Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Anak Pertama, Persalinan Normal Hanya 2 Jam!

MY STORY  |  PREGNANCY  |  18 Apr '19

Sebagai first time Mom, dulu saya juga memiliki ketakutan untuk melahirkan normal. Apalagi banyak yang bilang melahirkan anak pertama itu lama sekali karena jalan lahir belum terbuka (yang ditandai dari bukaan 1-10) Biasanya, ibu yang baru pertama kali menghadapi persalinan, proses pembukaan terjadi lebih lama, yaitu 6-12 jam.

Oleh karena itu, di bulan ke-6 pun saya sudah research apa saja kiat-kiat untuk dapat melahirkan normal yang cepat, minimum sakit dan sehat bagi saya dan bayi saya.

Saya bersyukur sekali untuk pengalaman kelahiran pertama saya Oktober yang lalu, prosesnya berjalan dengan sangat-sangat cepat yaitu dari bukaan 3 sampai bayi saya lahir hanya 2 jam 15 menit. Bidan dan dokter kandungan (Calvin Tjong) pun berkata proses kelahiran saya untuk anak pertama sangatlah cepat.

Sedikit sharing, di pagi hari kira-kira pukul 7.15 saya sedang jalan pagi dan saat kembali ke rumah, saya kaget karena ada bercak coklat di CD saya (merupakan salah satu tanda akan melahirkan). Oleh karena itu saya hubungi suami saya dan buru-buru ke rumah sakit. Ternyata setelah dicek baru bukaan 2 dan disuruh pulang lagi karena berdasarkan penjelasan bidan, bukaan 2 ke-3 bisa berlangsung sampai 1-2 hari. Disuruh kembali ke rumah sakit jika ada tanda-tanda seperti ketuban pecah atau kontraksi teratur tiap 3-5 menit sekali selama 30 menit-1 jam. Malamnya kira-kira pukul 10 mulai kontraksi.

Jam 12.15 tiba di Rumah sakit, masih bisa berjalan tanpa kursi roda, dicek bukaan 3 dan katanya kepala bayi sudah bisa terasa sehingga naik ke bukaan 4-5-6 dan seterusnya berlangsung sangat cepat, 15-20 menit saja. Kira-kira pukul 2 pagi sudah bukaan full dan bayi saya lahir pada pukul 02.30.

Ini beberapa tips yang menurut saya sangat membantu saya untuk achieve persalinan normal pertama saya dalam waktu hanya 2 jam. 

  1. Memilih dokter yang pro normal
    Karena tekad saya sudah bulat untuk melahirkan normal, saya memilih Dokter kandungan Calvin Tjong karena beliau pro normal. Dokter yang satu ini sangat detail dalam pemeriksaan bulanan kehamilan dan selalu memantau kondisi kesehatan ibu dan bayi agar dapat melahirkan normal dengan prima.
  1. Gunakan Birth / Gym ball
    Penggunaan Gym ball  telah banyak digunakan oleh Moms to be di luar negeri. Cara ini sangat saya anjurkan karena sangat membantu pada proses persalinan saya ini. Moms to be bisa mulai penggunaan gym ball sejak minggu ke-34 jika kepala bayi sudah di bawah atau tidak sungsang. Birth ball ini dapat membantu Moms mengurangi rasa nyeri pada punggung, saat kontraksi dan saat persalinan. Selain itu, gym ball  juga membantu menyiapkan otot tubuh untuk proses melahirkan nanti, meringankan kecemasan dan mempercepat proses pembukaan.
    Cara menggunakan gym ball ini relatif gampang, yaitu posisi Moms duduk atau berjongkok di atasnya. Moms akan merasa otot panggul menjadi rileks. Agar lebih terasa nyaman dan efisien hasilnya, duduklah di atas gym ball dengan kaki terbentang. Buatlah bentuk angka 0 dan 8 dengan menggerakkan pinggul masing-masing ke arah kanan dan kiri sebanyak 10 kali setiap harinya. Moms juga bisa melihat Youtube untuk video cara penggunaannya.
  1. Jalan kaki
    Jujur saya baru intens berjalan kaki pada week ke-38 karena sebelum-sebelumnya saya malas sekali hingga sistem kebut minggu terakhir, jangan ditiru ya Moms. Kenapa sih kita harus sering berjalan kaki? Karena gabungan antara gerakan tubuh dan gravitasi akan membantu janin cepat turun ke jalan lahir.
    Selain itu, tekanan pada kepala janin pada mulut rahim akan membantu mempercepat pembukaan. Jalan kaki juga membantu menstimulasi kontraksi yang kemudian mendorong proses pembukaan.
  1. Ikuti senam hamil di rumah sakit
    Pertama-tama saya merasa kelas senam hamil itu tidak berguna karena hanya belajar napas saja. Ngapain ya napas perlu dipelajari. Tapi ginekologis saya yaitu dr. Calvin Tjong mewajibkan pasiennya untuk mengikuti senam hamil sekurangnya 3 kali sejak minggu ke 36. Ternyata belajar napas itu sangat berguna lho untuk menahan rasa sakit saat kontraksi dan juga membuat kita semakin tenang sehingga kita lebih bisa mengendalikan diri dan membantu proses persalinan berjalan lancar. Di senam hamil pun Moms akan diajarkan cara mendorong kepala bayi dengan benar dan aman bagi tubuh Moms.

Demikian tips untuk mempercepat persalinan yang saya rasakan sekali manfaatnya.

All the best Moms!

 

Semoga bermanfaat.

By: Agnes Husada

Copyright by Babyologist

1808 Agnes Husada

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Menjalani Kehamilan Pertama dengan Myoma

Apakah Moms sedang hamil dan ternyata ada sebuah myoma di rahim? Bagaimana sebaiknya? Yuk, simak pengalaman mom Cynthia.

Hamil Lagi Pasca Melahirkan Secara Caesar

Moms ingin segera mempunyai anak setelah melahirkan caesar? Yuk lihat risikonya berikut ini dahulu

Tanda-Tanda Kehamilanku

Setiap orang mengalami tanda-tanda kehamilan yang berbeda. Lalu apa tanda kehamilan yang dialami Mom Nami?

Barang yang Sangat Berguna selama Kehamilan

Kehamilan ada suatu anugrah bagi setiap wanita. Namun kadang prosesnya tidak mudah dan tidak selalu mulus.

Love You My Little Sunshine, LC

Singkat cerita setelah menikah memang kami tidak menunda untuk memiliki momongan karena faktor U juga sih.

Pengalaman Pengunaan Testpack Kesuburan (Ovulasi)

Banyak para calon ibu mengharapkan kehamilannya tetapi belum diberkahi karena setiap jadwal ovuluasi mungkin berbeda.

Tali Pusat Bayi Terpelintir di 7 Bulan Kehamilan

Siapa sih orang tua yang tidak menginginkan proses kehamilannya lancar, tidak ada satu apapun yang menghambatnya kan?

Selang 2 Bulan Kuret, Aku Hamil Lagi

Sedikit berbagi cerita di masa-masa indah kehamilanku Alhamdulillah kini kehamilanku yang ke 2 anak pertamaku.

Kehamilan Yang di Tunggu Telah Tiba, Bagaimana Cara Menjaganya?

Sebagai istri sangat senang bila anugrahi janin di dalam rahim, karena itu harus menjaga agar tetap sehat dan kuat.

Perjalanan Panjangku untuk Melahirkan Part II

Ketika pertama kali mengandung dan akan melahirkan seorang anak, pastinya sangat deg-degan seperti Mom Marcella.

Perjalanan Panjangku untuk Melahirkan

Ketika pertama kali mengandung dan akan melahirkan seorang anak, pastinya sangat deg-degan seperti Mom Marcella.

Pengalaman Hamil Pertamaku: Sensitif Sama Semua Aroma Makanan

Siapa di sini yang masa kehamilannya sangat sensitif? Yuk simak cerita kehamilan Mom Annisa berikut ini

Lahiran Caesar Karena Air Ketuban Kering

Bisakah melahirkan secara normal jika air ketuban kering? Yuk simak cerita dari Mom Hanny berikut ini

Cerita Kehamilan dan Melahirkan Anak Pertama: Eneg Sama Uang!

Kehamilan merupakan hal yang sangat ditunggu-tunggu oleh pasangan suami istri. Lalu bagaimana pengalaman Mom Syifa?

Tidak Morning Sickness Bukan Berarti Tidak Sehat

Apakah hamil dan tidak mengalami morning sickness berart masa kehamilannya tidak sehat?

Apa itu Inseminasi?

Hai Moms, saya tahu banyak sekali moms yang sedang berjuang untuk mendapatkan keturunan.

Kehamilan Dengan Placenta Previa

Rutin melakukan check kehamilan seperti USG, pada usia kehamilan 6 bulan, ternyata dinyatakan placenta previa.

Diare Karena Makanan Pedas

Apakah Moms mengalami sakit perut berupa diare ketika kehamilan? Hati-hati, dikehamilan muda banyak resikonya loh!

Kantong Hamil Pecah di Mall

Apa yang harus dilakukan ketika pecah ketuban saat sedang berada di luar rumah?

Berbesar Hati Melahirkan Caesar

Apakah Moms sudah memiliki rencana untuk proses persalinan kelak? Bagaimana jika tidak sesuai dengan ekspektasi?