengan cara yang moms pelajari sendiri dari buku, orang lain, dsb. 

Namun sebaiknya moms tetap konsultasikan cara stimulasi yang moms dapatkan terlebih dahulu kepada dokter ya agar approved by doctor yang memang lebih paham di bidang ini :)

Berikut adalah tips sederhana yang dapat dilakukan orangtua untuk menghindari anak mengalami keterlambatan berjalan:

1. Melakukan kegiatan sederhana untuk melatih kemampuan dasar yang anak butuhkan untuk berjalan.

Proses berjalan sama seperti proses membaca. Sebelum anak bisa membaca, ia butuh menguasai skill dasar seperti mengenal bentuk dan arah. Begitu pula dengan berjalan, skill dasar yang dibutuhkan adalah anak mampu mempertahankan keseimbangan, anak mampu mengontrol gerakan tubuh, serta anak memiliki kesiapan otot kaki dan pinggang. Contoh kegiatan yang dapat dijadikan referensi adalah mengajak anak berdiri dan membiarkannya berloncat-loncat di atas perut/paha kita untuk memperkuat otot kaki. Kegiatan lain seperti mengajak anak bermain mempertahankan keseimbangan tubuh saat posisi berdiri juga bisa membantu kesiapan anak berjalan. Atau kegiatan yang melibatkan gymball seperti mengajak anak duduk di atas gymball atau posisi memeluk gymball dari bagian atas, lalu digelindingkan ke kiri dan kanan untuk melatih otot pinggang anak. Mengajak anak "bouncing" di atas gymball juga bisa menjadi option lain untuk melatih otot pinggang anak.

2. Berikan kesempatan anak mengembangkan diri. Bebaskan anak menguji kemampuan dirinya namun tetap diawasi dan pastikan kita mengontrol lingkungan ya moms. Mengontrol lingkungan maksudnya adalah memastikan ruang belajar anak bebas dari hal-hal yang membahayakan seperti ada benda tajam di lantai, saklar listrik dapat dijangkau dengan mudah, dsb.

3. Berikan motivasi eksternal seperti menaruh mainan yang digantung/ditempel di atas dinding agar anak mau meraihnya dengan berdiri dan berjalan 

4. Bangun kepercayaan diri pada anak dengan memberikan pujian bagi setiap pencapaiannya sekecil apapun. Pujian ini akan membuat anak senang dan mau mengulangi perilaku yang dipuji (misalnya mengangkat kaki seolah-olah ingin melangkah).

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

221 Yohana Theresia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Ide Bermain Anak di Masa Pandemi : Food or Drink?

Moms, yuk coba ide bermain dengan si Kecil berikut ini.

Bermain Buah Potong Dapat Melatih Motorik Halus Anak

Aktivitas yang satu ini bisa dicoba untuk melatih kemampuan motorik si Kecil loh Moms!

Ide Bermain Anak - Alphabet Sorting Game

Yuk Moms kita coba permainan untuk si Kecil yang satu ini!

Metode Belajar Anak Dengan Menggunakan Flash Card

Bagaimanakah media belajar dengan menggunakan flash card, dari usia berapakah anak diperkenalkan dengan metode flash card? Flash card adalah [...]

Ide Bermain untuk si Kecil: Doughnut Ring Toss

Masih setia dengan permainan yang terbuat dari kardus, kali ini saya membuat permainan ring toss.

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan ketika si Kecil Belajar Merangkak

Merangkak merupakan salah satu fase perkembangan yang dilalui oleh si Kecil.

Manfaat Membacakan Buku pada Anak

Dari dulu saya suka membaca dan saya ingin menularkan kecintaan saya pada buku pada Ai

Ide Bermain untuk si Kecil: Clip More Hair

Yuk manfaat roll tisu bekas Moms untuk mainan si Kecil

Manfaat Bermain Pasir Kinetic Bersama si Kecil

Ternyata bermain pasir kinetic itu banyak manfaatnya loh Moms

Hal yang Perlu Diperhatikan saat Mengajak Anak Berenang

Renang merupakan aktivitas olahraga yang sarat akan manfaat.

Review Trump Card Kodomo Challenge dari Shimajiro Club

Zaman sekarang memang smartphone menjadi hal yang tak terpisahkan dari aktivitas manusia ya Moms.

Ide Bermain: Meraih Bola

Moms, apakah anak Moms sedang senang dan aktif bergerak mengeksplor lingkungannya?

Ini Dia Manfaat Rutin Memeluk si Kecil yang Wajib Diketahui

Kadang di tengah hiruk pikuk kesibukan dan aktivitas setiap hari, Moms mungkin lupa untuk mendekap dan memeluk si Kecil.

Refreshing Plus Belajar dengan Anak di Pantai

Sebenarnya saya orangnya agak parnoan kalau harus ke daerah pantai apalagi jika harus membawa anak-anak.

Ide Bermain Anak - Human Body Puzzle

Salah satu cara mengenalkan anggota tubuh pada anak adalah dengan membuatkan mainan edukatif

Ide Bermain untuk si Kecil: Tie Dye Art

Pernah melihat baju-baju dengan motif warna-warni tak beraturan tapi sangat indah terlihat?

Manfaat Bermain di Playground untuk si Kecil

Bermain di playground pasti menjadi aktivitas yang menyenangkan untuk si kecil ya moms.

Jaga Anak Kita dari Kecanduan Gadget

Sekarang ini zaman semakin berkembang membuat anak juga semakin kreatif dan inovatif.

Ide Bermain Anak - Laundry Time

Pernah gak moms si kecil ikut membantu waktu kita menjemur pakaian? Permainan ini boleh dicoba nih Moms!

DIY Playdough untuk Main si Kecil

Ingin menghemat budget mainan si Kecil? Yuk buatkan playdough di rumah Moms