Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Anak Tantrum? Why and How?

MY STORY  |  PARENTING  |  26 Apr '19

Moms, yang kemarin ini lihat instagram story-ku tentang Dila yang menangis itu dan nanya, Dila tantrum ya Moms? Suka menangis, teriak juga Moms? Yes, she's not always being be a good girl. Tapi memang baru akhir-akhir ini Dila suka tantrum seperti itu. Sampai kadang aku jadi bingung dan kesal dia tuh maunya apa. Tapi memang umur seperti Dila lagi masa-masanya tantrum ya Moms. Hal yang sangat normal. Karena bisa dibilang ini suatu bentuk si Kecil untuk mengekspresikan diri.

Walaupun ini hal yang normal, kita tetap juga harus pantau dan kontrol tantrumnya seperti apa ya Moms. Apakah masih dalam taraf wajar? Apakah sudah dalam taraf perlu ‘bantuan’ orang lain (psikolog)? Tantrum pada anak adalah cara mereka untuk keluar dari sebuah masalah. Penyebab tantrum pada anak adalah ketika dia menginginkan sesuatu tapi tidak bisa mengungkapkannya, hal ini karena kemampuan bahasanya yang belum bisa memahami struktur kalimat yang kompleks secara benar. Mereka hanya mampu mengungkapkan beberapa kata di dalam pikirannya. Jadi mereka tantrum untuk mengutarakan apa maksudnya. Tantrum pada anak bisa juga jadi sebuah observasi yang dia lakukan loh. Misalnya kalau dia mau sesuatu dan kita tidak mengikuti keinginannya, lalu dia mengamuk. Ketika mengamuk dan kita menuruti keinginannya, maka dia akan melakukan hal itu untuk memenuhi keinginannya. Dan jika dibiarkan, hal itu akan dia lakukan terus-menerus dan menjadi kebiasaan buruknya.

Tantrum dibedakan menjadi 2 jenis:

1. Tantrum Manipulatif

Tantrum ini adalah salah satu tindakan si Kecil jika keinginannya tidak terpenuhi. Ini juga yang kadang terjadi pada Dila, kalau ada sesuatu yang dilarang, lalu kumat tantrumnya, jadinya suka menangis cari perhatian. Terakhir seperti yang ada di instagram story, dia mau es krim, tapi tidak aku kasih karena sudah terlalu banyak. Jadi dia drama tantrum. Kalau Dila menunjukkan tantrum seperti ini biasanya aku diemkan saja dulu sampai dia tenang dan cape sendiri Moms. Kalau sudah tenang dan berhenti tangisnya baru aku beri tahu pelan-pelan.

2. Tantrum Frustasi

Tantrum frustasi biasanya dipengaruhi oleh beberapa faktor:

  • Terlalu lelah
  • Lapar
  • Gagal melakukan sesuatu

Ini juga pasti banyak Moms yang mengalami. Dila juga sama, ada masanya seperti itu. Kalau dia sudah ngantuk parah tapi ga bisa tidur, jadinya suka menangis tidak jelas atau misalnya dia tidak bisa main mainannya, jadilah menangis tidak jelas. Kalau tantrumnya seperti ini biasanya saat Dila lagi sakit atau habis sakit. Kan masih ada tuh sisanya. Baiknya Moms cari tahu dulu apa yang bikin dia tidak nyaman. Kalau karena dia ngantuk, kita bisa bantu menenangkan untuk tidur dengan gendong atau kelon. Kalau karena tidak bisa main mainannya, kita dampingi sambil ulurkan bantuan untuk permainannya. Intinya kalau tantrum tipe ini kita berusaha memenuhi apa ‘kebutuhannya’ ya Moms.

Bagaimana kita menanganinya?

  • Diamkan dan konsisten
    Kalau Dila udah mulai tantrum biasanya aku dan suami diamkan dulu Moms. Jadi aku biarkan dia menangis sambil teriak sepuasnya. Tapi aku tetap ada di sebelahnya, lihat dia dan menemani Moms. Tapi tidak aku ajak ngobrol, atau peluk ya, seperti nothing happens saja. Jadi aku mau bikin seolah-olah apa yang dia lakukan ini tidak ngefek, percuma bikin cape saja, tidak bikin perhatian buat ikuti apa yang diinginkan. Intinya agar dia merasa seperti itu. Nanti kalau dia sudah tenang baru ak peluk, aku beri tahu dan jelaskan.  
  • Berbicara dan jelaskan pelan-pelan
    Ini hal yang paling sering aku lakukan ke Dila ya Moms. Jadi kalau Dila udah berhenti tantrumnya, aku akan mulai ngomong baik-baik sama dia. Kalau aku sayang sama dia, tapi aku tidak suka dengan sikapnya yang seperti tadi. Kalau perlu sesuatu, tidak perlu menangis teriak, bilang aja baik-baik maunya apa. Intinya aku jelaskan semudah mungkin dan beri tahu kalau yang dia lakukan tidak baik dan dia janji untuk tidak  mengulangi hal itu lagi.
    Memang mereka mengerti Moms? pasti mengerti, tapi tentu tidak bisa instan. Jangan expect juga sekali kita beri tahu, dia langsung mengerti ya. Tapi ini memang butuh kesabaran dan harus kita lakukan berkali-kali dan berulang-ulang sampai mereka  benar-benar mengerti. Kapannya setiap anak kan beda-beda ya Moms. Tapi percayalah mereka pasti ngerti dan paham apa yang kita beri tahu. Dan jangan beri tahu anak saat mereka lagi tangis-tangisnya ya Moms. Yang ada nangisnya tambah kencang dan percuma juga tidak akan didengar, kan bikin cape saja.
  • Tenang dan jangan terpancing emosi
    Ini yang paling ujian ya. Siapa yang tidak kesal kalau mendengarkan anak menangis teriak. Pasti itu kesabaran sudah diujung batas. Tapi memang intinya menghadapi anak tantrum itu harus sabar. Hal yang mudah diucapkan sulit dilakukan ya.
  • Cari pengalihan
    Anak kecil sangat mudah melupakan sesuatu dan tertarik pada hal baru. Manfaatkan hal ini untuk mengalihkan emosinya saat tantrum. Misalnya ajak main ke taman atau alihkan dengan mainan yang lain. Intinya tawarkan dan alihkan mereka dengan hal yang baru.

  • Jangan memukul dan membentak
    Saat dia tantrum, jangan sekali-kali memukulnya atau berteriak ya Moms. Memukulnya bukanlah pilihan yang tepat dan itu akan membuat tantrumnya menjadi lebih buruk lagi. Kontrol emosi, dan cobalah untuk membuatnya tenang. Kita harus berusaha tegas dan disiplin. Tapi tegas bukan berarti marah-marah atau teriak-teriak Moms. Jangan biarkan tantrumnya menjadi kebiasaan yang akan dia lakukan jika dia menginginkan sesuatu yang tidak kita turuti.


Intinya kita memang harus banyak sabar, konsisten dan tegas untuk nanganin ‘si tantrum’ ini. Dan jangan pernah bosen juga untuk beri tahu dia lagi dan lagi. So far, Dila tantrum hanya menangis teriak tidak sampai goler-goleran dilantai atau pukul-pukul. Dan memang tantrum ini kalo kata ABG seperti ‘pencarian jati diri’. Jadi sikap kita akan menentukan sikap mereka kedepannya untuk masalah ‘si tantrum’ ini. Dan jangan ragu untuk minta bantuan orang lain (psikolog) kalau merasa kita sudah tidak bisa menanganinya ya Moms. Dan aku hanya mengingatkan bahwa ini caraku ya Moms. Bukan berarti caraku ini yang paling benar. Bukan artinya aku lebih baik apalagi ahli parenting ya. Aku hanya sharing cara yang aku pakai, siapa tau ngefek juga di anak yang lain.

Semoga bermanfaat.

By: Mala Sari via Babyologist

1068 Mala Sari

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

5 Fase Parenting yang Wajib Moms Ketahui

Di jaman sekarang ini, sulit bagi orangtua untuk mendidik anak apalagi kalau sudah terpengaruh oleh pihak lain.

Anakku Tantrum, Bagaimana Sebaiknya?

Apakah si Kecil sedang memasuki fase tantrum dimana sering menangis dan berteriak? Bagaimana mengatasinya?

Ibu yang Mengancam: Melakukan Pengajaran Konsekuensi yang Kurang Tepat pada Anak

Seringkali kalau anak anak sudah tidak bisa diajak ngomong baik baik maka akan keluarlah mantra sakti ibu ibu.

Perlukah si Kecil Bersosialisasi?

Saya pernah mendengar ada yg mengatakan bahwa si kecil tidak perlu bersosialisasi krn teman bermainnya hanya orang tuanya.

Bagaimana Peran Dads dalam Mendidik Anak?

Orang tua berpendapat anak itu deketnya harus sama Moms. Padahal tugas mengurus anak adalah tugas Moms and Dads loh!

Are You a Happy Mom?

Beberapa hari yang lalu aku baca sharingan salah satu temanku di Instagram storynya tentang bagaimana orang-orang di sekitarnya mengkritik anaknya

Bagaimana Menyikapi Abang dan Adik yang Sering Bertengkar?

Jadi moms siapa nih disini yang punya 2 anak cowok dengan jarak umur yang ngga terlalu jauh hayo?

Mengatasi Rasa Cemburu Kakak pada Adik Barunya

Bahagia rasanya saat anak keduaku lahir. Namun ada kekhawatiran anak pertamaku yang baru berusia 2 tahun merasa cemburu dengan adiknya.

Memutuskan Menitipkan Anak di Daycare

Tentunya sebagian besar Ibu langsung galau ketika harus meninggalkan anak untuk bekerja, termasuk saya.

Mom of Two? Apa Saja Pertimbangannya?

Moms, menyambung atas curhatan aku mengenai punya anak lagi itu ya. Ternyata banyak juga yang mengalami hal sama kayak aku.

Bonding Time bagi Ibu yang Bekerja

Bagaimana Mom Trie mensiasati waktu yang terbatas untuk melakukan bondng time dengan si Kecil?

Anak Penakut? Jangan-jangan Itu Karena Kita Sendiri!

Adakah moms yang sedang menghadapi anak yang penakut? Hati-hati, mungkin mereka takut karena kita sendiri loh moms!

Mengenalkan Bahasa Apa Dulu ya pada Anak?

Pernah gak sih moms bertanya seperti itu? Saya pribadi cukup lama sekali bergumul sampai pada akhirnya menemukan jawabannya.

Bagaimana Agar Anak Tidak Nangis Saat Mom Berangkat Kerja?

Ini salah satu kegalauan yang terjadi kepada setiap working mom ya. Yuk simak beberapa tips berikut!

Tips Agar Anak Pertama Sayang dengan Adik Barunya

Bagaimana tips mendidik si kakak agar selalu akur dengan adik ala Mom Elvina?

Caraku Mengatasi Anak dari Kecanduan Handphone

Proses memisahkan anak dari hp itu luar biasa susah. Simak pengalaman Mom Nova berikut ini!

Bijak Memberi Tontonan YouTube untuk Anak

Sama seperti kebanyakan orang tua, saya dan suami juga akhirnya 'menyerah' kepada Youtube untuk 'membantu' kami dalam mengasuh anak.

Having Twins with 5 y.o Kids - Physiological

Bagaimana cara mendidik anak agar kondisi psikologisnya baik-baik saja meskipun ia mempunyai adik?

Briefing dan Role Playing Efektif Membantu Mengendalikan Emosi Anak

Bagaimana cara Mom Chriesty mengajarkan anak untuk mengendalikan emosinya?

Kapan Anak Harus Dibela?

Beberapa waktu lalu, khaulah sedang bermain diluar rumah menggunakan Mobil-mobilannya yang berwarna pink.