Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Anakku Hiperaktif Banget...

GROWTH & DEVELOPMENT  |  MY STORY  |  PARENTING  |  TODDLER  |  24 Nov '19


Halo Moms, punya kendala yang sama gak sama aku?

Sesuai judulnya, anakku termasuk anak yang hiperaktif, yang artinya si anak memiliki tenang yang tidak ada habis-habisnya untuk melakukan semua hal.

Jujur saya sebagai orang tua yang mengurus mereka sendirian juga kewalahan hadapinya. Bahkan tidak jarang emosi pun ikutan naik dan alhasil di rumah pun tiada hari tanpa suara bernada tinggi.

Sempat kebingungan juga bagaimana menghadapinya. Pernah saya coba untuk ajak mereka ke playground yang bisa main sepuasnya supaya tenaga mereka juga lebih terkuras saat mereka main tapi itu cuma bertahan sebentar saja. Habis main ya pastinya anak-anak akan kecapean dan akhirnya tertidur tapi setelah bangun ya kembali lagi aktif seperti biasa.

Lagi pula kalau terus-terusan ke playground juga hanya akan membuang uang dan waktu kita sebagai ibu rumah tangga yang harusnya memiliki segudang pekerjaan di rumah.

Untuk itu saya mencari berbagai macam cara untuk membuat tenaga si anak lebih bisa tersalurkan dengan baik.

1. Memberikan mainan berbeda setiap harinya
Tidak perlu juga harus memberikan mainan baru ya, cukup diatur saja mainan apa yang hari ini anak-anak mainkan supaya mereka merasa tiap hari ada mainan baru.

2. Ajak Olahraga
Olahraga selain bisa menguras tenaga dapat juga menyehatkan badan loh. Olahraganya tidak perlu berat, ajak mereka lompat tali atau berlari-lari kecil saja keliling-keliling sekitar kompleks rumah.

3. Screen Time
Mungkin sebagian Moms banyak yang gak setuju dengan screen time. Screen time di sini bukan memberikan gadget ke anak-anak ya, melainkan mengajak mereka nonton film kartun atau lagu-lagu yang mereka suka untuk bisa dipelajari. Tapi ingat ya Moms, jangan sampai bablas, mesti ada waktunya supaya mata anak-anak juga tidak sakit karena kebanyakan nonton TV.

4. Playground
Sesekali ke playground juga tidak apa kok Moms, tidak perlu playground yang ada di mall, playground di taman kompleks rumah juga tidak apa-apa kok. Asal Moms tetap mengawasi anak-anaknya supaya tidak berlarian ke jalan raya.

Mungkin itu saja tips yang bisa saya bagikan. Sejauh ini, anak-anakku yang hiperaktif banget bisa mulai saya atasi dengan cara-cara di atas.

Lagi pula anak hiperaktif adalah hal yang wajar, bahkan bisa dikatakan itu merupakan salah satu faktor tumbuh kembang mereka. Bahkan ada juga mitos yang mengatakan kalau anak hiperaktif adalah anak yang pintar. Jadi kalau Moms memiliki anaak yang hiperaktif berarti anak-anak Moms adalah anak yang pintar.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

4262 Meiliyanti Tjioe

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Pentingnya Menanamkan Nilai Mendalam Sebuah Profesi

Saya baru menyadari bahwa betapa pentingnya mengajarkan nilai lebih mendalam bagi sebuah profesi.

Pentingnya Memantau Perkembangan Anak

Ternyata perkembangan anak yang tinggal di kampung jauh lebih bagus daripada perkembangan anak kota lho Moms.

Apakah Setiap Anak akan Mengalami Masa Terrible Two?

Awal mendengar kata terrible two, saya berusaha mencari dahulu apa sih sebenarnya terrible two itu.

Pentingnya Mempertahankan Hak si Kecil saat Bermain

Anak-anak sangat senang ketika bermain. Tidak jarang, rasanya mainan tetangga terlihat "lebih indah",

Bagaimana Menghadapi si Kecil yang Super Aktif?

Menurut Moms, bagaimana rasanya memiliki si Kecil yang super aktif? Apa saja suka dukanya?

Tips Menghilangkan Trauma Anak yang Terjatuh saat Belajar Berjalan 

Hai Moms, menjelang usia anak setahun biasanya sudah mulai ada tanda-tanda anak kita berani berdiri sendiri.

Bantu Bunda Menjemur Baju Yuk, Nak!

Kemarin Faruq mencoba membantu bunda untuk menjemur baju, aktivitas ini mungkin terdengar tak biasa.

Pentingnya Pengenalan Profesi pada si Kecil

Mengenalkan berbagai profesi pada si kecil tentu bermanfaat ya moms.

Buku Jiwaku dan Anakku

Sejak di dalam kandungan, aku suka membacakan Felicia buku di sela-sela kegiatanku setelah selesai mengajar.

Kenapa si Kecil Senang Mencorat-Coret Seisi Rumah?

Si Kecil suka corat coret tembok? Yuk terapkan tips berikut ini untuk mensiasatinya

Seberapa Penting Pendidikan Anak di Bawah Umur?

Di masa golden age, alangkah baiknya jika anak dibiarkan tumbuh dan berkembang bersama ibunya di rumah.

Respon Terhadap Anak Kidal

Hai Moms, pernah tidak memperhatikan tangan anak kita, mana yang lebih aktif? Kanan atau kiri?

Mengenalkan si Kecil dengan Dunia Hewan di Taman Safari

Mengenalkan si Kecil dengan dunia luar sedari kecil ternyata baik untuk membantu tumbuh kembangnya ya Moms.

Anak Kecanduan Nonton TV? Ini Solusinya!

Menurut artikel yang pernah aku baca, dalam sehari anak di atas 2 tahun boleh nonton TV tidak lebih dari 30 menit.

Jangan Tumpuk Bukunya, Tapi Cintai dan Maknai Isinya

Sejak kecil anak saya memang sudah dikenalkan pada buku, dari mulai usianya 3 bulan sampai sekarang 21 bulan.

Apa Itu Fase Terrible Two? Kenalan Yuk Moms

Menjelang usianya 2 tahun abram mendadak lebih suka berteriak, menangis, dan sering tantrum?

Screen Time: Yes or No?

Setelah Shanum masuk usia 2 tahun, saya bolehin nonton TV. Tapi tetep saya batasin dari segi waktu & tontonan.

Manfaat Playdate bagi Moms & si Kecil

Bagi saya pribadi, playdate bukan sekedar kumpul-kumpul, apalagi yang beneran cuma kumpul terus pada diem

Usia 18 Bulan, Anakku Sudah Bisa Berhitung 1-10 dalam 3 Bahasa! Apa Tipsnya?

Anak usia 18 bulan sudah harus belajar 1-2 patah kata, setidaknya sudah mengerti lebih dari 20 kosakata.

Anak Juga Butuh Sosialisasi

Bersosialisasi berarti berinteraksi dengan orang lain. Balita juga perlu bersosialisasi lho Moms.