Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Anak yang Tidak Bisa Diam = Anak Nakal?

PARENTING  |  23 Dec '18


Anak yang tidak bisa diam dan selalu bertingkah memang sering kali dicap sebagai anak nakal. Apakah benar demikian Moms? Jawabannya, belum tentu.

Memiliki anak yang aktif dan tidak bisa diam memang cukup merepotkan. Terlebih bila membawa si Kecil ke tempat umum atau acara keluarga. Ada saja yang dilakukannya seperti melompat, berlari, naik-naik ke kursi, mengerak-gerakkan tangan atau kakinya ketika duduk. Seperti energinya itu tidak ada habisnya. Kalau sudah begini, pasti Moms yang pusing harus mengejar atau memberitahu si Kecil agar bisa duduk dengan tenang. Belum lagi kalau ada komentar menyebut anak kita nakal karena tidak bisa diam.

Padahal faktanya, anak yang aktif tidak bisa diam bukan berarti nakal. Bisa jadi anak Moms adalah anak yang cerdas. Lho kok bisa? Menurut Dr. Howard Gardner, profesor pendidikan di Harvard University Amerika, ada delapan jenis kecerdasan yang dimiliki oleh anak. Yaitu kecerdasan linguistik (bahasa), Matematika, Visual Spasial, Musik, Interpersonal, Intrapersonal, kinestetik dan naturalis.

Bila anak Moms memiliki ciri-ciri seperti yang disebutkan di atas, bisa jadi si Kecil memiliki kecerdasan kinestetik yang tinggi. Biasanya anak yang memiliki kecerdasan kinestetik butuh penyaluran energi gerak dibandingkan anak lain. Karena anak yang cerdas secara kinestetik tidak mau diam berlama-lama.

Cara menangani anak dengan kecerdasan kinestetik tidak bisa dengan emosi. Sebaiknya Moms mendukung kecerdasannya dengan memberikan media penyaluran energi berlebihnya. Moms bisa memberikan anak mainan seperti balok-balok kayu, lilin mainan, atau kantong pasir agar ia bisa membuat bangunan atau rumah-rumahan. Bisa juga dengan mengajaknya bermain lompat tali, petak umpet, atau permainan lainnya yang membutuhkan banyak gerak. Sering-seringlah mengajaknya untuk berolahraga seperti bermain bulu tangkis, berenang, bersepeda, sepak bola, permainan melempar dan menangkap bola atau lainnya. Moms juga bisa mengajaknya ke play ground agar ia bisa sepuasnya bermain sekaligus belajar.

Menstimulasi anak sesuai dengan kecerdasannya akan mendorong perkembangan anak menjadi lebih optimal nantinya, sesuai bakat dan minatnya.

 

Semoga bermanfaat.

By: Berkah Dwi Rahayu

Copyright by Babyologist

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

1824 Berkah Dwi Rahayu

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Perlukah Mengikuti Seminar Parenting?

Moms mungkin sering menghadiri seminar parenting, tapi apakah seminar parenting memang perlu untuk diikuti?

Menabung Sejak Dini

Kapan ya waktu yang cocok untuk mengajarkan menabung ke anak karena anak belum mengerti uang?

Happy Mengurus Newborn Bersama Mertua

Mengurus si Kecil dengan orangtua atau mertua tidak melulu tidak enak loh Moms. Berikut manfaatnya

Cara Merangsang Perkembangan Emosional Balita

Bagaimana cara merangsang perkembangan emosional seorang balita?

Moms Harus Dinas di Luar Kota, Bagaimana dengan Pengasuhan si Kecil?

Jauh dari anak = tantangan working Moms. Lalu bagaimana caranya tetap tenang saat tinggalkan anak?

Panutan dalam Membesarkan Anak-anak

Tidak hanya ibu kandung, tapi ibu mertua juga bisa menjadi panutan dalam membesarkan anak-anak Moms.

Apakah Anda Modern Mom atau Traditional Mom?

Terlepas dari perbedaan gaya traditional Mom dan modern Mom dalam mendidik anak, keduanya sama hebatnya!

Hati-Hati Moms, Sering Membentak Anak Dapat Menyebabkan Hal Ini!

Meskipun tergolong umum, nyatanya membentak anak bisa mendatangkan dampak buruk baginya!

Guru Utama Anak Adalah Ibu

Guru pertama dan utama seorang anak ibunya. Lalu bagaimana kita menjadi seorang 'guru' untuknya?