Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Anak Lelakiku Menderita Hipospadia

BABY  |  HEALTH TIPS  |  MY STORY  |  30 Jun '19


Melahirkan anak yang sehat dan sempurna secara fisik adalah dambaan semua orang tua di dunia, tak terkecuali saya. Saya adalah ibu dua anak yang semuanya masih berusia balita. Anak pertama saya perempuan dan yang kedua laki-laki.

Anak laki-laki saya baru berumur 5 bulan, didiagnosa menderita kelainan bawaan pada kelaminnya yang belakangan saya ketahui namanya Hipospadia. Tanggal 24 Januari 2019, saya melahirkan anak kedua berjenis kelamin laki-laki. Mulanya saya merasa aneh ketika melihat kelamin anak saya yang berbeda dengan kelamin anak normal, ditambah lagi dia tidak buang air kecil selama sehari. Saya pun konsul dengan dokter kandungan yang membantu proses persalinan. Dia menyarankan untuk diopname. Waktu itu saya tidak menurutinya Moms, belum masuk ke UGD aja saya sudah merinding membayangkan anak saya yang baru berumur sehari harus ditusuk jarum infus dan segala macam lainnya. Saya memilih pulang ke rumah, merawat anak saya seperti anak normal biasanya termasuk memberi ASI secara rutin. Dan alhamdulillah, dia buang air kecil. Perasaan saya luar biasa senang, saking senangnya air seni anak saya di selimutnya tidak saya cuci buat kenang2an (upssss, bukan contoh yang baik ya Moms).

Namun, perasaan itu tidak berlangsung lama. Ternyata setelah diperhatikan, lubang kelamin (uretra) anak saya bukan pada tempatnya. Air seni yang seharusnya keluar di ujung penis, ini malah keluar di bawah penis. Jaraknya sekitar 1 cm. Setelah konsultasi ke dokter, anak saya positif menderita hipospadia. Saya dan suami hanya bisa pasrah.

Menurut yang saya baca, "Hipospadia adalah suatu kelainan di mana letak lubang kencing pada bayi laki-laki tidak normal. Kondisi ini merupakan kelainan bawaan sejak lahir." Karena letak lubang kencing yang tidak normal, anak dengan hipospadia akan mengalami gejala antara lain: Percikan urine tidak normal saat buang air kecil, Kulup hanya menutupi bagian atas kepala penis dan bentuk penis melengkung ke bawah. Penyebabnya bisa karena sang ibu mengandung pada saat berusia 35 tahun ke atas, ibunya menderita obesitas dan diabetes saat hamil dan terpapar asap rokok atau pestisida saat hamil. Selain itu memiliki keluarga yang pernah mengalami hipospadia, dan anak yang terlahir secara prematur, juga diduga dapat memicu anak mengalami hipospadia.

Setelah sharing dengan dokter ahli, dia menyarankan untuk melakukan operasi saat anak saya berusia 1 tahun. Doakan ya Moms anak saya bisa sembuh. Semoga anak-anak kita sehat selalu. Doakan saya dan suami bisa kuat untuk menjalani pengobatan untuk adek Ghilman nanti. Saya sangat berharap sharingnya ya Moms, semoga kita bisa saling menguatkan. Salam hangat dari mama Ghaitsa-Ghilman.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

532 Nurulynayah Soenaryo

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Jangan Abaikan Payudara Sakit dan Keras Saat Menyusui, Bisa Jadi Ini Sebabnya!

Jangan Abaikan Payudara Sakit dan Keras Saat Menyusui, Bisa Jadi Ini Sebabnya!

Mengajak Anak Imunisasi Ketika Pandemi

Banyak orang tua yang merasa gelisah untuk mengajak si Kecil imunisasi di kala pandemi. Simak cerita berikut ini yuk.

Imunisasi Anak Sangatlah Penting Di Masa Pandemi COVID-19 Ini, Mengapa ?

Di masa pandemi ini, perlukah untuk tetap memenuhi imunisasi si Kecil? Simak berikut ini.

Ada Sinus Preaurikular Di Telinga Anak, Haruskah Khawatir?

Apa itu sinus preaurikular? Mari simak berikut ini.

Baby Sakit? Jangan Panik Dulu! Siapkan P3K!

Pertolongan pertama pada saat baby sakit bukan panik ya mom! Jadi gimana dong? Yuk simak berikut ini.

Lindungi si Kecil dari Gigitan Nyamuk yuk Moms

Saat musim penghujan seperti ini, perkembangan nyamuk pasti akan sangat meningkat.

Jurus Ampuh Mengatasi Sembelit pada Bayi

Bagi Mom yang mempunyai bayi, salah satu hal yang kerap dikhawatirkan adalah saat bayi terkena sembelit.

Vonis TBC di Usia si Kecil 1 Tahun

Moms kali ini saya akan sharing tentang pengalaman dengan TBC yang dialami oleh keponakan saya.

Kenali Gejala Penyakit Roseola Infantum atau 'Gabaken' pada Bayi

Penyebab penyakit yang disebabkan oleh virus ini sebenarnya tidak berbahaya, namun gejalanya mirip dengan campak.

Jaundice/Kuning pada Bayi Baru Lahir

Si Kecil terkena kuning? Yuk simak cara mengatasinya ala Mom Annisa

Sirkumsisi (Sunat) pada Bayi Perempuan

Pada bulan ke-6 kehamilan, Obgyn sudah menginfokan bahwa bayi yang ada di kandungan berjenis kelamin perempuan.

Kenali Bahaya Stunting dan Pencegahannya

Stunting (Stunted Growth and Development) adalah perawakan kecil pada anak-anak di usia 1000 hari awal kehidupannya.

Bayi Tertidur Terus? Waspadai Bayi Kuning!

Ternyata bayi tertidur terus bisa menjadi salah satu gejala bahwa bayi kuning loh Moms

Mengurangi Gumoh pada si Kecil

Si kecil sering gumoh setiap minum ASI? Yuk cari tahu cara mengatasinya

TTN, Gangguan Pernafasan yang Menyebabkan Bayiku Dirawat di PERINA

Setiap Ibu pasti mau melahirkan anak yang sehat, IMD, & rooming in. Aku pun menantikan saat menunggu kelahiran si Kecil.

Si Kecil Selalu Muntah Sehabis Minum? Coba Lakukan Ini Moms!

Memiliki bayi memang perlu penjagaan yang sangat baik, seperti saat kita memberikan asupan kepada si Kecil.

Perlukah Membersihkan Mulut Bayi Setiap Hari?

Moms disini, mulai usia berapa membersihkan lidah dan mulut si kecil?

Hal yang Perlu Dilakukan saat Bayi Jatuh dari Tempat Tidur

Semakin bertambahnya usia bayi makin aktif, sebagai orangtua kita harus extra hati-hati & waspada dalam menjaganya.

Babyku Jadi Korban Mitos 'Kopi Antisipasi Kejang'

Hai Moms! Pernah denger istilah jaman dulu "ANAK DIKASIH KOPI UNTUK ANTISIPASI KEJANG"?

Bedakan Kulit Anak Terkena Herpes atau Serangan Tomcat!

Tomcat dan herpes sekilas kedua hal ini tampak sama di kulit, namun jika diamati keduanya berbeda